
Halo haloo..
kembali lagi...maafkan agak lama updatenya..semoga belum pada lupa ceritanya..hehe
oke langsung aja ya..
enjoy❤️
•••
Athena tersenyum senang sesaat setelah mengakhiri siaran nya. Siaran radio memang benar-benar bisa membuat mood Athena membaik. Berinteraksi dengan pendengarnya melalui telepon maupun pesan membuat Athena merasa senang karena ada pendengar yang setia mendengar siarannya. Athena senang jika ada pendengar yang mencurahkan masalahnya kepadanya, karena Athena merasa dapat dipercaya.
Athena bergegas keluar ruang siaran setelah selesai siaran.
“Mau langsung pulang Then?” tanya Pak Wahyu yang sedang berada di depan ruang tempat Athena habis siaran. Terlihat pak wahyu sedang berbincang dengan beberapa penyiar senior.
“Iya pak. Tapi mau sholat dulu. Saya permisi duluan pak.” pamit Athena yang disambut anggukan oleh Pak Wahyu.
Seperti biasa Athena mengikat tali sepatunya di depan mushola setelah melaksanakan sholat magrib. Setelah sepatunya terpasang Athena bergegas menuju tangga untuk pulang.
“Then! Tunggu!”
Athena berhenti melangkah saat mendengar suara yang sudah sangat ia kenal. Suara siapa lagi kalau bukan suara Arengga Hastomo.
Athena membalikan badannya. “Iya kak?” balas Athena. Terlihat Rengga telah selesai memakai sepatunya dan berjalan mendekati Athena. Dengan cepat ia mengambil tas ransel Athena yang tadi hanya menyampir di sebelah bahu Athena.
“Eh kak! Tas saya!” pekik Athena sambil berusaha mengambil tasnya yang sudah berpindah tangan.
“Ayok! Nanti tas lo gw balikin di mobil!” Rengga berjalan menuruni tangga tanpa memperdulikan protes Athena.
“Brengsek! Kenapa lagi ini cowok sinting!” maki Athena dalam hati. Mau tidak mau Athena akhirnya mengikuti langkah Rengga menuruni tangga sambil tetap berusaha mengambil tasnya, namun tidak berhasil karena Rengga selalu membuatnya jauh dari jangkauan Athena.
Akhirnya Athena dan Rengga sampai di parkiran tempat mobil Rengga diparkirkan. Rengga membuka pintu penumpang dan menyuruh Athena untuk masuk.
Athena menggeleng “Saya pulang sendiri aja kak!” katanya sambil berusaha mengambil kembali tasnya dari tangan Rengga. Namun Rengga mengangkat tas Athena dengan sebelah tangannya keatas, Athena melompat berusaha meraih tasnya, Athena tidak menyerah, ia benar-benar harus mengambil tasnya dan segera pulang!
“Mau sampe kapan lo meluk gw?” tanya Rengga sambil tersenyum miring. Athena terkejut karena entah sejak kapan sebelah tangannya sudah memegang bahu Rengga dan wajah Rengga sudah sangat dekat dengan wajahnya.
‘Sial!’
Athena menahan nafasnya saat pandangan mereka bertemu.
“Fuh!” Athena mengedipkan matanya saat merasakan tiupan Rengga di wajahnya. Athena mengedipkan matanya reflek.
“Nafas Then!” seru Rengga sambil tertawa.
Athena tersadar dan langsung melepaskan tangannya yang masih bertengger di bahu Rengga, Athena menggigit bibir bawahnya wajahnya sudah memerah karena salah tingkah.
Sementara Rengga masih tertawa karena tidak tahan melihat ekspresi Athena yang menurutnya sangat menggemaskan.
__ADS_1
“Udah ayok masuk. Keburu malem!” Rengga kembali memerintahkan Athena untuk masuk kedalam mobilnya. Athena akhirnya pasrah menuruti perintah Rengga. Percuma saja ia menolak kan?
“Minggu kemaren lo pulang sama Yoga?” tanya Rengga sambil memasangkan seat belt pada Athena. Athena hanya terdiam setengah terkejut dan menahan gugup karena saat ini posisi wajahnya dan Rengga sangat dekat, bahkan Athena bisa merasakan hembusan nafas hangat Rengga diwajahnya.
Athena menggigit bibir bawahnya kuat karena menahan gejolak dadanya yang sudah menggila akibat posisi yang sangat tidak menguntungkannya ini.
