My Annoying Senior

My Annoying Senior
26


__ADS_3

Update lagi..diusahakan update tiap hari ya..


biar cepet tamat 😁


Happy reading❤️


•••


Sudah beberapa hari ini Athena berdamai dengan Rengga, rasanya melegakan bagi Athena maupun Rengga. Athena memutuskan untuk bersikap lebih baik pada Rengga, Walaupun Rengga sudah punya pacar ya setidaknya mereka bisa berteman kan? Setidaknya Athena tidak perlu menghindari Rengga lagi baik disekolah maupun di Radio.


Bahkan Rengga dan Athena sudah saling bertukar nomor HP. Namun Athena memperingatkan Rengga untuk pura-pura tidak kenal saat di sekolah. Bagaimanapun juga Athena tidak mau ambil resiko harus berurusan dengan fans Rengga. Dan untungnya Rengga setuju, karena ia juga tidak mau membuat Athena repot.


“Then! Mau makan di kantin apa makan disini?” tanya Disti pada Athena saat jam istirahat tiba.


“Di kantin aja yuk. Gw pengen makan mi ayam pake saos yang banyak.” jawab Athena.


“Ciye, mentang-mentang udah islah, udah gak takut lagi dia.” seru Dimi.


Iya, teman-temannya pun sudah tahu kalau Athena dan Rengga sudah berdamai.


“Iya nih. Ya udah yuk. Gw udah laper ni.” sambung Cindy dengan semangat bangkit dari tempat duduknya.


Sesampainya dikantin mereka berempat segera menempati tempat duduk yang kosong setelah sebelumnya memesan mi ayam.


“Enak kan kalo udah damai gini. Gak perlu ngumpet-ngumpet.” sindir Cindy sambil senyum-senyum kearah Athena. Athena hanya mendengus sebal.


Tidak lama pesanan mi ayam mereka datang. Athena segera menuangkan saus sambal ke mi nya.


“Buset! Gak takut sakit perut tu!” Kata seseorang yang tiba-tiba sudah duduk di kursi kosong sebelah Athena. Athena sudah mengenal suara ini begitu juga ketiga temannya.


“He, gak kak. Enak kok ni.” jawab Athena menahan gugup. Bayangan saat orang tersebut mencubit hidungnya, kembali terlintas dibenak Athena dan otomatis membuat wajah Athena memerah.


“Masa sih? Gw belum pernah nyoba pake saos sebanyak itu.” Yoga terlihat sangat penasaran dengan rasa mi ayam milik Athena. Athena hanya tersenyum kikuk sambil berusaha mengatur irama jantungnya karena Yoga sangat dekat dengannya, sementara ketiga temannya malah asik memandang ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna disebelah Athena itu.


“Then. Gw minta nomor HP lo donk.” kata Yoga to the point. Untung saja Athena dan ketiga temannya belum memakan makanannya, kalau sudah bisa dipastikan mereka tersedak karena permintaan Yoga barusan.


“Gak boleh ya?” wajah Yoga sedikit kecewa karena Athena tidak juga menanggapi permintaannya. Athena yang melihat wajah Yoga sedih menjadi tidak tega. “Boleh kok kak.” kawab Athena pelan. Mungkin tidak ada salahnya kan? Toh cuma memberi nomor HP.


Yoga tersenyum senang saat mendengar jawaban Athena. Ia segera mengeluarkan HP nya dari saku celananya dan memberikan HP nya kepada Athena. Athena menerimanya dan menekan beberapa nomor, setelah itu ia mengembalikan HP nya kepada Yoga. Yoga segera menerimanya dan menyimpan nomor yang telah diketik Athena.


“Ga! Disini lo? Gw cariin dari tadi! Ayok jadi main gak?!” seru seorang tiba-tiba.


“Iya. Lo gak bisa liat gw seneng banget sih! Ganggu mulu!” gerutu Yoga saat cowok itu menghampirinya. Namun cowok itu hanya cengengesan. Yoga bangkit dari duduknya tidak rela.


