
Halo haloo..
maaf kemarin gak sempet update,
jadi sekarang mau update agak panjang..
semoga suka
Happy Reading❤️
•••
Rengga sedang berdiri didepan sebuah butik disalah satu mall besar di kotanya sambil mengusap rambutnya kesal. Tangannya sudah dipenuhi beberapa paper bag dengan ukuran lumayan besar. Tercetak nama-nama brand ternama pada paper bag tersebut.
“Kamu kok disini sih?! Aku kan mau minta tolong pilihin baju!” Ucap Dea kesal saat ia melihat Rengga sedang berdiri di depan butik tempat ia akan membeli beberapa pakaian.
“Kamu tu udah beli baju banyak banget! Lagian ini udah sore. Aku mau pulang!” balas Rengga kesal.
“Ini tu masih sedikit! Kamu kan tahu aku model, bajuku harus banyak karena gak bisa pake baju yang sama dua kali!” balas Dea gak mau kalah.
“Ya udah sana lanjutin belanjanya sendiri. Aku mau pulang!” kata Rengga seraya menyerahkan paper bag di tangannya kepada Dea. Rengga benar-benar sudah tidak tahan lagi. Sudah tiga jam ia menemani Dea berkeliling Mall untuk membeli pakaian. Rengga melihat jam tangannya, ini sudah jam 5 sore. Hari ini adalah hari sabtu, Rengga sudah berjanji akan pulang bareng dengan Athena dari Radio hari ini. Tapi tadi saat Rengga akan melajukan mobilnya dari rumah, karena Rengga memang sengaja pulang dulu kerumah untuk mengambil mobilnya sebelum ke stasiun radio, tiba-tiba saja Dea menelponnya dan minta ditemani belanja ke Mall. Rengga menolak, namun seperti biasa Dea mengancamnya.
“Kalo kamu berani ninggalin aku, jangan salahin aku kalo besok aku akan bilang ke orang tua kamu!” ancam Dea saat Rengga akan berbalik meninggalkannya. Rengga menatap Dea dengan mata berkilat. Kalau saja Dea itu laki-laki pasti sudah dihajarnya habis-habisan.
“Kenapa? Katanya tadi kamu mau pulang?” kata Dea sambil tersenyum penuh kemenangan. Rengga mengatupkan rahangnya menahan emosi, wajahnya pun sudah memerah karena amarahnya. Namun Dea tidak peduli. Dia justru merasa senang karena berhasil membuat Rengga kembali tidak bisa melawannya.
“Sampe kapanpun kamu gak akan pernah dapetin mau kamu dari aku! Aku pastiin itu!” Desis Rengga dengan tatapan tajam kepada Dea. Membuat Dea sedikit ciut, namun ia tidak bisa mundur. Karena keinginannya sudah bulat! Ia hanya ingin Rengga menjadi miliknya!
“Kamu lupa. Kalo aku udah dapet yang aku mau!” balas Dea dengan senyum. Ia lalu berjalan masuk lagi ke butik tadi meninggalkan paper bag belanjaannya dilantai untuk di bawa kembali oleh Rengga.
“Arrggghh!!” Rengga menggeram frustasi.
“Gila lo De! Gw bakal cari cara buat lepas dari lo!” desis Rengga sambil mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.
Rengga mengeluarkan HP dari dari saku celanannya dengan gusar. Ia lalu mencari nomor seseorang dan menghubunginya.
“Halo! Gimana yang gw minta kemaren udah dapet?!” tanya Rengga kepada orang ditelepon.
“Gw mau dipercepat! Gw udah gak tahan ngadepin cewek gila itu!” titah Rengga. Ia segera memutus sambungan teleponnya setelah mendengar jawaban dari orang ditelepon. Rengga mengusap kepalanya dengan kasar mencoba menahan emosi yang sudah memenuhi kepalanya.
***
“Oke. Ini lagu terakhir dari Athena. Ed sheeran-Perfect! Athena signing out. Ketemu lagi minggu depan. Have a nice weekend!”
Athena mematikan mic nya dan menghela nafas lega. Ia merentangkan tangannya ke atas untuk meluruskan kembali punggungnya yang terasa lelah karena kelamaan duduk.