Rengga yang melihat itu benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, kebiasaan Athena menggigit bibir bawahnya entah kenapa selalu bisa membuat otak Rengga kesetanan, terserah kalau nanti Athena akan menamparnya, salah Athena karena menunjukan ekspresi menggemaskan seperti ini.
Rengga semakin memajukan wajahnya mendekati Athena, hingga bibirnya tepat mendarat di bibir Athena. Bibir semerah ceri yang selalu terlihat sangat menggoda untuknya.
Cup!
Athena terkejut bukan main saat bibir Rengga sudah mendarat di bibirnya. Ya, dibibirnya!
Rengga menciumnya!
Athena reflek melepas gigitan bibirnya, dan segera digantikan dengan ******* dari bibir Rengga.
Athena benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya, nyawanya seperti sudah pergi meninggalkannya.
Rengga menjauhkan bibirnya dari bibir Athena dengan tidak rela, sebenarnya ia masih ingin berlama-lama mencium Athena, ternyata benar bayangannya selama ini, bibir Athena memang semanis ceri, tapi ia khawatir jika dilanjutkan setan akan benar-benar merasuki kepalanya dan Athena pasti akan sangat membencinya jika itu terjadi.
“Kalo lo gak mau gw cium lagi, jangan pernah gigit bibir lo di depan gw apalagi cowok lain!” bisik Rengga di depan wajah Athena.
Athena hanya mengangguk seperti kerbau yang sudah dicucuk hidungnya. Rengga tersenyum puas mendapati jawaban dari Athena. Ia segera menyalakan mobilnya dan mulai melajukannya.
Athena masih berusaha mengumpulkan kesadarannya, ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi padanya. Berkali-kali ia diam-diam mencubit tangannya sendiri untuk meyakinkan kalau ini bukan mimpi. Sesekali Athena melirik ke arah Rengga, namun berbeda dengannya Rengga bersikap santai seolah tidak terjadi apapun.
Sebenarnya bukan santai, Rengga juga sedang mati-matian mengontrol debaran jantungnya yang seperti mau meledak karena tindakannya mencium Athena tadi, ia tidak tahu harus bersikap seperti apa kepada Athena setelah ini.
Dasar otak mesum! Bisa-bisanya ia nyosor aja seperti tadi. Jujur Rengga juga merasa gugup setengah mati, karena tadi juga merupakan ciuman pertama nya, bertahun-tahun ia pacaran dengan Dea, namun tidak pernah sedikitpun Rengga terbersit keinginan untuk mencicipi bibir Dea, namun entah mengapa melihat bibir Athena membuat otaknya seperti tercuci.
‘Sepertinya gw bener-bener harus ruqyah!’ batin Rengga.
“Pertanyaan gw tadi belum dijawab.” Rengga mencoba memulai kembali obrolan setelah cukup yakin dapat mengontrol suara nya agar tidak bergetar karena gugup.
“Hah?” Athena memasang tampang bingung, karena dari tadi ia melamun, ia tidak tahu pertanyaan mana yang dimaksud Rengga.
“Kemarin pulang sama Yoga?” Rengga berusaha mengontrol nada suara nya saat menyebut nama Yoga, karena entah mengapa menyebut nama Bule sialan itu saja sudah bisa menyulut emosinya.
“Ouwh. Iya.” jawab Athena singkat. Mengingat itu membuat Athena kembali teringat kejadian minggu lalu, dan alasan Rengga ingkar janji kepadanya.
Entah kenapa dada Athena yang tadi berdebar bahagia tiba-tiba menjadi sesak karena teringat Rengga masih bersama Dea.
Lantas kenapa tadi Rengga menciumnya?! Apakah Rengga mengira dirinya adalah Dea?! Ya, Athena sudah tahu siapa pacar Rengga, karena Disti yang memberitahunya, minggu lalu Disti melihat Rengga bersama seorang cewek yang sangat cantik, Disti mengenali cewek itu karena fotonya pernah Disti lihat di salah satu majalah.
Cewek itu bernama Dea, ya tidak salah lagi pasti cewek bernama Dea itulah pacar Rengga.
Athena bodoh! bisa-bisanya dia lupa kalau Rengga sudah punya pacar. Ingin rasanya ia meminta penjelasan Rengga untuk ciuman tadi, tapi Athena terlalu takut. Takut mengakui bahwa yang terjadi barusan adalah salah paham.