“Ya udah gw duluan ya. Thanks ya Then! See you!” Yoga menepuk puncak kepala Athena dan segera pergi dengan temannya.


“Fiuh!” Athena dan keempat temannya kompak menghela nafas lega, entah sejak kapan mereka berempat sama-sama menahan nafas.

__ADS_1


Mereka berempat pun tertawa setelah menyadari kekompakan mereka.


“Ciyee, kayaknya ada yang lagi laris manis nih.” celetuk Dimi menggoda Athena.


Athena hanya menggeleng malas, kemudian menoleh ke arah Disti yang duduk disebelahnya. Athena takut kalau Disti sedih, karena kan memang disti yang paling ngefans dengan Yoga diantara mereka berempat. Namun Disti justru sedang nyengir lebar kearahnya.


“Gimana rasanya di PDKT in dua cowo ganteng?” katanya kemudian.


“PDKT dari hongkong! Ngayal aja lo!” Athena menoyor kepala Disti.


“Apalagi coba? Hari gini cowo nanyain nomor HP cewe buat apalagi kalo bukan PDKT?” kata Disti sambil mengelus kepalanya yang sebenarnya tidak sakit. Dimi dan Cindy mengangguk setuju dengan ucapan Disti. Namun Athena tidak peduli, ia asik melanjutkan makan mi ayamnya.


Teman-temannya itu memang sudah kebanyakan baca novel, gak mungkin lah Rengga dan Yoga PDKT in dia? Emang dia siapa sampe bisa bikin dua cowo paling ganteng di sekolah PDKT ke dia. Please deh!


***


Semenjak kejadian Yoga meminta nomor HP Athena di kantin, entah kenapa cowok itu jadi semakin sering muncul dihadapan Athena dan kawan-kawannya. Bahkan pernah sekali saat Athena sedang berjalan di pinggir lapangan basket dan Yoga sedang bermain basket dengan teman-temannya. Begitu melihat Athena dan Cindy lewat Yoga langsung berlari ke pinggir lapangan untuk menyapa Athena dan Cindy, hal itu sontak membuat perhatian orang-orang yang ada disana tertuju kepada Athena dan Cindy.


Selain itu Yoga pun rajin mengirimi Athena pesan yang membuat Athena sedikit risih, karena Athena memang tidak pernah menerima pesan yang terlalu sering dari cowok selain Papa dan kakaknya.


“Then, mau makan apa hari ini?” tanya Disti yang membuyarkan lamunan Athena. Saat ini Athena dan ketiga temannya sedang di kantin untuk makan siang. Entah apa yang dilamunkan Athena dari tadi hingga ia tidak sadar kalau mereka sudah sampai di kantin.


“Ehm. Gw bakso deh.” jawab Athena. Disti langsung berdiri untuk memesankan makanan untuk ketiga temannya.


“Lo kenapa Then? dari tadi diem-diem bae?” tanya Dimi yang dari tadi memperhatikan Athena yang seperti tidak fokus.


“Karena si Bule?” tembak Cindy, yang sepertinya tepat sasaran.


“Sst. Pelan-pelan nanti kalo ada yang denger gimana?” kata Athena panik sambil melihat ke sekelilingnya takut jika yang sedang dibicarakan datang. Karena memang sudah berapa kali saja si Bule itu membuat Athena tersedak karena kedatangannya yang suka tiba-tiba.


“Gak. Orangnya gak ada kok.” Dimi ikut memperhatikan sekelilingnya.


“Jadi bener ni tebakan gw?” tanya Cindy lagi.


“Apaan sih? Tebakan apaan?” tanya Disti yang baru datang dengan membawa pesanan dari teman-temannya.


“Udah dengerin aja. Nanti juga lo nyambung.” jawab Dimi kepada Disti. Disti hanya mengangguk.


“Dia jadi sering banget chat gw, risih gw.” Athena akhirnya menceritakan unek-uneknya setelah memastikan bahwa orang yang akan dibicarakan tidak terlihat disekitarnya.


