
Haloo...ketemu lagi..
kita update lagi yaaa..
Semoga sukaa..
••••
Sudah beberapa hari sejak Athena dilabrak oleh beberapa senior cewek, namun ternyata tidak hanya itu. Kemarin Athena juga dilabrak dan diminta jauh-jauh dari Rengga oleh geng cewek yang lain lagi saat Athena berada di toilet sekolah, beruntung Cindy ada bersamanya dan mengancam cewek-cewek itu akan dilaporkan ke guru BK, sehingga mereka cepat pergi. Bahkan di kantin yang Athena pikir sudah aman karena beberapa hari sudah tidak ada orang yang berbisik-bisik tentangnya, sekarang ada lagi cewek-cewek yang sengaja berbisik-bisik di dekat Athena, seolah mereka memang sengaja ingin Athena mendengarnya.
Oh God! Gini amat masa SMA gw! Cepet lulus deh tu orang biar gw tenang!
Athena merutuki nasibnya sendiri.
Athena benar-benar bertekat untuk menghindari yang namanya Rengga mulai sekarang. Dia tidak mau jadi musuh cewek satu sekolahan hanya karena dia dikira pelakor.
“Dih! Mereka nikah aja belum tapi gw udah dihakimi kayak pelakor! Ambil aja tu, makan!” gerutu Athena kesal saat dirinya baru pulang dari membeli makanan di kantin. Disti yang melihat itu hanya bisa diam saja, dia memaklumi karena kalau ada di posisi Athena dia juga pasti akan merasa kesal.
“Udah. Daripada lo kesel-kesel gitu mending kita nonton tu si bule ganteng main basket.” kata Disti sambil menunjuk ke arah jendela disebelah tempat duduknya yang memang menghadap langsung ke lapangan basket, mereka bisa melihat jelas orang-orang yang sedang bermain basket tanpa harus repot-repot keluar kelas.
Athena mengikuti arah telunjuk Disti.
“Iya kali aja ngeliat cogan bisa ilang setres gw.” balas Athena asal. Mungkin memang ada benarnya omongan Disti.
__ADS_1
“Duh. Ganteng banget sih.” gumam Disti sambil menatap ke lapangan basket.
“Iya tapi PK” sahut Dimi yang baru saja kembali dari toilet ditemani Cindy.
“Ih. Biarin. Lagian gw cuma suka ama mukanya doank.” balas Disti cuek.
“Siapa sih? PK tu apa?”tanya Cindy yang belum mengerti omongan sahabat-sahabatnya itu.
“Itu bule nya Disti.” jawab Athena asal.
“Kak Yoga? kok PK, PK tu apaan?” tanya Cindy lagi.
Disti dan Dimi hanya geleng-geleng sambil tersenyum. Emang dasar anak wakil kepala sekolah satu ini kayaknya dirumah cuma disuruh belajar doank sama orang tuanya, jadi kuper deh.
“Ih, ngeri amat. Emang lo tau dari mana Dim?” Cindy bergidik mendengar kepanjangan dari PK itu.
“Udah bukan rahasia lagi kali Cin, dia kan bule. Ya gaya hidupnya bebas. Banyak yang udah liat kok kalau dia suka ke club.” jawab Dimi. Athena dan Disti juga sudah tahu itu, mereka sudah sering dengar gosip-gosip tentang si Bule itu.
“Yang penting tetep ganteng sih.” gumam Disti cengar cengir.
“Haha, dasar koplak.” Athena terkekeh melihat tingkah temannya itu. Tapi memang Yoga itu ganteng, wajar aja kalau fans nya banyak, walaupun dia anak kelas 11, tapi tidak sedikit juga cewek kelas 12 yang jadi fansnya dan rela berdesak-desakan dipinggir lapangan basket hanya untuk melihat Yoga si Bule ganteng itu main basket. Apalagi saat bermain basket cowok itu terlihat sangat seksi dengan keringat yang membasahi tubuh dan baju basketnya.
“Gila, gimana gak tergoda iman hamba ini kalo liat yang hot-hot gini.” Dimi ikut berkomentar.
__ADS_1
“Astaghfirulloh, istighfar Dim.” Celetuk Cindy, yang disambung derai tawa teman-teman.
Athena sudah bertekat akan jauh-jauh dari Rengga mulai sekarang, dia benar-benar tidak mau lagi berurusan dengan cowok itu. Oleh karena itu ia meminta tolong kakaknya untuk bisa menjemputnya setelah selesai siaran, ya walau Athena harus berkorban dengan selalu mentraktir kakaknya, Athena tidak masalah, toh dia juga tidak terlalu suka jajan, jadi terkadang duit jajan yang diberikan orang tuanya masih utuh, jadi dia bisa pakai untuk mentraktir kakanya itu. Untung saja kakaknya sedang tidak sibuk dengan praktikumnya, jadi bisa punya waktu untuk menjemput Athena.
“Yuk Then. Makan dimana kita?” Tanya thomas cengengesan saat menjemput Athena yang baru pulang siaran. Athena melirik ke arah motor Rengga yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri.
“Bakso deket rumah aja! Yuk cepet, nti gak keburu magribnya.” Athena bergegas naik ke motor Thomas. Tadi didalam dia sudah bersusah payah kabur agar tidak bertemu dengan Rengga, jadi dia ingin segera pergi dari sana sebelum Rengga keluar studio.
“Oke bos. Buru-buru amat pake dulu helmnya, ditilang polisi repot ntar.”Thomas memberikan helm pada Athena, dan Athena segera memakainya. Dan memberi tanda Thomas untuk segera melajukan motornya.
“Sampe kapan gw mau kabur-kabur kayak maling gini.” batin Athena. Athena mungkin bisa lolos hari ini tapi apa besok bisa, Athena sadar cepat atau lambat dia pasti akan bertemu dengan Rengga baik disekolah maupun di stasiun. Athena harus bisa segera membuang jauh-jauh rasa naksirnya agar bisa tetap ‘biasa aja’ saat dia harus bertemu dengan Rengga.
•••••
agak pendek-pendek ni..
semoga next bisa lebih panjang
semoga gak bosen,.
dan tetep minta dukungannya ya..
terimakasih
__ADS_1