
Hai hai haii..
maafkan jadi gak bisa update setiap hari..hiks
akhir bulan yang hectic..
akhirnya bisa update lagi..
enjoy❤️
•••
Athena sedang asik menyantap siomay di dalam kelasnya, ditemani dengan Disti, sementara Cindy dan Dimi sedang membeli makanan di kantin. Athena kembali malas ke kantin karena belakangan ini ada lagi cewek-cewek yang nyinyir kepada Athena, bahkan kemarin ada segerombolan cewek yang melabrak Athena karena mereka tidak suka jika Athena dekat-dekat dengan Yoga. Athena tidak menyangka ternyata saat Yoga mengantarnya pulang kemarin ada anak dari sekolahnya yang mengambil foto mereka. Athena benar-benar menyesal kenapa saat itu ia tidak menyuruh Yoga menutup atap mobilnya, jika tertutup tentu tidak akan ada yang bisa melihat kalau Athena bersama Yoga. Tapi nasi sudah menjadi bubur, tidak ada gunanya Athena menyesalinya sekarang. Benar-benar sial! Terbebas dari fans Rengga sekarang Athena malah harus berurusan dengan fans Yoga.
Ayolah, Athena hanya ingin hidup tenang seperti dulu dia SMP. Athena menyesal dulu sempat berharap masa SMA nya bisa seindah di komik atau novel, karena gara-gara khayalan konyol nya itulah ia nekat mengirimkan puisi kepada seorang Arengga Hastomo. Athena merasa itulah awal kesialannya. Andai saja dia tidak mengirimkan puisi sialan itu, tentu ia tidak akan bisa berurusan dengan cewek-cewek bar-bar SMA Star.
“Kenapa kemaren gak lo gasak aja sih cewek-cewek itu Then? Biar pada kapok gitu, kesel gw.” kata Disti saat ia sudah selesai menghabiskan siomaynya.
“Maksud lo?” tanya Athena tak mengerti.
“Itu loh cewek-cewek yang ngelabrak lo kemaren. Kenapa gak lo hajar aja, biar besok-besok gak ada lagi yang berani gangguin lo.” kata Disti menggebu.
“Gila lo. Yang ada gw masuk BK nanti. Bisa berabe gw nanti.” balas Athena.
“Hah? Kenapa Athena masuk BK?” tanya Dimi yang tiba-tiba saja sudah masuk kelas.
“Anjir! Ngagetin aja lo Dim.” Disti mengelus dada nya. Dimi hanya memutar bola matanya malas, karena dirasa reaksi Disti berlebihan.
“Kenapa tadi kok Athena masuk BK?” tanya Dimi lagi.
“Gak, itu tadi gw nyuruh Athena buat hajar aja cewek-cewek yang labrak dia, biar pada kapok.” terang Disti.
“Hajar? Bar-bar banget. Yang ada malah babak belur nanti kita dikeroyok. Kemaren kan mereka ramean.” balas Dimi.
Disti dan Athena sama-sama tersenyum miring. “Iya ya. Lo belum tau kalo Athena tu sabuk hitam karate.” kata Disti sambil menepuk bahu Athena.
“Hah?! Serius?!” tanya Dimi tak percaya.
“Lo pasti bakal lebih gak percaya lagi kalo Disti tu jago anggar. Kasih aja dia sapu, kelar tu cewek-cewek.” kali ini Athena yang menepuk bahu Disti.
“Hah?!” Dimi semakin membuka mulutnya karena tidak percaya dengan perkataan kedua temannya itu. Sementara Disti dan Athena terkekeh geli melihat ekspresi kaget Dimi. Teman Athena yang satu ini memang cukup ekspresif, karena itu jika ada Dimi suasana pasti tidak akan membosankan.
“Heh! Gw nanya serius ini. Emang beneran?!” tanya Dimi mulai kesal karena temannya bukan menjelaskan malah menertawakannya.
“Sory-sory. Lagian lo gak percaya amat. Emang kita keliatan lagi bohong?” balas Disti.
