
Halo haloo..
Athena kembali lagii..
semoga masih betah ikutin ceritanya yaa..
Happy Reading😊
•••
Dua tahun kemudian.
Athena sedang berguling-guling malas di tempat tidurnya, sambil memandangi layar handphonenya. Ia sedang asik bermain game karena setelah sekian lama akhirnya ia bisa bersantai sambil bermain game, karena masa ujian nasional telah selesai, dan sekarang Athena sedang menikmati libur sambil menunggu pengumuman kelulusan dan acara perpisahan sekolah. Seperti biasa Athena memang tidak pernah khawatir dengan ujian, bukannya sombong tapi berkat kelebihan yang ia miliki Athena selalu bisa mengerjakan semua ujian dengan mudah.
Drrrtt Drrrt
Athena dikejutkan dengan panggilan masuk di HP nya. Dia tersenyum saat melihat nama penelpon di layar HP nya.
“Halo?” sapa Athena setelah menerima panggilan teleponnya.
“Haloo...Lo masih libur kan Beb? Gw besok pulang, weekend main yuk. Udah kangen gw sama lo.”
Athena tersenyum miris saat mendengar Reva kangen padanya, andai saja Rengga juga kangen padanya seperti Reva.
‘Aish, apaan sih!’ Athena menggelengkan kepalanya untuk mengusir khayalan tingkat tinggi di kepalanya. Kenapa juga jadi mikirin Rengga?! Setelah sekian lama Athena memang masih belum bisa menghilangkan Rengga dari kepalanya. Walaupun mereka sama sekali tidak pernah berkomunikasi selama dua tahun belakangan ini.
“Main kerumah gw aja ya Va, lebih enak ngobrol-ngobrolnya daripada diluar.” pinta Athena, karena ia memang sedang tidak bersemangat mau kemana-mana.
“Kalo gak lo aja yang kerumah gw Beb, Mama tuh udah kangen banget sama lo, udah lama juga kan lo gak main ke rumah gw.” tawar Reva.
Deg!
Jantung Athena tiba-tiba berdegup kencang karena membayangkan ia akan bertemu dengan Rengga jika ke rumah Reva. Entah ekspresi seperti apa yang harus ia tampilkan di hadapan Rengga. Tapi buru-buru ia buang jauh-jauh khayalan itu, karena ia tahu Rengga sedang kuliah di luar kota sehingga tidak mungkin ada di rumah.
“Iya boleh deh, gw juga udah lama gak ketemu Mama lo. Ya udah nanti kabarin aja ya.” jawab Athena akhirnya. Sekarang sepertinya anak kuliah sedang tidak libur kan, jadi Athena berharap tidak akan bertemu Rengga disana.
“Oke deh. See you soon Beb”
***
“Athenaa! MasyaAllah, kamu sekarang tambah cantik ya!” pekik Mama Anggi saat melihat Athena baru saja datang kerumahnya. Anggi langsung memeluk Athena, membuat Athena hanya bisa berdiri canggung menerima pelukan Mama dari sahabatnya itu. Saat ini Athena sedang memenuhi janjinya untuk main ke rumah Reva.
“Kamu kemana aja? mentang-mentang Reva gak disini kamu gak mau jengukin tante lagi.” Kata Anggi sambil menarik lembut lengan Athena untuk mengikutinya ke ruang keluarga.
“Iya maaf tante, baru sempet main kesini.” balas Athena sopan. Anggi mempersilahkan Athena duduk di sofa sebelahnya.
“Kamu beda banget, tambah cantik aja. Kalo si Kakak liat kamu pasti naksir deh.” Kata Anggi semangat.
Athena hanya bisa garuk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, karena bingung harus menanggapi apa.
“Kan aku dulu udah kenalin mereka Ma, dasar aja kak Rengga malah milih model mak lampir itu. Untung aja mereka udah putus.” sahut Reva yang tiba-tiba saja muncul entah darimana.
Reva langsung duduk disebelah Athena sehingga Athena sekarang berada diantara Reva dan Mama Anggi. Jujur Athena tidak suka pembahasan tentang Rengga karena itu ia memilih untuk tetap diam saat Anggi dan Reva membicarakan bagaimana mereka tidak suka saat Rengga berpacaran dengan Dea dulu.
“Ma! Liat jas aku yang di lemari kamar gak ya? Kok Gak ada?!” Pekik seseorang dari arah tangga lantai 2 rumah Reva.
Athena seketika membeku, ia sangat tahu suara itu. Suara orang yang setengah mati ia rindukan.
__ADS_1
Tapi kenapa ia ada dirumah?
Bukankah ia seharusnya kuliah diluar kota?!
“Coba kamu lihat di lemari belakang yang tempat laundry-an Kak!” sahut Mama Anggi sambil setengah berteriak.
“Emang mama laundry?” tanya Rengga.