“Cape banget kayak abis ngapain aja.” kata Rido, salah satu penyiar di My Radio yang akan siaran setelah Athena. Athena setengah terkejut karena baru menyadari kalau Rido sudah ada di ruangan siaran bersamanya.
“Eh. Kak Rido. Sampe kaget saya.”
“Iya. Lo serius banget sih sampe gak nyadar ada gw.” Rido terkekeh karena melihat Athena yang sedikit terkejut. “Lo abis ngapain? kayak cape banget?” tanya Rido seraya meletakkan tas nya di kursi kosong sebelah Athena.
“Cuma pegel aja kelamaan duduk. Kak Rido tumben udah dateng? Biasanya abis magrib baru dateng?”
“Iya. Tadi kuliah gw selesai nya lebih cepet. Dari pada bolak balik kerumah dulu mending langsung kesini aja.” terang Rido yang saat ini sudah duduk di sebelah Athena.
“Ya udah kalo gitu saya duluan ya kak. Mau solat terus pulang.” Athena pamit karena tidak ingin mengganggu Rido yang akan bersiap-siap dan disambut anggukan oleh Rido.
Athena keluar ruang siaran dan langsung menaiki tangga menuju mushola yang ada di lantai 3 untuk sholat.
Athena mengikat tali sepatunya setelah selesai sholat. Ia melihat jam tangannya sekarang sudah pukul setengah 7 malam. Namun Athena belum melihat Rengga, padahal cowok itu yang kemarin mengajaknya untuk pulang bareng. Athena segera mengeluarkan HP dari dalam tasnya, untuk mengecek apakah Rengga menghubunginya. Namun bukan pesan dari Rengga yang ia dapatkan melainkan pesan dari Disti.
Disti : Then! Akhirnya gw liat juga cewek nya Rengga!
Deg!
Jantung Athena seperti akan berhenti berdetak saat membaca pesan dari Disti itu. Dengan gugup ia coba membalas pesan Disti.
Athena: Liat dimana lo?
Disti : Di mall, ini gw lagi jalan-jalan sama adek gw
Athena : Tau dari mana lo kalo yang lo liat ceweknya Rengga?
Tanpa sadar Athena menggigit bibir bawahnya gugup menunggu balasan Disti. Athena juga tidak tahu mengapa ia segugup ini.
Disti : Tadi gw liat dia lagi jalan ama ceweknya. Mau gw poto tapi tadi mereka keburu ilang.
Deg!
jantung Athena bertalu kencang. Jadi Rengga sedang kencan dengan ceweknya?! Pantas saja Rengga tidak ada di stasiun Radio. Terus kenapa kemarin dia ngajak Athena pulang bareng?! Dasar cowok tukang modus!
__ADS_1
Athena mendengus kesal. Ia segera bangkit dari duduknya dan beranjak menuju tangga. Athena memutuskan untuk pulang saja dan tidak akan menunggu Rengga. Buat apa nungguin orang lagi pacaran? Toh Athena bisa pulang sendiri kan.
Athena berjalan cepat menuruni tangga. Tiba-tiba HP nya berbunyi tanda pesan masuk. Athena menghentikan langkahnya saat sampai di lantai bawah dan membaca pesan di HP nya.
Kak Rengga : Then. Sory kayaknya hari ini gw gak bisa ke radio ada urusan mendadak. Lo hati-hati pulangnya ya. Sory ya.
Athena mendengus kesal “Kemaren siapa yang gak bolehin gw pulang sendiri?! Dasar brengsek tukang ngibul!”gerutu Athena.
Athena memasukkan HP nya dengan kasar ke dalam tas tanpa berniat membalas pesan Rengga. Entah kenapa Athena merasa dadanya sangat panas. Ia kesal, kemarin siapa yang memaksanya untuk mengiyakan agar pulang bareng dengan Rengga, tapi sekarang justru Rengga yang membatalkan janjinya karena kencan?! Kalau sudah tau akan kencan dengan pacarnya kenapa harus bikin janji dengan Athena?!
Athena tersenyum kecut sambil menunggu angkot di halte dekat stasiun Radio. Ia menertawakan dirinya sendiri yang bisa-bisanya berharap pada Rengga. Athena seharusnya tahu diri, sudah pasti Rengga akan lebih memilih kencan dengan pacarnya dari pada pulang bareng Athena.
