
Haloo, balik lagi..
biar gak lama kita langsung aja yaa..
happy reading🤗
•••
Semakin sore, acara perpisahan semakin meriah, terutama saat masing-masing band dari perwakilan kelas menunjukan kebolehannya. Athena memenuhi janjinya pada Yoga untuk menonton perform Yoga dan kawan-kawan.
“Gilaa! Puas hari ini gw cuci mataa!” Disti berteriak histeris sambil berjoget saat band Yoga sedang perform. Acara sudah menjadi acara santai sehingga kursi-kursi yang tadinya ada di depan panggung sudah disingkirkan sehingga para siswa yang ingin berjoget mengikuti dentuman musik bisa semakin leluasa. Aliran musik yang dibawakan Yoga dan teman-temannya adalah musik Rock sehingga lebih banyak siswa cowok yang berjoget di bawah panggung. Athena dan temannya sengaja berdiri agak jauh dari panggung karena takut tertabrak cowok-cowok yang berjoget liar di bawah panggung.
“Lo dari mana aja Then? Kok baru masuk?” tanya Cindy.
“Duduk dulu di taman tadi gw, istirahatin gendang telinga gw, kasian dari tadi kerja keras dia.” jawab Athena cengengesan.
“Iya, gw juga udah capek ini sebenernya, kita udah boleh pulang belum sih?” Tanya Cindy lagi.
“Kayaknya udah deh. Nanti abis bandnya kak Yoga kita pulang aja yuk.” Ajak Athena. Karena memang ia juga sudah merasa lelah.
“Kenapa harus nunggu band nya Yoga?” tanya seseorang dari belakang Athena.
Reflek Athena dan ketiga temannya menoleh kebelakang untuk melihat sumber suara.
“Kak Andrian?!” Disti dan Dimi memekik berbarengan. Andrian tersenyum pada mereka.
“Harus banget kamu nonton band si Bule tapi gak mau nunggu band aku?” kata Rengga yang tiba-tiba muncul dari belakang Andrian.
Athena membeku saat Rengga menatapnya dengan pandangan kesal.
Ketiga teman Athena ikut merinding saat melihat pandangan Rengga, karena jelas sekali Rengga sedang marah.
“Ehm, kita bukannya gak mau nunggu band Kak Andrian, kita cuma takut nanti gak bisa nonton, kan fans kakak-kakak banyak banget tu, kita pasti tersingkir deh.” kata Disti mencoba menyelamatkan Athena.
“I-iya. Gitu maksudnya.” Sambung Athena gugup, iya tidak berani menatap Rengga.
“Eh, Cin nanti dateng di acara perpisahan KIR kan?”tanya Andrian berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Iya kak. Saya pasti dateng kok.”
__ADS_1
“Sip. Ya udah yuk Ga, anak-anak udah nungguin!” Andrian menepuk pelan bahu Rengga yang masih tidak melepaskan pandangannya dari Athena, sementara Athena hanya bisa tersenyum canggung, karena jujur ia tidak tahu harus berbuat apa saat bertemu Rengga seperti ini.
“Aku pergi dulu.” Rengga menepuk pelan puncak kepala Athena sebelum berlalu mengikuti Andrian.
“Fuh, horor banget tadi kayak ketemu zombie beneran.” Desis Dimi, setelah Andrian dan Rengga menjauh.
“Iya walaupun ganteng tapi kalo lagi marah gitu horor juga ya.” celetuk Cindy.
“Lo gak papa Then?” tanya Disti khawatir.
Athena dari tadi masih tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Rengga, ia tampak kesal saat Rengga berhenti untuk berfoto dengan beberapa cewek.
“Sialan, sama cewek lain aja dia senyam-senyum gak jelas, giliran sama gw udah kayak mau makan orang.” gerutu Athena pelan, namun ketiga temannya masih bisa mendengar jelas.
“Lo sih tadi nyebut-nyebut kak Yoga, dia jealous kan.” balas Disti.
Athena mendelik kesal ke arah Disti. “Dia bisa tebar pesona sana-sini kenapa giliran gw cuma nyebut nama cowok lain gak boleh?” balas Athena.
“Ciyee, neng Athena jealous nih.” kata Dimi dengan wajah konyol.
“Gw gak jealous ya! Gw cuma ngerasa gak adil, kenapa dia boleh akrab-akrab sama cewek lain tapi gw gak?!” Athena tidak terima dibilang jealous oleh Dimi.
“Iya-iya. Emang gak adil, ya udah biar adil gimana kalo kita juga nonton band nya kakak zombie dulu baru pulang.” kata Cindy menggoda Athena.
***
Sekolah sudah normal seperti biasa, hanya saja sudah tidak ada lagi murid kelas 12. Athena dan teman-temannya juga sudah disibukan dengan ujian kenaikan kelas.
Hubungan Athena dan Rengga? Jangan ditanya, mereka sama sekali tidak ada kemajuan. Terakhir kali Athena bertemu dengan Rengga adalah saat perpisahan kelas 12 saat Rengga dan Andrian akan bersiap-siap naik ke panggung untuk perform. Setelah itu Athena tidak punya kesempatan sama sekali menemui Rengga.
