My Annoying Senior

My Annoying Senior
43


__ADS_3

Haloo..kembali lagii..


maafkan kelamaan berhibernasinya..lagi mampet..hehe


oke lanjut aja yaa..


•••


Hari ini Athena pergi ke sekolah dengan enggan, dia masih malas kalau harus bertemu dengan Yoga setelah kejadian kemarin. Namun mau tidak mau Athena harus masuk ke sekolah jika tidak ingin membuat orang tuanya curiga.


“Then, tadi gw disuruh Bu Sri ngasih tau lo, kalo lo dipanggil guru BK.” kata Riski sambil berbisik kepada Athena saat Athena baru sampai di kelasnya.


Athena membelalakan matanya terkejut setengah mati, wajahnya pias, bagai disambar petir disiang bolong, Athena paling takut dengan ruang BK.


“Hah? Ke-kenapa ki?” tanya Athena yang tidak bisa menyembunyikan kepanikannya.


“Gw juga gak tau Then. Tadi Bu Sri gak bilang.” kata Riski dengan tatapan prihatin.


Ia sengaja memberi tahu Athena sambil berbisik agar teman-temannya yang lain tidak mendengar kalau Athena dipanggil guru BK.


Athena memasuki ruang BK dengan jantung berdebar, ini pertama kalinya ia menginjakan kaki di ruang ini, Athena memang suka kabur-kaburan saat upacara bendera atau saat mata pelajaran yang membosankan, namun kenakalannya hanya sebatas itu, Athena selalu menjaga dirinya agar terhindar dari yang namanya ruang BK, tapi kali ini ia harus memasuki ruang terkutuk itu.


“Duduk!” Perintah Bu Flora, guru BK yang terkenal galak terhadap anak-anak yang suka melanggar peraturan sekolah.


Athena menurut dan segera duduk di kursi yang ditunjuk oleh Bu Flora.


“Kamu tahu kenapa kamu dipanggil kesini?” Bu Flora membuka percakapan ketika Athena sudah duduk di kursi yang terletak di depannya.


“Enggak Bu. Saya ada salah apa ya Bu?” Athena memberanikan diri untuk bertanya.


Bu Flora bangkit dari tempat duduknya untuk mengambil HP yang terletak di meja kerjanya yang tidak jauh dari tempat mereka duduk.


“Kamu liat ini.” Bu Flora menunjukan HP nya kepada Athena sembari duduk kembali di depan Athena.


Wajah Athena seketika menjadi pias saat melihat layar HP yang ditunjukan Bu Flora.


“I-itu…” Athena tidak sanggup melanjutkan kalimatnya, tenggorokannya tiba-tiba menjadi kering, tanpa sadar ia menggigit bibir bawahnya karena gugup.


“Itu kamu kan?” tanya Bu Flora sambil meletakkan HP nya di meja yang ada di depannya.


Athena hanya bisa mengangguk lemah menanggapi pertanyaan Bu Flora, ia sudah bisa membayangkan bagaimana wajah Papanya apabila melihat foto itu. Athena sudah pasti bakal digantung ditiang bendera.


“Jadi kamu udah tau kenapa kamu dipanggil kesini kan?” tanya Bu Flora lagi.


Lagi-lagi Athena hanya bisa mengangguk lemah, ia terlalu shock untuk sekedar membela diri.


“Karena ini pertama kalinya, jadi saya gak akan skors kamu, tapi besok saya mau bicara sama orang tua kamu.” lanjut Bu Flora.


“Hah? Orang Tua saya Bu?” Athena panik bukan main saat mendengar ucapan Bu Flora.

__ADS_1


“Bu, itu saya gak sengaja, dan kejadiannya bukan seperti yang ibu pikirkan. Itu kecelakaan Bu.” Athena akhirnya memiliki kekuatan untuk membela diri, karena ia benar-benar tidak mau jika sampai orang tuanya mengetahui hal ini.