Athena semakin membeku karena suara Rengga terdengar semakin dekat, tanpa sadar ia meremas pinggiran sofa tempat ia duduk. Jantungnya semakin berdetak tidak karuan karena ia bisa mendengar langkah kaki Rengga yang semakin mendekat ke tempat ia, mama Anggi dan Reva berada.
“Iya, kayaknya mama gak sengaja taro di laundry kemaren.” jawab Anggi sambil menoleh kebelakang.
“Eh, lagi ada tamu. Mama gak bilang.” kata Rengga sambil nyengir saat sampai di ruang keluarga tempat mamanya berada. Ia sedikit malu karena tadi teriak-teriak padahal sang Mama sedang ada tamu.
“Iya ada Athena ni, mama lagi kangen-kangenan.” jawab mama Anggi sambil menoleh ke arah Athena. Athena menoleh sambil tersenyum canggung ke mama Anggi. Namun dari sudut matanya ia bisa melihat Rengga sedang berdiri tepat di belakang sofa tempat ia duduk. Athena tidak berani menolehkan kepalanya ke arah Rengga, karena jujur ia tidak tahu ekspresi seperti apa yang harus ia tunjukan. Ia belum siap untuk bertemu Rengga sekarang, astaga!
“Athena ini adek kelas kamu SMA kan? pasti udah kenal donk.” kata Anggi pada Rengga. Rengga hanya mengangguk salah tingkah.
“Ya pasti kenal lah Ma, Athena kan terkenal di sekolah. Banyak yang naksir juga.” kata Reva sambil tersenyum jahil.
Sialan Reva! Ingin rasanya Athena menyumpal mulut sahabatnya yang suka sembarangan ngomong itu.
“Oh ya? Berarti kamu udah punya pacar donk?” tanya mama Anggi pada Athena. Sontak Athena langsung salah tingkah. Ia bingung harus menjawab apa, jika saja ini bukan dirumah Reva pasti Athena sudah mencekik Reva sekarang.
Athena memandang Anggi yang sepertinya masih menunggu jawaban dari Athena. Athena menelan salivanya susah payah, karena entah kenapa ia merasa Rengga juga sedang melihat ke arahnya menunggu jawaban.
“Be-belum tante.” jawab Athena akhirnya. Anggi tersenyum mendengar jawaban Athena, dan masih dari sudut matanya Athena melihat Rengga sudah berjalan menuju meja makan yang tidak jauh dari ruang keluarga untuk mengambil minum.
“Ma, Athena udah keterima di Universitas A loh, bukannya kemaren mama cerita temen mama ada yang anaknya kuliah disana juga ya?” kata Reva tiba-tiba.
Athena memandang Reva penuh tanda tanya. ‘Kenapa juga ni bocah tiba-tiba ngomongin kuliah gw?’ Batin Athena.
“Elektro Tan.” jawab Athena sambil berusaha tersenyum sambil berusaha menormalkan kembali detak jantungnya yang tadi sempat melonjak cepat karena Rengga.
“Wah, kebetulan banget! Kamu belum punya pacar juga kan? Sini tante kenalin sama anaknya temen tante. Dia juga jurusan elektro, dua tingkat di atas kamu deh kalo gak salah. Anaknya ganteng loh, kenalan aja dulu, siapa tahu dia bisa bantuin kamu nanti waktu ospek biar gak dikerjain sama senior.” kata Anggi semangat.
“Uhuk-uhuk!” terdengar suara Rengga yang batuk dari ruang makan.
“Pelan-pelan minumnya kaak!” pekik mama Anggi. Athena refleks melirik ke arah Rengga karena mendengar Rengga batuk tadi, namun segera ia mengalihkan padangannya sebelum Rengga menyadari.
“Ini. Tante punya fotonya, mana ya..” Anggi sudah sibuk membuka HP nya.
“Eh, gak usah tante, nanti juga saya kenal sendiri kalo ketemu di kampus” tolak Athena sambil tersenyum sopan.
“Gak papa, kamu kenal duluan lebih bagus, ini tante punya fotonya kok, dia ganteng deh, beneran, sebentar ya tante cari..” Anggi masih sibuk mencari-cari file di HP nya sampai tiba-tiba HP nya sudah berpindah tangan.
“Eh, Kak! itu HP Mama!” teriak Anggi saat HP nya sudah direbut oleh Rengga.
“Rengga pinjem mau buat nelpon Ma penting!” Rengga bergegas naik ke lantai atas tanpa memperdulikan protes sang mama.
“Kakaak! Aih si kakak ni, orang mama lagi mau nunjukin ke Athena.” gerutu Anggi. Sementara Athena hanya bisa tersenyum kikuk.
“Lo kenapa cengar cengir gak jelas gitu dari tadi?” tanya Athena pada Reva saat mereka sudah tinggal berdua di ruang keluarga, karena Anggi dan Rengga sudah pergi untuk menghadiri undangan bisnis rekan papa Rengga.
