My Annoying Senior

My Annoying Senior
50


__ADS_3

Hai haii,.setelah sekian lama akhirnya balik juggaa,maafkan yaa


semoga gak pada bosen nunggu..ternyata semakin deket ke ending semakin banyak edit nya, haha..


oke langsung aja, happy reading..


•••


“Kakak! Ya Ampuun, akhirnya pulang juga. Mama kira kamu lupa jalan pulang tau gak!” pekik mama Anggi saat melihat anak sulungnya baru tiba dirumah.


Rengga memang sudah lama tidak pulang kerumah semenjak ia kuliah diluar kota. Rengga mengambil Double Degree, sehingga ia menjadi sangat sibuk saat kuliah, bahkan saat hari raya idul fitri Rengga hanya pulang sebentar setelah itu kembali ke kampus lagi, karena Rengga berniat untuk menyelesaikan kuliah secepatnya.


“Mana mungkin Rengga lupa Mah, ada-ada aja deh.” balas Rengga sambil terkekeh menerima pelukan sang Mama.


Hari ini ia menyempatkan untuk pulang karena sang Papa meminta bantuannya untuk mewakili Sang Papa dalam acara bisnis penting yang diadakan rekan Papa, sementara Agatra sedang ada diluar negeri. Rengga yang memang bertugas sebagai penerus bisnis keluarganya, tentu tidak bisa menolak permintaan sang Papa.


“Abis kamu tu ya, sampe ngabarin mama aja gak, kalo mama gak nelpon duluan kamu pasti gak ngabarin.” gerutu Anggi, sambil mengajak anaknya duduk di ruang keluarga.


“Iya maaf Ma, soalnya Rengga lagi fokus biar cepet selesai kuliahnya.”


“Kenapa sih kamu ngebet amat pengen cepet selesai kuliah?” Anggi selalu penasaran karena Rengga seperti ngebet ingin cepat selesai kuliah, padahal biasanya anak-anak lain akan memanfaatkan masa kuliah untuk bersenang-senang bersama teman-temannya sebelum menghadapi dunia kerja yang tentu saja lebih berat.


“Rengga pengen cepet bisa bantu Papa.”


“Ih, Papa kan udah banyak yang bantuin di kantor. Emang kamu gak mau nikmatin masa muda kamu dulu?” tanya Anggi masih tidak puas dengan jawaban sang anak.


“Haha, nikmatin masa muda kan gak harus sambil kuliah Ma.”


“Ya udah, apapun keputusan kamu Mama sama Papa pasti dukung kok. Tapi inget kamu jangan terlalu maksain diri.” Anggi mengingatkan. Rengga mengangguk sambil tersenyum mendengar nasihat mamanya.


Rengga merebahkan tubuhnya di tempat tidur, ia merasa lelah setelah menyetir selama 3 jam. Ya, sebenarnya jarak rumahnya dan tempat ia kuliah bisa ditempuh dengan berkendara selama 3 jam.


Rengga memutuskan untuk istirahat sejenak sebelum nanti ia akan bersiap menemani sang mama untuk menghadiri acara bisnis Papa.


“Loh, jas item gw kemana? Kayaknya terakhir gw taro sini deh. Mana jas item cuma satu yang disini. Dress Code nya kan item.” Rengga bergumam sambil menelusuri seluruh lemari pakaiannya, namun tidak menemukan jas ia cari. Ia akhirnya memutuskan untuk bertanya pada Mama Anggi, karena Mamanya pasti tahu letak seluruh barang yang ada di rumah. Yah, begitulah ibu-ibu ya kan?


“Ma! Liat jas aku yang di lemari kamar gak ya? Kok Gak ada?!” Rengga berteriak dari depan kamarnya.


“Coba kamu lihat di lemari belakang yang tempat laundry-an Kak!” sahut sang Mama. Rengga langsung menuruni tangga untuk menemui Anggi.


“Emang mama laundry?” tanyanya memastikan.


“Iya, kayaknya mama gak sengaja taro di laundry kemaren.” jawab Anggi sambil menoleh kebelakang. Rengga melihat sang mama dan adiknya sedang duduk diruang tengah dengan seseorang. Entah kenapa Rengga penasaran dengan tamu sang Mama, Rengga memutuskan untuk menghampiri mamanya.


“Eh, lagi ada tamu. Mama gak bilang.” kata Rengga sambil nyengir karena sedikit malu karena tadi teriak-teriak padahal sang Mama sedang ada tamu. Rengga terbelalak saat melihat siapa yang duduk disebelah mamanya.


