
update lagi ahh..
happy reading ❤️
•••
Athena menghela nafas panjang. Ia benar-benar sudah hampir kehabisan nafas dan energi karena dari tadi berteriak dan berusaha mendobrak pintu.
“Siapapunn! Please bukain pintuu!” Athena mulai merengek frustasi. Ia merasa jika semakin lama disini ia pasti akan pingsan kehabisan nafas.
“Athena?! Is that you?!” pekik seseorang dari luar pintu.
Athena membelalakan matanya saat mendengar ada yang memanggil namanya. Athena segera berdiri dan mengumpulkan sisa tenaga nya untuk berteriak.
“Iya! Ini Athena! Gw di dalem sini kekunci. Tolong!” pekik Athena sambil menggedor pintu agar orang diluar bisa mendengarnya.
“Menjauh dari pintu!” perintah orang itu. Athena pun dengan segera menjauh dari pintu.
“Udah!” teriak Athena.
“Braakkk!” pintu di depan Athena sudah terbuka karena di dobrak oleh orang tadi.
Athena membelalakan matanya saat melihat siapa orang yang menolongnya. Seketika air mata yang dari tadi berusaha ia tahan di pelupuk matanya langsung berjatuhan tanpa permisi akibat perasaan lega dan senang yang menyelimuti dadanya.
“Lo gak papa?” orang tadi langsung menarik tubuh Athena dan membenamkan tubuh Athena kedalam pelukannya. Athena tidak menolak tapi ia juga tidak membalas pelukan itu. Ia hanya menangis melepaskan semua emosinya yang dari tadi sudah ia tahan. Ia pikir ia akan pingsan sebelum ada orang yang menemukannya. Athena benar-benar merasa lega sekarang.
“Athena! Ya Ampun Then! Lo gak papa?!” Cindy mendekati sahabatnya dengan wajah panik. Athena sontak membebaskan diri dari pelukan Rengga. Ya, orang yang menyelamatkan Athena tadi adalah Rengga.
Rengga segera berlari ke toilet dekat dengan ruang kelas 10 saat tadi Cindy menceritakan bahwa toilet itu sedang diperbaiki. Rengga curiga, karena sekitar 15 menit yang lalu saat Rengga lewat di depan toilet kelas 10, toilet itu tidak sedang diperbaiki. Dan benar saja, ternyata Athena terkunci di dalam toilet tersebut.
“Iya Cin, gw gak papa.” jawab Athena sambil mengusap sisa air mata yang masih tersisa di sudut matanya. Cindy langsung memeluk sahabat nya itu.
“Sorry, tadi gw udah kesini tapi gw gak tau kalo lo kekunci di dalem.” lirih Cindy menyesal.
“Siapa ya yang nempel tulisan itu? Padahal toilet nya gak lagi diperbaiki loh.” Kata Pak Imung tiba-tiba.
Cindy mengajak Pak Imung tadi karena saat bertemu Pak Imung di kantin, Cindy bertanya kepada Pak Imung apakah Athena ke kantin, namun Pak Imung tidak melihat Athena dari tadi. Dan saat Cindy menanyakan apakah toilet kelas 10 sedang diperbaiki, Pak Imung bilang kalau tidak ada toilet yang sedang diperbaiki hari ini.
“Kayaknya ada yang sengaja deh pak.” balas Rengga.
“Hah? Maksudnya ada anak yang sengaja ngerjain neng Athena?” tanya Pak Imung tidak percaya.
Rengga hanya mengangguk dengan rahang yang sudah mengeras. Sementara Athena dan Cindy sudah berjalan keluar dari toilet tersebut. Mereka tidak tahu kali ini fans siapa yang berulah, tapi siapa pun itu mereka benar-benar sudah keterlaluan!
“Kita ke UKS aja yuk. Biar lo istirahat.” Ajak Cindy yang langsung diangguki oleh Athena. Kepalanya benar-benar pusing karena habis menangis dan juga lelah. Namun sebelum melanjutkan langkahnya Athena membalikan badannya ke arah Rengga yang saat ini sedang sibuk membantu Pak Imung untuk memperbaiki pintu yang tadi di dobraknya.
“Kak. Makasih ya.” kata Athena kepada Rengga sambil tersenyum tulus. Athena memang benar-benar merasa sangat berterimakasih kepada Rengga. Rengga sedikit terkejut karena melihat senyum Athena yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
“You’re welcome.” balasnya dengan pandangan yang sulit diartikan.
