My Annoying Senior

My Annoying Senior
28


__ADS_3

Haloo,.sesuai janji update lagi yaa..


Happy Reading💓


•••


Athena dan ketiga temannya saat ini sedang berada di pinggir lapangan basket untuk menonton pertandingan persahabatan antara pengurus lama basket dengan pengurus baru. Pertandingan dilaksanakan pada jam pulang sekolah. Jadi Athena dan teman-temannya tidak bisa menonton dari dalam kelas karena kelas mereka sudah dikunci oleh Pak Imung. Athena sebenarnya malas menonton pertandingan basket, selain karena ia memang tidak terlalu suka dengan olahraga ini ia juga sebenarnya sudah ingin pulang dan membaca komik yang sudah ia sewa, karena ia belum sempat membacanya kemarin. Namun ia dipaksa oleh ketiga temannya untuk ikut menonton, kalau tidak nanti ia akan dikucilkan selama seminggu. Yang benar saja? Mana tahan Athena dikucilkan selama seminggu? Karena jujur Athena tidak punya teman akrab lain selain ketiga temannya itu. Akhirnya Athena pasrah saja mengikuti kemauan ketiga temannya.


“Aaaaaggghhh” tiba-tiba saja cewek-cewek yang berada di pinggir lapangan berteriak histeris sampai Athena menutup telinganya untuk menyelamatkan gendang telinganya.


“Kenapa sih pada teriak-teriak kayak kesurupan aja.” gerutu Athena sambil mengusap telinganya.


“Itu makanya lo liat!” Disti menunjuk ke arah lapangan dan Athena mengikuti arah telunjuk Disti.


What?! Ada Rengga dan Andrian di tim kelas 12. Pantas saja cewek-cewek itu berteriak histeris. Dua idola sekolah sedang berdiri di tengah lapangan sambil mengenakan seragam basket yang you know kan bentuknya gimana?


“Aaaaagghhhhh!!” kali ini cewek-cewek kembali berteriak histeris saat tim kelas 11 masuk lapangan. Athena melihat kearah tim kelas 11 sambil menutup telinganya akibat teriakan cewek-cewek yang sangat memekakkan telinganya. Matanya melihat sosok Yoga yang baru masuk ke lapangan.


“Pantesan” desis Athena yang mengetahui penyebab cewek-cewek itu berteriak lagi.


Kedua tim sudah berdiri di tengah lapangan, dan jujur saja melihat ada tiga cowok tampan di tengah lapangan membuat mata Athena seperti sedang di cuci. Fresh. Pantas saja ketiga temannya semangat sekali ingin menonton pertandingan basket hari ini. Sepertinya ketiga temannya itu sudah tau hal ini.


“Gimana? gak nyesel kan lo ikut nonton?” tanya Disti yang duduk di sebelah Athena sambil tersenyum.


“Iya. Lumayan lah bisa cuci mata.” Athena nyengir. Athena juga kan cewek normal, ya gak nolak lah kalo disuruh ngeliat cowok-cowok ganteng gini.


“Hahaha. Makanya kalo kita ajakin tu jangan nolak dulu.” sindir Dimi yang duduk disebelah Disti sambil tersenyum.


“Then!” Cindy yang duduk disebelah kanan Athena tiba-tiba menyikut Athena yang masih melihat ke arah Disti dan Dimi yang berada di sebelah kirinya.


“Kenapa Cin?” Athena menoleh ke arah Cindy.

__ADS_1


“Tuh!” Cindy menunjuk ke arah lapangan dengan dagunya. Athena melihat ke arah lapangan dan melihat Yoga sedang berlari ke arahnya. What? Kearahnya?! Seriously? Athena membelalakkan matanya terkejut.


“Jangan kesini. Jangan kesini. Please.” Desis Athena takut. Jantungnya mulai berdetak tidak karuan.


Yoga semakin mendekat. Akhirnya ia berhenti tidak jauh dari depan Athena dan teman-temannya, karena memang Athena duduk agak di tengah kerumunan, jadi Yoga tidak bisa mendekat karena terhalang cewek-cewek lain yang duduk di barisan depan Athena.


