My Annoying Senior

My Annoying Senior
41


__ADS_3

Halo haloo,.balik lagi,.


gak lama kan..hehe


langsung aja ya, happy reading


••••


Athena sedang berdiri di pinggir kolam renang sekolahnya sambil memandangi Yoga yang sedang berenang. Ia masih menunggu ketiga temannya, mereka memang sudah janjian akan menemani Cindy yang akan latihan berenang. Ia datang lebih dulu karena ketiga temannya sedang mengikuti remedial ulangan fisika. Ia tidak menyangka akan melihat Yoga sedang berenang sendirian.


“Eh, elo Then. Sejak kapan disitu?” tanya Yoga setelah menyadari keberadaan Athena. Ia berenang ke tepian kolam yang dekat dengan Athena.


“Barusan aja kok.” Athena sedikit canggung karena melihat Yoga yang bertelanjang dada, ia tidak berani mengarahkan pandangannya ke arah Yoga.


Melihat Athena yang malu-malu entah kenapa tiba-tiba saja timbul keinginan Yoga untuk menjahili Athena.


Yoga kembali berenang namun saat sampai di bagian kolam yang dalam Yoga berteriak.


“Arghh! Tolong! Keram!” Yoga berteriak dengan susah payah karena hampir tenggelam. Ia melambai-lambaikan tangannya ke udara sambil terus berteriak minta tolong. Athena yang melihat itu panik, namun ia masih belum percaya jika Yoga keram.


“Kak jangan bercanda deh!” teriak Athena. Namun Yoga sudah tidak membalas karena kepala nya sudah di dalam air, hanya tangan Yoga saja yang terlihat di permukaan dan perlahan tangan Yoga sudah tidak terlihat. Athena mulai panik.


“Kak Yoga! Please gak lucu!” Athena berlari ke sisi kolam renang yang lebih dekat dengan posisi Yoga. Terlihat tubuh Yoga perlahan-lahan tenggelam. Athena menutup mulutnya panik, reflek ia melepaskan tas yang masih menempel di bahunya dan segera masuk ke kolam renang untuk menyelamatkan Yoga. Untung saja Athena jago berenang.


Athena menarik tubuh Yoga yang sudah hampir mencapai dasar kolam.


“Kak! Please bangun!” Athena menepuk-nepuk pipi Yoga saat berhasil membawa tubuh Yoga ke permukaan. Dengan susah payah Athena menahan berat tubuh Yoga.


“Kak Yoga!” Athena masih berusaha menyadarkan Yoga sambil berenang ke tepi kolam. Athena benar-benar panik, bagaimana kalau Yoga tidak bangun lagi. Athena belum siap melihat orang meninggal di depan matanya.


“Kak ayok donk bangun!” suara Athena mulai bergetar karena ia sudah ingin menangis.


“Huahaha. Gw gak kenapa-napa Then!” tiba-tiba saja Yoga tertawa terbahak-bahak. Sontak Athena terkejut setengah mati. Jadi? Dari tadi Bule sialan ini pura-pura?! Sialan!


“Sialan! Kakak bohongin saya!” Athena kesal bukan main karena sudah dikerjain oleh Yoga. Dengan sekuat tenaga ia memukul dada Yoga karena merasa kesal. Namun bukannya berhenti Yoga malah semakin terbahak. Athena semakin kesal ia memukul dada Yoga berkali-kali dengan kekuatan penuh. Ia tidak peduli jika cowok itu akan kesakitan setelahnya.


“Sorry Then! Aw, sorry-sorry iya gw salah. Udah donk sakit ni!” Yoga memohon kepada Athena untuk menghentikan tindakan bar-bar nya. Namun Athena tidak peduli, ia masih kesal karena Yoga menipunya.


“Then! Aw sakit! Bisa pingsan beneran ni gw!” Yoga berusaha menghindari pukulan Athena, namun sepertinya percuma karena Athena selalu berhasil mendaratkan pukulannya ke tubuh Yoga.


“Then stop please!” Yoga menangkap kedua pergelangan tangan Athena, agar Athena berhenti memukulnya.

__ADS_1


“Sorry. Gw minta maaf.” Yoga memandang Athena dengan wajah sungguh-sungguh sambil terus memegangi pergelangan tangan Athena. Athena memandang Yoga sambil mencoba meredakan emosinya. Jujur Athena jadi sedikit salah tingkah dipandang seperti itu oleh Yoga. Athena menunduk dan tanpa sadar Athena menggigit bibir bawahnya karena gugup.


Cup!


Tiba-tiba Yoga menempelkan bibirnya ke bibir Athena. Yoga tidak tahan karena melihat wajah Athena yang merah sangat menggemaskan.


What?!


Athena membelalakan matanya saat menyadari Yoga menciumnya. Dengan sekuat tenaga ia menarik tangannya yang di pegang Yoga dan mendorong tubuh Yoga untuk menjauh.


Plak!


Satu tamparan keras mendarat di pipi Yoga. Athena menampar Yoga dengan penuh amarah. Ia segera berenang ke tepi dan naik keluar kolam, sementara Yoga masih terdiam memegangi pipinya yang terasa sakit karena Athena menamparnya sekuat tenaga.


“Then!” Yoga tersadar dan berenang ketepian berusaha mengejar Athena untuk meminta maaf, namun Athena sudah keburu berlari keluar ruangan, Yoga tidak bisa mengejarnya karena saat ini ia hanya menggunakan celana renang, tidak mungkin ia keluar dengan penampilan seperti itu.


