
lanjut yaa..
Happy reading❤️
•••
Rengga sedang menuju kantin dengan teman-temannya. Begitu sampai di kantin seketika bibirnya tersenyum saat melihat Athena dan ketiga temannya sedang makan di kantin. Walaupun dia dan Athena sudah berbaikan dan memutuskan untuk menjadi teman, setidaknya begitulah Rengga menganggapnya, namun mereka memang tidak pernah saling sapa selama di sekolah. Itu karena Athena yang meminta untuk pura-pura tidak kenal jika disekolah, dan Rengga menyetujuinya karena ia tidak mau sampai Athena mendapat masalah lagi akibat ulah fans-fansnya yang kadang-kadang suka bar-bar.
Rengga dan teman-temannya duduk di meja yang tidak terlalu jauh dari meja Athena. Rengga memperhatikan sepertinya ketiga teman Athena sedang membicarakan hal serius, namun Athena hanya menggeleng-geleng sambil memakan bakso nya terburu-buru, seolah-olah takut jika ada yang minta. Rengga tersenyum sambil memperhatikan Athena yang terlihat lucu karena bibirnya sudah berubah menjadi sangat merah karena bakso yang dimakannya mungkin sangat pedas.
Tiba-tiba ide jahil muncul di otaknya, segera ia mengeluarkan HP dari kantong celananya dan mengirim pesan kepada Athena sambil tersenyum. Tidak lama dilihatnya Athena mengeluarkan HP dari saku rok nya, dan Athena tesedak! Sontak itu membuat Rengga tertawa karena melihat wajah Athena yang terlihat sangat lucu saat tersedak. Dilihatnya Athena melihat sekeliling dan pandangan mereka bertemu. Rengga tersenyum kecil dan segera mengalihkan pandangannya kembali ke HP nya untuk mengirimkan pesan lagi kepada Athena.
“Ngapa lo cengengesan? Ni pesenan lo.” tanya Andrian sambil duduk disebelah Rengga dan meletakkan beberapa mangkok mi ayam.
“Eh. Udah nyampe. Gitu donk tiap hari ambilin pesenan gw.” Kata Rengga berusaha mengalihkan topik, karena ia tidak mau teman-temannya yang lain ikut penasaran juga.
“Tai lo!” dengus Andrian kesal.
“Hush! Depan makanan gak boleh ngomong jorok!” balas Rengga sambil tertawa. Rengga pun kembali bercanda dengan teman-temannya sambil menyantap mi ayam yang dipesannya.
“Eh. Itu anak tim basket ngajakin kita main pas serah terima jabatan besok. Gimana pada mau gak?” tanya Aldo.
“Gw sih mau aja. Main biasa doank kan? Itung-itung olahraga.” jawab Andrian.
“Iya boleh tu.” sahut Putra yang merupakan ketua kelas di kelas Rengga.
“Ya udah siapa aja ni yang mau? Butuh 10 orang.” sambung Aldo lagi.
“Gw, Andrian, Putra, dari kelas lain yang anak basket ada 6 orang. Lo ikut kan Ga? Ayok lah ikut, susah nyari anak kelas 12 yang jago basket ni.” ajak Aldo.
“Lawannya anak tim basket kelas 11?” tanya Rengga malas.
“Iya. Pengurus baru kelas 11. Kenapa? lo takut?” tanya Aldo mengejek. Aldo memang selalu bisa memaksa Rengga untuk melakukan sesuatu dengan teknik menghinanya, karena ia tahu Rengga orang yang paling tidak mau kalah.
“Gila lo. Gw yang paling banyak cetak poin waktu SMA kita menang tanding basket tingkat Provinsi kalo lo lupa.” jiwa narsis Rengga kumat. Ia dulu memang sering diminta tolong oleh tim basket untuk ikut pertandingan walaupun dia bukan anggota resmi tim basket.
“Iya itu kan udah tahun lalu bro. Sekarang kan anak kelas 11 jago-jago.” Aldo masih ngomporin. Sementara teman-temannya yang lain hanya geleng-geleng kepala, karena sudah sering melihat Aldo ngomporin Rengga begini.
__ADS_1
“Iya gw ikut. Puas lo?” kata Rengga sambil melempar botol saus ke Aldo.
“Gitu donk. Kan bisa gw jual tiketnya.” kata Aldo sambil tertawa menang.
“Sialan lo.” kali ini Andrian yang mengumpat. Karena ia tahu maksud Aldo. Cowok itu memang senang sekali memanfaatkan ketenaran Rengga dan Andrian untuk mengumpulkan penonton cewek. Karena baginya permainan basket akan lebih seru kalau banyak yang nonton.
“Hahaha. Biar seru bro. Kalo gak ada yang teriak-teriak di pinggir lapangan itu rasanya gimanaa gituu.” kata Aldo cengengesan.
Rengga dan Andrian hanya menggeleng melihat tingkah Aldo. Rengga kembali menoleh ke arah Athena dan teman-temannya, namun langsung kecewa karena Athena dan teman-temannya sudah tidak ada disana.