“Kalian nonton juga?” tanya Yoga sambil tersenyum kearah Athena dan teman-temannya. Sontak cewek-cewek di bagian depan semua menoleh kearah belakang tempat Athena dan teman-temannya duduk. Athena dan ketiga temannya tampak bingung dan celingak celinguk karena mengira Yoga sedang berbicara dengan orang lain.


Yoga tersenyum. “Kalian. Athena and friends.” seru Yoga kemudian. What? Athena and friends? Gak skalian dia bilang Athena de ka ka, kayak di buku pelajaran.


“Eh. Iya kak.” jawab Cindy setelah yakin bahwa yang dimaksud Yoga adalah mereka berempat.


“Asik. Bisa menang ni gw.” seru Yoga lagi sambil tersenyum senang kearah Athena.


“Iya kak. Semangat yaa! Kita dukung!” kali ini Disti yang membalas. Sebenarnya Yoga ingin Athena yang membalas, tapi sepertinya Athena malu, karena dari tadi Athena hanya bengong di tempat duduknya. Setelah melambaikan tangannya Yoga kembali berlari ke tengah lapangan untuk menempati posisinya karena pertandingan akan segera dimulai.


Tanpa Yoga sadari cewek-cewek disana masih memandang tidak suka ke arah Athena dan teman-temannya.


“Udah tenang aja. Tadi kan gw ama Disti yang nyautin kak Yoga.” bisik Cindy berusaha menenangkan temannya yang ia tahu sedang panik. Athena menoleh ke arah Cindy dan tersenyum. Athena merasa dia pasti dulu pernah berbuat baik makanya sekarang punya temen yang super baik seperti sahabat-sahabatnya ini.


***


Entah kenapa pertandingan basket yang seharusnya pertandingan persahabatan ini menjadi pertandingan yang sengit. Kedua tim seolah tidak ada yang mau mengalah, mereka saling mengejar poin. Namun yang paling terlihat jelas adalah persaingan antara dua orang pencetak poin terbanyak dari masing-masing tim yaitu Rengga dan Yoga. Penonton pun dapat merasakan aura bersaing yang sangat terasa diantara kedua cowok itu.


“Gila. Seru banget ini. Gw gak bisa nebak siapa yang bakal menang!” gumam Disti. Athena hanya mengangguk mendengar ucapan sahabatnya itu. Karena memang dia juga tidak bisa menebak siapa yang akan memenangkan pertandingan ini. Kedua tim terlihat sama-sama tidak mau kalah, lebih tepatnya Rengga dan Yoga terlihat sama-sama tidak mau kalah.


Tapi justru karena itu mereka berdua terlihat jadi lebih keren! Apalagi seragam basket yang sudah dibasahi oleh keringat, dan wajah serius yang ditunjukan kedua membuat siapa saja pasti akan terpesona. Jangan lupakan juga ada Andrian disana, yang fix menambah pemandangan indah dilapangan basket itu. Membuat cewek-cewek disana semakin berteriak histeris. Athena juga tanpa sadar sudah asik menikmati indahnya ciptaan Tuhan yang ada di depannya.


“Then!” seru Dimi yang membuat Athena terkesiap.


“Haha. Lo tadi sok-sok an gak mau nonton sekarang malah nontonin ampe gak kedip sampe ngences gitu.” goda Disti. Athena terkejut dan segera mengelap bibirnya yang ternyata tidak ada apa-apa.

__ADS_1


“Sialan lo! Gw kira gw ngences beneran!” sungut Athena. Membuat Dimi dan Disti terbahak.


“Udah. Kalian godain Athena terus. Padahal dari tadi lo kan yang ngeces Dis.” celetuk Cindy sambil meraih minuman yang diberikan Dimi kepada Athena namun tidak diambil oleh Athena karena cewek itu malah asik melamun.


“Asem! Tau aja lo Cin.” balas Disti cengengesan.


