My Annoying Senior

My Annoying Senior
37


__ADS_3

Hai hai haii..


akhirnya bisa update lagi seteah sekian lama, maafkan yaa..


oke langsung aja,


Happy Reading


•••


“Ee...Aa…”


Saat ini kelas Athena sedang ramai karena guru yang seharusnya mengajar Matematika sedang ada rapat mendadak dengan kepala sekolah. Anak-anak di kelas Athena sedang asik berjoget membuat video untuk diposting ke sosial media. Seluruh anak tertawa karena ulang konyol Romi dan kawan-kawannya. Dikelas Athena memang hanya sedikit anak cowoknya, namun semua cowok disana tipe yang tidak tahu malu, jadi walaupun menjadi kaum minoritas mereka tetap bisa membuat suasana kelas ramai.


“Gila ampe mules gw inget kelakuan bocah-bocah tadi!” celetuk Dimi sambil memegangi perutnya.


“Iya. Gw juga. Kelakuan pada absurd semua.” sahut Cindy.


“Ngomongin apaan?” tanya Athena sambil meletakkan jus yang baru saja ia beli di meja tempat teman-temannya duduk. Saat ini Athena dan ketiga temannya sudah berada di kantin. Semenjak Athena memberi pelajaran kepada cewek-cewek yang mem-bully nya waktu itu sudah tidak ada lagi cewek-cewek yang berani mengusik Athena. Mungkin mereka sudah kapok, walaupun masih ada beberapa yang menyebarkan gosip tidak benar, setidaknya sekarang sudah tidak ada lagi yang berani bicara saat ada Athena. Athena juga sudah memutuskan untuk tidak memperdulikan gosip-gosip yang entah asalnya dari mana itu.


“Itu loh. Tadi anak-anak di kelas. Kelakuannya kayak orang kurang se-ons semua.” jawab Disti seraya mengambil jus yang baru dibawa Athena.


“Lo juga dong kurang se-ons.” ledek Athena.


“Yee, ya gak lah.” balas Disti.


“Tadi katanya semua kurang se-ons. Tambahin lah, se-ons doank ini.” balas Athena sambil cengengesan.


“Emang susah ngomong ama orang yang kelebihan se-ons Dis.” Dimi membela Disti.


“Sialan lo.” balas Athena sambil melemparkan sedotan jusnya ke arah Dimi.


“Hahaha. Udah-udah. Sama-sama kurang se-ons aja ribut.” celetuk Cindy yang langsung disambut tawa yang lain.


“Apaan yang kurang se-ons?” tanya seorang yang tiba-tiba saja sudah duduk di sebelah Athena dan memberikan Athena sedotan baru karena tadi sedotan Athena sudah ia lempar ke Dimi.


“Makasih.” kata Athena setelah menerima sedotan dari orang tersebut.


“Your welcome sweetie.” kata cowok itu sambil menyunggingkan senyum maut andalannya.


Athena memutar matanya malas, sementara ketiga teman Athena yang lain sudah ingin muntah rasanya mendengar gombalan senior mereka itu.


“Please deh kak. Gak usah mulai. Mau saya sentil itu bibir nya?” ancam Athena dengan tatapan galak.


“Lo kalo lagi galak gitu justru tambah cantik tau.” balas cowok tadi sambil cengengesan.


“Kak Yoga gak dicariin temen-temennya? Masa makan bareng kita terus.” ceplos Athena, ia tidak peduli jika Yoga tersinggung. Ia merasa risih karena semenjak kejadian Athena menghajar cewek-cewek pem-bully nya cowok itu seolah tidak takut lagi menunjukan ketertarikannya kepada Athena.


“Gak, makan bareng lo rasa makanannya lebih enak.” balas Yoga masih tetap dengan mode gombal. Ingin sekali Athena memuntahkan makanannya karena mual mendengar gombalan Yoga.


“Terserah deh.” Athena menyerah, tak ada gunanya meladeni Yoga yang sepertinya sudah bebal. Athena dan ketiga temannya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan makan mereka sambil sesekali meladeni candaan yang dilontarkan Yoga.


