
Hai haii.,Athena balik lagi nii,..
gak kerasa udah mau tamat aja..makin menuju ending makin galau nulisnya, karena masih belajar.,semoga suka dan dapet feel nya ya..hehe
Happy reading..
•••
Athena berkali-kali memandangi wajahnya di cermin. Hari ini adalah hari perpisahan sekolahnya. Karena tema acara perpisahan tahun ini adalah Prom Nite, jadi acara baru dimulai pukul 7 malam. Athena sebenarnya tidak suka dengan tema perpisahan tahun ini, tapi sialnya saat voting tema Prom Nite ini lah yang paling banyak dipilih.
Athena mengenakan dress selutut berwarna biru muda dengan detail bahan lace tanpa lengan dan sedikit transparan pada bagian atas dadanya, sementara di bagian bawah dress tersebut berbentuk A-line. Untuk menyempurnakan penampilannya Athena mengenakan ankle strap heels berbahan suede dengan warna senada dengan dress yang dikenakannya. Athena juga membiarkan rambut panjangnya tergerai indah, ia hanya memblow rambutnya agar terlihat sedikit bergelombang di bagian bawah. Dibagian wajah Athena hanya memakai sedikit make up tipis yang dibantu oleh sang Mama, karena memang Athena belum bisa menggunakan Make up, ia hanya tahu cara memakai bedak dan lipbalm.
“Oke. Gak malu-maluin lah.” gumam Athena sambil memeriksa sekali lagi penampilannya di cermin. Athena melihat jamnya dan bergegas keluar dari kamar karena ia tahu Disti sebentar lagi akan sampai. Ya, Athena memang bersedia menjadi pasangan Prima di acara perpisahan, tapi ia masih tidak mau jika Prima menjemputnya ke rumah, karena pasti Papa dan Mamanya akan bertanya panjang lebar perihal siapa Prima, jadi untuk cari aman Athena meminta Disti untuk menjemputnya dan ia akan bertemu Prima di sekolah.
***
“Ya Ampun Then! Sumpah lo cantik banget!” Pekik Cindy saat ia bertemu dengan Athena dan Disti yang baru masuk ke aula sekolah. Athena memutar matanya jengah, karena tadi juga sepanjang jalan Disti sudah mengatakan hal yang sama kepadanya.
“Dih, dibilangin cantik malah gitu mukanya.” protes Cindy. Athena hanya mengangkat bahu cuek.
“Oiya, ini kenalin cowok gw.” Cindy mengenalkan pacarnya pada Athena dan Disti. Athena dan Disti memang baru ini bertemu dengan pacar Cindy karena pacar Cindy adalah Mahasiswa, tidak lama Dimi dan pacarnya datang dan ikut bergabung dengan mereka, Prima dan gebetan Disti juga akhirnya bergabung dengan mereka. Karena seperti Athena, Disti dan pasangannya berangkat sendiri-sendiri dan janjian untuk bertemu langsung di sekolah.
“Lo cantik banget Then.” puji Prima saat Athena dan Prima tinggal berdua saja karena ketiga teman Athena sudah larut dalam acara bersama pasangan masing-masing.
“Haha. Ini udah ucapan ke delapan puluh sembilan ribu yang gw denger.” balas Athena asal.
“Gw gak percaya, pasti lebih dari itu.” kata Prima sambil menatap Athena dengan wajah serius. Hal itu membuat Athena sedikit salah tingkah, bagaimanapun Prima memiliki mata hazel yang membuat siapapun terpana melihat warna matanya yang indah itu. Tidak heran jika Prima terpilih sebagai Kakak ter-Most Wanted untuk tahun ini.
“Gombal deh.” Athena membuang tatapannya ke samping karena merasa canggung ditatap seintens itu oleh Prima.
“Gw gak gombal lagi. Tu liat aja dari tadi cowok-cowok disini pada ngeliatin lo. Bahkan adek-adek kelas kita juga ngeliatin lo aja dari tadi.” Prima mengalihkan pandangannya ke seluruh ruangan. Athena hanya tersenyum canggung sambil meletakkan gelas minuman yang sudah kosong di meja yang tidak jauh dari mereka berdiri.