Athena segera berbalik dan mengikuti langkah Cindy setelah mendapat balasan Rengga.
__ADS_1
***
“Then lo mau dibeliin apa?” tanya Disti saat jam istirahat sudah tiba. Ya, sejak insiden Athena terkunci di toilet beberapa hari yang lalu, Athena pun setengah mati menghindar dari Yoga dan juga Rengga. Bagaimanapun Athena tidak tahu fans siapa yang mengerjainya waktu itu. Setidaknya Athena tidak mau ambil resiko lagi. Lagipula Athena juga sudah lelah dengan tingkah dua orang cowok sok ganteng itu. Athena hanya ingin bisa sekolah dengan tenang.
“Gw siomay aja deh, kayak biasa ya kol nya yang banyak!” pesan Athena.
“Oke!” Disti segera ke kantin ditemani Dimi, sementara Cindy sedang ke sekretariat KIR karena rapat.
Kelas sudah sepi, hanya tinggal Athena dan beberapa anak yang sedang sibuk dengan HP atau makanan mereka masing-masing. Ya bisa dibilang pada saat jam istirahat memang hanya anak-anak yang antisosial saja yang menghabiskan waktu di kelas. Athena memutuskan untuk menutup matanya sebentar sambil menunggu Disti dan Dimi.
Athena mengerjapkan matanya karena merasa ada orang yang meniup wajahnya.
“Hey! Wake up Sweetie!”
Athena membelalakan matanya terkejut saat melihat wajah seseorang yang tepat berada di depan wajahnya, walaupun tidak terlalu dekat. Athena langsung menegakkan tubuhnya.
“Kak Yoga ngapain disini?” tanya Athena panik.
“Mau ketemu lo. Gw kangen! Lo sekarang gak pernah ke kantin lagi. Gak pernah keliaran juga. Karena penasaran gw kesini aja.” balas Yoga santai. Ia langsung duduk di kursi Cindy yang terletak di depan Athena sambil tetap menghadapkan tubuhnya ke Athena.
“What?! Udah gila kali ya ni cowo! Emang dasar playboy cap buaya!” batin Athena kesal.
“Lo sakit?” tanya Yoga dengan nada khawatir.
“Gak kok. Cuma lagi males aja.” balas Athena, ia tidak sepenuhnya berbohong, karena ia memang malas ke kantin.
“Lo gak lagi ngehindarin gw kan?” tanya Yoga curiga.
“Iya. Gw ngindarin lo playboy sialan!” ingin sekali Athena mengucapkan kalimat itu, tapi akal sehatnya masih bertengger kokoh di kepalanya.
“Gosip? Emangnya kita artis pake digosipin segala?” Yoga terkekeh mendengar perkataan Athena.
“Saya gak mau fans-fans kakak salah paham.”
“Bukannya lo yang nyuruh gw buat gak mudah percaya sama gosip?” Yoga mengingatkan Athena pada ucapannya saat Yoga menanyakan hubungan Athena dan Rengga waktu itu.
Athena memutar matanya malas, susah sekali menjelaskan kepada manusia bebal ini, batin Athena.
“Iya. Tapi saya juga gak bisa cegah orang-orang untuk gak bergosip kalo kakak nyamperin saya ke kelas gini. Bisa-bisa mereka pikir kita ada hubungan.” terang Athena kesal.
Yoga tersenyum mendengar ocehan Athena, “Gw gak merasa ada yang salah dari gosip itu. Karena menurut gw gosip itu bener. Kita memang ada hubungan kan?” balas Yoga dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya.
“What? Hubungan apa ya kak? Saya gak ngerasa.”
“Kita temenan kan. Bukannya temenan itu hubungan juga?”
Athena mendengus kesal, gak mungkin lah seorang playboy kelas paus orca ini gak ngerti yang dia maksud.
“Bodo ah.” Athena memanyunkan bibirnya kesal dan malas meladeni Yoga.
“Hahaha. Kalo lagi ngambek gini muka lo tambah imut.” Goda Yoga.
__ADS_1
“Kak! Please deh!” sungut Athena. Bisa-bisa nya playboy sialan ini malah menggodanya yang sedang kesal.
