My Annoying Senior

My Annoying Senior
14


__ADS_3

lanjut yaa...


semoga gak bosenn..


••••••••••••••


“Ok, thank you for wasting your time for hearing our talks today.” Franda berbicara melalui mic.


“Haha, ya we just talk here. We hope you enjoy it. Semoga gak bosen. Selamat istirahat, buat yang mau ngapel semoga sukses” sahut Athena semangat.


“Athena and Franda signing out enjoy your weekend!” Franda dan Athena mengakhiri siaran mereka hari ini.


Athena langsung tersenyum kegirangan ke Franda saat Franda telah menonaktifkan Mic mereka.


“Baguss, gw pikir lo bakal speechless karna gugup tapi buktinya biasa aja tu lo.” Franda memuji Athena sambil mengacungkan dua jempolnya. Athena juga terkejut pada dirinya sendiri karena ia sama sekali tidak merasa gugup selama siaran tadi. Dia dengan lancar membalas semua umpan-umpan tema yang diberikan Franda.


“Ini berkat kak Franda yang gak berenti ngasih aku ide buat ngomong.” balas Athena.


“Haha, gak lah. Gw cuma ngomong berapa kali doank tadi.” Franda mengajak Athena keluar ruangan yang ternyata Arengga sudah ada disana masih memakai celana sergamnya namun sudah memakai kaus sebagai atasannya. Athena mengalihkan pandangannya ke Franda saat matanya dan Rengga bertemu.


“Sial. Ngapain sih ni orang dateng segala.” Gerutu Athena dalam hati.


“Rengga? Busett tumben banget lo kesini?” Franda tampak terkejut melihat Rengga sudah berdiri didepan ruang siaran.


“Hai. Kok gitu sih? Gak seneng emang gw disini?” Tanya Rengga sambil tersenyum ke Franda.


“Gak lah. Masa gw gak seneng produser kesini, cuma tumben aja biasanya lo kan males nontonin orang siaran disini.” Franda duduk di sofa sebelah Rengga, sementara Athena masih berdiri ragu di depan ruang siarannya tadi. Athena masih ingin mengobrol dengan Franda tapi dia malas jika harus bergabung dengan Rengga disana.


“Kakak-kakak saya duluan ya.” Athena akhirnya memutuskan untuk pamit saja saat dilihatnya Franda sepertinya masih betah ngobrol dengan Rengga. Franda memang seumuran dengan Rengga.

__ADS_1


“Eh. Kok buru-buru amat Then?” Franda menoleh kearah Athena.


“Iya kak. Udah magrib.” jawab Athena beralasan.


“ Solat disini aja. Di atas ada musola.” Sahut Rengga.


“Iya. Rumah lo kan jauh then, mending solat disini dulu.” Sambung Franda. Athena melihat jamnya, ada benarnya juga. Jika ia pulang sekarang belum tentu ia keburu solat dirumah. Akhirnya Athena memutuskan untuk meyetujui usulan Rengga.


“Ya udah saya pamit solat dulu.” Athena langsung pergi saat dilihatnya Franda sudah mengangguk kearahnya tanpa memperdulikan Rengga.


Athena memakai sepatunya di depan musola. Athena melihat jamnya sudah menunjukan pukul 18.30, ia memutuskan untuk segera pulang agar tidak terlalu malam sampai kerumah. Sebelum keluar Athena mampir keruang siaran bermaksud untuk pamit pada kru dan Franda.


Setelah pamit Athena langsung turun untuk pulang, saat Athena akan menyebrang untuk menunggu angkutan umum tiba-tiba sebuah motor besar berhenti di depan Athena. Athena memegang dadanya terkejut.


“Liat-liat donk kalo jalan!” omel Athena kepada pengendara motor yang memakai helm full face, jadi Athena tidak bisa melihat wajahnya. Motor itu berhenti di depan Athena dan menghalangi jalan Athena. Athena bergeser untuk melewati motor tersebut namun dengan sigap pengendara motor itu menahan tangan Athena. Athena terkejut dan reflek menarik tangannya.


“Mau apa lo!” bentak Athena. Si cowok tadi akhirnya membuka helmnya dan sontak membuat Athena terkejut.


“Gw anter yuk.” sahut Rengga kemudian.


“Eh. Gak usah kak. Saya naik angkot aja.” Athena menolak. “Ni orang kenapa sih ngajakin pulang bareng mulu, gak tau apa orang lagi setengah mati nahan biar gak naksir lagi sama ni kampret!” batin Athena.


