
Haloo..balik lagi dengan Athena dan Rengga..biar gak lama langsun aja yaa..
enjoy❤️
•••
“Le-lepas..” ucap Athena setengah berbisik.
“Gak mau...”balas Rengga ikut berbisik.
Athena membeku saat Rengga malah mendekatkan wajahnya. Seketika ia seperti kehilangan seluruh kendali atas tubuhnya. Athena terkesiap saat Rengga menyatukan kening mereka. Rengkuhan Rengga pun semakin mengerat.
“I miss you a lot Then….Aku gak akan lagi bisa jauh dari kamu.” ucap Rengga.
“A-apa sih...kakak gak nyambung! A-aku cuma minta kakak le-lepasin pelukan ini!”
Rengga terkekeh geli saat melihat Athena salah tingkah seperti ini. Wajah Athena sudah memerah sampai ke leher, terlihat jelas olehnya.
“Ga-gak ada yang lucu ya!” kata Athena galak sambil setengah berbisik karena entah mengapa suaranya seperti susah keluar, mungkin karena efek jantungnya yang masih berdetak kencang.
“Aku suka liat kamu kayak gini. Ketahuan banget kalo lagi salah ting_ Aw!” Rengga meringis kesakitan saat Athena memukul bahunya sekuat tenaga. “Sakit Then!”
“Biarin! Lepasin gak?!”
“Enggak akan! Hahaha..”
“Kak!”
“Apa sayang?”
“Ap_”
Cup!
Athena langsung membeku saat Rengga mengecup singkat bibirnya. Mereka sama-sama terdiam dengan jantung sama-sama berdetak kencang.
Athena menelan salivanya susah payah. Ia yakin wajahnya sudah memerah seperti tomat. Walaupun Rengga menempelkan bibirnya secepat kilat, tapi hangatnya bibir Rengga masih terasa menempel di bibirnya.
“Ka-kamu ngap_ hhmmpp..”
Rengga kembali membungkam bibir Athena. Kali ini lebih lama. Rengga menyalurkan seluruh rindunya selama ini melalui ciumannya. Athena hanya mampu membeku, dan tanpa sadar ia ikut memejamkan matanya sambil menikmati lembut dan hangatnya ciuman Rengga.
“Nafas Then! Kebiasaan!” kata Rengga setelah melepaskan ciumannya. Athena membuka matanya tersadar dan kembali bernafas.
“Kalo kamu nahan nafas gitu terus bisa-bisa kamu pingsan kalo kelamaan aku cium.” kata Rengga sambil tersenyum jahil.
“Ck! Biarin! aku kan memang gak pengalaman ciuman kayak kamu!” Entah kenapa dada Athena jadi terasa panas karena ia tiba-tiba membayangkan Rengga berciuman dengan mantan-mantannya. Entah lah Athena juga tidak tahu Rengga punya berapa mantan.
Apa ini? Apa dia cemburu?
Cemburu??
Sial!! Demi apa dia cemburu?? Apa hak lo cemburu Athena??!!
“Kamu itu cewek pertama dan satu-satunya yang pernah aku cium selain Mama dan Reva. Jadi gak perlu cemburu gitu.”
__ADS_1
Athena mendengus sebal, lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.”A-aku g-gak cemburu!”
“Iya gak cemburu, cuma jealous.”
Athena kembali menatap Rengga tajam. “Apa bedanya?!”
“Beda bahasa..Hahaha…”
Bug!
“Aw!” Rengga melonggarkan rengkuhannya saat Athena lagi-lagi memukul bahunya dengan kuat. “Sakit Then.” Rengek Rengga manja.
“Bodo. Udah deh gak usah pasang tampang sok teraniaya gitu, badan gede gini gak mungkin gitu doang sakit!” seru Athena galak, “dan jauh-jauh sana jangan nempel-nempel!”
Rengga membelalakan matanya saat mendengar Athena mengatakan itu.”Enggak! Aku kan udah bilang gak bisa jauh-jauh lagi dari kamu!” Rengga menatap Athena tajam. Enak saja dia menyuruh Rengga menjauh! Sudah cukup dua tahun Rengga bersabar menunggu Athena. Sekarang sudah tidak ada alasan lagi baginya untuk menjauh dari Athena.
“Kamu itu tukang maksa!”
“Aku tahu, dan aku masa bodo!” balas Rengga.
Athena mengernyitkan dahi tak percaya pada cowok di depannya ini. Ia tidak tahan untuk menampar Rengga agar cowok itu sadar, karena Rengga benar-benar terlihat menyebalkan sekarang.
“Aw!” pekik Rengga saat Athena menampar pipinya pelan. “Sakit sayang, kamu tu belum apa-apa udah KDRT.”
“Lebay!” dengus Athena sebal.
“Lebay sama calon istri loh..”
“Aku belum mau nikah sama ka_”
“Gak usah kepedean!”
“Siapa yang kepedean? Buktinya kamu gak pernah nolak saat aku cium kamu, dan aku juga tahu kamu gak pernah bisa deket dengan cowok lain setelah aku lulus.”
“Siapa bilang? Buktinya tadi aku kesini sama cowok lain!”
Rengga menggeram kesal lalu meremas lembut pinggang cewek yang sudah hampir membuatnya gila ini. Hatinya panas saat Athena mengatakan itu. Apalagi ia jadi teringat saat tadi ia mendengar cowok yang tidak ia kenal itu nembak Athena.
“COWOK yang tadi bikin kamu kayak mau nangis karena bingung nolaknya kan?”
