
Halo haloo..
ada yang kangen dengan Athena?,
maafkan karena lama gak update, dunia nyata memang lebih kejam dari dunia novel ya..
Oke langsung aja, enjoy..
•••
Athena sedang sibuk membawa buku PR fisika milik teman-temannya ke ruang guru karena Bu Sri memintanya membantu Riski untuk mengumpulkan PR teman-temannya. Riski sudah berjalan lebih dulu karena ia harus mengumpulkan PR fisika dan juga tugas kimia teman-teman sekelasnya bersamaan. Athena melewati lapangan upacara untuk mengambil jalan pintas keruang guru, ia malas kalau harus memutari pinggir lapangan.
“Aduh!” Athena terjerembab ke lantai karena tiba-tiba ada sesuatu yang menghalangi kakinya. Athena meringis karena merasakan lutut dan telapak tangannya perih karena terbentur lantai lapangan yang banyak pasirnya. Athena segera berdiri sambil menahan perih di lututnya sambil menepuk-nepuk lutut dan telapak tangannya yang sudah mengeluarkan darah. Athena kembali meringis saat membersihkan pasir yang menutupi sebagian lukanya.
“Sakit?!” tanya salah seorang cewek yang saat ini berdiri di depan Athena dan menatap Athena dengan tatapan nyalang.
Athena ingat cewek-cewek ini. Mereka adalah orang yang beberapa hari lalu menyuruhnya untuk menjauhi Yoga. Jadi mereka yang tadi menjegalnya?! Brengsek! maki Athena dalam hati.
“Kalian apa-apaan sih?! Kalian sengaja ya?!” balas Athena sengit.
“Kalo iya kenapa?! Itu semua konsekuensi karena lo berani-beraninya deket-deket Yoga!” kata cewek lainnya dengan tatapan tak kalah nyalang.
Athena mengepalkan jarinya berusaha menahan emosi yang sudah sampai ke ubun-ubun. Jika ia tidak takut dengan guru BK pasti cewek-cewek ini sudah Athena hajar habis-habisan.
“Gw peringatin lo sekali lagi! Kalo lo masih deket-deket Yoga lagi, gw gak akan segan-segan ngelakuin lebih dari apa yang udah gw buat ke lo!” kata cewek yang sepertinya adalah pemimpin geng ini.
Athena mengernyitkan dahinya mendengar ancaman cewek itu. “ Maksudnya kalian udah ngelakuin apa aja?” tanya Athena penasaran.
“Haha. Kasih tau aja Ra, biar dia tau kalo kita gak main-main.” salah seorang cewek yang berdiri dibelakang menyahuti pertanyaan Athena tadi.
“Seharusnya kemarin lo gw kunciin di gudang, bukan ditoilet, biar lo gak pernah bisa deket-deket Yoga lagi.” desis cewek itu dengan ekspresi menyeramkan.
Athena membulatkan matanya karena terkejut dengan pernyataan cewek itu. Jadi mereka pelakunya?! Sialan! Kali ini Gw gak akan diem aja! batin Athena.
Cewek-cewek itu tertawa melihat ekspresi Athena karena mereka mengira mereka berhasil menakut-nakuti Athena.
“Kalo gw tetep mau deket-deket Yoga gimana?” Athena menantang.
“Lo cari mati ya?!” ketua geng cewek itu kesal dan sudah mengarahkan tangannya untuk memukul Athena, namun dengan sigap Athena menangkap tangan cewek itu dan memelintirnya hingga cewek itu meringis.
__ADS_1
Melihat hal itu sontak cewek-cewek lain mendekati Athena, ada yang ingin memukul Athena ada juga yang ingin membantu melepaskan tangan ketua mereka yang masih di cengkram oleh Athena. Dengan gesit Athena menghindari setiap serangan dari cewek-cewek itu beberapa dari cewek itu bahkan sudah tersungkur ke lantai karena Athena menghempaskan lengan mereka dengan mudah. Mereka benar-benar bukan lawan yang seimbang untuk Athena.