“Lagian si Athen gw panggilin dari tadi gak nyaut. Serius banget nonton nya bu?” goda Dimi lagi sambil menyerahkan botol air mineral yang lain kepada Athena.


“Abis. Gw kan gak mau nyia-nyian pemandangan indah di depan gw.” cengir Athena sambil menerima botol air mineral dari Dimi.


“Iya. Sayang kalo gak dinikmati, kapan lagi bisa nonton 3 cogan main basket live gini.” seru Disti.


“Iya.” sahut Athena, Dimi dan Cindy berbarengan. Mereka pun kembali asyik menonton pertandingan yang sudah semakin sengit itu. Karena sekarang sudah mendekati menit terakhir namun kedua tim masih saling mengejar poin.


Kedudukan saat ini tim kelas 12 masih memimpin 2 angka. Rengga tampak sedang mengendalikan bola dan dengan cepat di oper ke Andrian yang berdiri di posisi bebas saat salah satu tim kelas 11 mendekatinya. Yoga berlari kearah Andrian bermaksud merebut bola yang dipegang seniornya itu, namun Andrian dengan sigap mengoper kembali bola kepada Rengga yang sudah bebas posisinya, dengan cepat Rengga berlari ke arah ring dan melakukan lay up, namun belum sempat Rengga melemparkan bolanya ke ring Yoga sudah lebih dulu mencuri bola dari tangan nya, Yoga tidak menyiakan kesempatan, ia segera berlari mendrible bola. Andrian dan Aldo dengan sigap menghalau Yoga dan coba merebut bola dari tangan Yoga, namun dengan cepat Yoga mengoper bola kepada rekan timnya. Yoga menghindari Aldo dan Andrian berusaha mengambil posisi bebas dan memberi tanda kepada temannya untuk mengoper bola kembali padanya. Temannya pun melempar bola kearah Yoga, namun dengan tiba-tiba tangan Rengga sudah lebih dulu mengambil bola tersebut sebelum berhasil ditangkap oleh Yoga. Yoga terkesiap dan segera mengejar Rengga untuk merebut kembali bolanya, karena sudah tidak ada waktu!


Rengga mendribel bola dengan cepat dan menyadari Yoga akan merebut bolanya, Rengga memutuskan untuk melakukan lemparan three point dari posisinya, karena memang sudah tidak ada waktu jika dia harus berlari mendekati ring. Dengan percaya diri Rengga melempar bolanya ke arah ring, dan otomatis membuat penonton dan juga pemain basket lainnya menahan nafas melihat pergerakan bola yang Rengga lempar. Bola semakin mendekati ring. Jantung Rengga berdebar. “Masuk please!” tanpa sadar Rengga bergumam.


Bruk! Suara bola saat masuk ke dalam ring yang diiringi dengan bunyi peluit tanda waktu sudah habis. Sorak sorai langsung terdengar begitu wasit memberitahukan bahwa bola Rengga masuk tepat sebelum peluit tanda waktu habis berbunyi. Rengga tersenyum senang, teman-temannya langsung berhamburan memeluk dirinya.


Memang ini harusnya menjadi pertandingan persahabatan, tapi Rengga sangat tidak mau kalah apalagi pada si bule!


“Sialan lo! Bikin orang deg degan aja! Untung masuk!” pekik Andrian sambil menepuk bahu Rengga. Rengga hanya tersenyum puas. Gemuruh tepuk tangan dan teriakan histeris dapat terdengar dari cewek-cewek yang menonton di pinggir lapangan.


Rengga mengalihkan pandangannya ke pinggir lapangan tempat Athena berada. Ia seperti ingin memberi tahu Athena, kalau ia jelas lebih baik dari Yoga. Tapi ia juga tidak tahu kenapa ia harus memberitahu Athena hal itu. Toh dia bukan siapa-siapa Athena kan?


•••


fiuhh..


lanjut besok yaa..

__ADS_1


terimakasiih..jangan lupa tinggalin jejak yaa..


__ADS_2