
Hai...update lagi yaa..
semoga gak bosan..
cerita ini memang alurnya agak lambat yaa..karena memang prosesnya seperti ituu..jadi harap bersabar ya..😊
••••
Rengga tertegun saat dia kembali keruang siaran ternyata Franda mengatakan bahwa Athena sudah pulang. Rengga kaget karena ia fikir Athena akan sholat maghrib dahulu seperti sebelumnya. Rengga segera berlari keluar studio untuk melihat apakah Athena masih di depan stasiun radio menunggu angkutan umum karena setahu Rengga Athena selalu naik angkutan umum. Namun ternyata Athena sudah tidak ada disana. Entah mengapa Rengga sedikit merasa kecewa saat tidak bisa mengantar Athena pulang. Sebenarnya Rengga bisa saja menawarkan Athena pulang bareng saat disekolah, namun Rengga tidak mau kalau sampai nanti Athena harus di bully oleh fansnya yang Rengga tahu terkadang suka bar-bar, bukannya Rengga ke-pede-an tapi ia sering mendengar cerita dari Andrian kalau ada kelompok cewek yang membentuk suatu geng khusus untuk mem-bully cewek yang berani mendekati Rengga, Rengga tidak bisa menghentikan hal itu, sehingga ia hanya berani mengantar Athena pulang jika dari stasiun radio, karena kemungkinan untuk dilihat fans gila nya itu sangat sedikit. Tapi Rengga belum tahu kalau fans gila nya itu sebenarnya sudah mendatangi Athena.
Saat Rengga memutuskan untuk pulang, karena ia tahu Athena sudah pulang juga, tiba-tiba hp nya berbunyi. Rengga mengeluarkan hp dari kantong jaketnya dan melihat siapa penelponnya, setelah melihat nama penelponnya dia menyentuh layar hp nya dengan malas.
“Ya. Ada apa? Ini mau pulang. Emang kamu libur? Besok aja, aku males, capek. Iya. Okee bisa gak sih gak maksa?” Rengga mematikan sambungan teleponnya dengan kesal.
“Shit! Nambah bikin kesel aja.” Umpatnya sebelum memakai helm. Rengga langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Tidak berapa lama Rengga sudah sampai di depan sebuah rumah bercat putih yang cukup besar. Ia memasukkan motornya ke parkiran setelah seorang security membukakan gerbang untuknya. Rengga turun dari motor dan segera memasuki rumah besar itu. Ia langsung masuk karena pintu rumah tersebut terbuka lebar. Setelah sampai diruang tamu ia melihat cewek cantik bertubuh tinggi dan langsing sedang asik membaca majalah fashion sambil menyilangkan kakinya. Rengga mendekati cewek itu dan duduk di sofa yang berhadapan dengan cewek tadi.
“Kamu udah dateng.” seru cewek itu setelah menyadari kehadiran Rengga. “Aku kangen banget!” cewek tadi langsung berlari kearah Rengga dan memeluknya.
Rengga hanya diam dan tidak membalas pelukan cewek itu, tiba-tiba cewek itu sudah memegang wajah Rengga dan hendak menciumnya, sontak Rengga langsung berdiri dan membuat cewek tadi jatuh ke sofa tempat Rengga duduk.
“Aduh! Kamu kenapa sih?!” cewek itu tidak terima perlakuan Rengga.
“Udah deh gak usah lebay. Katanya mau ke Mall ayok berangkat! Aku gak bisa pulang malem-malem.” balas Rengga datar.
“Gak jadi. Udah gak mood.” cewek itu ngambek.
“Ya udah bagus. Aku pulang kalo gitu.” Rengga berjalan kearah pintu keluar, membuat cewek tadi melebarkan matanya marah.
“Sampe kamu berani keluar aku akan bilang kesemua orang!” pekik cewek itu yang otomatis membuat Rengga gusar.
__ADS_1
“Bisa gak sih gak usah pake ngancem-ngancem?!” balas Rengga sambil menahan emosinya.