“Iya ada Athena ni, mama lagi kangen-kangenan.” jawab mama Anggi sambil menoleh ke arah Athena. Rengga melihat Athena tersenyum canggung. Rengga tidak bisa melepaskan pandangannya dari Athena.


Astaga! Athena terlihat tambah cantik, rambutnya yang biasa ia kuncir kuda sekarang dibiarkan terurai indah, walaupun ia hanya melihat Athena dari samping, karena Athena tidak mau menoleh ke arahnya namun Rengga tahu Athena sedang merasa gugup.


Sial! Athenanya memang selalu terlihat menggemaskan saat gugup. Athenanya? Ya Rengga selalu menganggap Athena miliknya, dan akan terus seperti itu. Rengga setengah mati menahan keinginannya untuk memeluk Athena saat ini. Karena ia memang sangat merindukan Athena, ia sengaja memutus kontak dengan Athena karena ia tidak ingin mengganggu Athena dengan sekolahnya, dan karena ia tidak yakin bisa menahan diri jika ia terus-terus berhubungan dengan Athena, sementara ia tahu betul Athena tidak boleh pacaran oleh orang tuanya.


“Athena ini adek kelas kamu SMA kan? pasti udah kenal donk.” kata Anggi pada yang membuat Rengga hanya mengangguk salah tingkah.


“Ya pasti kenal lah Ma, Athena kan terkenal di sekolah. Banyak yang naksir juga.” sambar Reva sambil tersenyum jahil. Rengga sudah tahu adik jahilnya itu pasti ingin menggodanya.


“Oh ya? Berarti kamu udah punya pacar donk?” tanya Anggi pada Athena. Rengga terkejut dengan pertanyaan sang Mama, namun ia juga penasaran, apakah Athena sekarang sudah punya pacar, walaupun jelas ia berharap tidak!


“Be-belum tante.” jawab Athena akhirnya. Sudut bibir Rengga terangkat saat mendengarnya. Ia memutuskan untuk mengambil minum diruang makan karena merasa tenggorokannya sedikit kering saat berlama-lama menatap Athena.


“Ma, Athena udah keterima di Universitas A loh, bukannya kemaren mama cerita temen mama ada yang anaknya kuliah disana juga ya?” kata Reva lagi. Walaupun sudah diruang makan Rengga tetap bisa mendengar jelas percakapan diruang keluarga karena memang jaraknya tidak jauh.


Sial Reva! Ingin sekali Rengga menyumpal mulut adik usilnya itu.

__ADS_1


“Wah, jurusan apa?” Rengga mendengar mamanya bertanya pada Athena.


“Elektro Tan.” jawab Athena.


What?! Dari sekian banyak jurusan, kenapa dia harus ambil elektro sih?! Itu kan isinya cowok semua?!


Rengga merasa kesal, ia melampiaskannya dengan meneguk minumannya dengan cepat.


“Wah, kebetulan banget! Kamu belum punya pacar juga kan? Sini tante kenalin sama anaknya temen tante. Dia juga jurusan elektro, dua tingkat di atas kamu deh kalo gak salah. Anaknya ganteng loh, kenalan aja dulu, siapa tahu dia bisa bantuin kamu nanti waktu ospek biar gak dikerjain sama senior.”


“Uhuk-uhuk!” Rengga langsung tersedak saat mendengar suara sang Mama. Apa-apaan Mamanya ini? Jelas-jelas dia memiliki anak super ganteng kenapa juga dia harus kenalin Athena dengan orang lain?! Rengga tidak terima!


“Pelan-pelan minumnya kaak!” pekik mama Anggi. Rengga mengelap mulutnya kasar.


“Ini. Tante punya fotonya, mana ya..” Rengga melihat Anggi sudah sibuk membuka HP nya.


“Eh, gak usah tante, nanti juga saya kenal sendiri kalo ketemu di kampus” tolak Athena.


“Gak papa, kamu kenal duluan lebih bagus, ini tante punya fotonya kok, dia ganteng deh, beneran, sebentar ya tante cari..” Anggi masih sibuk mencari-cari file di HP nya. Rengga sudah tidak tahan lagi, dengan cepat ia berjalan menuju sang Mama dan secepat kilat merebut HP sang Mama.


“Eh, Kak! itu HP Mama!” teriak Anggi saat HP nya sudah direbut oleh Rengga.


“Rengga pinjem mau buat nelpon Ma penting!” Rengga bergegas naik ke lantai atas tanpa memperdulikan protes sang mama.


‘Enak aja! Gak akan gw biarin Athena dikenalin sama cowok lain!’ batin Rengga.


“Kakaak! Aih si kakak ni, orang mama lagi mau nunjukin ke Athena.” Rengga masih bisa mendengar protes sang Mama, namun ia tidak peduli.