“Shit! Stupid bastard! Bisa-bisanya lo nyium dia bangsaat!” Yoga mengumpat dirinya sendiri karena menyadari kebodohannya. Athena pasti membencinya sekarang. Padahal sudah susah payah ia membuat Athena percaya padanya, tapi sekarang semua hancur karena kebodohannya yang tidak bisa menahan diri.


“Arghhh! Bangsatt!” Yoga tak henti memaki dirinya sendiri. Tanpa sadar bahwa dari tadi ada orang yang diam-diam melihat setiap kejadian yang baru saja terjadi.


***


Athena berlari keluar gedung kolam renang masih dengan pakaian basah, untung saja Athena tadi sedang menggunakan seragam olahraga yang berwarna hijau, jadi dia tidak perlu takut pakaiannya akan transparan karena basah. Athena berlari dengan penuh emosi, ia tidak peduli dengan orang-orang yang menatapnya heran saat ia berjalan keluar gerbang sekolah tanpa alas kaki dan baju basah kuyup. Athena memutuskan untuk mengganti pakaiannya di kosan dimi.


“Brengsek!” Umpat Athena saat bayangan kejadian tadi kembali berputar di kepalanya. Athena benar-benar kesal setengah mati, untung saja ia sempat menampar Yoga tadi jadi rasa kesalnya sedikit tersalurkan.


“Then, lo kenapa? Tadi kata sekuriti lo keluar sekolah basah kuyup?” tanya Disti yang baru saja tiba di kosan Dimi.


Athena yang sedang duduk di tempat tidur Dimi sedikit terkejut dengan kedatangan Disti.


“Loh, emang udah kelar remed nya?” Athena malah bertanya balik.


“Udah. Berkat belajar bareng lo kemaren gw bisa cepet ngerjain nya. Lo kenapa?” tanya Disti dengan nada khawatir. Ia melihat rambut Athena yang masih sedikit basah. Sepertinya benar yang dikatakan sekuriti tadi bahwa Athena tadi basah kuyup.


Athena terdiam, ia bingung haruskah ia menceritakan kejadian tadi kepada Disti?


“Then? Lo gak mau cerita ama gw?” kata Disti dengan nada kecewa. Athena menjadi tidak enak, ia memang tidak bisa menyembunyikan masalah dari sohib satunya ini.


“Gw lagi kesel banget Dis.” Athena akhirnya memutuskan untuk menceritakan apa yang baru saja menimpanya kepada Disti.


“Anjritt!” Disti memekik kesal saat Athena selesai menceritakan kisahnya.

__ADS_1


“Emang dasar playboy sialan! Brengsek!” Athena meluapkan emosinya di depan Disti. Disti memeluk Athena mencoba menenangkan sahabatnya itu. Syukurlah Athena bukan tipe cewek yang mudah menangis, cewek lain mungkin akan menangis sesegukan jika mengalami hal yang sama dengan Athena, tapi Athena tidak menangis.


“Emang ******* tu orang!” Disti ikut memaki.


“Harusnya gw tenggelemin aja sekalian tadi tu orang!” kata Athena sambil melepaskan pelukan Disti. Entah mengapa Athena sangat emosi karena Yoga berani-berani nya menciumnya.


Disti yang mendengar itu langsung memandang Athena dengan ngeri.


“Hii, Gw gak nyangka lo bisa pshyco juga ya.” ucap Disti pura-pura takut pada Athena.


“Haha, gw gak segila itu kali.” balas Athena sambil tersenyum.


“Nah, gitu donk. Ngapain stres gara-gara playboy cap kaos kaki itu”


“Haha, bisa aja lo.”


“Jadi lo mau tetep nemenin Cindy latihan renang gak? Atau gw bilang ke mereka buat di cancel aja?” tanya Disti


“Gw gak mungkin balik lagi kesana Dis, kalian tetep latihan aja. Gw nunggu disini aja deh sambil baca komik gw yang kemaren di beli masih banyak yang belum kebaca. Kasian si Cindy kalo di cancel, kan ujian renang nya besok.” jawab Athena sambil mengambil beberapa komik dari rak buku Dimi. Athena Memang meninggalkan beberapa komik miliknya di kosan Dimi, karena bisa habis diomelin mamanya jika ketahuan membeli komik dalam jumlah banyak.


“Oh. Gak mau pulang aja lo?” tanya Disti lagi.


“Gak deh. Gw nunggu kalian aja, kalo dirumah gw gak bakal bisa baca komik kalo belum malem.”


“Ya udah. Gw balik ke sekolah lagi ya, mereka pasti bentar lagi kelar ni.”Disti bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar kosan.


Athena menghela nafas setelah Disti pergi, bayangan kejadian tadi kembali berputar di kepalanya. Dan sialnya otaknya membandingkan kejadian itu dengan kejadiaan saat Rengga menciumnya waktu itu.


Entah kenapa Athena merasakan hal yang berbeda antara Rengga dan Yoga, saat Rengga menciumnya Athena seperti terhipnotis, tubuhnya menjadi lemas tidak bisa melakukan apapun tapi saat Yoga menciumnya Athena masih bisa sadar dan punya kekuatan untuk menampar Yoga.


Kenapa?


“Ah, itu pasti karena pertama kali, jadi gw shock! Kalo sama Yoga gw udah pengalaman jadi gw sadar!” Athena bermonolog untuk menganalisis dirinya sendiri.


“Yang pasti dua-dua nya sama-sama brengsek!” Athena menenggelamkan wajahnya di bantal milik Dimi sambil terus mengumpat dalam hati. Mood nya untuk membaca komik sudah pergi entah kemana.


•••


lanjut next chapter yaa..


semoga gak pada bosan..

__ADS_1


mohon tinggalin jejak biar tambah semangat uploadnya yaa..


terimakasih


__ADS_2