“Kamu yang maksa aku buat ngancem! Kalau aku gak ngancem kamu gak akan mau kesini kan?!” pekik cewek itu histeris.
Rengga panik takut kalau orang lain akan mendengar teriakan cewek itu.
“Bisa gak ngomongnya pelan-pelan aja?” desis Rengga sambil kembali mendekat ke cewek tadi.
“Gak! Biarin aja semua orang tahu!” balas cewek itu masih dengan nada tinggi.
“Dea! Mau kamu apa sih?!” Rengga mulai kehilangan kesabarannya.
“Aku mau kita kayak dulu Ga!”
“Gak akan bisa De! Berapa kali aku harus bilang ama kamu?!”
“Apa karena cewek cupu itu?!” Dea menatap Rengga yang terkejut dengan sinis.
Rengga membelalakan matanya terkejut dengan tuduhan Dea. Rengga heran darimana Dea bisa tahu tentang Athena. Rengga yakin yang dimaksud Dea adalah Athena, karena memang dia tidak pernah membonceng cewek lain selain Athena.
“Kenapa diem?! Kamu heran dari mana aku tahu?!” Dea tersenyum sinis sebelum melanjutkan pembicaraannya. “Cewek-cewek disekolah kamu itu semua fans aku! Mereka lebih milih idolanya sama aku daripada sama cewek cupu itu!” sambungnya lagi.
Rengga tercengang, jadi selama ini Dea memata-matainya melalui cewek-cewek disekolahnya?!
“Kamu mata-matain aku?” tanya Rengga dengan nada tidak suka.
“Kalo iya kenapa? Aku kan juga pengen tau gimana kamu disekolah.”
“Sakit kamu De!”
“Iya! Aku sakit karena kamu! Setelah semua yang aku kasih ke kamu tapi ini yang aku dapet?!” Dea mulai histeris lagi.
__ADS_1
“Aku gak pernah minta apa-apa dari kamu!” Rengga mengatupkan rahangnya menahan emosi yang sudah sampai ubun-ubun karena Dea terus mengungkit hal “itu”.
“Emang orang-orang tau kamu minta apa gak?! Denger ya Ga. Aku gak akan segan-segan dateng kerumah kamu dan bilang ke orang tua kamu kalo kamu udah merawanin aku!” Dea tersenyum licik.
“Dan aku yakin, orang tua kamu pasti bakalan langsung nyuruh kamu nikah sama aku!” sambungnya lagi.
Rengga mematung tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. Dea benar-benar sudah gila.
“Kamu bener-bener udah gila!” Desis Rengga. “Mau kamu apa sih?!”
“Kamu tau apa yang aku mau Ga!”
“Dan kamu juga tau kita gak akan bisa kayak dulu! Kamu yang udah hancurin semuanya!”
“Aku akan berubah Ga! Aku cuma cinta sama kamu! Gak ada yang boleh milikin kamu selain aku!”
Rengga tercengang mendengar ocehan Dea. Bisa-bisanya dulu ia tergila-gila dengan cewek ini.
“Itu namanya bukan cinta De! Itu Obsesi! Dan aku bukan barang!” bentak Rengga dengan tatapan nyalang.
Dea tidak peduli, baginya Rengga adalah miliknya, tidak boleh ada yang memiliki Rengga selain dia. Tidak ada yang pantas untuk Rengga kecuali dia! Rengga yang sudah kesal merasa harus segera pergi dari rumah itu sebelum emosinya benar-benar pecah, ia tidak mau sampai menyakiti wanita. Dia tidak peduli lagi dengan teriakan-teriakan Dea yang memintanya untuk jangan pergi. Rengga keluar dari rumah disusul Dea yang berlari berusaha mencegahnya, namun Rengga lebih cepat, tanpa menoleh ia segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
“Aku gak akan pernah lepasin kamu Ga!” Desis Dea dengan tatapan yang mengerikan ke arah Rengga yang sudah menjauhi rumahnya.
••••
tbc
mohon dukungannya yaa..
dan jangan lupa tinggalin jejak..biar semangat updatenya..
__ADS_1
terimakasih