“Emang chat apaan dia?” tanya Cindy penasaran. Sementara Disti masih mendengarkan mencoba untuk menebak siapa yang dimaksud oleh Athena.


“Ya, cuma nanya lagi apa, udah makan belum, atau cerita-cerita hal yang gak penting gitu.” jawab Athena masih dengan mode siaga, karena ia benar-benar takut kalau yang sedang ia bicarakan muncul tiba-tiba.


“Iya. Jadi agresif gitu dia. Entah kenapa dia sekarang jadi suka muncul di depan kita kan, biasanya juga gak pernah lewat depan kelas, akhir-akhir ini lewat terus depan kelas kita.” kata Dimi.


Disti akhirnya bisa menebak siapa yang sedang dibicarakan oleh teman-temannya, karena ia tahu betul Yoga akhir-akhir ini memang sering muncul di depan mereka bahkan sampai membuat cewek-cewek lain di kelas kegirangan, karena cowok itu hampir setiap hari nongol di kelas Athena dengan berbagai macam alasan.

__ADS_1


“iya kan. Bukannya gw ke ge er-an, tapi emang aneh kan tingkah nya. Makanya gw jadi risih.” sambung Athena.


“Kayaknya dia beneran suka sama lo deh Then.” ucap Disti.


“Haish. Gak lah. Ada maunya aja tu orang pasti.” Athena mengelak.


“Iya. Ada maunya. Mau jadi pacar lo!” celetuk Cindy, yang diangguki oleh kedua temannya yang lain.


“Gak mungkin. Udah rabun kali dia.” Athena menggeleng sambil memasukan bakso ke mulutnya.


“Ya terus alasannya apalagi coba? Kalo iseng mah gak gitu juga kali.” sahut Dimi.


“Iya. Then. Kalo cowo udah sok care kayak gitu ya pasti mau PDKT lah.” sambung Disti


Athena hanya menggeleng tidak percaya.


“Paling juga gak cuma gw kan yang digituin ama dia.”


“Nah. Takutnya gitu Then. Makanya lo tetep harus hati-hati.” kata Cindy kemudian.


Tiba-tiba hp Athena berbunyi, dia segera mengambil HP nya dari saku roknya dan membaca pesan yang masuk.


Kak Rengga : “Pelan-pelan makannya nanti keselek. Takut banget baksonya diambil orang.”


Athena langsung tersedak begitu membaca siapa pengirim pesan itu. Matanya segera menjelajahi kantin untuk mencari sosok yang barusan mengiriminya pesan.


Dilihatnya Rengga sedang duduk tidak jauh dari mejanya bersama teman-temannya. Rengga tersenyum sekilas dan kembali mengetik sesuatu di HP nya. Tidak lama HP Athena berbunyi lagi.


Kak Rengga : “Tuh kan keselek beneran”


Athena menepuk-nepuk dadanya berusaha menurunkan bakso yang belum tertelan dengan sempurna, sementara Disti langsung memberi Athena minum.


“Lo makan pelan-pelan makanya. Laper apa doyan bu.” sindir Disti sambil memberikan air minum pada Athena. Athena segera meminumnya untuk meredakan rasa pedas di tenggorokan dan hidungnya akibat tersedak.


“Thanks Dis.” kata Athena setelah berhasil meredakan batuknya.


“Lo sering banget keselek sih” sindir Dimi sambil cengengesan.


“Abisnya, orang-orang seneng banget ngagetin gw.” gerutu Athena. Ia kembali melihat kearah Rengga dan dilihatnya Rengga sudah asik ngobrol dengan teman-temannya. Syukurlah!


“Emang siapa yang nge chat, sampe keselek gitu?” tanya Cindy penasaran. Athena melihat kanan dan kirinya ragu ingin menjawab karena takut terdengar oleh orang lain. Ketiga teman Athena yang melihat tingkah Athena langsung tahu, bahwa Athena tidak berani menyebut namanya. Mereka memang sudah seperti punya telepati kadang-kadang.


•••


bersambung yaa..


mohon dukungannya, jangan lupa tinggalin jejak..

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2