Athena menoleh ke kanan dan kekiri untuk melihat apabila ada angkot yang datang, namun sayangnya belum terlihat ada angkot yang lewat. Athena menghela nafas berat, bisa malem banget ni sampe rumah kalo begini, batinnya.
Athena melihat jam tangannya dan kembali menghela nafas, karena sekarang sudah hampir 10 menit dia berdiri di sana namun tidak ada satupun angkot yang lewat.
“Pada kemana sih angkot ni? Tumben banget dari tadi gak ada yang lewat.” Athena bergumam sambil melihat ke kanan dan ke kiri. Jalanan ramai kendaraan yang lalu lalang namun tidak ada satupun angkot yang lewat. Akhirnya Athena menyerah, ia memutuskan untuk mengambil HP nya dan memesan ojek online. Setidaknya ia akan naik ojek online sampai dia bisa menemukan angkot dengan jurusan langsung ke rumahnya. Jika dia naik ojek online dari sini langsung ke rumahnya pasti tidak akan ada driver yang mau ambil, karena jaraknya cukup jauh.
Athena sibuk mencari HP nya yang tadi dia lempar asal ke dalam tasnya, di dalam tasnya banyak barang-barang jadi dia harus sedikit berjuang untuk menemukan HP nya.
Saat sedang sibuk berkutat dengan tasnya, tiba-tiba saja ada mobil sport hitam berhenti di depan Athena. Athena menghentikan kegiatannya untuk melihat ke arah mobil itu.
‘Mobilnya keren!’ batin Athena.
“Athena?!” Pekik seseorang yang baru saja keluar dari pintu pengemudi mobil itu.
Athena membelalakan matanya saat melihat siapa yang keluar dari mobil tersebut.
“Iya ternyata bener! Gw kira salah liat tadi!” Pekik cowok itu sambil berlari kecil ke arah Athena.
“Ngapain lo disini?” tanya cowok itu saat sudah berada tepat di depan Athena.
“Ehm. Nunggu angkot kak.” jawab Athena setelah berhasil mengusir rasa terkejutnya.
“Emang lo dari mana? Kok bisa ada disini?” tanya cowok itu penasaran.
Athena berpikir sejenak sebelum menjawabnya. “Itu tadi abis ketemu temen.” jawab Athena. Ia memang masih malu mengakui kalau dirinya menjadi penyiar, disekolah tidak ada yang tahu kecuali ketiga sahabatnya dan Rengga. Walaupun Athena menggunakan nama aslinya saat melakukan siaran tapi Athena yakin bahwa anak-anak di sekolahnya juga tidak akan ada yang curiga, bahkan Athena ragu kalau anak-anak di sekolahnya ada yang mendengarkan siarannya.
“Terus temen lo mana?” tanya cowok itu penasaran.
“Tadi udah pulang duluan.” Athena gugup karena memang dia tidak biasa berbohong.
“Hah demo? pantesan aja dari tadi gak ada yang lewat.”
“Iya. Makanya ayok gw anter. Sekalian gw juga pengen tahu rumah lo.” ajak cowok itu sambil nyengir.
“Gak usah kak. Saya naik ojek online aja.” Tolak Athena.
“Gw gak akan macem-macem kok. Apa gw perlu buka atep mobilnya biar lo percaya kalo gw gak akan macem-macem?” tanya cowok itu yang sepertinya mengerti kekhawatiran Athena. Mobil cowok itu memang mobil sport yang hanya bisa menampung dua orang dan atapnya bisa terlipat hingga belakang. Athena sebenarnya ingin sekali mencoba naik mobil itu. Seumur-umur menyentuh saja belum pernah apalagi sampai naik. Athena biasanya hanya melihat mobil seperti ini di film-film karena memang disini jarang orang yang memilikinya.
“Bukan gitu kak. Saya gak mau ngerepotin.” balas Athena karena merasa tidak enak kalau kekhawatirannya terlihat jelas.
“Gak ngerepotin kok. Gw janji cuma mau nganterin lo pulang doank. Gw khawatir kalo lo pulang sendiri jam segini.” kata cowok itu tulus. Athena jadi tidak enak hati jika menolak lagi.
“Tapi kakak bukannya mw pergi? Nanti urusan kakak gimana?” tanya Athena lagi, soalnya pasti tadi cowok itu ingin pergi ke suatu tempat kan.
