My Annoying Senior

My Annoying Senior
15


__ADS_3

Hai hai...mumpung lebaran, kita uodate duluu...


semoga suka yaa..


selamat menikmati...


••••••••••••


Athena tertegun saat motor Rengga memasuki parkiran sebuah kafe dengan desain yang sangat kekinian. Rengga memarkirkan motornya namun Athena masih tak bergeming dari duduknya. Rengga membuka helmnya setelah menstandarkan motornya.


“Ayok turun. Kalo lo belum turun gw gak bisa turun nih!” Seru Rengga.


“Kok kesini? Bukannya kita mau pulang?” Tanya Athena masih tetap duduk di atas motor Rengga.


“Tadi kan gw udah bilang sama lo, kita mampir makan dulu gw laper. Lo sih duduknya jauh-jauh jadi gak denger.” Jawab Rengga sambil menoleh ke belakang.


“Tapi ini udah malem kak. Nanti saya telat sampe rumah.” Athena menolak. Rengga lalu melihat jam tangannya.


“Lo biasa naik angkot kerumah berapa jam?” tanya Rengga kemudian.


“Satu jam lah kalo lancar.” jawab Athena tak mengerti kenapa tiba-tiba Rengga menanyakan itu. Rengga mau nyuruh Athena naik angkot? terus ngapain tadi dia repot-repot maksa Athena pulang bareng?


“Sekarang malem minggu, jadi jalanan rame bisa satu setengah jam berarti.” lanjut Rengga.


“Iya, terus?” Athena masih tidak mengerti.


“Kalo tadi lo keluar radio jam setengah tujuh berarti lo bakal sampe rumah jam 8, ini masih jam 7 kurang 20, berarti kita masih punya waktu satu jam 20 menit.” sambung Rengga lagi. Dan sekarang Athena mengerti arah pembicaraan Rengga.


“Iya tapi..” Arengga menarik pengait helm yang dipakai Athena dan segera membuka helm itu dari kepala Athena sebelum Athena menyelesaikan protesnya.


“Udah. Jangan banyak alasan. Gw udah laper banget ni.” Rengek Rengga. “Apa mau gw gendong ni?” Rengga sudah akan memutar badannya untuk menghadap ke arah Athena.


“Eh. Iya. Iya. Saya turun.” Athena pasrah.


“Huh. bisa gak sih gak usah pake ngancem-ngancem” gerutu Athena dalam hati.

__ADS_1


Rengga berjalan memasuki kafe diikuti dengan Athena yang masih memasang wajah manyun. Kafe itu sangat ramai oleh anak muda, ada yang berpasang-pasangan ada juga yang beramai-ramai. Ya tentu saja ini kan malam minggu. Rengga berbicara dengan waiter dan tidak lama sang waiter mengarahkan Rengga menuju tempat duduk, Athena mengekor. Mereka tiba dibagian outdoor kafe itu. Pupil Athena membesar ketika melihat pemandangan di depannya. Pemandangan lampu kota terlihat jelas dari sana. Rupanya mereka sedang berada di ketinggian. Rengga masih mengikuti waiter menuju tempat duduk mereka. Setelah sampai di tempat yang kosong Rengga dan Athena segera duduk di bangkunya. Tempat yang strategis menurut Athena, karena dari tempat duduknya ia bisa melihat dengan jelas pamandangan kota dimalam hari. Rengga langsung memesan makanan kepada waiter tadi.


“Lo mau pesen apa then?” tanya Rengga pada Athena membuat Athena yang sedang asik menikmati pemandangan di depannya terkejut.


“Ouwh. Saya gak usah kak. Nanti makan dirumah aja.” jawab Athena.


“Yah. Gw gak enak kalo makan sendiri. Pesen cemilan aja kalo gak.” balas Rengga.


“Gak papa. Kakak makan aja. Saya tungguin.”


Rengga mendengus kesal, setelah beberapa perdebatan akhirnya Athena memesan jagung bakar keju pedas dan coklat panas. Tidak beberapa lama pesanan mereka pun sudah ada dimeja. Rengga memesan mi instan dengan telur dan kornet. Athena menatap Rengga heran. Jauh-jauh ke kafe pesennya mi instan? mending bikin sendiri dirumah. Ye kan?


Mereka sibuk dengan makanannya masing-masing. Sesekali Athena mencuri pandang ke arah Rengga yang terlihat sangat lahap memakan mi instan nya. Athena sempat terpesona beberapa detik terhadap cowok di depannya itu. “Dilihat dari sudut manapun emang ganteng.” batin Athena. Heh! mikir apa sih! Athena menggelengkan kepalanya dengan kuat dan langsung membuang pandangannya kearah pemandangan kota.


“Gak dimakan jagungnya?” tanya Rengga yang membuyarkan lamunan Athena.


“Ouwh. Ini mau dimakan kok. Cuma masih panas.” Athena berusaha memegang jagung bakarnya yang daritadi sudah menggoda Athena dengan bau harumnya, namun dengan susah payah Athena memegangnya karena itu masih terlalu panas buatnya. Melihat itu Rengga segera mengambil jagung Athena dan memipil jagung tersebut dengan sendoknya. Athena terkejut dan hanya bisa menonton saja saat Rengga melakukannya.