“Lo gak mau dansa juga Then?”tawar Prima, karena memang sekarang sudah memasuki acara inti dimana para siswa yang membawa pasangan sudah turun ke lantai dansa untuk berdansa.
“Gw gak bisa dansa Prim.” tolak Athena.
“Gw bantu, lo tinggal ikutin gw aja. Yuk.” Prima menarik lembut lengan Athena. Mau tidak mau Athena akhirnya mengikuti Prima ke lantai dansa.
Prima menuntun Athena untuk berdiri berhadapan dengannya. Athena mengikuti setiap instruksi yang Prima berikan, tangannya sudah bertengger sempurna di bahu Prima, dan tangan prima memegang lembut pinggang Athena, jujur Athena sedikit canggung dengan posisi ini, beberapa kali ia tidak sengaja menginjak kaki Prima.
“Prim, udah aja yuk. Gw pegel ni.” Athena beralasan. Sebenarnya bukan karena pegal tapi Athena benar-benar sudah tidak tahan dengan posisi seperti ini. Untungnya Prima mengerti dan mengajak Athena untuk keluar dari lantai dansa. Sesekali Athena menoleh ke salah satu teman-temannya dan selalu ditanggapi dengan senyum jahil dari ketiga temannya. Sepertinya ketiga teman Athena itu sudah kompak untuk tidak mengganggu Athena dan Prima.
“Nih minum dulu.” Prima menyerahkan gelas berisi air mineral kepada Athena setelah mereka berada di tempat yang sedikit lebih tenang. Tidak terlalu ramai namun mereka masih tetap bisa menyaksikan siswa-siswa yang sedang berdansa.
“Makasih.” Athena tersenyum sambil menerima gelas dari Prima.
“Makasih juga lo udah mau nemenin gw diacara ini.” balas Prima sambil tersenyum tulus.
Lagi-lagi Prima menatap Athena dengan tatapan yang sulit Athena mengerti. Tatapannya benar-benar membuat Athena sulit bernafas. Astaga, jiwa jomblo akut Athena mulai meronta.
Athena hanya bisa tersenyum kikuk menanggapi ucapan Prima.
__ADS_1
“Then. Gw mau ngomong sesuatu sama lo.”kata Prima sambil menarik lembut lengan Athena agar Athena benar-benar menghadapnya. Tubuh Athena seketika meremang saat Prima menatapnya dengan sorot mata teduh yang dimilikinya.
“Ma-mau ngomong apa?” Tanya Athena sambil menarik pelan lengannya yang dipegang Prima. Athena bingung kenapa ia jadi terbata seperti ini.
“Gw suka sama lo Then, lo mau gak jadi pacar gw?” Tanya Prima to the point.
“Sorry, Athena gak bisa jadi pacar lo, karena dia milik gw!” kata seseorang yang tiba-tiba saja menarik lengan Athena dan menyeret Athena untuk mengikutinya.
Prima hanya bisa mematung melihat Athena pergi dari hadapannya, ia pasrah. Sepertinya ia tidak perlu menunggu jawaban Athena lagi.
Sementara Athena lebih terkejut lagi karena baru saja ia terkejut dengan pernyataan Prima, ia sudah kembali dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba saja mengklaim dirinya dan menariknya seperti ini.
“Sakit! Lepasin gw!” kata Athena setelah ia berhasil menemukan kesadarannya. Namun cowok itu tak bergeming dan tetap membawanya ke sebuah lorong yang menuju keruang panel. Tempat ini tidak terlalu jauh dari hall aula namun sepi karena memang lorong ini hanya menuju keruang panel dan tidak semua orang boleh ke ruang panel.
“Sialan! Lo siapa sih? Lepas gak?!” Athena berusaha menarik tangannya yang dicengkram oleh cowok tadi.
“Kamu udah gak ngenalin aku lagi?” Wajah Athena mendadak pias saat cowok yang menarik lengannya itu berbalik dan menatapnya.
“Ka-kak Rengga.” cicit Athena. Ia hampir tidak bisa bersuara karena terlalu shock saat mengetahui cowok yang baru saja menculiknya dari Prima adalah Rengga.