“Gw cuma mau main doank. Itu bisa nanti.” jawab cowok itu meyakinkan. Athena kehabisan alasannya.
“Ayok? Nanti malah tambah malem loh!” ajak cowok itu sambil menarik lengan Athena menuju ke mobilnya. Athena akhirnya menurut. Okelah. Hitung-hitung Athena sekalian bisa nyicipin naik mobil sport yang harganya pasti sangat mahal ini kan.
Cowok itu menutup pintu penumpang setelah Athena duduk, dan segera berlari untuk masuk ke sisi pengemudi. Setelah masuk dia menekan tombol untuk membuka atap mobilnya hingga Athena takjub. Ternyata atapnya benar-benar bisa terbuka! Cowok itu kemudian menekan tombol lain untuk menurunkan kaca jendela mobil itu sehingga mobil itu sudah berubah menjadi mobil sport tanpa atap! Keren!
Athena menatap interior mobil itu dengan mata berbinar. Biarin saja dia dibilang norak, karena memang ini pengalaman pertamanya naik mobil sport.
“Keren ya?” tanya cowok itu kepada Athena sambil terseyum.
“Iya. Saya baru pertama kali liat mobil kayak gini seumur-umur!” jawab Athena antusias.
“Makanya lo jadi cewek gw, tiap hari lo bisa naik mobil ini.” goda cowok itu.
Sontak Athena membeku saat mendengar candaan cowok di sebelahnya ini. Athena tidak boleh lupa kalau cowok ini adalah cowok paling hobi tebar pesona dan playboy cap kadal! Ya, cowok yang saat ini bersamanya adalah Yoga, si Bule genit!
“Kak Yoga jangan bercanda deh. Gak lucu!” balas Athena sewot. Yoga terkekeh melihat reaksi Athena.
“Iya. Ya udah kita jalan ke arah mana ni?” tanya Yoga kemudian. Athena kemudian memberitahukan jalan ke rumahnya kepada Yoga.
“Hoki banget gw bisa nganterin lo pulang.” kata Yoga sambil memegang kemudinya.
Athena yang sedang asik menikmati angin malam dan pemandangan jalanan kota yang ramai karena ini malam minggu langsung menoleh ke arah Yoga saat mendengar omongan cowok itu.
“Emang kakak gak ngapel? Ini kan malem minggu?” tanya Athena penasaran.
__ADS_1
“Haha. Gak ada kata ngapel di kamus gw. Yang ada cewek-cewek itu yang demen banget kerumah gw. Bikin gw males dirumah.” kata Yoga bangga.
“Lah. Bukannya kakak seneng ya di kerubutin cewek-cewek?”
“Hmm. Iya sih. Tapi sekarang gw gak seneng kalo ceweknya bukan lo.” Kata Yoga sambil tersenyum ke arah Athena. Athena langsung mengalihkan pandangannya ke depan karena salah tingkah akibat gombalan Yoga.
C-mon Athena. Masa lo salah tingkah cuma karena di gombalin cowok playboy macem Yoga sih! Dasar jantung resek! ini pasti karena kelamaan jomblo dan gak pernah deket sama cowok sebelumnya, jadi jantungnya masih polos! Digoda cowok dikit langsung bertingkah gak karuan.
Yoga yang tahu kalau Athena salah tingkah diam-diam tersenyum, ‘ternyata menggoda Athena sangat menyenangkan!’ batinnya.
Udara malam semakin dingin, apalagi atap mobil Yoga yang terbuka semakin membuat angin malam bebas menerpa tubuh Athena. Athena menaikkan resleting jaketnya karena sudah merasa dingin.
“Lo kedinginan? Mau gw tutup atep nya?” tanya Yoga yang menyadari Athena kedinginan.
Athena mengangguk, dan Yoga segera menekan tombol yang membuat atap mobilnya tertutup sempurna. Tidak lupa juga ia menaikkan kaca jendela mobilnya dan menyalakan AC. Ia menyetel AC dengan suhu yang tidak terlalu dingin sambil sesekali melihat kearah depan karena ia sedang mengemudi.
“Segini cukup AC nya?” tanya Yoga.
“Iya kak. Makasih.” balas Athena. Sekarang sudah lebih nyaman, ia tidak kedinginan lagi.