“Oke. Oke. Jangan galak-galak gitu donk. Ya udah gw pergi deh, tapi lo bales chat gw donk. Kalo gak, setiap lo gak bales chat gw, gw bakal langsung kesini nyariin lo.” ucap Yoga sambil mengedipkan sebelah matanya sebelum beranjak pergi meninggalkan Athena.
Sementara Athena hanya bisa menatap Yoga yang tengah melambaikan tangan ke arahnya dengan pandangan tidak percaya.
“Emang dasar playboy cap kadal!” desis Athena kesal.
Athena memang tidak pernah membalas chat dan telepon dari Yoga, semenjak fans-fans Yoga melabraknya. Begitupun dengan chat dan telepon dari Rengga, semenjak Rengga tidak menepati janjinya waktu itu Athena sudah bertekat tidak akan percaya lagi dengan apapun perkataan dari kakak sahabatnya itu. Namun tidak jarang Rengga mengancam akan mendatangi rumah Athena kalau Athena tidak kunjung membalas, membuat Athena terpaksa membalas chat dari cowok itu.
Athena benar-benar lelah menghadapi dua manusia pengganggu ketenangannya itu.
***
“Ga! Gw denger kemarin Athena ada yang ngunciin di kamar mandi?” tanya Andrian tiba-tiba saat Rengga sedang asik melamun di bawah pohon tempat biasa ia nongkrong dengan teman-temannya. Ia terus-terusan memandang HP nya, sebenarnya ia ingin menghubungi Athena untuk sekedar menanyakan kabar, namun ia takut Athena tidak akan membalas.
“Tau dari mana lo?” Rengga menatap Andrian heran. Sungguh ia tidak menyangka temannya yang satu ini cepat sekali dapet info-info yang bahkan Rengga juga tidak tahu dari mana asalnya.
“Makanya jadi orang tu gaul! Biar gak kudet!” balas Andrian. “Jadi bener? Athena di bully lagi?” sambung Andrian lagi.
“Iya. Tapi gw gak tau juga siapa. Gw tanya Nancy dia udah sumpah-sumpah kalo bukan dia yang lakuin dan dia juga gak tau siapa.” balas Rengga. Rengga memang langsung mencurigai Nancy saat tahu kalau Athena dikerjai di kamar mandi, karena Nancy yang Rengga tahu pernah melabrak Athena karena tidak suka pada cewek itu.
“Kayaknya bukan fans lo deh kali ini.” Andrian berkata dengan mimik serius, membuat Rengga mengangkat sebelah alisnya.
“Maksud lo?” tanya Rengga penasaran.
“Mungkin fans nya si Bule, kan sekarang dia lagi digosipin deket sama si Bule.” jawab Andrian.
“Gosip dari mana lagi itu?” Rengga menggelengkan kepala tidak percaya sambil berusaha mengusir rasa panas yang tiba-tiba muncul di dadanya.
“Malem minggu kemaren ada yang liat Athena ama si Bule lagi jalan bareng. Bahkan kemaren si Nita nunjukin ke gw fotonya waktu Athena lagi naik mobilnya si Bule.” balas Andrian sambil memperhatikan reaksi Rengga.
Rengga mengatupkan rahangnya berusaha menahan panas yang sudah semakin menjalar sampai kepalanya saat Andrian menceritakan gosip tentang Athena. Rengga ingat betul bahwa malam minggu saat Athena bersama si Bule sialan itu adalah saat dimana ia berjanji kepada Athena akan mengantarnya pulang namun tidak bisa ia penuhi karena ia terjebak dengan Dea. Rengga benar-benar kesal setengah mati, andai saja waktu itu ia yang mengantar Athena pulang pasti gosip itu tidak akan ada dan Athena tidak akan di-bully oleh fans si Bule sialan itu.
Tapi tunggu? kenapa Athena bisa bersama Yoga saat itu? apakah Athena memberitahu Yoga kalau ia bekerja di MyRadio? atau mereka bertemu secara kebetulan? atau..
Rengga mulai terhanyut dengan pikirannya sendiri.
“Woy!” Andrian menendang kaki Rengga yang sontak membuat Rengga tersadar dari pikiran-pikiran negatifnya.
“Tai lo, diajak ngomong malah ngelamun!” dengus Andrian.
“Sory. Banyak pikiran gw!” balas Rengga asal.
“Banyak pikiran apa jelous lo?!” sindir Andrian.
“Tau ah! Pusing gw!”
•••
bersambung yaa..
__ADS_1
jangan lupa tinggalin jejak yaa..
terimakasih..