Athena sebenarnya berharap bisa bertemu Rengga setelah Band Rengga tampil, tapi harapannya harus pupus karena menurut Cindy, Rengga masih harus menghadiri acara perpisahan dengan pengurus OSIS dan dengan para guru. Rengga yang terpilih sebagai perwakilan dari kelas 12 tentu harus hadir di acara tersebut.
Sampai sekarang Athena masih terlalu gengsi untuk menghubungi Rengga duluan, sementara Rengga juga tidak pernah menghubungi Athena.
Athena hanya mengetahui kabar Rengga secara tidak langsung dari Reva. Karena sahabatnya itu masih suka bercerita tentang kakak gantengnya itu.
Dari Reva lah Athena mengetahui jika Rengga melanjutkan kuliah di Universitas Negeri di luar kota. Athena sedikit kecewa karena Rengga sama sekali tidak mengabari dirinya. Lalu apa maksud Rengga menyatakan perasaannya waktu itu kalau akhirnya ia akan pergi meninggalkan Athena tanpa pamit sama sekali?!
Athena mengerti mungkin Rengga sedang sibuk mempersiapkan ujian dan kepindahannya ke luar kota kemarin, namun sekarang bukankah seharusnya cowok itu sudah ada waktu untuk setidaknya mengirim pesan kepada Athena untuk sekedar bertukar kabar?!
__ADS_1
“Brengsek!” Athena menggumam pelan. Ia selalu emosi jika mengingat Rengga. “Pinter banget dia bikin gw ngarep terus pergi gitu aja! Sialan!” Athena meremas kuat HP nya.
“Ampun Then! Nanti rusak HP lo!” pekik Disti saat dilihatnya Athena sedang meremas HP. Saat ini Athena dan ketiga temannya sedang belajar bareng di kosan Dimi, karena memang sekarang mereka dalam masa ujian akhir semester untuk kenaikan kelas.
Athena akhirnya tersadar dari lamunannya sendiri.
“Lo kenapa Then?” tanya Cindy penasaran, karena memang dari tadi Athena terlihat sangat tidak fokus.
“Oh, gak kenapa-kenapa kok.” jawab Athena sambil nyengir.
“Lo masih mikirin si kakak ganteng ya?” tembak Dimi yang tepat sasaran.
“He, gw emang gak bisa banget bohong dari kalian ya.” kata Athena sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Kenapa juga lo gak hubungi dia duluan sih Then? daripada lo penasaran gak jelas terus gini.” celetuk Disti.
“Gak lah. Dia aja gak mau tau kabar gw, kenapa gw harus tau kabar dia.” kata Athena sambil merebahkan tubuhnya di kasur Dimi.
“Yee, ni bocah malah tidur, ajarin gw ini belum kelar.” protes Dimi sambil menarik lengan Athena agar Athena bangun dari tempat tidurnya.
“Istirahat bentar 5 menit yaa, cape ni mata gw.” rengek Athena.
“Iya udah Dim, kita istirahat bentar, cape juga gw.” kata Cindy sambil merentangkan tanganya keatas.
“Makanya, denger tu kata Disti, kalo gw jadi lo sih gw bakal tanya kabar dia duluan deh.” kata Dimi pada Athena.
“Ogah! Biarin aja, gw udah biasa jadi secret admirer kok. Dulu waktu SMP gw juga bisa tahan dua tahun gak liat dia sama sekali.” kata Athena sambil tersenyum miris.
“Yakin kali ini lo bisa tahan?” tanya Disti karena merasa tidak yakin dengan ucapan Athena.
“Yakin lah, udah tenang aja. Ini karena masih baru aja, nanti juga kalo udah semingguan gw bakal biasa lagi kok.” Athena berusaha meyakinkan ketiga temannya agar tidak khawatir, padahal sebenarnya ia juga tidak yakin apakah ia bisa menahan rindunya kepada Rengga, karena ia sadar rasa sukanya pada Rengga sekarang sudah jauh lebih besar dibandingkan saat SMP dulu.
“Yaudah, kita sih percaya sama lo. Tapi inget kalo ada masalah jangan lo pendam sendiri. Nanti malah jadi penyakit.” kata Cindy menasehati. Disti dan Dimi mengangguk setuju. Athena tersenyum kearah ketiga temannya bergantian, ia sangat bersyukur memiliki ketiga temannya, ia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya jika ia tidak memiliki ketiga teman seperti Disti, Dimi, dan Cindy. Tanpa sadar ia meneteskan air mata.
“Lah, kenapa nangis? Yah, melow deh dia.” mereka berempat pun berpelukan. Athena yakin dengan bantuan ketiga temannya ia pasti bisa melewati masa menyebalkan selama di SMA ini.
•••
bersambung yaa..
__ADS_1
jangan lupa tinggalin jejaknyaa..
terimakasih💞