“Apa kabar Then?” tanya Rengga sambil tersenyum ke arah Athena. Entah mengapa Athena menjadi emosi saat melihat senyum Rengga, ingin sekali ia meninju wajah tampan Rengga saat ini juga.
Bisa-bisanya cowok ini muncul lagi dihadapannya sambil tersenyum tanpa dosa setelah bertahun-tahun hilang tanpa kabar?!
Dan apa maksudnya tadi mengatakan bahwa Athena miliknya?! Sejak kapan Athena menjadi miliknya?! Dasar Cowok brengsek!
Athena balas menatap Rengga dengan amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun.
Athena membelalak tidak percaya, reflek ia mengangkat kedua tangannya untuk menahan dada Rengga agar tubuh mereka tidak menempel.
“Kak! Lepasin! Apa-apaan sih?!” Athena memberontak berusaha melepaskan rengkuhan Rengga namun sia-sia karena tenaga Rengga yang jauh lebih besar darinya. Namun Athena tetap berusaha menggerak-gerakan badannya untuk membuat jarak dengan tubuh Rengga.
“Aku gak akan lepasin sebelum kamu janji mau denger penjelasan aku!” balas Rengga semakin mengeratkan pelukannya.
“Gak ada yang perlu dijelasin! Lepas!” balas Athena galak, ia benar-benar masih marah pada Rengga. Walaupun sebenarnya ia juga sangat merindukan Rengga tapi ia tidak akan pernah mengakui di depan cowok itu.
“Gak! Kamu janji dulu mau dengerin aku baru aku lepas!” balas Rengga lagi.
Athena mulai panik, jantungnya mulai berdetak tidak karuan karena berada sedekat ini dengan Rengga ia khawatir Rengga akan menyadarinya jika seperti ini terus. Athena akhirnya mengalah, daripada ia harus mati jantungan karena Rengga.
“Oke. Tapi lepasin dulu!” kata Athena akhirnya.
Rengga tersenyum singkat saat mendengar persetujuan Athena. Ia akhirnya melonggarkan pelukannya namun tangannya tetap berada di pinggang Athena, ia tidak mau ambil resiko kalau sampai Athena kabur darinya.
“Ini juga lepas!” Athena berusaha menarik tangan Rengga yang berada dipinggangnya, namun Rengga justru menarik pinggang Athena untuk kembali mendekat kearahnya sehingga Athena reflek meletakan tangannya di bahu Rengga untuk menjaga agar tubuhnya tidak menempel di dada Rengga.
“Kak!” Athena mendelik marah pada Rengga.
“Iya. Kamu makanya diem biar gak makin aku tarik kamu.” kata Rengga tersenyum jahil. Ia benar-benar senang karena bisa menjahili Athena lagi. Ia benar-benar merindukan ekspresi menggemaskan Athena seperti ini.
“Tadi katanya mau dilepas!” protes Athena sambil berusaha mendorong bahu Rengga.
__ADS_1
“Aku gak mau kamu kabur! Jadi kita ngomong gini aja” balas Rengga seraya melonggarkan pelukannya dari pinggang Athena sehingga tubuhnya dan Athena tidak menempel kembali.
“Aih, aku gak akan kabur jadi lepas donk!” pinta Athena kekeh.
“Gak mau sayang.”
Tubuh Athena meremang mendengar Rengga memanggilnya apa tadi? Sayang?
“A-apa sih.” Athena terbata. Jantungnya serasa akan jatuh ke perut.
“Denger penjelasan aku please?” Rengga menatap Athena dengan tatapan memohon.
Athena memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Rengga. “Iya udah ngomong aja.” kata Athena akhirnya. Rengga tersenyum dan mulai bicara.
“Maaf karena aku gak pernah hubungin kamu setelah aku nyatain perasaan aku. Waktu itu aku langsung disibukin dengan segala hal perihal kelulusan dan kuliah. Selain itu aku juga gak mau ganggu sekolah kamu.”
Athena menatap Rengga ingin protes. Rengga tahu dan ia melanjutkan sebelum Athena sempat protes.