Athena sudah mulai terbiasa dengan keberadaan Yoga, karena memang cowok itu selalu muncul saat Athena dan ketiga temannya sedang tidak dikelas. Karena itu perasaan canggung yang tadinya Athena tunjukan saat ada Yoga sekarang sudah mulai hilang, begitu juga ketiga teman Athena, mereka juga sudah mulai bisa menerima Yoga sebagai penyusup di setiap obrolan mereka.


“Kakak gak takut apa fans nya pada kabur gara-gara kakak makannya ama kita terus?” tanya Cindy blak-blakan pada Yoga.


“Emang gw artis punya fans?” balas Yoga sambil terkekeh.


“Yee, pura-pura **** dia. Kemaren yang ngerjain saya siapa ya kalo bukan fans nya kakak?” sarkas Athena.


“Haha. Gw gak ngerasa jadi artis, makanya gw gak nganggep mereka fans gw.” Bukannya tersinggung Yoga justru tertawa menanggapi omongan Athena.


“Tapi gw minta maaf ya, gara-gara gw lo jadi dijahatin mereka.” Kata Yoga dengan wajah yang tiba-tiba berubah menjadi serius sambil menatap Athena. Athena yang tidak siap ditatap seperti itu jadi salah tingkah sendiri.


“I-iya. Bukan salah kakak kok.” balas Athena sambil memalingkan wajahnya ke arah lain untuk menghidari tatapan Yoga. Namun justru Athena sekarang beradu pandang dengan Rengga yang duduk di meja tepat di sebelah meja Athena. Athena menelan salivanya susah payah melihat tatapan Rengga yang seperti ingin membakarnya hidup-hidup. Athena langsung menunduk karena tidak tahan ditatap seperti itu oleh Rengga.


‘Apa-apaan ini? Kenapa gw ngerasa gak enak ama kak Rengga? Emang gw salah apa?’ batin Athena.


“Iya. Untungnya lo jago ya, jadi gw gak perlu takut lo digangguin lagi.” kata Yoga yang berhasil membuat perhatian Athena kembali padanya.

__ADS_1


“Lagian gw sekarang cuma pengen punya satu fans aja.” sambung Yoga lagi sambil menatap Athena penuh arti. Athena kembali salah tingkah ditatap seperti itu, ia yakin wajahnya pasti sudah memerah.


“Dicariin kemana-mana ternyata disini si kunyuk!” kata teman Yoga yang akhirnya Athena tahu namanya adalah Dimas. Dimas menepuk bahu Yoga dan segera duduk di bangku sebelah Yoga yang kosong.


“Ngapain nyariin gw? Kayak bocah mau netek aja lo nyariin mulu.” tanya Yoga pada sohibnya dengan wajah tidak suka karena Dimas memang sering sekali mengganggu Yoga ketika sedang bersama Athena.


“Idih. Si Kampret! Lo dicariin anak-anak tu mau rapat, besok kan kita mau daftar lomba di Balai Pemuda.” balas Dimas.


“Ouwh. Iya lupa gw. Gara-gara lo ni Then, gw jadi lupa sama yang lain. Ya udah gw duluan ya. See you sweetie.” Yoga langsung bangkit dari duduknya dan diikuti Dimas, tidak lupa Yoga mengusap puncak kepala Athena sebelum ia pergi. Sepertinya sudah jadi kebiasaan cowok itu sebelum berpisah dengan Athena ia akan mengusap puncak kepala Athena. Awalnya Athena merasa canggung dengan perlakuan Yoga itu, namun lama-lama ia jadi terbiasa.


“Tu orang ngapain sih gangguin kita mulu. Jadi gak bebas gosip kan.” Gerutu Dimi saat Yoga sudah tidak terlihat di kantin.


“Tau tu. Tapi lumayan lah bisa cuci mata gw.” balas Disti sambil cengengesan.


“Haha, emang dasar lo!” Dimi melempar Disti dengan kulit kacang yang ada di depannya.


“Lo kenapa Then?” kata Cindy yang menyadari kalau dari tadi Athena hanya diam saja.


