
Halo haloo...
Update lagiii..
Selamat menikmati yaa...
•••••
Arengga melemparkan jaketnya sembarangan setelah sampai dikamarnya. Ia menghempaskan dirinya ke sofa yang tidak jauh dari tempat tidurnya. Ia menutup mata dengan lengannya. Dia benar-benar pusing menghadapi Dea. Selama beberapa minggu ini ia sempat merasa tenang karena Dea sedang ada pemotretan di luar kota. Tapi sekarang Dea sudah kembali, dan kembali membuat otaknya serasa ingin meledak.
“Shit!” Rengga mengumpat berkali-kali untuk melampiaskan kekesalannya.
Rengga masih termenung dikamarnya, ingatan nya kembali pada saat pertama kali dia bertemu dengan Dea saat mereka masih sama-sama anak baru di SMA Star. Dea yang cantik tentu dengan mudah menarik perhatian Rengga, secara fisik Dea merupakan tipe ideal Rengga.
Sangat beruntung ternyata Rengga dan Dea adalah teman sekelas, sehingga dengan mudah Rengga melakukan pendekatan kepada Dea, tidak butuh waktu lama bagi Rengga untuk meluluhkan hati Dea. Mereka pun memutuskan untuk berpacaran, Rengga ingat sangat banyak cowok dan cewek yang cemburu dengan hubungan mereka.
Saat itu Rengga benar-benar sangat bahagia, kemana ada Dea pasti ada Rengga begitupun sebaliknya. Waktu itu ia merasa sangat tergila-gila dengan Dea.
Rengga menghela nafas saat mengingat masa itu, masa sebelum Dea berubah menjadi cewek egois, menyebalkan dan tidak memikirkan perasaan orang lain.
Seiring ketenaran yang di dapat, Dea semakin berubah sifatnya. Hingga akhirnya puncaknya saat Dea memutuskan untuk homeschooling karena jadwalnya sudah sangat padat dan sudah terlalu sering izin dari sekolah.
Saat itu mereka semakin jarang bertemu, dan Rengga merasa Dea semakin berubah. Hingga suatu hari Rengga memutuskan untuk memberi surprise kepada Dea dengan cara datang ke lokasi pemotretan tanpa memberi tahu Dea, dan betapa terkejutnya Rengga saat melihat Dea sedang berciuman dengan laki-laki yang Rengga tidak kenal. Rengga emosi dan langsung menonjok cowok itu, namun bukannya merasa bersalah Dea malah membela cowok itu dan menyuruh Rengga pergi.
Rengga benar-benar marah saat itu, dia sangat kecewa dengan pengkhianatan Dea. Rengga sebagai pacarnya saja tidak pernah menyentuh Dea lebih dari pegangan tangan! Tapi ini Dea malah berciuman dengan cowok lain?!
“Arrgghhhh!” Rengga menggeram karena teringat kembali dengan amarahnya pada saat itu.
“Ga! Sayang.” Suara mama Rengga terdengar berbarengan dengan ketukan di pintu kamar Rengga, membuat Rengga tersentak kembali dari pikiran masa lalunya.
“Iya Ma.” Rengga segera berjalan menuju pintu kamarnya.
__ADS_1
“Udah makan belum?” Tanya mamanya. Rengga sampai lupa kalau ia belum makan malam. Ia terlalu emosi sampai melupakan perutnya yang sudah berbunyi minta diisi.
“Iya belum ma.” Rengga cengengesan sambil garuk-garuk kepala yang tak gatal.
“Ya udah makan dulu gih. Itu mama masak sop iga.” Mamanya tersenyum sambil menarik lembut tangan putranya.
“Oke boss, gak bakal nolak kalo sop iga mah.” kata Rengga semangat. Setidaknya ia harus tetap makan, karena emosi itu butuh banyak energi. Ya kaan.
Mama Rengga menuangkan sop iga dari panci ke mangkuk untuk Rengga, sementara Rengga sudah duduk di meja makan sambil memegang sepiring nasi.
“Untung tadi gak diabisin Papa sop nya. Mama kira kamu gak makan dirumah lagi kayak minggu kemarin.” kata mama Anggi sambil meletakkan mangkuk berisi sop iga ke depan Rengga.
