My Annoying Senior

My Annoying Senior
24


__ADS_3

happy reading ❤️


•••


Bel tanda pelajaran usai telah berbunyi, semua anak di kelas bersorak kegirangan.


“Ga, jadi mau berenang gak?” tanya Andrian pada Rengga.


“Liat nanti deh. Gw nonton aja dulu.” jawab Rengga malas.


“Ya udah gw udah minta kunci ke Pak Imung tadi. Anak-anak lain bilang mau langsung ketemu di kolam renang aja.”


“Ya udah yok.” Rengga bangkit dari tempat duduknya dan beranjak keluar kelas menuju gedung kolam renang diikuti Andrian dan beberapa temannya.


Sesampainya di kolam renang cowok-cowok itu segera berganti pakaian renang dan berhamburan ke dalam kolam renang. Sementara Rengga hanya duduk di kursi yang ada di pinggir kolam renang menatap teman-temannya yang sedang berlomba renang. Entah kenapa akhir-akhir ini mood nya benar-benar buruk, ia jadi malas melakukan apapun. Padahal renang adalah olahraga favorit nya, biasanya ia akan berenang jika sedang stres, tapi sekarang ia malas melakukannya.


“Yakin lo cuma mau nonton doank?” tanya Aldo pada Rengga dari dalam kolam.


“Hemm.” sahut Rengga malas.


“Biarin aja. Dia mah enak bisa renang kapan aja dirumahnya.” celetuk Bima yang berenang disebelah Aldo.


Rengga beranjak dari duduknya bermaksud untuk ke kantin membeli minum. Namun ia mengurungkan niatnya saat ia mendengar suara orang sedang bermain basket diruang sebelah kolam renang. Rengga menuju lapangan basket yang terletak disebelah ruang loker, melihat dari pintu ruang loker. Betapa terkejutnya ia saat dilihatnya Athena dan ketiga temannya sedang asik bermain basket dengan si Bule!


“What?! Ngapain mereka main ama si Bule?!” gumam Rengga. Ia melangkahkan kakinya untuk mendekati Athena dan ketiga temannya yang sedang asik bergantian melakukan lay up dan Yoga seperti sedang menjadi coach keempat cewek itu. Langkah Rengga terhenti saat dilihatnya Yoga sedang membisikan sesuatu di telinga Athena dari belakang. Tanpa sadar ia mengepalkan tangannya dan rahangnya mengeras, ada rasa panas menjalar dari dada keseluruh tubuhnya. Ia tidak tahu perasaan apa ini, yang jelas ia sangat tidak suka!


Ia akhirnya memutuskan untuk diam ditempatnya dan melihat Athena berhasil melakukan lay up. Dilihatnya Athena kegirangan saat berhasil memasukan bola ke ring. Tanpa sadar Rengga tersenyum melihat Athena yang loncat-loncat kegirangan di bawah ring. Athena terlihat sangat menggemaskan, ingin sekali rasanya ia mencubit pipi gadis itu saking gemasnya.


Namun senyumnya kembali menghilang saat ia melihat Yoga menghampiri Athena dan Yoga mencubit hidung Athena?! What?! Berani sekali si Bule melakukan itu?! Disaat Rengga hanya bisa melakukan itu di hayalannya, namun si Bule melakukannya langsung! Apa-apaan dia?!


“Shit!” umpat Rengga. Rasa panas kembali memenuhi dadanya. Ingin sekali rasanya ia meninju si Bule brengsek yang berani-beraninya menyentuh gadisnya! Gadisnya? Heloo..jangan kepedean bos! Sejak kapan Rengga menganggap Athena gadisnya.

__ADS_1


Rengga memutuskan untuk tetap berdiri di tempatnya menunggu sampai Athena dan teman-temannya selesai bermain basket. Dilihatnya Yoga telah keluar dari ruangan itu, Namun Athena tampak bengong di bawah ring basket.


“Shit! Segitu terpesonanya kah Athena sama si Bule sampe bengong seperti orang bodoh gitu?!” gumam Rengga dengan rahang mengeras. Ia benar-benar tidak suka melihat Athena yang seolah terpesona dengan si Bule sialan itu. Tidak tahukah Athena kalau si Bule itu playboy?! Rengga terus mengumpat dalam hatinya.


Tidak lama ketiga teman Athena menghampiri Athena. Rengga masih tidak melepaskan pandangannya dari keempat cewek itu. Terlihat wajah Athena memerah karena digoda oleh teman-temannya. Apa mereka menggoda Athena dengan si Bule sialan itu? Rengga semakin kesal akibat fikiran negatifnya sendiri.


Tiba-tiba jantung Rengga berdegup tak karuan saat dilihatnya salah seorang teman Athena berjalan ke arahnya dengan sedikit menyeret Athena. Rengga tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, namun ia tahu sepertinya teman Athena itu ingin memaksa Athena untuk berganti baju di ruang loker.


Rengga tak bergeming sampai Disti melihatnya dan menghentikan langkahnya, membuat Athena yang berjalan dibelakangnya menabrak punggung Disti karena tidak siap dengan gerakan mendadak sohibnya itu.


“Aduh! Kok lo berenti mendadak sih!” gerutu Athena, karena Disti berhenti mendadak.