__ADS_1
“Lah! Terus kenapa kemaren gak dihajar aja?!” kali ini Dimi yang menggebu ingin menghajar cewek-cewek yang melabrak Athena kemarin.
“Gak lah. Gw gak mau masuk BK Dimi sayaang.” balas Athena gemas.
“Tapi kalo mereka main fisik duluan baru gw bales.” sambung Athena lagi.
“Nah. Itu gw setuju.” kata Disti semangat.
“Gila. Gw gak nyangka punya temen jago bela diri.” gumam Dimi.
“Gak jago juga kali. Cuma bisa.” koreksi Athena.
“Ih. Udah sabuk item mah bukan cuma bisa doank Then.” protes Dimi.
“Iya iya. Eh. Btw mana si Cindy? kan tadi lo bedua?” tanya Athena penasaran.
“Mampir ke sekret KIR dulu tadi katanya, ada rapat gitu deh.” terang Dimi.
“Buset. Jam istirahat di pake rapat? Kayak gak ada jam lain aja.” gumam Disti.
***
Athena sedang berjalan ke toilet sendirian. Karena sekarang sedang jam pelajaran jadi dia tidak bisa ditemani oleh temannya yang lain.
Athena memutar gagang pintu toilet dengan kuat namun tidak juga terbuka.
“Halo! Ada orang diluar?! Tolongin gw kekunci!” pekik Athena sambil sedikit menggedor pintu tersebut.
“Shit!” Athena mengumpat saat menyadari bahwa HP nya tidak ada di saku roknya. Dobel sial!
Athena mulai panik, ia mulai menggedor pintu tersebut sambil berteriak dengan keras berharap ada orang lewat dan mendengar teriakannya. Sayang nya bilik toilet di sekolah Athena tidak memiliki celah seperti bilik toilet pada umumnya, jadi Athena tidak bisa memanjat untuk keluar dari celah yang ada di atas bilik seperti di film-film.
“Halo?! Anyone?!” Athena masih berusaha berteriak berharap ada yang mendengarnya.
“Shit! Kenapa gak ada yang ke toilet sih?!” gerutu Athena frustasi. Sekarang Athena hanya bisa pasrah berharap ada orang yang ke toilet dan Athena bisa minta tolong untuk memanggil orang yang dapat membuka pintu sialan ini.
Athena melihat jam tangan nya sudah 5 menit ia terkurung di toilet, Athena heran kenapa dari tadi tidak ada orang yang ke toilet. Apakah siswi-siswi disekolah ini memang jarang ke toilet di saat jam pelajaran?!.
“Halooo!! Ada orang gak?! Tolongin gw! Gw kekunci!!” pekik Athena frustasi sambil menggedor-gedor pintu toilet yang terkunci. Athena masih berusaha berteriak namun tidak juga ada orang yang menyahuti teriakannya.
“Argghh!” Athena mengusap kepala nya kasar. Akhirnya Athena memutuskan untuk mendobrak pintu toilet itu dari dalam. Persetan dengan peraturan sekolah yang mengatakan siswa tidak boleh merusak properti sekolah, daripada ia harus terkurung sampai entah sampai kapan, lebih baik ia berusaha menghancurkan pintu ini. Athena mundur berapa langkah mengambil posisi untuk menerjang pintu toilet dengan kaki nya.
“Brak!” Athena menendang pintu toilet itu namun tidak cukup kuat untuk bisa membuka pintu tersebut. Toilet ini sempit andai saja toilet ini punya cukup ruang untuk Athena bisa mengambil ancang-ancang yang lebih baik.
“Shit!” Athena mengumpat emosi sambil mencoba menendang pintu itu sekali lagi. Baru kali ini Athena mengumpat sebanyak ini. Tubuhnya sudah dipenuhi peluh. Toilet itu memang panas karena sirkulasi udara yang ada hanya berasal dari lubang udara kecil disisi belakang toilet.