“Iya tadinya mau makan diluar lagi, tapi gak ada temen.” Jawab Rengga sambil menuangkan kuah sop ke nasinya.
“Tumben. Sekarang kamu juga jadi sering ke Radio. Dulu biasanya cuma lewat telepon doang.” Kata mamanya seraya menarik kursi di depan Rengga dan duduk disana.
“Iya. Lagi pengen aja ma.” jawab Rengga sedikit salah tingkah karena ia tahu mama nya sedang berusaha ngepoin sesuatu. Mamanya tersenyum saat melihat Rengga sedikit salah tingkah. Ia sengaja ingin menggoda anaknya karena ia tahu sepertinya Rengga tadi sedang tidak dalam suasana hati yang baik.
“Gak Ma, cuma lagi pengen aja nyari suasana baru.”
“Kata Reva si Athena jadi penyiar di Radio kita?”
“Mama kenal Athena?” Rengga terkejut karena mama nya bisa menanyakan tentang Athena.
“Ya tau lah sayang. Athena kan dulu sering main kesini. Kenapa? Kok kamu langsung semangat gitu mama nanya Athena?”
“Gak kok. Biasa aja.” Rengga mengalihkan pandangannya kembali ke piringnya. Namun sang mama tahu kalau anaknya itu sedang salah tingkah.
“Athena tu cantik loh, pinter lagi. Makanya mama seneng banget Reva temenan ama dia.” Mamanya tetap berusaha membahas Athena untuk melihat reaksi Rengga.
Dari dulu memang mamanya suka menjodoh-jodohkan Rengga dengan beberapa gadis, karena memang Rengga belum pernah mengenalkan seorang cewek pun kepada keluarganya. Rengga hanya terdiam, ia memang tidak pernah bilang ke orang tua nya maupun ke Reva kalau dia sudah berpacaran dengan Dea, entah kenapa dia merasa tidak perlu mengatakan ke keluarganya. Baginya jika sudah membawa keluarga artinya sudah sangat serius, sedangkan selama ini ia tidak yakin dengan hubungannya dan Dea.
__ADS_1
“Kata Reva kemaren kamu sampe ngences ngeliat Athena dirumahnya ya?” Goda mamanya lagi.
“Hah? Gak lah, ngarang tu Reva, lebay.” Rengga pura-pura marah untuk menutupi salah tingkahnya. Entah kenapa jika ingat tentang Athena bibirnya tidak bisa menahan senyum.
“Hahaha, kalo iya juga gak papa sih, wajar kan, wong Athena seksi gitu, itu berarti kamu normal.” kata mama Rengga menggoda anaknya, membuat Rengga makin salah tingkah.
Rengga hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Haha, seksi juga Angelina Jolie Ma.” Rengga ngeles
“Ih, Angelina Jolie mah udah tua. Bagusan juga Athena masih muda.” balas sang Mama gak mau kalah.
“Iya deh bagusan Athena.” Rengga pasrah. Karena ia tahu tidak ada gunanya berdebat dengan sang Mama.
“Jadi suka gak sama Athena?” pancing sang Mama yang sontak membuat Rengga tersedak kuah sop yang sedang dimakannya.
“Aduhh! Kamu tu makanya kalo makan pelan-pelan.” seru Mama Anggi seraya memberikan segelas air minum kepada Rengga. Rengga segera meneguk habis minuman yang diberikan Mamanya.
“Kamu cuma ditanya gitu doang langsung keselek.” goda Mama Anggi sambil senyum usil saat Rengga selesai menghabiskan minumnya.
“Udah ah Ma. Rengga udah kenyang. Mau tidur ngantuk.” Rengga segera mengangkat piring dan mangkuk bekas makannya dan meletakkanbya ke wastafel. Rengga tidak ingin berlama-lama didepan Mamanya yang sedang dalam mode usil ini.
Sementara sang Mama hanya tersenyum senang melihat reaksi anaknya.
••••
bersambung ke next chapter yaa..
minta dukungan dan suportnya biar semangat updatenya yaa..
terimakasih
__ADS_1