Bahkan Athena tidak berpindah dari tempatnya sama sekali, ia hanya menghindar dan menangkis semua serangan yang diberikan cewek-cewek itu secara bar-bar.
Setelah semua cewek yang menyerangnya lelah Athena kembali memelintir tangan ketua geng yang lengannya dari tadi tidak lepas dari cengkraman Athena.
“Ah Ah. Am-ampun! Sakit!” Rengek cewek yang oleh teman-temannya dipanggil Ra itu.
Athena tersenyum miring “Baru ini udah sakit? Denger ya! Selama ini gw diem bukan gw takut! Gw cuma gak mau ribut! Tapi kalo sekali lagi kalian melewati batas, jangan salahin gw kalo tangan lo yang mulus ini patah!” Athena menghempaskan tubuh cewek itu ke lantai setelah ucapannya tadi.
Athena segera mengambil buku PR fisika milik teman-temannya yang berceceran di lantai karena tadi ia terjatuh.
“Apa?! Masih kurang?! Mau bener-bener gw patahin sekarang tangannya?!” pekik Athena galak kepada geng cewek yang masih menatapnya dengan tatapan takut-takut. Mendengar teriakan Athena, tanpa menunggu aba-aba cewek-cewek itu langsung kabur karena ngeri dengan ancaman Athena.
Prok Prok Prok! Tiba-tiba Athena mendengar suara tepuk tangan dari arah belakang. Athena menoleh ke arah sumber suara.
“Gw gak nyangka ternyata udah cantik jago bela diri juga. Bener-bener sesuai namanya, Athena.” seru Yoga sambil bertepuk tangan kagum. Ia merasa semakin tertarik dengan Athena.
“Eh, kak Yoga. Se-sejak kapan disitu?” Athena terkejut saat mengetahui Yoga yang ada di belakangnya.
“Sejak tadi cewek-cewek itu mau mukul lo, tadi nya gw mau bantu, tapi ternyata malah dapet tontonan seru.” goda Yoga cengengesan.
“Haha. Kenapa muka lo jadi panik gitu padahal, tadi lo garang banget di depan cewek-cewek itu.” goda Yoga lagi.
“Tau ah. Saya permisi mau keruang guru!” Athena hendak beranjak pergi dari hadapan Yoga namun betapa terkejutnya ia saat tubuhnya sudah melayang diudara.
“Kak! Apa-apaan sih?! Turunin saya!” Athena berontak saat Yoga sudah menggendongnya ala bridal.
“Udah nanti bukunya gw yang anter. Sekarang lo ke UKS dulu obatin luka lo!” perintah Yoga tanpa mau dibantah.
“Ini gak papa kak! Cuma lecet! Saya bisa jalan sendiri!” protes Athena sambil berusaha membebaskan diri dari gendongan Yoga. Tapi Yoga sama sekali tidak mendengarkan, ia berjalan menggendong Athena ke UKS tanpa memperdulikan protes dari Athena. Athena akhirnya pasrah, ia hanya berharap tidak akan ada yang melihat kejadian ini. Memalukan!
Yoga menurunkan Athena di ranjang UKS, dokter di UKS tampak bingung melihat Athena digendong oleh Yoga seperti orang yang terluka parah, padahal hanya lecet.
“Dok, tolong obatin ya, tadi dia jatoh.” pinta Yoga pada Dokter Ulfa.
“Iya. Tenang aja. Kamu jatuh kenapa Then?” Dokter Ulfa mengalihkan perhatiannya pada Athena sambil mengeluarkan kotak P3K untuk mengobati luka Athena. Dokter Ulfa memang sudah mengenal Athena dan Yoga karena kedua orang ini termasuk yang sering numpang tidur di UKS.
“Hehe. Biasa dok, kesandung.” jawab Athena cengengesan. Athena meringis saat Dokter Ulfa mulai membersihkan lukanya, sementara Yoga sudah pergi untuk menggantikan Athena mengantar buku PR fisika ke ruang guru.
__ADS_1
“Romantis banget lecet doank sampe di gendong segala.” goda Dokter Ulfa setelah selesai mengoleskan obat luka ke lutut dan telapak tangan Athena.