Tiba-tiba saja Rengga sudah memakaikan helm ke kepala Athena, Athena membelalak dan berusaha melepaskan helmnya, namun ditahan oleh Rengga.


“Udah. Gw nawarin karena rumah kita searah. Lagian gw gak mau sohib adek gw pulang malem-malem sendirian!” Kata Rengga sedikit memaksa. “Kenapa? Lo gak mau kalo gak naik mobil?” lanjut Rengga sarkas.


“Dih. Kalo saya matre saya udah dengan senang hati naik dari tadi. Lagian Saya udah biasa pulang sendiri kok.” Athena bersikeras.


“Mau naik sendiri atau gw seret?!” Rengga mulai kesal. Athena bergidik ngeri melihat wajah Rengga yang terlihat kesal. Ia akhirnya menuruti Rengga namun terhenti saat hendak naik ke motor. Motor Rengga adalah motor sport yang sudah di modifikasi, jok belakang lebih tinggi dari bagian depan, dan Athena tidak tau harus berpegangan dimana saat mau naik.

__ADS_1


“Kenapa?” Rengga menatap Athena yang bingung. “Pegang ni pundak gw.” Rengga menawarkan. Athena menggigit bibir bagian bawahnya ragu.


“Ayok, mau nunggu ampe kapan?” tanya Rengga tidak sabar.


“Iya. Iya.” Athena akhirnya mengikuti saran Rengga untuk memegang pundaknya. “Untung gw udah pake celana, gak kebayang kalo naik motor begini pake rok.” batin Athena. Ia sedikit tidak nyaman karena posisi joknya yang terlalu tinggi dan tidak ada tempat berpegangan di belakang. Athena biasanya selalu berpegangan di belakang jok jika sedang naik ojek, tapi motor Rengga beda dengan motor tukang ojek neng!


“Ahh!” Athena berteriak saat Rengga tiba-tiba menarik gas motornya hingga dia reflek memegang pundak Rengga agar tidak terjungkal. Rengga hanya tersenyum dari balik helmnya. Rengga sengaja!


Athena akhirnya memutuskan untuk tetap berpegangan di pundak Rengga karena takut jatuh. Rengga membuka kaca helm nya dan sedikit menoleh kesamping untuk berbicara dengan Athena.


“Then!” setengah berteriak Rengga memanggil Athena karena cewek itu tidak juga menyahutinya.


“Ah, iya kak!” jawab Athena sedikit memajukan wajahnya membungkuk dan mendekat ke Rengga karena suara bising jalanan membuatnya tidak bisa mendengar Rengga dengan jelas.


Ciitt. Tiba-tiba Rengga mengerem motornya dan otomatis Athena tersungkur menubruk punggung Rengga. Beruntung tangannya masih memegang pundak Rengga sehingga badannya tidak langsung menabrak punggung Rengga. Rengga sedikit kecewa karena modusnya gagal. Kasian deh!


“Kak Rengga! Kalo ngerem pelan-pelan donk!” Pekik Athena sambil memukul pundak Rengga.


“Aw, sakit Then! Itu lampunya merah. Makanya gw berenti.” balas Rengga sambil menunjuk ke arah lampu lalu lintas yang memang lagi merah. Athena hanya manyun, ia kemudian memindahkan ranselnya kedepan diantara tubuhnya dan punggung Rengga. Ia tidak akan kena modus Rengga untuk kedua kalinya!


“Kok di taro di tengah sih, sempit tau.” protes Rengga saat melihat Athena sudah memakai tas ranselnya di depan dada.


“Ini masih banyak kok space nya.” balas Athena santai. Rengga hanya mendengus kesal. Lo kira Athena ****?!


Rengga kembali melajukan motornya saat lampu sudah hijau. Tapi ia berbelok mengambil arah yang Athena tahu itu bukan arah pulang.


“Kak! Mau kemana? Bukan nya pulang ke arah sana?” tanya Athena sambil mendekatkan tubuhnya kearah Rengga. Namun tidak mendapat jawaban dari cowok itu.


“Kak?!” Athena sedikit berteriak agar Rengga mendengar. Tapi Rengga tetap melajukan motornya tanpa menoleh. Athena hanya mendengus, mencoba berfikir positif, gak mungkin kan si Rengga mau buat aneh-aneh.

__ADS_1


••••••


mohon suportnyaa biar cepet update..jangan lupa tinggalin jejak yaa..terimakasih


__ADS_2