***


“Kak, pulangnya gak bisa hari senin aja?” tanya Reva pada Rengga saat sang Kakak sudah bersiap-siap akan kembali ke kota tempat ia berkuliah.


“Senin kakak harus ketemu dosen Va. Emang kenapa?” tanya Rengga penasaran, karena tidak biasanya Reva protes dengan jadwalnya. Lagipula senin juga Reva sudah harus kembali ke asramanya, jadi buat apa Reva menyuruhnya pulang Senin?


“Emang surprise apaan? Ulang tahunnya kan masih lama?”


“Ciyee, yang apal ulang tahunnya Athena.” Goda Reva.


Sial! Rengga masuk ke jebakan adik usilnya ini!


“Udah deh, gak usah jail. Kakak mau berangkat ini nanti kemalaman dijalan.” Rengga memasang tampang galak, karena tidak mau dijahili lebih jauh oleh Reva.


“Senin itu pengumuman kelulusan Athena, aku mau kasih selamat ke sekolahnya.” kata Reva akhirnya.


“Ngapain juga dateng ke sekolahnya. Emang kamu libur? Ucapin lewat telepon aja kan bisa.”


“Makanya kalo sama kakak kan aku bisa ijin dari sekolah. Lagian aku tu penasaran pengen liat tampang calon pacarnya Athena.” kata Reva sambil menyeringai tipis. Ia sangat tahu sang kakak pasti akan terpengaruh.


“Calon pacar?” tanpa sadar Rengga sudah mengeraskan rahangnya. Reva tersenyum tipis melihat reaksi sang kakak. Rencananya berhasil!


“Iya. Kemaren Athena cerita ada temennya yang ngajakin dia ke acara perpisahan bareng. Kan tema perpisahan mereka Prom Nite gitu, jadi pada bawa-bawa pasangan gitu. Aku yakin cowok itu pasti suka sama Athena kan, makanya dia ngajakin Athena bareng. Dan kayaknya Athena juga tertarik sih, soalnya Athena setuju buat ke perpisahan bareng cowok itu. Pasti abis itu mereka jadian deh.” Reva tetap berusaha memancing reaksi sang kakak. Reva tersenyum tipis saat melihat reaksi Rengga.


“Emang kapan perpisahannya?” tanya Rengga sambil tetap berusaha tenang. Jujur ia sekarang sudah ingin menghajar habis-habisan cowok yang berani-beraninya mengajak Athena pergi ke Prom.


Brengsek! Rengga mengumpat dalam hati.


“Kalo gak salah sabtu besok deh. Kenapa? Kakak mau dateng?” tanya Reva sambil berusaha menahan tawanya yang sudah sangat ingin meledak karena melihat reaksi sang Kakak.


“Oke. Kakak berangkat dulu ya.” kata Rengga tanpa menjawab pertanyaan Reva. Rengga bergegas menuju mobil dan melajukannya.


“Shit!” Rengga terus mengumpat di dalam mobil. Dadanya panas saat mendengar cerita Reva. Ia tahu betul adiknya itu pasti ingin memanasi dirinya dengan menceritakan itu, dan Reva berhasil!


Rengga sekarang seperti orang yang kebakaran jenggot. Ingin sekali ia menemui Athena saat ini juga, tapi jika itu ia lakukan perjuangan dan pengorbanannya selama ini akan sia-sia.

__ADS_1


“Tenang Ga. Athena pasti gak akan kemana-mana. Lo masih punya waktu!” Rengga berusaha meyakinkan dirinya sendiri.


Jika saja ia tidak ada janji bimbingan dengan dosennya ia pasti akan menuruti rencana Reva, tapi urusannya benar-benar tidak bisa ditunda. Ia tidak mau harus memulai semuanya dari nol lagi. Sudah setengah mati ia berusaha menyelesaikan kuliahnya secepat mungkin. Mengambil kuliah Double Degree tidaklah mudah, karena ia harus bisa membagi waktunya dengan baik.


Sepanjang perjalanan tidak hentinya Rengga memikirkan Athena, ia benar-benar tidak bisa membiarkan Athena pacaran dengan cowok lain, tidak setelah dia berusaha bersabar selama ini, tidak mungkin ia melepaskan Athena begitu saja.


***


“Congratulation to US!!!” Seluruh siswa SMA Star berteriak bersamaan merayakan kelulusan mereka. Seperti tahun-tahun sebelumnya seluruh siswa SMA Star berhasil lulus UN tanpa terkecuali.


“AAAAAA! Akhirnya kita lulus jugaa!” Pekik Dimi saat ia dan ketiga temannya saling berpelukan.