Athena hanya menatap Cindy sambil menggeleng. Ketiga teman Athena langsung mengerti bahwa pasti ada sesuatu dan Athena tidak bisa menceritakannya disini. Disti yang penasaran mengedarkan pandangannya dan melihat ada Rengga yang duduk di meja yang tidak terlalu jauh dari mereka.


“Ouwh. I see. Ya udah yuk, kita cabut, udah pada kelar kan makannya.” ajak Disti. Keempat orang itu pun segera meninggalkan kantin.


“Udah jauh kali Then. Santai aja sekarang.” Celetuk Disti saat mereka sudah hampir sampai ke kelas.


“Gw biasa aja kali.” balas Athena sambil cengengesan.


“Tadi aja lo kayak maling baru ketangkep.” sahut Dimi.


“Hehe. Gak tau entah kenapa gw merinding aja tadi ngeliat matanya. Kayak mau nyongkel mata gw tau gak.” Athena bergidik saat mengingat kembali tatapan Rengga tadi.


“Iya. Gw juga liat tadi, makanya gw juga diem aja tadi. Ngeri.” sambung Cindy.


“Iya kan Cin, bukan gw yang lebay kan. Emang dia nyeremin banget tadi.” Athena meyakinkan teman-temannya.


“Dia jelous kali Then karena lo deket-deket sama Yoga.” kata Disti.


“Ngapain dia jelous, kan dia bukan siapa-siapa Athena? Lagian dia juga udah punya pacar.” Dimi sedikit kesal.


“Iya. Terus kenapa dia kayak mau nelen lo tadi?” Disti tidak mau kalah.


“Gak tau. Mungkin dia keganggu aja tadi kita berisik.” jawab Athena mencari alasan. Pasti karena itu kan, karena Rengga merasa terganggu dengan mereka yang terlalu berisik.


Saat sampai dikelas, tiba-tiba Athena dikejutkan dengan bunyi HP nya, Athena melihat layar HPnya dan tersenyum saat melihat nama Angga muncul di layar HP nya.


“Iya Kak? Gak ada acara sih. Hah? Serius? Emang boleh? Mau! Mau banget! Oke! Sama-sama kak!” Athena mengakhiri panggilan teleponnya dengan sumringah.


“Kenapa lo?’’ Tanya Disti penasaran.


“Gw disuruh gantiin Kak Angga siaran nanti.” jawab Athena antusias. Athena tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena ini pertama kalinya ia akan siaran untuk acara selain putih abu-abu.


“Serius? Emang kenapa dia?” tanya Disti tak kalah antusias.


“Katanya dia ada kuis dadakan gitu dikampusnya, jadi dia harus nyiap-nyiapin bahannya dulu. Jadi dia minta tolong gw ama Kak Franda buat gantiin. Katanya udah diizinin juga ama Pak Wahyu.” Athena berbinar-binar saking senangnya.


“Dim, nanti gw minjem baju lo ya. Gw mau siaran tapi gak bawa baju ganti.” Athena mencolek bahu Dimi dari belakang.


“Hah? Emang ini hari sabtu? Kok lo siaran?” Tanya Dimi sambil membalik badannya.


“Gw disuruh gantiin Kak Angga dadakan, jadi gw gak bawa baju ganti. Boleh ya?” pinta Athena.


“Iya, nanti pilih aja yang pas buat lo. Kayaknya sih pada kegedean semua deh.” balas Dimi sambil cengengesan, karena memang badan Dimi lebih gemuk dari Athena.


“Gak papa. Yang penting gw pake baju.” balas Athena.


***


Rengga menghempaskan tubuhnya kasar ke tempat tidur. Pemandangan di kantin tadi benar-benar mengganggunya. Ia benar-benar tidak suka melihat interaksi Athena dan si Bule itu.


“Giliran sama gw aja dia kayak orang ketakutan mulu, giliran sama tu Bule fine-fine aja dia. Emang apa bagusnya sih tu Bule?!” Gerutu Rengga.