“Nih. Udah tinggal makan, pasti udah gak panas.” Rengga mengebalikan piring Athena beserta jagung yang sudah di pipil.


“Ouwh. Iya makasih.” Athena tersenyum. Please deh Athena jangan luluh cuma karena jagung bakar!


“Haha. Iya kan. Lebih cepet dingin juga.” Sahut Rengga yang membuat Athena terkejut.


“Hah? Emang kedengeran ya?” wajah Athena merah karena malu ketahuan ngomong sendiri.


“Iya lo ngomongnya kuat gitu. Ya kedengeran lah. Lain kali gw pipilin lagi deh.” kata Rengga sambil tersenyum. Athena menggigit bibir bawahnya salah tingkah. “Sialan ni cowo gombal mulu! Gak tau apa senyumnya bikin lumer! Tahan Athena! Cowok tukang modus gini gak boleh dikasih angin!” batin Athena.


Rengga tersenyum geli melihat wajah Athena yang memerah karena malu, seperti anak kecil yang ketahuan batalin puasa. Walaupun cahaya di kafe itu sedikit redup tapi Rengga tetap bisa melihat dengan jelas wajah Athena yang berubah warna.


“Pasti abis ini dia luluh deh.” jiwa narsis Rengga mulai kumat. Rengga melihat jamnya, ternyata tidak terasa sudah satu jam mereka disana. Entah kenapa Rengga masih belum ingin beranjak dari sana, namun ia tidak ingin membuat Athena marah lagi kepadanya karena membuat Athena telat sampai rumah. Ia memberi tanda pada Athena untuk segera menghabiskan minumannya. Athena mengerti, setelah menghabiskan coklatnya Athena membuka tasnya dan mengeluarkan dompetnya.


“Mau apa lo?” tanya Rengga dengan pandangan tidak suka.


“Ya bayar lah.” jawab Athena polos.

__ADS_1


Rengga menggeleng kesal. “Gak usah, gw yang bayar.”


“Gak kak, saya bayar punya saya sendiri, lagian kakak udah nganterin saya pulang.” balas Athena sambil mengeluarkan uang dari dompetnya.


“Tapi kan gw yang ngajak. Jadi gw yang traktir.” balas Rengga berusaha sabar. Baru ini ada cewek yang nolak dibayarin olehnya. Biasanya Cewek-cewek lain pasti akan dengan senang hati kalau di traktir olehnya.


“Emang aturan dari mana yang ngajak harus yang traktir?” balas Athena masih dengan wajah polosnya. Membuat Rengga kesal sekaligus gemas.


“Ya itu udah lumrah Then. Udah pokoknya lo masukin lagi duit lo. Gw yang bayar titik!” Seru Rengga tanpa mau di bantah.


Mau tak mau Athena memasukkan kembali uangnya ke dompet dan mengikuti Rengga yang sudah berjalan lebih dulu ke kasir.


Setelah itu perjalanan pulang mereka pun hening, karena masing-masing sibuk dengan pikirannya.


Tidak terasa mereka telah sampai di gang rumah Athena. Rengga menghentikan motornya, Athena segera turun dari motor Rengga dan berusaha melepas pengait helmnya yang ternyata sulit di lepas. Athena mencoba membuka nya dengan susah payah, namun tidak juga berhasil. Rengga hanya memperhatikan Athena sambil menahan tawanya. Wajah Athena terlihat lucu, kesal bercampur bingung karena tidak bisa membuka pengait helm nya.


“Ehm. Kak bisa minta tolong lepasin gak?” Athena akhirnya menyerah dan memutuskan meminta bantuan Rengga.


“Haha. Sini gw bantu.” Athena mendekatkan kepalanya kearah Rengga sambil menahan malu.


Rengga memegang pengait helm Athena dan berusaha melepasnya, sebenarnya Rengga bisa langsung melepasnya karena Rengga sudah tahu trik membuka helmnya, tapi ia sengaja berlama-lama agar bisa memandang wajah Athena yang sudah terlihat merah. Belum lagi kebiasaan Athena menggigit bibir bawahnya yang entah kenapa membuat setan di kepala Rengga berulah.


“Kak? Gak bisa juga?” tanya Athena yang membuyarkan godaan setan di kepala Rengga.


“Oh. Iya ni agak susah. Bentar.” Rengga berusaha menjernihkan kembali otaknya, dan langsung melepas pengait helm Athena.


Athena menghembuskan nafas lega setelah helm nya terlepas. “Makasih ya kak. Saya duluan.” Athena segera berjalan masuk ke gang rumahnya tanpa menunggu balasan dari Rengga karena jujur saja dari tadi jantungnya sudah seperti mau meledak saat Rengga menatapnya. “Helm sialan!” gerutu Athena dalam hati.


Sementara Rengga hanya bisa memandang punggung Athena yang sudah berjalan menjauhinya sambil masih berusaha mengusir setan mesum yang ada di kepalanya.


“Shit! Perlu di ruqiyah ni otak gw!” gumam Rengga sambil menyalakan motornya dan langsung melajukan motornya dengan kencang, berharap setan di kepalanya tertinggal. Emang bisa?


•••••••••••••


tbc yaaa..

__ADS_1


semoga gak bosen..


jangan lupa ninggalin jejak yaa..terimakasih


__ADS_2