Athena membelalakan matanya terkejut. “Kamu_”
“Aku lihat kamu dari tadi gak nyaman kan sama dia.”
“Sok tau..”
“Aku tahu sayang, aku bisa baca jelas apa yang ada di otak cantik kamu itu.”
“Apa sih, gak mungkin ya!” Athena yang tangan nya di dekat perut Rengga reflek mencubit gemas perut cowok itu.
“Aduh!”
“Eh, ka-kakak kenapa?” tanya Athena saat Rengga tiba-tiba melepas rengkuhannya lalu membungkuk sambil memegangi perutnya.
“Kak?!” tanya Athena semakin panik. Masa cuma karena dia cubit jadi kesakitan gini sih?! Tangannya memegangi bahu Rengga untuk membantu agar Rengga bisa kembali berdiri.
__ADS_1
“Ada yang saki_” tubuh Athena mendadak kaku saat Rengga tiba-tiba berlutut, dan mengarahkan sebuah kotak kecil terbuat dari beludru berwarna merah kepada Athena. Athena mundur beberapa langkah sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya karena terkejut atas apa yang Rengga lakukan. Di dalam kotak itu Athena bisa melihat sebuah cincin dengan bentuk sederhana namun sangat indah, cincin berwarna putih dengan mata berwarna merah.
“Mana tanganmu?”
“H-hah?”
“Kelamaan sayang, kaki ku pegel ni.” Rengga berdiri menarik tangan kiri Athena dan langsung memasangkan cincin itu di jari manis Athena.
Athena hanya mampu mengerjapkan matanya tidak percaya saat cincin indah itu sudah melingkar di jari manisnya. Cincin itu sangat pas! Otaknya masih sibuk mencerna semua yang baru saja terjadi. Jantungnya tidak bisa berhenti berdetak dengan kencang sejak tadi. Bahkan tubuhnya sudah bergetar hebat, matanya mulai berkaca-kaca. Serius? Ini bukan mimpi kan? Senior sialan tampannya ini melamarnya? Bukan..bukan melamar tapi memaksanya. Tapi entah mengapa Athena merasa bahagia saat Rengga memaksanya seperti ini?
Entahlah, mungkin karena Athena juga sudah benar-benar jatuh pada pesona senior sialannya ini.
“Ini baru awal sayang. Nanti aku akan minta kamu ke Papa dan Mama kamu secara resmi saat Papa aku pulang dari luar negeri. Mama dan Papa aku udah setuju untuk kita tunangan dulu sebelum kamu mulai masuk kuliah. Karena aku gak mau ada cowok lain yang gangguin kamu di kampusmu nanti.” ucap Rengga sambil mengusap cincin yang sudah melingkar indah di jari Athena.
“Hah? Sebelum kuliah?” Itu bentar lagi donk. Gimana Athena menjelaskan ke Papanya? Papa pasti akan sangat terkejut kalau Rengga tiba-tiba saja datang kerumah dengan kedua orang tuanya.
“Kamu gak usah khawatir itu urusan orang tua aku sayang. Papa dan Mama aku akan bantu untuk jelasin ke orang tua kamu. Dan aku yakin orang tua manapun pasti ingin yang terbaik buat anaknya kan?” kata Rengga seolah bisa membaca isi kepala Athena.
“Tapi..”
“Aku juga akan berjuang biar orang tua kamu bisa nerima aku. Aku cuma butuh kamu percaya sama aku.” kata Rengga memotong ucapan Athena.
Rengga terkesiap saat tubuhnya tiba-tiba dipeluk erat oleh Athena. Ia merasakan hangat di dadanya. Athena menangis?
Isakan pelan terdengar dari mulut Athena. Athena benar-benar bahagia, Athena tidak bisa lagi membohongi dirinya sendiri. Rengga sudah cukup meyakinkannya. Ia yakin jika bersama Rengga semua pasti akan baik-baik saja.
“Jangan nangis donk, nanti bedaknya luntur loh.” goda Rengga sambil melonggarkan pelukan Athena dan menatap wajah cewek itu. Rengga mengusap lembut sisa-sisa airmata di pipi Athena.
“Bodo.” balas Athena sambil memanyunkan bibirnya.
“Kamu manyun-manyun gitu mau aku cium lagi?” kata Rengga sambil tersenyum jahil.
“A-Apaan sih!” Athena hendak memukul dada Rengga namun rengga menahan tangan Athena.
“Ampun sayang. Badan aku bisa biru-biru kalo kamu pukulin terus.”
“Salahnya ngomong sembarangan mulu!”
“Iya maaf. Jangan ngambek gitu donk. Mending kita kangen-kangenan aja.” kata Rengga sambil menarik Athena kembali dalam pelukannya. Athena hanya pasrah menerima pelukan Rengga karena sebenarnya ia juga sangat merindukan Rengga.
Rengga mendesah lega, benar-benar lega. Syukurlah kesabarannya selama ini berbuah manis. Ia berjanji dalam hati untuk selalu menjaga Athena dan membuatnya bahagia.
“Terimakasih kamu udah percaya sama aku.” bisik Rengga sambil mengeratkan pelukannya.
Athena hanya mengangguk di dalam rengkuhan Rengga, ia terlalu bahagia sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Mereka berdua tersenyum karena sama-sama merasakan sangat bahagia. Belum pernah mereka merasa sebahagia ini.
END
•••
fiuh akhirnya berhasil nulis part ini..
cerita nya tamat ya, tapi nanti akan ada extra part, semoga pada suka ya..
jangan lupa tinggalin jejaknya, terimakasih
__ADS_1