
Halo haloo..
terimakasih buat yang setia ngikutin ceritaku..
maaf akhir-akhir ini suka telat update karena lagi ruwet..hehe
Oke langsung aja yaa..
•••
Rengga sedang asik berenang dengan beberapa teman sekelasnya di kolam renang yang ada dirumahnya.
Hari ini suasana hatinya sedang baik, karena sudah terbebas dari cengkraman Dea.
“Mesem-mesem aja lo dari pagi ampe ngeri gw.” tegur Andrian saat Rengga duduk di bangku sebelahnya, untuk beristirahat.
“Berisik lo. Nyebur sana!” balas Rengga sambil menendang kaki Andrian yang sedang asik tiduran di bangku pinggir kolam renang rumah Rengga.
“Males ah, nanti gosong badan gw.” Andrian tidak bergeming dari posisinya.
“Najis lo, udah kayak cewek aja.” balas Rengga dengan wajh pura-pura jijik. Ia mengambil PSP miliknya yang terletak di meja tidak jauh dari bangku yang ia duduki.
“Bodo. Yang penting gw tetep ganteng.” seloroh Andrian.
Rengga hanya menggeleng-geleng mendengar ucapan sohibnya itu sambil mulai fokus dengan PSPnya.
Drrt.
Tiba-tiba HP Andrian berbunyi tanda pesan masuk. Andrian segera mengambil HP nya yang diletakan di meja sebelah bangku yang ia tempati.
“Anjrit!” Andrian memekik saat melihat kiriman pesan broadcast yang masuk ke HP nya.
“Kenapa lo?” tanya Rengga penasaran, karena melihat reaksi Andrian seperti habis melihat setan.
Andrian tidak menjawab, ia hanya menunjukan layar HP nya ke Rengga agar Rengga melihat sendiri apa yang membuatnya sangat terkejut.
Wajah Rengga sontak memerah, rahangnya mengeras, rasa panas seketika menjalar ke sekujur tubuhnya padahal tubuhnya masih basah karena habis berenang.
Kraakk!
Andrian terkejut saat melihat tangan Rengga sudah meremukan PSP yang sedang dipegangnya, tangan Rengga sepertinya tergores oleh patahan PSP yang digenggamnya karena terlihat darah menetes dari telapak tangan Rengga.
__ADS_1
“Ga, tangan lo..” Andrian menatap tangan Rengga ngeri, ia jadi menyesal menunjukan HP nya kepada Rengga.
“Siapa yang ngirim itu?” tanya Rengga tanpa melepaskan pandangannya dari HP Andrian.
“Ini gw dikirim Nia, katanya dia dapet dari grup cewek-cewek. Kayaknya udah nyebar kemana-mana deh fotonya.” terang Andrian.
Kraaakkkk!
Andrian membelalakan matanya saat dilihatnya PSP Rengga sudah benar-benar hancur di genggaman Rengga.
“Ga! Tangan lo!” Pekik Andrian yang tidak dipedulikan oleh Rengga. Rengga sudah berjalan meninggalkan Andrian yang masih menatapnya dengan ngeri. Baru kali ini Andrian melihat Rengga seperti itu. Rengga yang biasanya tenang dan bisa menyembunyikan emosinya, namun kali ini terlihat dengan jelas sohibnya itu sedang emosi.
“Lah, kemana si Rengga kok malah kabur?” tanya Aldo yang baru selesai berenang.
“Mau pipis kali.” sahut Putra sambil menyambar jus alpukat yang memang sudah disediakan oleh Mama Rengga di meja dekat kolam renang.
“Gak. Kayaknya gak bakal kesini lagi dia. Kalian kalo udah selesai yuk kita cabut.” balas Andrian.
“Hah? Kenapa?” tanya Aldo penasaran.
“Kepo aja lo.” balas Andrian.
“Ya udah, gw juga udah keriput ni kelamaan di air.” sahut Putra.
‘Syukurlah Aldo dan Putra tidak kepo lebih lanjut’ batin Andrian.
Andrian sedikit mencemaskan Rengga, namun ia tahu suasana hati Rengga pasti sedang sangat buruk sekarang, karena itu ia memutuskan untuk mengajak teman-temannya pulang. Ia tidak mau teman-temannya kepo dan malah akan membuat suasana menjadi tambah buruk.
***
“Ampun Kakaak! Ini tangannya kenapa bisa sampe luka begini?!” Pekik Mama Anggi sambil mengobati luka di telapak tangan Rengga. Mama Anggi akhirnya mengetahui luka Rengga saat membereskan kamar Rengga ia melihat handuk yang terdapat bercak darah, dan tentu saja Rengga tidak bisa menyembunyikan lukanya yang memang masih terbuka lebar kepada sang mama.