“Terus di depan nanti belok kiri apa kanan?” tanya Yoga saat mereka hampir sampai di sebuah pertigaan.
“Kiri kak. Terus nanti ada pertigaan lagi kita ke kanan.” terang Athena.
“Oke.”
Tidak terasa Athena dan Yoga sudah hampir sampai di gang rumah Athena. Perjalanan terasa menyenangkan karena Yoga sangat pandai mencari topik obrolan. Tidak heran kalau ia menjadi playboy, karena lihat saja mobilnya, wajahnya, dan belum lagi sifatnya yang ramah sudah pasti cewek-cewek akan sangat mudah untuk jatuh cinta padanya.
“Itu. Saya turun di depan situ aja kak.” Athena mengarahkan Yoga untuk berhenti di depan gang rumahnya. Yoga patuh dan menghentikan mobilnya ditempat yang diminta Athena.
“Loh. Terus rumah lo dimana?” tanya Yoga bingung.
“Itu rumah saya. Tapi saya turun disini aja. Bisa repot nanti kalo saya ketahuan dianter cowok.” terang Athena.
“Emang lo gak pernah dianter cowok sebelumnya?”
“Ya pernah, terus saya diceramahin abis-abisan. Makanya saya gak mau ketahuan lagi. Jadi saya turun sini aja. Makasih ya kak.” Athena melepas sabuk pengamannya dan hendak membuka pintu mobil namun Yoga menarik sebelah lengannya.
“Wait!” seru Yoga. Athena terkejut dan membalikan badannya kearah Yoga.
“Kenapa kak?” tanya Athena bingung.
“Lo gak ada hubungan apa-apa kan sama Rengga anak kelas 12?”
Athena terkejut mendengar pertanyaan Yoga. Kenapa cowok ini tiba-tiba menanyakan Rengga? Ini membuat Athena mengingat kembali kekecewaannya kepada Rengga tadi. Padahal tadi Athena sudah sempat lupa, tapi kenapa Yoga malah nyebut-nyebut nama cowok itu?!
“Kok kakak nanya itu ya?” jawab Athena dengan nada tidak suka.
“Soalnya gw denger gosip kalo lo ngedeketin Rengga, padahal udah tau kalo Rengga punya cewek.” jawab Yoga hati-hati. Entah kenapa dia sangat takut kalau Athena tersinggung.
Athena mendengus kesal. Jadi gosip dirinya dengan Rengga belum hilang juga?! Dasar cewek-cewek sialan! Sampai kapan sih mereka mau nyebarin gosip gak mutu!
“Emang kakak pernah liat saya ngedeketin kak Rengga?” balas Athena masih dengan nada tidak suka.
“Enggak sih.”
“Nah kan! Terus kenapa percaya aja sama gosip gak penting gitu?”balas Athena sengit. Jujur Athena merasa sedikit tersinggung karena Yoga menanyakan hal yang menurut Athena jelas-jelas tidak benar. Dirinya mendekati Rengga?! What?! Gosip macam apa itu?!
“Iya, gw gak percaya sih. Gw cuma mau mastiin aja.” jawab Yoga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Sorry, gw gak maksud nyinggung lo.” balas Yoga dengan nada menyesal.
Athena menjadi tidak enak hati karena tanpa sadar sudah meluapkan emosinya kepada Yoga. Entah kenapa Athena jadi emosi karena mendengar nama Rengga, lagipula ini juga salah Yoga kenapa pake ngungkit-ngungkit Rengga di depan Athena.
“Iya gak pa pa. Lain kali di cari dulu kebenarannya sebelum percaya gosip.” balas Athena kali ini dengan nada yang lebih bersahabat.
“Oke siap bos!” balas Yoga sambil nyengir.
“Ya udah saya duluan ya kak. Udah malem. Makasih.”
Yoga mengangguk dan Athena segera keluar dari mobil Yoga dan berjalan cepat memasuki gang rumahnya. Athena harus segera pergi dari pandangan Yoga sebelum dia benar-benar meleleh karena senyuman maut Yoga.
Sementara Yoga hanya bisa memandangi punggung Athena sambil tersenyum sampai gadis itu benar-benar menghilang dari pandangannya.
•••
bersambung yaa..
semoga besok bisa update lagi..
mohon dukungannya,.
jangan lupa tinggalin jejak, terimakasih
__ADS_1