“Iyaa! Bentar lagi kita jadi mahasiswa!” Kata Disti Antusias.


“Lah, ko lo malah nangis Cin?” tanya Athena pada Cindy yang sudah meneteskan air mata. Sontak Dimi dan Disti ikut menoleh kearah Cindy.


“Hiks, gw belum siap pisah dari kalian.” Cindy mulai sesegukan. Sementara Dimi dan Disti yang tadinya loncat-loncat kegirangan jadi ikut berkaca-kaca karena ucapan Cindy.


“Kan kita masih tetep bisa ketemu Cin.” Athena berusaha menghibur Cindy, walaupun sebenarnya ia juga masih belum bisa membayangkan hari-harinya sebagai mahasiswa tanpa ketiga sahabatnya ini.


“I-iya, tapi kan gak bisa lagi kita ketemu tiap hari kayak gini.” Cindy semakin sesegukan dan membuat ketiga temannya panik karena anak-anak lain mulai melihat kearah mereka.


“Udah donk Cin, jangan nangis terus nanti gw ikutan nangis juga ni.” kata Dimi.


“Kita duduk dulu yuk.” Athena mengajak ketiga temannya untuk duduk dipinggir lapangan, karena saat ini mereka memang sedang berada di lapangan setelah tadi mendengarkan pengumuman kelulusan dari kepala sekolah.


“Kita kan masih satu kampus Cin, nanti gw janji bakal sering main ke jurusan lo deh.” Hibur Athena. Dari mereka berempat memang Athena dan Cindy lah yang sudah pasti diterima di Universitas, melalui jalur prestasi. Athena di jurusan Elektro dan Cindy di jurusan pendidikan biologi.


“Iya. Nanti kan gw ama Dimi juga ikut tes disana, pasti bakal masih ketemu kok.” Sambung Disti.


“Iya makanya lo belajar buat tes nya nanti, jangan pacaran mulu.” Sindir Athena, karena memang selama liburan setelah ujian kemarin Disti gencar pedekate dengan teman sekelasnya, bahkan sampai ia selalu menolak jika diajak main keluar oleh Athena.


“Ish, iya ndoro.” balas Disti manyun.


“Haha, makanya Then lo juga terima aja tu si Prima, biar ngerasain juga pacaran tu gimana. Kan sekarang lo udah lulus.” sambung Dimi yang langsung di angguki oleh ketiga temannya. Athena sampai berdecih karena bisa-bisanya Cindy yang tadi nangis sesegukan seketika berhenti menangis saat Dimi menyebut Prima.


“Apaan sih, orang dia cuma ngajak gw ke perpisahan bareng. Bukan ngajak pacaran! Udah deh gak usah nyebar isu.” gerutu Athena.


“Ya, dia ngajak lo kan pasti ada maksud Then.” Dimi tidak mau kalah.


“Udah ah, gak usah dibahas. Gw laper ni mending kita makan dulu deh.” Athena mencoba lari dari topik yang membuatnya tidak nyaman itu.


“Tapi lo terima ajakan dia buat ke perpisahan bareng kan Then?” tanya Disti masih tidak mau mengalihkan topik dari Prima.


“Iya. Udah deh. Kalian bisa kencan dengan tenang pokoknya. Gw gak bakal ganggu!” Athena mendengus kesal.


“Bukan gitu Then, kita cuma pengen lo bisa ngerasain apa yang kita rasain juga.” balas Dimi.


“Iya Then, setidaknya pelan-pelan lo harus bisa nerima perhatian dari cowok lain juga. Karena gak cuma kakak Ganteng itu aja cowok di dunia ini.” sambung Disti dengan wajah serius.


Athena mengerti maksud ketiga temannya itu baik, namun memang sampai saat ini ia belum bisa menerima perhatian dari cowok lain, mungkin karena ia merasa urusannya dengan Rengga belum selesai. Padahal Athena juga tidak yakin apakah Rengga juga menganggap demikian. Tapi demi membuat ketiga temannya tidak khawatir Athena akhirnya menerima ajakan Prima, teman sekelasnya yang juga Mantan Ketua OSIS, untuk pergi ke perpisahan bersama. Namun Athena sudah menegaskan kepada Prima bahwa ia menerima ajakan Prima hanya sebagai teman, karena Athena tidak mau Prima menyalah artikan jawaban Athena.


“Iya mbaahh. Cucu ngerti.” balas Athena dengan wajah konyol.


“Sialan lo! Gw belum punya cucu!” protes Disti yang disambut gelak tawa ketiga temannya.


***


bersambung yaa..


jangan lupa tinggalin jejak nya yaa..


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2