My Annoying Senior

My Annoying Senior
25


__ADS_3

Haloo..update lagi yaa..


maaf kalo weekdays agak slow updatenya..


Happy reading❤️


•••


“Oke, gw Athena pamit. Sampai ketemu di putih abu-abu minggu depan. Have a nice weekend. Assalamualaikum wr wb.” Athena menghela nafas lega karena telah mengakhiri siaran nya dengan sukses.


Setelah selesai membereskan ruang siaran, Athena membuka tas nya untuk melihat HP nya, ia ingin tahu apakah Thomas sudah menjemputnya.


Teng, sory gw gak bisa jemput. Ada tugas dadakan ni. Gw udah bilang sama mama kalo nginep di lab malem ini.


Athena menghela nafas kecewa saat membaca pesan dari Thomas. Kakaknya itu memang selalu sibuk bahkan saat weekend, Athena sempat berfikir untuk tidak mengambil jurusan Teknik saat kuliah nanti, karena ia tidak ingin jadi ‘penunggu’ lab seperti kakaknya.


Ia segera menyampirkan tas nya ke bahu dan berjalan ke luar ruangan sambil memesan ojek online. Athena pikir ia harus naik ojek online walaupun sedikit lebih mahal daripada naik angkot, karena ia tidak mau mengambil resiko harus bertemu Rengga saat sedang nunggu angkot.


Sialnya dari tadi dia tidak juga mendapat driver. Athena berjalan cepat menuruni tangga setelah pamit kepada beberapa orang di luar ruang siarannya sambil tetap berusaha memesan ojek online dari HP nya.


Brukk! Tiba-tiba Athena menabrak seseorang hingga badannya terhuyung ke belakang hampir jatuh, namun tiba-tiba orang tersebut menarik tangan Athena dan menyebabkan Athena kembali menabrak tubuhnya. Athena menghela nafas lega karena ia tidak jadi terjatuh, bisa benjol ia kalau sampai jatuh.


“Ehm. Makasih.” Athena menjauhkan badannya dari orang tersebut dan mengucapkan terimakasih. Athena mengangkat wajahnya untuk melihat orang tersebut, seketika mulutnya menganga.


“Makanya kalo jalan liat-liat. Jangan main HP.” kata Rengga seraya mengambil HP Athena yang terjatuh karena menabrak dirinya. Dia tersenyum saat dilihatnya layar HP Athena. Rupanya Athena sedang memesan ojek online. Artinya dia tidak dijemput!


“I-iya maaf kak. Makasih.” jawab Athena gugup seraya mengambil kembali HP nya dari tangan Rengga.


“Udah mau pulang?” tanya Rengga kemudian.


“I-iya.” Athena masih berusaha menahan degup jantungnya yang sudah kembali bertingkah. Ini jantung maunya apasih?! Cuma ngeliat Rengga doank udah heboh banget! batin Athena.


“Bareng gw aja ya. Tapi solat dulu.” tawar Rengga sambil melihat jam tangannya. “Udah magrib ni”


“Gak usah kak. Saya naik ojek online aja.” tolak Athena. Ia menyesal kenapa tidak ia bilang saja kalau dijemput Thomas. Athena merutuki dirinya sendiri yang kelewat jujur, ia tidak sadar kalau Rengga sudah melihat layar HP nya.

__ADS_1


“Gak dapet-dapet kan dari tadi. Soalnya lagi ujan tu diluar. Pasti gak bakal dapet. Udah bareng gw aja. Gw bawa mobil. Kita sholat dulu.” Rengga menarik lengan Athena tanpa menunggu persetujuan Athena.


Akhirnya Athena hanya bisa menuruti Rengga, sambil menggigit bibir bawahnya karena menahan ulah jantungnya yang sudah kebit-kebit seperti ingin meledak.


***


Athena menghela nafas dalam sambil mengikat tali sepatunya. Ia kesal kenapa ia harus kembali terjebak dalam situasi seperti ini. Sepertinya bukan hal yang mudah menghindari seorang Arengga Hastomo.


“Udah selesai?” Suara Rengga mengagetkan Athena.


“Oh. I iya udah kak.” c-mon Athena bisa gak sih, biasa aja jawabnya kenapa pake gugup gitu. Athena kembali merutuki dirinya sendiri.


Rengga tersenyum “Ya udah yuk.” Rengga beranjak pergi diikuti Athena yang masih merutuki dirinya sendiri.