“Hehe. Dia aja yang lebay dok, padahal saya bisa jalan.” balas Athena sambil menahan malu. Athena tidak habis pikir apa yang ada di otak Yoga kenapa sampai bisa menggendongnya seperti tadi.
***
Brak! Rengga menutup pintu kamarnya dengan kasar, entah mengapa suasana hati Rengga menjadi buruk karena kejadian yang ia lihat tadi sore.
Ingatannya kembali ke saat tadi ketika ia hendak kembali ke kelas dari ruang guru, langkahnya terhenti saat ia melihat seorang cewek terjatuh di pinggir lapangan karena dijegal oleh segerombolan cewek. Mata Rengga membulat sempurna saat ia menyadari cewek yang sepertinya sedang di bully itu adalah Athena. Rengga mendekat hendak menyelamatkan Athena dari sekumpulan cewek itu, namun baru berapa langkah Rengga berhenti karena dilihatnya Athena sudah berhasil mengalahkan semua cewek yang mem-bully-nya tadi. Rengga sedikit tercengang karena ia tidak menyangka Athena bisa sejago itu. Ia tersenyum menikmati tontonan seru saat Athena menggulung semua cewek-cewek itu sampai tidak berkutik.
Namun senyumnya seketika hilang ketika dilihatnya si Bule sialan menghampiri Athena, dan apa-apaan ekspresi Athena itu? Kenapa ia memasang tampang malu-malu begitu di depan si Bule sialan itu? Apakah Athena sudah kemakan gombalan Bule playboy sialan itu?!
Rahangnya sontak mengeras dan wajahnya memerah menahan amarah saat dilihatnya Yoga sudah menggendong Athena.
What?! *******?! Apa-apaan si Bule?! Rengga mengepalkan jari-jarinya sampai buku-buku tangannya memutih karena Rengga mengepalkannya sekuat tenaga. Tanpa sadar Rengga telah melangkah cepat menuju tempat Athena dan Yoga berada namun ia terkejut saat sebuah tangan mencengkram bahunya.
“Lo mau ngapain?” tanya Andrian yang rupanya dari tadi bersamanya.
“Gw..” Rengga tidak kuasa melanjutkan kata-katanya karena ia juga tidak tahu apa yang ingin dia lakukan.
“Udah. Yuk balik aja ke kelas.” Ajak Andrian. Sementara Rengga bergeming, pandangannya masih tertuju ke arah Athena dan Yoga yang sudah hampir sampai ke UKS.
“Ga! Ayok!” Ajak Andrian lagi. Rengga akhirnya menuruti ajakan temannya itu, sambil berusaha mengusir rasa panas yang tadi menjalar disekujur tubuhnya.
Rengga menggeram frustasi, ia benar-benar tidak suka melihat interaksi si Bule sialan itu dengan Athena, katakanlah dia egois jika menginginkan Athena hanya menyukai dirinya, Rengga tidak peduli, ia benar-benar tidak rela kalau Athena lebih tertarik pada orang lain dibanding dengan dirinya. Tanpa ia sadari ia sudah membiarkan Athena masuk kedalam hatinya.
Drrt. Drrt. Rengga kembali dari lamunannya karena dikejutkan dengan bunyi HP nya yang menandakan ada panggilan masuk. Rengga mengeluarkan HP yang masih berada di saku celananya, dengan segera ia menyentuh layar HP nya untuk menerima panggilan tersebut.
“Ya Om, Gimana? Udah dapet? Oke kirim ke saya! Oke lanjutin! Thanks Om!” Rengga segera menuju meja belajarnya dan menyalakan laptop yang ada di atas meja tersebut untuk membuka emailnya.
Rengga menatap layar laptopnya dengan serius, cukup lama ia berkutat di depan laptopnya. Sampai akhirnya seringai kecil timbul di bibirnya.
“Got you! Sebentar lagi ini berakhir! Tinggal dikit lagi!” desis Rengga.
•••
bersambung yaa..
mohon dukungannya biar makin semangat updatenya yaa..
__ADS_1
terimakasihh