Athena akhirnya tahu mengapa Rengga ada dirumah, Rengga harus mewakili papanya menghadiri undangan bisnis tersebut, karena sang Papa sedang ada pekerjaan di luar negeri.
“Siapa yang cengar-cengir. Gak kok.” jawab Reva masih dengan wajah konyol.
__ADS_1
Sebenarnya banyak hal tentang Rengga yang ingin Athena tanyakan pada Reva, tapi ia pasti akan di bully habis-habisan oleh Reva jika ia menanyakan itu. Karena itu Athena mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih jauh tentang Rengga. Lagipula sepertinya Rengga biasa saja saat bertemu dengannya tadi. Sebenarnya apa yang Athena harapkan? Toh, mereka memang tidak pernah punya hubungan apa-apa kan?
“Oiya, perpisahan sekolah lo kapan Beb?” tanya Reva tiba-tiba.
“Paling Minggu depan sih, kan Senin pengumuman kelulusan tu. Lo mau dateng?” tanya Athena sambil sibuk membolak-balikan majalah fashion yang ada di meja.
“Emang boleh orang luar dateng?” tanya Reva.
“Boleh, kan tema nya Prom Nite, jadi boleh bawa-bawa pasangan gitu kalo yang ada pasangan.” jawab Athena.
“Wuih, kasian yang jomblo donk.” sambung Reva.
“Kenapa harus dikasihani, biasa aja kali, jomblo kan bukan aib. Lagian banyak juga yang jomblo.” balas Athena.
“Oiya Btw, gak ada yang ngajak lo buat ke perpisahan bareng gitu beb?” tanya Reva penasaran.
“Disti ngajak bareng sih, dia dianter sama bokapnya.” jawab Athena sambil sibuk memakan cemilan yang sediakan mama Anggi sebelum ia pergi.
“Yee, si kutu! Bukan itu maksud gw.” Reva menarik majalah yang sedang dibaca oleh Athena.
“Aih, terus apa maksudnya sayaang?” balas Athena.
“Maksud gw cowok. Gak ada cowok yang ngajak lo ke perpisahan bareng sebagai couple gitu? Gw tau lah maksud panitia ngadain acara tema prom gitu kan pasti buat memfasilitasi beberapa jomblo yang nyari timing buat ngajakin gebetannya.” terang Reva panjang lebar.
“Ouwh. Ada sih, tapi tau ah, gw masih belum iya in.” Athena tersenyum miris. Sebenarnya ia juga sedikit iri dengan ketiga temannya yang memang sudah memiliki pasangan sehingga nanti ia pasti akan jadi obat nyamuk jika pergi tanpa pasangan.
“Wuih, lo gak cerita-cerita. Siapa yang ngajak? Ganteng gak?” tanya Reva yang sudah memasang mode kepo.
“Mulai deh kepo. Gak penting, jadi ngapain gw ceritain.” Kata Athena sambil merebut kembali majalah yang tadi dibacanya dari Reva.
“Aih, ini penting buat gw. Karena gw udah terlanjur penasaran. Jadi lo harus tanggung jawab.” Kata Reva sambil merebut kembali majalahnya dari Athena.
“Ish. Dia temen sekelas gw, mantan ketua OSIS di angkatan gw. Lumayan lah, gak malu-maluin.” jawab Athena Akhirnya.
“Ouwh. Kenapa gak lo iya in?” tanya Reva.
“Bukan gak gw iya in, tapi be-lum.” koreksi Athena.
“Berarti ada kemungkinan bakal lo iya-in donk?” tanya Reva yang terkesan semakin menuntut.
“Iya. Kalo Disti fix pergi sama gebetannya ya gw bakal iya in, daripada gw jadi obat nyamuk. Setidaknya gw bakal punya temen ngobrol disana.” jawab Athena.
“Ouwh, saran gw sih terima aja.” kata Reva dengan ekspresi yang sulit Athena artikan. Terkadang Reva memang sulit di tebak isi kepalanya.
“Kenapa?” tanya Athena bingung.
“Ya, karena gw yakin Disti pasti pergi sama gebetannya deh. Jadi daripada nanti tu ketua Osis nyari temen lain dan berakibat lo nanti gak punya temen disana, mending sekarang lo iya in aja.” kata Reva dengan nada dibuat sok bijak.
“Iya bos, besok pas ketemu dia gw bakal bilang iya.” Athena merasa ada benarnya juga omongan Reva. Toh mereka hanya pergi bareng kan, daripada Athena jadi obat nyamuk ketiga temannya.
“Good!” Reva tersenyum senang mendengar jawaban Athena.
•••
bersambung yaa..
jangan lupa tinggalin jejak yaa..
__ADS_1
terimakasih💞