
Haloo..update lagi yaa..hehe
Enjoy..
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Hari ini adalah hari dimana Athena akan melakukan wawancara untuk menjadi penyiar di radio. Athena sangat bersemangat karena menjadi penyiar adalah cita-citanya dari SMP. Athena bukan orang yang suka tampil di depan umum tapi ia orang yang sangat suka bicara. Dengan menjadi penyiar dia tidak perlu menampilkan wajah ke orang-orang tapi ia juga dapat menyalurkan hobinya mendengarkan musik dan cuap-cuap. Athena telah bersiap untuk berangkat ke stasiun radio yang jarak nya lumayan jauh dari rumahnya, ia harus berganti angkutan umum dua kali untuk sampai di stasiun radio tersebut. Jadi Athena sengaja berangkat 2 jam lebih cepat dari jadwal wawancaranya agar tidak terlambat. Setelah berpamitan dengan mama papa nya Athena segera berlari keluar gang untuk menunggu angkutan umum. Athena sekali lagi mengecek penampilannya melalui kaca yang ada dihalte. Hari ini athena mengenakan kaus lengan pendek bewarna putih yang ukurannya pas dibadannya namun tidak terlalu ketat dilapisi dengan kemeja flanel lengan panjang yang digulung sampai ke siku, ia sengaja tidak mengancing kemejanya dan celana jeans berwarna biru ketat dengan sepatu kets warna putih. Ia menggunakan sedikit bedak dan lipbalm agar semakin memaksimalkan tampilan nya. Setidaknya ia ingin memberikan first impression yang baik saat wawancara nanti. Tidak lupa juga ia mengikat rambut panjangnya dengan ikatan kuncir kuda andalannya.
Athena telah sampai di depan bangunan berwarna biru dan bertuliskan My Radio. Ini adalah stasiun radio tempat Athena mendaftar. Athena sangat bersemangat karena dia telah menunggu cukup lama untuk bisa mendaftar sebagai penyiar radio disini. Karena persyaratan untuk jadi penyiar adalah minimal SMA, jadi Athena memang menanti-nanti masa SMA nya untuk bisa mendaftar menjadi penyiar disini. Athena memasuki bangunan tersebut disambut dengan resepsionis, bangunan nya tidak terlalu besar hanya ruko yang terdiri dari 3 lantai, jadi saat masuk Athena langsung bisa melihat meja resepsionis, beberapa kursi dan tangga. Setelah menjelaskan maksud nya Athena diantar oleh resepsionis ke lantai 3, tidak ada lift jadi mereka menaiki tangga. Sampai di lantai 3 Athena melihat ada sebuah ruangan seperti ruangan meeting dan disebelahnya ada ruangan seperti ruang kantor. Resepsionis tersebut menyuruh Athena menunggu diruang yang seperti ruang meeting tadi. Athena grogi bercampur senang, grogi karena takut jika yang mewawancara nya nanti galak dan senang karena ia akhirnya bisa sampai disini, sudah lama Athena menunggu kesempatan untuk sampai disini. Tidak lama seorang laki-laki muda mendatangi Athena di ruang meeting. Laki-laki itu berpenampilan casual namun tetap terlihat rapi.
“Halo. Athena ya?” sapa laki-laki itu. Athena segera berdiri dan menyambut jabatan tangan laki-laki itu.
“Iya pak.” jawab Athena sambil tersenyum menahan grogi nya.
“Gila. Emang gw keliatan kayak bapak-bapak?” protes laki-laki itu tidak terima di panggil Pak oleh Athena.
“Em- saya gak maksud gitu” jawab Athena takut salah.
“Haha. Gak papa, becanda. Gak usah panggil Pak, umur kita gak beda jauh kok” lanjut cowok itu.
“Ouwh. Terus saya panggil apa?” tanya Athena ragu.
“Gw Angga. Penyiar juga disini. Santai aja. Lo boleh panggil gw Angga doank juga gak masalah.” balas Angga.
“Kak Angga? Yang bawain Konter Curhat ya?” tanya Athena antusias. Pantas saja suara nya dari tadi terdengar familiar di telinga Athena. Cowok itu tersenyum saat Athena tau program yang ia bawakan.
