My Annoying Senior

My Annoying Senior
29


__ADS_3

Hai hai..update lagi yaa..


Enjoy ❤️


•••


Saat ini kedua tim yang habis bertanding sedang bersalaman, namun entah mengapa ketegangan terjadi saat giliran Yoga dan Rengga akan bersalaman, mengingat betapa sengit persaingan mereka tadi. Yoga berjalan mendekati Rengga sangat terlihat kalau Yoga masih kesal karena kekalahannya.


Yoga menyalami Rengga dengan smirk di wajahnya, “disini saya boleh kalah tapi untuk yang lain saya gak akan kalah” bisiknya, yang membuat rahang Rengga mengeras. ‘Apa maksudnya? Dia mau nantangin gw lagi?‘ batin Rengga.


Yoga berjalan menjauhi Rengga untuk menyalami Andrian yang berdiri disebelah Rengga dan meninggalkan Rengga yang menatapnya dengan tatapan tidak suka.


Acara pertandingan persahabatan itu pun ditutup dengan penyerahan pengurusan secara simbolik oleh Ivan, ketua klub basket yang sudah demisioner kepada Dimas, ketua klub basket yang baru. Acara diakhiri dengan tepuk tangan dari semua penonton dan peserta pertandingan basket itu. Benar-benar acara yang sukses!


***


“Gilaaa! Keren banget! Deg degannya tu ngelebihin gw nonton NBA tau gak sih!” ucap Disti antusias. Kali ini Athena dan ketiga temannya masih duduk di pinggir lapangan untuk sekedar ngobrol sambil menunggu waktu Ashar. Mereka memutuskan untuk solat Ashar di sekolah sekalian untuk mengisi absen kehadiran untuk ekskul rohis yang mereka ikuti, bagaimanapun mereka harus rajin absen agar tidak dicoret dari keanggotaan Rohis, bisa repot mereka kalau harus masuk ke ekskul lain lagi.


“Iya sumpah! Itu pas detik terakhir gw nahan nafas tau!” sambung Dimi tak kalah antusias.


“Iya. Tapi kasian juga tu si bule kayaknya kesel karena kalah.” Kata Cindy.


“Iya sih. Tapi itu kalah terhormat kok. Dia berjuang sampe detik terakhir!” balas Disti membela idolanya.


“Iya. Tapi gw gak nyangka ternyata kak Rengga ama kak Andrian jago basket juga ya. Uh! Makin perfect aja tu mereka.” gumam Dimi.


“Lo kenapa diem aja Then?” tanya Cindy yang heran karena dari tadi Athena tidak berkomentar.


“Haha. Gw seneng aja ngeliat kalian antusias gitu. Lagian apa yang mau gw omongin udah kalian omongin semua.” jawab Athena santai.


“Kalian ngomongin gw ya?” tanya seseorang tiba-tiba. Athena dan ketiga temannya kompak membalikan badan untuk melihat ke sumber suara.


“Kak Yoga?!” pekik Disti dengan wajah pucat. Sial. Sejak kapan Yoga disitu? apa dia denger tadi mereka lagi ngomongin dia?


“Hai.” balas Yoga sambil nyengir dan berjalan kearah Athena dan teman-temannya. Yoga pun langsung duduk di sebelah Athena yang kosong.

__ADS_1


“Sorry ya. Padahal tadi gw yakin bisa menang karena lo tonton.” kata Yoga dengan nada menyesal kepada Athena yang masih menatapnya bingung karena tiba-tiba saja cowok itu duduk disebelahnya.


“Ha? Ke-kenapa jadi minta maaf ama saya?” Athena menahan gugup karena tidak kuat dengan pemandangan indah di depannya ini. Yoga masih mengenakan seragam basketnya, dan sepertinya ia habis membasuh kepalanya, karena rambutnya terlihat basah seperti habis mandi, membuat Yoga terlihat sangat amat sexy gaes! Jantung Athena sudah kembang kempis gak karuan, belum lagi wajah memelas Yoga yang menambah tingkat keseksiannya.


“Ya tadi kan gw bilang kalo gw bisa menang. Ternyata gw malah kalah.” ulang Yoga dengan wajah masih memelas seperti kekalahannya adalah hal yang sangat sulit untuk dimaafkan.


“Sa-saya gak nyuruh kakak menang kok.” Athena membuang pandangannya ke arah ketiga temannya minta diselamatkan. Ya Athena tidak tahan dipandangi Yoga dengan tatapan seperti itu, bisa-bisa dia mimisan jika kelamaan dipandangi seperti itu.


“Kak Yoga tetep keren kok tadi.” Cindy berusaha membantu Athena. Karena ia sadar betul hanya dialah yang tidak terlalu terpengaruh dengan aura menggoda Yoga diantara ketiga temannya, jadi dia yang selalu bisa menanggapi pertanyaan Yoga dengan pikiran lurus.


Yoga mengalihkan pandangannya dari Athena ke Cindy. Fiuh! Akhirnya Athena bernafas normal.


“Serius? Tapi Athena kayaknya gak mikir gitu deh.” Yoga kembali mengarahkan pandangannya kepada Athena, yang kembali membuat Athena salah tingkah.


“Ha? Gak kok kak. Kakak tadi kan kalah terhormat.” jawab Athena meniru ucapan Disti tadi, karena jujur dia tidak tahu harus berkata apa.


Yoga tersenyum sumringah mendengar jawaban Athena. Membuat Athena benar-benar meleleh karena senyumannya, untung saja Adzan Ashar berkumandang. Athena dan ketiga temannya segera bangkit dari duduknya dan beralasan akan sholat Ashar kepada Yoga. Yoga pun mengangguk mengerti.