__ADS_1
Sadar Athena! Dia udah punya cewe, dia tadi pasti lagi kesambet aja. Athena membatin.
‘Oke fine! Dia bisa bersikap biasa aja, kenapa gw yang harus kejang-kejang? Toh cuma bibir nempel doang, apa bedanya sama tangan nempel ya kan?’ Athena berusaha meyakinkan dirinya sendiri.
“Kok bisa ketemu dia?” Rengga melanjutkan pertanyaannya karena memang penasaran.
“Kebetulan ketemu dijalan.”
“Dia nganterin sampe rumah?” tanya Rengga lagi.
Athena melirik sebentar ke arah Rengga, karena entah mengapa ia merasa seperti sedang diinterogasi.
“Iya lah. Emang mau nganterin sampe mana?” balas Athena.
“Langsung pulang kan gak mampir-mampir?” tanya Rengga lagi sambil tetap memperhatikan jalan. Ia tidak menghiraukan pertanyaan retoris Athena.
“Kepo.” Athena malas meladeni pertanyaan Rengga. ‘Ngapain coba dia nanya-nanya? Gw aja gak nanya-nanya dia ngapain aja ama ceweknya kemaren’ gerutu Athena dalam hati.
“Gw cuma gak mau lo kena jebakan dia. Lo tau kan dia itu player?” Rengga menoleh sebentar ke arah Athena.
“Semua orang bisa berubah.” balas Athena santai. Bukannya ingin membela Yoga, tapi ya memang benar kan kalau manusia itu bisa berubah, kita gak boleh men-judge orang kalau kita gak tau apa yang sebenarnya terjadi sama orang itu.
Rengga tidak suka mendengar jawaban dari Athena.
“Lo suka sama dia?” tanya Rengga sambil mengeratkan genggamannya pada setir mobil untuk menahan panas di dadanya yang tiba-tiba saja muncul karena jawaban Athena tadi.
“Cewek mana yang gak suka kak Yoga, kalo normal pasti suka lah.” jawab Athena asal. Ia tidak sadar kalau ekspresi Rengga sudah berubah menjadi merah padam karena panas yang tadi muncul di dadanya sudah menjalar keseluruh tubuhnya.
“Arggh!” Athena berteriak terkejut karena Rengga tiba-tiba menghentikan mobilnya, untung saja jalanan sepi karena memang mereka sudah masuk ke komplek rumah Athena. Kalau di jalan raya pasti mereka sudah ditabrak mobil lain.
“Kenapa kak? kita nabrak?!” tanya Athena panik, karena ia pikir Rengga pasti menghentikan mobilnya karena ada sesuatu.
“Gak.” jawab Rengga singkat. Rengga masih berusaha menahan emosinya yang sudah mencapai ubun-ubun.
“Loh, terus kenapa kok tiba-tiba berenti?” tanya Athena bingung.
Rengga menarik nafas dalam dan menghembuskannya kuat-kuat. Ia merasa frustasi sendiri, rasanya ia ingin marah tapi ia juga tidak tahu harus marah ke siapa? Dan kenapa ia marah?
Athena memandangi Rengga penuh tanda tanya. ‘Ni orang kenapa ya? Jangan-jangan kesurupan lagi? Atau tadi dia liat setan?’ Athena bergidik ngeri akibat khayalannya sendiri.
Rengga menyugar rambutnya dengan kedua tangannya. “Sorry. Tiba-tiba tadi gw pusing.” bohongnya. Ia segera menjalankan mobilnya kembali setelah merasa emosinya bisa terkontrol. Ia tidak menyangka mendengar Athena bilang menyukai Bule sialan itu bisa membuatnya mendidih.
Apakah cewek memang seperti itu? Sebelumnya Athena adalah fans nya tapi sekarang dengan mudah ia juga menjadi fans orang lain? Rengga benar-benar tidak mengerti. Semudah itukah sosoknya digantikan oleh Bule sialan itu? Rengga merasa harga dirinya terusik karena itu. Awas saja Rengga akan buktikan kalau dia masih jauh lebih baik daripada Bule playboy kampung itu.
Lihat saja, Rengga tidak akan kalah jika sudah menyangkut harga diri.
•••
segini dulu yaa..bersambung di chapter berikutnyaa..
__ADS_1
jangan lupa ninggalin jejak biar semangat buat update nyaa..
terimakasihh