***
“Jadi tadi si kakak ganteng chat apa sampe lo keselek gitu?” Dimi mulai menginterogasi Athena saat mereka sudah berada di dalam kelas. Ketiga teman Athena sudah tau penyebab Athena tersedak tadi pasti karena Rengga yang mengirimkan pesan.
“He, cuma nyuruh makan pelan-pelan. Gw kaget aja makanya keselek.” jawab Athena cengengesan.
“Hmm. Kenapa yang deketin lo gak ada yang bener ya. Ganteng-ganteng sih tapi yang satu playboy, yang satu udah punya cewe.” gumam Disti.
“Ya makanya gw bilang, mereka bukan mau deketin gw. Mereka cuma iseng kayaknya.” jawab Athena cuek. Ya. Athena harus buang jauh-jauh perasaan kepedeannya. Karena sangat tidak mungkin Rengga dan Yoga mendekatinya karena tertarik padanya.
“Iya sih. Yang penting lo hati-hati aja. Jangan sampe baper, takutnya nanti lo yang sakit hati.” kata Cindy tulus. Athena mengangguk sambil tersenyum.
“Hah? Emang ada tugas ya?” Athena malah balik nanya.
“Yee. Ada neng! Kemaren yang soal latihan di bab 5.” jawab Dimi. Athena memegang dagunya mencoba mengingat.
“Oh. Iya dink. Tapi masih besok kan dikumpulnya.” kata Athena sambil nyengir.
“Iya. Makanya gw minta sekarang biar bisa nyontek dulu jadi besok udah selesai.” kata Romi seraya berjalan ke bangkunya.
“Ada yang bawa bukunya gak?” tanya Athena kemudian. Romi tersenyum dan langsung memberikan buku paket fisikanya kepada Athena. Athena menerimanya dan segera membuka halaman yang dijadikan tugas. Athena mengeluarkan selembar kertas dari lacinya dan mulai menulis. Romi dan ketiga temannya tersenyum kagum kepada Athena yang bisa mengerjakan soal-soal tersebut dengan lancar.
“Nih. Tinggal lo salin aja di buku.” Athena menyerahkan kertas tadi kepada Romi. Romi menerimanya dengan senang hati.
“Gw juga mau donk.!” pekik bagus dan riski yang baru masuk diikuti anak-anak yang lain. Sepertinya jam istirahat sudah hampir berakhir jadi semua siswa mulai masuk kelas. Romi, Bagus, Riski dan beberapa anak cowok lainnya akhirnya terlibat perebutan kertas PR milik Athena. Athena hanya menggeleng melihat tingkah konyol cowok-cowok dikelasnya.
“Kenapa gak kalian foto aja itu. Dari pada rebutan gitu entar malah sobek.” kata Athena kemudian.
__ADS_1
“Ouwh. Iya juga ya.” kata cowok-cowok itu kompak sambil cengengesan.
“Kirim ke gw juga ya Rom fotonya!” pekik Rinda yang diikuti anggukan setuju anak-anak yang lain.
“Tapi gw gak jamin itu jawabannya bener semua loh!” kata Athena kemudian.
“Gak papa Then. Yang penting kita gak harus kena hukum karena gak ngerjain apa-apa.” kali ini Gita yang membalas sambil cengengesan. Athena heran, kenapa orang-orang sepertinya tidak suka sekali dengan pelajaran fisika. Padahal menurutnya pelajaran fisika adalah pelajaran yang menyenangkan, kita bisa menghitung dan menjelaskan semua fenomena yang ada dikehidupan sehari-hari. Bagi Athena itu menarik.
“Lo inget tu jawaban lo semua?” tanya Dimi penasaran, karena dilihatnya Athena sama sekali tidak membuat salinan dari jawabannya tadi.
“Ya, nanti gw ngerjain lagi. Rumusnya kan gak berubah.” jawab Athena santai.
“Kalo gw sih ngerjain sekali aja udah males.” seloroh Disti.
“Iya gw juga.” sambung Dimi.
“Athena kan demen ama fisika.” celetuk Cindy yang dibalas senyuman olah Athena.
“Asik tau.” kata Athena singkat yang dibalas gelengan heran dari ketiga temannya.
“Untung ya lo gak pake kacamata terus rambut lo dikepang, kalo gak lo pasti udah positif nerd.” sindir Dimi.
Athena terkekeh.”Gw emang nerd kali. Cuma mata gw aja normal, dan gw gak bisa ngepang rambut.” balas Athena santai.
“O Em Jii. Gw punya temen nerd.” seru Dimi pura-pura jijik.
“Haha, geblek.” Athena, Cindy dan Disti hanya bisa menertawakan kelakuan temannya yang bertubuh agak sintal itu.
•••
lanjut besok yaa...
semoga tetap lancar updatenya..
mohon dukungannya..
jangan lupa tinggalin jejak ya..
__ADS_1
terimakasih