“Nanti malem gw telpon ya Then!” seru Yoga saat Athena dan ketiga temannya belum terlalu jauh. Athena sontak membalikan badan ke arah Yoga dan melemparkan senyum yang dipaksakan.


“Dasar playboy cap kadal!” gerutu Athena pelan. Ketiga temannya hanya bisa menatap prihatin ke arah Athena, karena mereka sekarang sudah yakin kalau Yoga memang ingin PDKT ke Athena, dan Athena harus pintar-pintar melepaskan diri dari pesona si Bule playboy cap kadal itu.


***


Rengga sedang duduk-duduk di bawah pohon yang berada di samping ruang guru bersama teman-temannya. Otaknya masih mengingat kejadian saat Yoga menghampiri Athena dan ketiga temannya di pinggir lapangan sebelum pertandingan basket tadi. Tampaknya Yoga sudah sangat akrab dengan Athena dan teman-temannya. Dan hal itu sangat tidak disukai oleh Rengga. Entah kenapa melihat itu membuat rasa panas menjalar di dada Rengga. Mungkin karena ia tidak suka sahabat adiknya dekat dengan seorang playboy. Ya pasti karena itu!


“Gila tadi lo mainnya serius banget!” ucap Aldo yang membuyarkan lamunan Rengga.


“Biasalah, dia kan gak pernah mau kalah.” sambung Andrian santai.


Rengga tersenyum.” Tau aja lo.”


“Ternyata masih jago juga ya lo. Gw kira tulang lo udah karatan karena udah lama gak main basket.” sindir Aldo.


“Sialan lo!” Rengga melempar botol air mineral yang sudah habis kepada Aldo. Teman-temannya yang lain hanya tertawa melihat tingkah kedua orang yang sekarang malah saling melempar botol itu.

__ADS_1


Rengga memutuskan ke kamar mandi karena ingin mengganti pakaian nya sekalian ingin sholat berjamaah ke mushola. Namun langkahnya terhenti saat dilihatnya Athena dan ketiga temannya sedang ngobrol dengan Yoga. “Shit! Kenapa tu kampret deket banget sama Athena!” Rengga mengumpat dalam hati.


Tanpa sadar Rengga sudah mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Dadanya terasa panas, dan sekarang panasnya makin menjalar keseluruh tubuh karena melihat Yoga yang terus memandangi Athena dari jarak dekat. Rengga sudah tidak tahan ia ingin mendekat dan menarik tubuh Yoga agar menjauh dari Athena namun belum sempat ia melangkah dilihatnya Athena dan ketiga temannya sudah bangkit dari duduknya. Rengga menghembuskan nafas lega. Syukurlah ia tidak perlu menjalankan niatnya. Rengga akhirnya memutuskan melanjutkan niatnya untuk berjalan ke kamar kecil karena dilihatnya Athena dan ketiga temannya telah pergi meninggalkan si Bule menyebalkan itu. Namun belum jauh langkahnya kembali terhenti karena mendengar Yoga berteriak.


“Nanti malem gw telpon ya Then!” teriak Yoga yang membuat Athena berbalik sambil tersenyum.


“Oke.” balas Athena.


What?! Si Bule playboy labil itu mau nelpon Athena dan Athena sepertinya senang karena membalasnya sambil tersenyum! Yang benar saja, Rengga bahkan belum pernah menelpon Athena sekalipun! Bahkan saat Rengga mengirimi pesan kepada Athena saat di kantin, cewek itu tidak membalas!


Rahang Rengga mengeras karena menahan emosi, ia merasa harga dirinya diinjak-injak. Bisa-bisanya Athena tersenyum senang saat akan ditelpon oleh si Bule, tapi tidak membalas pesannya! Kurang apa Rengga dibanding si Bule playboy labil itu?! Bukankah tadi Rengga sudah menunjukan kepada Athena bahwa ia bisa mengalahkan Bule playboy sialan itu di olahraga yang katanya paling dikuasai oleh si Bule?! Tidak bisakah Athena melihat bahwa Rengga jauh lebih baik dari si Bule sialan itu?!


“Shit!” Rengga mengumpat sendiri. Kenapa ia harus merasa sekesal ini sih!


Rengga memutuskan melanjutkan niatnya untuk sholat setelah Athena dan ketiga temannya hilang dari pandangannya, siapa tau sholat bisa mendinginkan kepalanya yang terasa panas.


Rengga segera menuju kamar kecil untuk mengganti bajunya terlebih dahulu.


“Eh, ada kak senior ganteng.” tiba-tiba Rengga bertemu dengan Yoga saat akan keluar dari toilet.


“Hem.” Rengga membalas sapaan Yoga dengan malas.


“Ternyata kakak jago juga ya, pantes aja senior-senior di tim basket sering banget nyeritain seorang Arengga Hastomo.” lanjut Yoga yang dianggap Rengga seperti ingin cari ribut. Entah kenapa Rengga jadi emosi padahal tidak ada yang salah dari ucapan Yoga.


“Biasa aja.” balas Rengga berusaha menahan luapan emosinya karena melihat tampang Yoga yang cengar-cengir didepannya. Entah kenapa Rengga ingin sekali memukul wajah Bule sialan didepannya ini hingga babak belur sehingga tidak bisa cengengesan lagi. What?! Rengga pasti udah gila. Rengga memutuskan untuk segera keluar dari toilet untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.


Bagaimanapun orang akan menganggapnya gila jika dia ribut dengan Yoga hanya karena Yoga menegur dia kan?


Sementara Yoga hanya terheran karena ditanggapi dingin oleh seniornya, padahal dia tidak merasa melakukan kesalahan. Ia hanya menyapa. Aneh!


•••


Maafkan kemaleman updatenyaa..


jangan lupa tinggalin jejak yaa..

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2