“Kamu bisa membuktikan kalo itu kecelakaan?” tanya Bu Flora. Sebenarnya ia percaya kepada Athena, karena ia tahu Athena bukan siswa pembuat masalah, bahkan hampir semua guru yang pernah mengajar Athena mengatakan kalau Athena adalah siswa yang pintar. Namun sebagai guru BK ia tetap harus memastikan setiap laporan yang masuk kepadanya. Apalagi pada kasus Athena ini foto nya sudah tersebar dan menjadi bahan pembicaraan satu sekolah.


“Saya..” Athena tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena ia bingung. Bagaimana cara dia membuktikan kalau ia tidak bersalah.


“Saya beri kamu waktu satu hari ini untuk membuktikan kalau kamu tidak bersalah, jika kamu tidak bisa membuktikan, maka dengan berat hati Ibu harus memanggil orang tua kamu.” Potong Bu Flora.


Athena keluar dari ruang BK dengan langkah gontai. Ia pusing memikirkan bagaimana caranya membuktikan kalau ia tidak bersalah, ia hanya korban disini. Athena benar-benar pusing setengah mati.


Athena memutuskan untuk ke UKS dan tidur, mungkin dengan tidur ia bisa sedikit berpikir tenang dan menemukan jalan keluar masalahnya. Athena mengabari Disti melalui pesan singkat untuk meminta Disti menyampaikan kepada Bu Sri kalau ia tidak bisa mengikuti pelajaran Bu Sri karena sedang tidak enak badan.


***


Ketiga teman Athena memandang Athena dengan tatapan prihatin. Mereka tidak menyangka bahwa sesuatu yang menurut orang lain mungkin adalah anugerah tapi justru menjadi sumber masalah untuk Athena. Mungkin banyak cewek-cewek di sekolah yang iri karena Athena didekati oleh beberapa senior ganteng di sekolah, tapi mereka tidak tahu kalau hal itu justru malah jadi pembawa nasib sial bagi Athena.


Seperti sekarang, Athena harus menghadapi masalah karena poto dirinya saat dicium oleh Playboy SMA Star tersebar. Entah siapa yang mengambil foto itu, yang pasti dia adalah orang yang sengaja ingin menjebak Athena. Karena dari foto itu yang terlihat jelas hanyalah wajah Athena, sedangkan wajah si pria tidak terlihat karena membelakangi kamera.


“Kenapa harus yang angle nya gini coba yang di sebar?” gerutu Dimi.


Saat ini ketiga teman Athena sedang mengunjungi Athena di uks. Mereka akhirnya mengetahui alasan Athena dipanggil ke ruang BK.


“Itu pasti sengaja dia mau jelek-jelekin Athena Dim.” balas Cindy.


“Harusnya yang dipanggil guru BK tu yang nyebarin foto ini!” kata Dimi emosi.


“Badan lo jadi panas gini Then.” Disti memegang kening Athena karena dari tadi Athena terlihat pucat. Dan ternyata benar Athena demam.


“Lo pulang aja Then. Istirahat di rumah, nanti gw yang izinin.” usul Cindy.


Athena menggeleng pelan. “Gw takut nemuin nyokap gw. Gw masih takut ngebayangin ngeliat muka kecewanya.” kata Athena lirih.


Teman-temannya mengerti. “Ya udah, lo tidur aja dulu. Udah minum obat kan?” lanjut Disti.


“Udah kok.” jawab Athena.


Ketiga teman Athena kembali ke kelas dan membiarkan Athena tidur di UKS. Mereka berharap setelah tidur demam Athena bisa sedikit reda.


***


Rengga memasuki ruang UKS untuk mencari Athena ia ingin menyampaikan kabar baik pada Athena.


*Flashback on*


Rengga terkejut saat ia masuk ke ruang BK terdapat Yoga, orang yang sangat ingin ia hajar sampai babak belur, sedang bicara dengan Bu Flora.


“Ouwh. Kamu sudah datang Arengga. Kebetulan saya dan Yoga juga sedang membicarakan foto itu. Silahkan duduk.” Bu Flora mempersilahkan Rengga duduk di sebelah Yoga. Sebenarnya Rengga enggan, tapi mau tidak mau ia harus duduk disitu karena memang tidak ada kursi lain.