“Tadi gak sengaja Ma.” balas Rengga yang tidak sepenuhnya bohong, karena memang ia tidak sengaja meremas PSP nya sampai membuat tangannya terluka. Ia benar-benar emosi saat melihat foto yang ditunjukan oleh Andrian. Foto orang yang akhir-akhir ini selalu membuat perasaannya jungkir balik.
“Gak sengaja kok bisa sampe hancur gitu PSP nya?!” Anggi tidak puas dengan jawaban anaknya. Karena ia melihat dengan mata kepalanya sendiri PSP yang menjadi penyebab luka anaknya sudah remuk tidak berbentuk dan terdapat sisa darah Rengga yang tertinggal.
“Ya gak tau Ma, namanya juga gak sengaja.” balas Rengga sambil menahan perih saat sang Mama membersihkan lukanya. Baru sekarang ia merasakan sakit di telapak tangannya. Sebelumnya ia hanya merasakan panas di tubuhnya sampai tidak merasakan kalau tangannya terluka akibat PSP yang ia genggam.
“Awas aja kamu ya kalo ada masalah gak mau cerita ke Mama lagi, kalo sampe ada masalah kayak kemaren Mama gunduli rambut kamu!” ancam Anggi pada Rengga.
Rengga hanya bisa bergidik ngeri mendengar ancaman bar-bar Sang Mama. Ia sangat tahu ancaman Mamanya itu serius, namun ia masih belum siap menceritakan masalahnya kembali kepada Sang Mama, karena ia yakin Mamanya pasti akan memintanya untuk bercerita sampai detail, seperti saat masalahnya dengan Dea kemarin, mulut Rengga sampai pegal karena harus bercerita berjam-jam, karena sang Mama ingin tahu bagaimana Rengga bisa berpacaran dengan Dea dari awal sampai akhir.
__ADS_1
***
Sudah satu jam lebih Rengga hanya membolak balikan badannya di tempat tidur. Bahkan ia melewatkan makan siang karena merasa tidak punya nafsu untuk menelan makanan. Sekeras apapun ia berusaha memejamkan matanya, tetap saja rasa ngantuk tidak kunjung datang.
Pikirannya masih dipenuhi dengan foto yang ia lihat di HP Andrian tadi. Darahnya terasa mendidih saat mengingat foto itu. Ingin rasanya ia menghajar habis-habisan orang yang ada di foto itu.
“Argghhh!” Rengga menggeram kesal dan bangkit dari tempat tidur nya. Ia mengambil HP nya yang diletakkan di nakas sebelah tempat tidurnya.
Rengga menyentuh layar HP nya dan menelpon seseorang.
“Halo Pak. Saya mau minta tolong. Tapi jangan ada yang tau ya Pak. Saya minta rekaman cctv gedung kolam renang kemaren dan dua hari lalu ya pak. Oke nanti saya kirim email saya. Terimakasih Pak.”
Rengga mengakhiri panggilan teleponnya dan segera mengirim pesan berisi alamat emailnya kepada orang yang baru saja di telponnya.
“Gw harus tau siapa si brengsek itu!” desis Rengga setelah berhasil mengirimkan pesannya.
Rengga harus memastikan siapa yang berani-beraninya menyentuh miliknya! Ya miliknya!
Berkat foto yang ditunjukkan Andrian Rengga akhirnya menyadari perasaannya sendiri. Ia tidak akan membiarkan apa yang akan menjadi miliknya disentuh oleh orang lain.
Rengga masih terus memandangi HP nya menunggu seseorang menghubunginya. Ia benar-benar tidak bisa melakukan hal lain sebelum rasa ingin tahu nya terselesaikan.
Drtt.
HP Rengga berbunyi dengan secepat kilat ia menerima panggilan tersebut.
“Ya Pak. Sudah? Oke saya cek dulu. Terimakasih Pak. Oke Pak.” Rengga segera memutus panggilan teleponnya dan bergegas menuju meja belajarnya untuk membuka laptopnya.
Rengga memandang layar laptopnya, ia benar-benar tidak sabar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa bisa ada poto seperti itu.
Dengan segera ia membuka email yang baru saja masuk. Ia memutar video yang baru saja masuk ke inbox emailnya. Rengga menonton video itu dengan wajah serius.
“Bangsat!” Rengga mengumpat kesal setelah selesai menonton video cctv di kolam renang sekolahnya. Rengga sudah mengetahui siapa orang yang ada di foto tersebut.
“Brengsek! Bule sialan!” Darah Rengga benar-benar mendidih setelah melihat video tersebut.
“Dan lo, cewek resek! Gw akan pastiin lo dapet ganjarannya!” Desis Rengga sambil tetap menatap layar laptopnya dengan pandangan yang mengerikan.
Tidak boleh ada yang main-main dengan milik seorang Arengga Hastomo!
•••
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment nya ya, biar semangat update nya, jadi bisa lancar update nya..
terimakasihh