“Kak Rengga, sejak kapan disini?” Disti bertanya pada Rengga. Rengga tersenyum masih berusaha menahan rasa panas yang sudah menjalar ke sekujur tubuhnya, ia berjalan ke arah Disti dan Athena. Rengga melihat Athena yang masih bersembunyi dibalik badan Disti.


“Kakak mau main basket juga? Kita udah selesai kok silahkan!” Disti berusaha mengajak Athena untuk segera pergi dari situ, karena ia tahu Athena memang ingin segera pergi.


Entah kenapa Athena merasa takut melihat Rengga, selama ini dia sudah berhasil dengan susah payah menghindari Rengga di radio, dan ia tidak menyangka kalau akan bertemu seperti ini disekolah.


“Kalian mau pulang? Gimana kalo gw anter? Gw bawa mobil.” Kata Rengga saat dia sudah berdiri tidak jauh dari Athena dan Disti.


“Gak usah kak. Kita masih mau main di kosan temen.” tolak Disti beralasan. Rengga masih melihat kearah Athena yang dari tadi hanya menunduk dan tidak berani menatap ke arahnya.


“Ouwh. Oke kalo gitu. Ya udah gw duluan ya.” Rengga pamit dengan senyum yang dipaksakan. Sebenarnya ia ingin sekali memaksa Athena pulang dengannya, namun tidak mungkin karena ada Disti. Bisa jadi masalah kalau ia tetap memaksa untuk mengantar Athena. Baru beberapa langkah keluar dari ruangan itu Rengga dikejutkan dengan bunyi HP nya. Rengga menggeser layar HP nya.


“Ya. Kenapa? Ouwh. Sorry-sorry. Iya bentar lagi gw balik kesana!” Rupanya Andrian yang menelponnya dan menanyakan apakah Rengga sudah selesai di kantin. Rengga baru ingat jika dia tadi ingin membeli minum di kantin, dan tas nya masih ia tinggal di pinggir kolam renang. Rengga bergegas ke kantin untuk membeli minuman yang tadi ingin ia beli, karena teman-temannya sudah mau selesai berenang.


Sesampainya di gedung kolam renang dilihatnya lapangan basket sudah kosong, sepertinya Athena dan teman-temannya sudah pulang. Rengga sedikit kecewa karena ia berharap masih bisa melihat Athena lagi walau sebentar.


“Lama banget lo! Kita udah pada kelar ni!” sahut Aldo saat melihat Rengga sudah kembali. Teman-teman Rengga rupanya sudah memakai seragam mereka kembali tanda kalau sudah selesai berenangnya.


“Ada urusan tadi.” balas Rengga sambil meletakan minuman yang telah ia beli di kursi yang berada di pinggir kolam. Teman-temannya yang dari tadi sudah haus langsung menyerbu mengambil minuman tersebut.

__ADS_1


“Kenapa lagi muka lo kayak monyet gitu?” sindir Andrian pada Rengga.


“Berisik lo!” ketus Rengga. Mood nya benar-benar sedang jelek sekarang. Bayangan saat Yoga mencubit hidung Athena terus berputar di kepalanya, ia benar-benar tidak suka melihat itu. ‘Shit! Bule sialan!’ umpat Rengga dalam hati.


Andrian hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya yang seperti cewek lagi PMS itu.


“Dasar, cowok labil.” desis Andrian.


***


“Gila! Horor banget tadi. Kayak ketahuan abis ngutil tau gak lo?!” Kata Disti bersemangat saat menceritakan pertemuannya dan Athena dengan Rengga tadi kepada Dimi dan Cindy.


Akhirnya mereka memutuskan mampir ke kosan Dimi dulu sebelum pulang. Dimi dan Cindy yang tadi tidak melihat saat Disti dan Athena bertemu Rengga karena mereka sudah lebih dulu keluar dari gedung kolam renang itu, sedang asik mendengarkan cerita Disti.


Athena menghela nafas malas, sebenarnya ia sudah tidak mau lagi membahas masalah itu. “Udah yuk Dis, pulang aja. Ngantuk gw mau tidur.” ajak Athena memelas.


“Jadi tadi Kak Rengga liat gak ya pas Kak Yoga nemenin kita main basket?” Tanya Dimi tanpa memperdulikan Athena yang seperti sudah merengek mengajak Disti pulang.


“Iya. Terus dia kelihatan jelous gak?” sambung Cindy antusias. Athena memutar bola matanya jengah mendengar pertanyaan Cindy.


Ya gak mungkin lah dia jelous! Dia kan bukan siapa-siapa Athena!


“Nah, itu dia! Tadi sih gw tanya dia disitu dari kapan. Tapi gak dijawab.” Jawab Disti tak kalah antusias. “Tapi mukanya datar-datar aja sih tadi gak nunjukin tanda jelous gitu.” sambung Disti sambil mengingat ekspresi Rengga tadi.


“Iya gak mungkin lah dia jelous, Ya udah yuk pulang udah sore ni.” Athena menarik Disti agar segera bangkit dari duduknya. Disti akhirnya menyerah. Ia pun menuruti ajakan Athena untuk pulang.


•••


lanjut di next chapter yaa..


jangan lupa ninggalin jejak..

__ADS_1


terimakasih😘


__ADS_2