Rengga menatap Yoga tidak suka, begitupun sebaliknya.

__ADS_1


“Yoga mengakui kalau dia yang salah. Dan dia yang ada di foto itu.” lanjut Bu Flora setelah Rengga duduk.


Entah kenapa Rengga kembali kesal mendengar ucapan Bu Flora.


Apa maksudnya Bule ini mengaku? Apa ia ingin mengatakan pada semua orang bahwa ia yang mencium Athena?! Dasar Sialan!


“Tapi kita belum tau siapa yang mengambil foto itu.” sambung Bu Flora lagi.


Mendengar itu Rengga segera menunjukan tablet nya kepada Bu Flora. Ia menunjukan rekaman cctv kolam renang yang ia dapat kemarin. Bu Flora sedikit terkejut melihat rekaman cctv yang dimiliki Rengga. Memang tidak semua orang mengetahui bahwa di sekolah ini terdapat cctv. Karena cctv dipasang sembunyi-sembunyi agar para siswa tidak menyadari kalau mereka selalu diawasi. Dan sebagai anak dari pemilik dana terbesar yayasan sekolahnya, tentu saja Rengga bisa dengan mudah mendapat rekaman itu.


“Ini..”


“Dara anak kelas 11.” kata Rengga memotong omongan Bu Flora.


Wajah Yoga langsung berubah saat mengetahui siapa yang dengan sengaja memfitnah Athena. Ternyata Dara teman sekelasnya, yang dulu juga pernah terlihat membully Athena.


‘Awas lo Ra! Gw akan buat perhitungan!’ batin Yoga.


“Oke. Jadi sekarang saya punya bukti untuk menskors orang yang benar.” kata Bu Flora.


Rengga tersenyum lega mendengarnya, ia yakin Athena juga pasti akan senang karena tidak jadi dapat hukuman. Ia sangat tidak sabar ingin memberitahu Athena.


“Tapi kamu juga salah Yoga. Jadi saya juga harus menskors kamu!” lanjut Bu Flora sambil memgalihkan pandangan kepada Yoga.


“Ya Bu. Terimakasih.” sahut Yoga. Bu Flora sontak mengernyit bingung, ia tidak salah dengar? Kenapa Yoga malah berterimakasih?


*flashback off*


Rengga tersenyum saat melihat Athena sedang tertidur. Untung saja dokter ulfa mengizinkannya untuk melihat Athena. Namun ia harus mengurungkan niatnya untuk memberitahu Athena sekarang, karena ia tidak mau mengganggu Athena yang sedang tidur.


‘Sial! Tidur aja tetep cantik.’ Rengga segera menggelengkan kepalanya untuk membuang pikiran kotornya jauh-jauh. Ia tidak mau Athena semakin membencinya.


“Emm” Athena bergumam dalam tidurnya. Rengga tersenyum, ia memberanikan diri untuk menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Athena. Athena sedikit terusik dengan yang dilakukan Rengga, iya membuka sedikit matanya. Rengga panik, ia segera menjauhkan tangannya dari wajah Athena.


“Sehun?” tanya Athena lirih.


“Hah?” Rengga menatap Athena bingung.


“Hmm. Sehunnii” kata Athena lagi sambil tersenyum, setelah itu mata Athena kembali terpejam, sepertinya Athena sedang bermimpi.


‘What?! Siapa lagi itu sehun?! Kenapa Athena mimipiin dia?! Sial! Sehun itu nama cowok kan?!Berapa banyak sih cowok yang ditaksir Athena?!’ Rengga tiba-tiba saja menjadi kesal.


Bisa-bisanya Athena memimpikan cowok bernama sehun itu sambil senyam senyum begitu. Rengga mendengus kesal, ia memutuskan untuk kembali ke kelas daripada harus mendengar Athena menyebutkan nama cowok lain lagi di mimpinya.


•••


Hahaha..ada gak yang suka mimpiin idolnya?


jangan lupa tinggalin jejak yaa..biar makin cepet updatenyaa..terimakasih❤️

__ADS_1


__ADS_2