__ADS_1
“Haloo! Anyone! Siapa aja please help me!!” pekik Athena lagi. Athena pasrah karena ia sudah kehabisan energi. Nafasnya mulai terasa berat karena panas yang ia rasakan dan oksigen disitu juga terasa mulai semakin menipis. Athena memutuskan duduk di kloset untuk menghemat energinya, sambil sesekali berteriak.
***
Sementara di kelas, ketiga teman Athena mulai merasa khawatir karena tadi Athena hanya pamit ke toilet tapi sudah hampir 10 menit belum juga kembali.
“Dis, Athena lama banget? Nanti keburu ditanyain ama Bu Sri.” kata Cindy sambil menoleh kebelakang, ke arah Disti. Untung saja guru yang mengajar sekarang adalah Bu Sri, kalau di mata pelajaran guru lain pasti Athena akan diomelin karena ke toilet sangat lama.
“Gak tau ni. Gw telpon ternyata HP nya di laci.” balas Disti sambil berbisik.
“Jangan-jangan kenapa-napa lagi tu anak.” Cindy mulai khawatir.
“Gw susulin aja deh.” Cindy berinisiatif yang diangguki oleh Disti dan Dimi.
Cindy berjalan cepat ke toilet setelah meminta izin kepada Bu Sri. Setelah sampai di toilet yang biasa ia gunakan Cindy terkejut karena pintu toilet itu tertutup dan ada tulisan toilet sedang diperbaiki, akhirnya Cindy bergegas menuju toilet lain yang dekat dengan ruang kelas 12. Mungkin saja Athena kesana karena toilet disini sedang diperbaiki, batin Cindy.
Namun sesampainya di toilet kelas 12 Cindy tidak juga menemukan Athena. Cindy semakin khawatir. Dengan cepat Cindy berlari hendak ke kantin, mungkin saja Athena kelaparan dan memutuskan untuk membeli makan di kantin, karena pasti kantin sedang sepi jika jam pelajaran.
Bruk! “ Aduh!” Cindy jatuh dan pantatnya mendarat dengan mulus di lantai karena menabrak seseorang.
“Sory! Lo gak papa?” tanya seseorang yang baru saja ditabrak oleh Cindy tadi.
“Gak papa, gw yang maaf karena gak liat-liat.” Cindy segera bangkit dan menepuk-nepuk roknya yang kotor karena terkena lantai.
“Kenapa buru-buru?” tanya orang yang ditabrak Cindy tadi. Cindy yang masih sibuk membersihkan rok nya mengalihkan pandangannya kepada orang tadi untuk mengetahui siapa yang dia tabrak.
“Eh. Kak Rengga. Ma-maaf kak. Tadi saya gak liat.” kata Cindy saat menyadari yang dia tabrak adalah senior.
Rengga tersenyum ramah. “Iya gak papa. Emang lo kenapa buru-buru?” Rengga mengulang kembali pertanyaannya karena penasaran.
“Anu kak. Saya mau cari Athena. Dia tadi pamit ke toilet tapi udah 10 menit lebih gak balik-balik. Udah ditanyain guru.” Cindy memutuskan untuk memberi tahu Rengga karena mungkin saja Rengga melihat Athena.
“Hah? Terus kenapa nyarinya kesini? Biasanya dia ke toilet yang deket kelas 10 kan?” Rengga semakin penasaran.
“Iya tadi toilet disana ada tulisan lagi diperbaiki, jadi saya pikir dia kesini, tapi ternyata ..” Cindy terkejut karena belum sempat ia menyelesaikan omongannya Rengga sudah berlari entah kemana.
“Hhh, orang belum selesai ngomong main ditinggal aja.” gerutu Cindy. Cindy akhirnya memutuskan kembali berlari ke kantin. Ia harus cepat menemukan Athena sebelum jam pelajaran Bu Sri berakhir.
•••
segini dulu yaa..
jangan lupa tinggalin jejak..
terimakasih
__ADS_1