“Aku gak hubungin kamu karena aku gak bakal bisa tahan untuk gak nemuin kamu kalo aku masih terus berhubungan sama kamu. Selama ini aku selalu berusaha nyibukin diri aku biar gak selalu kepikiran kamu. Aku ambil kuliah Double Degree biar aku bisa cepet-cepet bisa bantu bisnis papa aku. Dua tahun ini aku bener-bener jadi nerd yang cuma mikirin belajar dan belajar.”
Rengga melihat reaksi Athena sebelum melanjutkan. sementara Athena hanya menatap Rengga bingung, ia masih belum mengerti apa hubungannya tidak menghubungi dia dengan menjadi nerd? Oke IQ Athena mungkin tidak bisa digunakan untuk hal seperti ini.
“Jadi, aku gak hubungin kamu karena aku mau nunggu kamu lulus dulu Then. Dan aku pengen cepet-cepet bisa bantu bisnis papa ku biar aku bisa cepet nikahin kamu!”
What?! Apa tadi?! Athena gak salah denger kan?!
“Ni-nikah?!” Athena membelalakan matanya terkejut. Rengga hanya mengangguk sambil tersenyum.
“Aku gak mau! Aku masih mau kuliah, kerja, bahagiain orang tuaku!” tolak Athena.
“Gak sekarang juga Then, nanti setelah aku lulus dari jurusan manajemen ku. Lagian semua yang kamu bilang tadi juga tetep bisa kamu lakuin walaupun kamu udah nikah.”
“Ta-tapi aku gak mau nikah muda. Aku belum siap.”
Rengga menatap dalam Athena sampai Athena salah tingkah sendiri dan mengalihkan pandangannya kearah lain. Rengga tersenyum kecil, ia mengerti kekhawatiran Athena, namun ia benar-benar ingin segera menjadikan Athena miliknya secara sah dan halal.
“Kamu udah lulus SMA, jadi secara hukum kamu sudah cukup dewasa untuk nikah. Dan kamu juga masih punya waktu satu tahun untuk siap-siap. Aku janji gak akan ada yang berubah dengan kita nikah Then, kamu tetep boleh meraih semua cita-cita kamu. Aku cuma gak mau jauh dari kamu, aku pengen cuma kamu yang bisa aku lihat setiap hari. Selama dua tahun ini aku juga berusaha ngeyakinin diri aku sendiri, dan aku sadar cuma kamu yang bisa buat aku berjuang sampe segila ini. Walaupun kita gak pernah ketemu tapi wajah kamu selalu jelas ada di kepalaku. Aku sadar aku udah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya sama kamu.”
Athena tertegun dengan wajah memerah, jantungnya berdetak sangat kencang mendengar ucapan senior sialan gantengnya ini. Cowok ini selalu saja bisa membuat tubuh Athena bekerja diluar kendali Athena. Tidak. Tidak boleh begini, Athena bisa benar-benar mati muda jika begini. Dadanya sudah terasa nyeri karena jantungnya berdetak sangat cepat.
“A-aku sesak kak!” Athena menggerak-gerakkan tubuhnya di dalam kungkungan Rengga. Sebenarnya kalau mengikuti kata hati Athena masih ingin berada dalam rengkuhan Rengga karena nyaman, namun demi kesehatan jantungnya dan juga gengsinya yang setinggi langit Athena berusaha lepas dari pelukan Rengga.
“Hah?” tanya Rengga tidak mengerti, karena setelah ia menjelaskan perasaannya kok cewek ini malah bilang sesak.
“Ish, ini loh! Kakak bikin saya sesak napas karena rebutan oksigen kalo posisi kita kayak gini!”
Rengga terdiam sesaat, lalu memperhatikan posisi mereka yang seperti sedang berdansa. Rengga baru menyadari jika dirinya masih asyik merengkuh tubuh Athena. Cowok ini menatap Athena, membuat mereka saling tatap beberapa saat. Deru nafas mereka mereka saling bersahutan. Seketika wajah Athena terasa memanas saat tatapan Rengga semakin intens. Athena tersadar dan kembali menggoyangkan tubuhnya minta dilepas.
***
Bersambung yaa..hehe
__ADS_1
jangan lupa tinggalin jejaknya yaa..terimakasih