Rengga membukakan pintu penumpang untuk Athena, sebenarnya Athena merasa tidak enak, namun ia tidak bisa menolak, dengan segera ia masuk ke mobil Rengga karena tidak mau membuat Rengga lama menunggu.


“Awet juga ni ujannya.” Rengga mengelap rambutnya yang sedikit basah karena terkena air hujan dengan tangan.


“Iya.” jawab Athena singkat.


Rengga tersenyum karena melihat wajah Athena yang memerah. Athena sudah menggigit bibir bawahnya karena menahan gugup.


“Lo kenapa kayak takut banget sih sama gw?” kata Rengga akhirnya. Ia Memutuskan untuk langsung bertanya pada Athena, karena jujur ia tidak suka dengan sikap Athena yang seolah selalu menghindar darinya.


Athena terkejut karena ia sama sekali tidak menyangka Rengga akan menanyakan hal itu. “Gak kok kak. Saya biasa aja.”


“Oya?” Rengga memajukan badannya ke arah Athena dan membuat Athena refleks menjauhkan badannya sampai membentur pintu.


Rengga tersenyum miring. “Tuh kan. Lo langsung menghindar gitu. Emang gw serem?” katanya seraya kembali ke posisi duduk nya semula.


“Gak kok. Kakak gak serem.” jawab Athena cepat. justru ganteng pake banget, makanya gw takut khilaf. sambung Athena dalam hati. What?! Stop Athena!


Rengga tersenyum mendengar jawaban cepat dari Athena. “Terus kenapa lo selalu kabur tiap liat gw? Apa karena lo takut di bully?” tanya Rengga to the point.


Athena terkejut karena Rengga tahu ia di bully.

__ADS_1


“Kenapa lo gak bilang aja ama gw kalo lo di bully karena gw?” sambung Rengga lagi. Athena masih tak bersuara.


“Sory ya. Gw gak bermaksud majang surat lo di mading. Itu gak sengaja, gw ikut taruhan dan ternyata kalah, dan akhirnya surat lo yang kepilih buat dipajang. Gw sebenernya mau langsung minta maaf waktu pertama liat lo di depan mading. Tapi lo keburu pergi sama temen-temen lo. Dan gw terus kehilangan momen buat minta maaf sama lo.” Akhirnya Rengga mengatakannya, hal yang selalu ingin dia katakan pada Athena. persetan dengan prinsipnya yang tidak mau meminta maaf pada cewek, Rengga sudah benar-benar tidak tahan dengan sikap Athena pada dirinya. Rengga menatap Athena menunggu respon dari cewek itu.


Athena hanya menggigit bibir bawahnya, ia masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. Seorang Arengga Hastomo meminta maaf padanya?! Waw, harusnya ia merekamnya!


“Then? Lo mau maafin gw kan? Kalau soal cewek-cewek di sekolah, lo gak usah khawatir gw gak bakal tinggal diam kalau sampai mereka macem-macem lagi sama lo.” sambung Rengga kemudian.


“Lo gak mau maafin gw?” kata Rengga dengan nada kecewa karena Athena tidak juga menjawabnya.


“Ah. Bukan gitu kak. Saya udah maafin kakak kok.” kata Athena tidak enak karena melihat ekspresi sedih Rengga. Rengga tersenyum saat mendengar itu.


“Jadi kita bisa temenan?” kata Rengga mengulurkan tangannya sambil tersenyum super manis. Membuat Athena hampir mimisan karenanya. Kok bisa sih ada orang seganteng ini? Batin Athena.


“Then?” kata Rengga menyadarkan Athena dari fantasi liarnya.


“I-iya kak?”


“Jadi kita temenan?” Rengga mengarahkan pandangannya kearah tangannya yang sudah mengulur untuk bersalaman dengan Athena. Athena yang melihat itu segera menyambut uluran tangan Rengga.


“Iya.” jawab Athena singkat. Semoga aja keputusannya untuk berteman dengan Rengga tidak akan menyebabkan masalah besok. Rengga tersenyum lega. Serasa beban besar di bahunya sudah terangkat sebagian.


“Ya udah yuk kita pulang.” kata Rengga seraya menyalakan mobilnya sambil tersenyum.


Sementara Athena jangan ditanya, nyawanya seperti sudah terbang entah kemana karena melihat senyuman mematikan dari Rengga.


•••


Akhirnyaa babang Rengga minta maaf juga..hehe


bersambung next chapter yaa..


mohon dukungannya, jangan lupa tinggalin jejak..


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2