__ADS_1
“Lo sering denger?” tanyanya sambil tersenyum sumringah.
“Iya. Saya selalu nungguin tu tiap malem. Seru!” balas Athena semangat. Kedua orang itu tenggelam dalam obrolan seru mereka sendiri, sampai tidak menyadari seseorang telah masuk keruang meeting tersebut dan menatap kearah mereka berdua dengan pandangan tidak suka.
“Ehem!!” cowok itu akhirnya bersuara karena sudah tidak tahan seolah-olah menjadi hantu yang tidak terlihat diruang itu. Sontak Athena dan Angga menoleh ke sumber suara. Mata Athena seketika membulat sempurna saat dilihatnya cowok yang berdiri di dekat pintu ruang itu. Cowok itu berjalan mendekat kearah Athena dan Angga. Angga langsung berdiri merangkul pundak cowok itu, sementara Athena masih belum mengedipkan matanya. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Jadi dateng lo. Kirain gak mau ikutan” kata Angga pada cowok itu, sementara cowok itu masih tersenyum memandang kearah Athena yang masih bengong melihatnya.
“Dateng lah. Gw pasti dateng, kan mau liat adek kelas gw.” kata cowok itu sambil tidak melepaskan pandangan nya dari Athena.
“Oiya. Lo SMA Star juga ya Then!” kata Angga, sontak membuat Athena sadar.
“I-iya kak.”jawab Athena. “Brengsek kenapa ini kutu kupret disini!” batin Athena.
“Udah kenal dia donk lo?” Angga menunjuk cowok yang dirangkul nya.
“Wuih. Lo terkenal ya” celetuk Angga menggoda Rengga.
“Iya donk. Sampe ada yang buatin gw puisi loh” balas Rengga sambil tersenyum kearah Athena, membuat Athena semakin melotot.
“Oiya? Gimana puisinya? Bagus? Seumur-umur belum pernah ada yang buatin gw puisi” gumam Angga.
“Kalo lo baca pasti klepek-klepek deh” balas Rengga masih dengan senyum yang membuat Athena jengkel.
“Jadi penasaran gw. Liat donk.” pinta Angga antusias. Rengga melirik jahil ke arah Athena. Athena yang mulai panik mengatupkan kedua tangannya memohon pada Rengga untuk tidak melanjutkan cerita tentang puisi itu. Rengga tersenyum puas saat Athena terlihat memelas kepadanya.
__ADS_1
“Ada deh. Kepo aja lo. Itu kan buat gw.” Kata Rengga sambil melepaskan rangkulan Angga, dan mendekati Athena yang menghembuskan nafas lega karena Rengga sudah tidak membahas itu lagi.
“Ah. Lo mah cerita setengah-setengah doank.” gerutu Angga yang sudah terlanjur penasaran dengan cerita Rengga.
“Ehm. Wawancaranya gimana kak?” potong Athena sebelum Rengga membuka mulutnya. Athena takut Rengga lanjut membahas masalah puisi tadi.
“Oiya udh mau mulai ya. Gak terasa dari tadi ngobrol udah sejam aja.” kata Angga sambil melihat jamnya.
“Tinggal nunggu Pak Wahyu. Mungkin bentar lagi.” sambung Rengga. Athena yang masih tidak mengerti kenapa Rengga ada disini masih melihat Rengga dengan penuh tanda tanya.
“Kenapa? Lo heran kenapa gw disini?” tanya Rengga yang seolah tahu apa yang ada dipikiran Athena.
“Dia ini produser putih abu-abu Then” kata Angga yang menjawab keingintahuan Athena.
“Hah?” Athena masih tidak percaya dengan yang didengarnya.
“Kok hah? Gak percaya lo?” sahut Rengga.
“Eh. En-enggak cuma kaget aja.” jawab Athena takut.
Putih abu-abu adalah acara yang sedang Athena lamar untuk jadi penyiarnya. Kalo Rengga bener produsernya berarti Athena gak boleh bikin Rengga marah. Bisa-bisa belum juga jadi penyiar udah ditolak duluan dia.
“Iya. Kampret ini banyak duit soalnya.” sambung Angga sambil tertawa.
“Sialan lo.” balas Rengga.
__ADS_1
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
bersambung yaa..