__ADS_1


Rengga mengusap kepalanya dengan kasar. Ia bangun dari tempat tidurnya mengambil sweater yang tergeletak di kursi belajarnya dan memakainya dengan asal. Ia bergegas keluar rumah dan mecari Pak Umar.


“Mau keluar Den?” tanya Pak Umar karena melihat Rengga yang berjalan kearah parkiran.


“Iya pak. Kunci mobil yang kecil dimana pak?” Tanya Rengga. Pak Umar segera mengeluarkan kunci mobil dari saku celananya dan menyerahkan kepada Rengga.


“Nanti kalo ditanya Nyonya saya bilang Aden pergi kemana?” tanya Pak Umar.


“Bilang aja lagi cari angin Pak. Bosen dirumah.” Rengga bergegas menuju mobilnya dan melajukannya tanpa tujuan.


Ia memang tidak tahu mau kemana, ia hanya tidak ingin ada dirumah, karena kalau dirumah bayangan Athena dan Yoga saat dikantin tadi terus berputar dikepalanya. Rengga menyalakan Radio untuk menemani perjalanannya yang entah mau kemana.


“Oke sambil nunggu telepon dan message dari kalian kita puterin lagu dulu yaa, lagu apa ni Then?”


“Aku dulu ni? Oke satu lagu dari Athena ini yang lagi pengen banget aku denger, hehe mumpung lagi di konter curhat ya. Please enjoy Rewrite The Stars by Zac Efron and Zendaya.”


Sontak Rengga terkejut mendengar suara penyiar yang sudah sangat ia kenal. Rengga membesarkan volume radionya.


You think it's easy


You think I don't want to run to you


But there are mountains


And there are doors that we can't walk through


I know you're wondering why


Because we're able to be


Just you and me


Within these walls


But when we go outside


You're going to wake up and see that it was hopeless after all


Rengga tertegun sejenak mendengarkan lirik lagu yang diputar oleh Athena. “Is it impossible?” gumamnya sambil tersenyum miring.


“Wait? Athena siaran? Bukannya ini acaranya si Angga?” Rengga segera mengambil HP dari saku celananya dan menelpon seseorang.


“Halo? Lo gak siaran? Ouwh. Gak papa pengen tau aja. Oke Tengkiyu.” Rengga menutup sambungan teleponnya dan segera melajukan mobilnya keluar dari komplek perumahannya.


Rengga semakin mengeraskan volume radionya, saat suara Athena dan Franda sudah kembali terdengar.


“Iya itu tadi lagu dari Athena, btw kenapa nih milih lagu itu hari ini?” tanya Franda pada Athena.


“Lagi ngejalanin hubungan complicated ni kayaknya.” Lanjut Franda sambil tertawa.


“Haha. Gak kok, cuma lagu ini tu lagi pas sama suasana hati aku yang lagi penuh perdebatan. Disatu sisi aku berfikir this is impossible but in the other side aku sedikit berfikir maybe it can be happen. Gitu deh, banyak hal yang bisa buat kita berdebat dengan diri sendiri.” jawab Athena.


“Yup. Bener banget, aku juga suka banget tu debat sama diri sendiri, dan capek juga karena gak ada habisnya kan, kecuali kita sendiri yang cari akhirnya.” balas Franda


“Indeed. Nah, sekarang Kak Franda ni mau kasih lagu apa?” sambung Athena.


“Oke, berhubung gw lagi pengen yang hot-hot. Gw mau kasih lagu Love Shoot nya EXO.” jawab Franda


“Wah, asik ni,” Athena terdengar antusias.


“Cih. siapa lagi itu EXO.” gerutu Rengga.


“Haha asik donk. Buat para EXO-L selamat mendengarkan, kita disini nikmatin MV nya. Enjoy.”


Lantunan lagu milik EXO langsung terdengar di mobil Rengga. “Boyband ternyata. Emang dasar cewek ya.” gumam Rengga.


•••


Asikk, dengerin lagu exo dulu yaa..hehe

__ADS_1


jangan lupa tinggalin jejak yaa, biar semangat updatenya..terimakasih


__ADS_2