My Annoying Senior

My Annoying Senior
10


__ADS_3

Halo...


Update lagi yaa..


Selamat menikmati...


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Tidak lama kakak Reva sudah sampai di depan rumah Athena. Athena yang mengantar Reva sampai ke depan pagar sangat terkejut saat dilihatnya yang menjemput Reva adalah Rengga. Begitu juga Rengga dia tampak terkejut saat melihat Reva bersama Athena. Tadi Rengga memang tidak terlalu memperhatikan jalan, ia hanya mengikuti map lokasi yang dikirim Reva. Pandangannya masih tertuju ke Athena yang sedang memakai kaus oblong berkerah lebar yang menunjukan jelas tulang selangkanya, serta celana pendek diatas lutut. Rambut Athena yang biasanya selalu dikuncir kuda, sekarang terurai membuatnya terlihat lebih cantik. Rengga sempat tertegun beberapa detik. Ia memang sering melihat cewek berpakaian yang lebih terbuka di depannya, tapi mungkin karena ia baru pertama kali melihat Athena seperti ini, sehingga matanya tampak menikmati pemandangan di depannya.


“Then. Ni sekalian gw kenalin. Ini loh kakak gw. Gimana bener ganteng kan? Namanya Rengga.”kata Reva bangga. Athena yang masih bengong, kaget saat mendengar Reva, begitupun Rengga, ia cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke Reva.


“Oh. I-iya Reva.” jawab Athena salah tingkah.


“Iya apa? Ganteng?” kata Rengga sambil tersenyum narsis. Dia benar-benar akan mentraktir Reva karena ini. Sekarang ia baru sadar kenapa nama Athena terdengar familiar baginya. Ternyata karena Reva memang sering bercerita tentang sohibnya itu, namun Rengga tidak pernah terlalu memperhatikan.


“Ih. Narsis itu penyakit loh kak. Ke dokter gih.” sahut Reva.


“Loh, kan tadi lo yang bilang gw ganteng.” protes Rengga sambil tersenyum. Athena tidak memungkiri, Rengga yang sedang tersenyum memang terlihat sangat ganteng, padahal Rengga hanya memakai kaus oblong dan celana pendek, tapi tetep aja kelihatan ganteng maksimal. Beberapa saat Athena sempat melupakan kekesalannya pada Rengga.


“Oiya, gw baru ngeh. Then lo masuk SMA Star kan ya?” tanya Reva yang membuyarkan lamunan Athena.


“Iya.” jawab Athena singkat.


“Wah, berarti kalian satu sekolah lagi. Jangan-jangan jodoh.” kata Reva yang membuat Athena ingin menyumpal mulut sohibnya itu. “Jodoh pala lu” batin Athena.


“Lagi?” tanya Rengga heran.


“Iya Athena kan SMP nya juga sama ama Kakak.” terang Reva. Rengga memang sedikit terkejut, karena ia memang tidak terlalu ingat kalo Athena satu SMP dengan dirinya.


“Kakak lo gk tau lah Rev. Gw kan gak gaul.” kata Athena.

__ADS_1


“Berarti kak Rengga yang gak gaul. Masa gak tau ada adek tingkat secantik Athena.” balas Reva. Sekarang rasanya Athena benar-benar akan menyumpal mulutnya Reva. “Ni bocah nyindir gw ya.” batin Athena.


“Iya. Tau gitu gw dulu main-main ke kelas 7 ya.” sahut Rengga sambil cengar-cengir.


“Gombal aja lu. Kita pernah ketemu tapi tetep lo gak inget gw kan.” batin Athena.


“Lo dulu kelas 7 apa then?” tanya Rengga pada Athena.


“7 A” jawab Athena singkat.


“Ouwh. Keren bisa masuk 7 A.” balas Rengga.


“Hoki.”jawab Athena singkat lagi. Reva yang memang peka, tahu sepertinya Athena kesal dengan Kakaknya. Tapi Reva gak tau kenapa. Apa karena Kakaknya tidak ingat kalo mereka satu sekolah, tapi tidak mungkin Athena marah karena hal sekecil itu.


“Mana ada hoki sampe tiga tahun Then.” sahut Reva.


“Sampe kelas 9 dia ni dikelas A” sambung Reva lagi.


“Hoki dari lahir.” balas Athena asal.


Athena sudah mulai merasa dingin karena dia hanya memakai kaus tipis dan celana pendek. Ia mulai menggosok-gosok lengannya karena kedinginan. Rengga menyadari itu, dan berinisiatif mengajak Reva pulang agar Athena bisa segera masuk rumah.


“Ya udah yuk kita pulang Rev, udah malem juga ni.” Ajak Rengga.


“Ouwh. Iya deh. Ya udah gw balik ya Then. Hiks, padahal gw masih mau ngobrol.” Kata Reva sambil memeluk Athena. Athena membalas pelukan sohibnya itu.


“Kayak mau kemana aja sih. Kan bisa lewat telpon neng. Drama deh.” balas Athena sambil tertawa.


“Iya sih. Hehe.” Reva melepaskan pelukannya, dan berjalan masuk ke mobil Rengga yang terparkir di depan Rumah Athena.


“ Balik dulu ya Then.” Rengga melambaikan tangannya sebelum membuka pintu mobil nya.

__ADS_1


“Iya. Hati-hati.” balas Athena. Rengga tersenyum saat Athena menyuruhnya untuk hati-hati. Padahal itu jawaban default Athena kalo ada orang pamit dari rumahnya.


“Iya. Ya udah lo masuk gih, nti kena flu.” balas Rengga seraya masuk ke mobilnya.


“Ouwh. I-iya.” Athena kaget karena ketahuan kalau dari tadi dia nahan dingin.


“Ya udah gw masuk dulu ya.” Athena melambaikan tangannya dan menutup pintu pagar rumahnya, dan langsung berlari kecil ke dalam rumahnya.


“Ciyee. Peratian banget.” Celetuk Reva, yang melihat kakak nya belum menyalakan mobil dan malah ngeliatin Athena yang berlari masuk rumah.


“Gw kan emang orangnya care sama cewek.” balas Rengga yang langsung menyalakan mobilnya dan menginjak gas.


“Sejak kapan lo kenal Athena dek?” tanya Rengga penasaran sambil tetap melihat ke arah jalan.


“Kenapa tiba-tiba nanya? Dulu aja waktu aku cerita cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan.” sindir Reva.


“Abis temen lo kan banyak, gw mana bisa inget semua.” Rengga ngeles.


“Huu. Ngeles aja kayak bajai, cakep ya Athena?” goda Reva sambil senyum-senyum. “Tapi kakak gak boleh mainin dia! Dia tu anak baik-baik.” sambung Reva.


“Lo suudzon aja sih. Lagian emang gw mau mainin gimana sih? Sok tau lo bocah.” balas Rengga sambil menjitak pelan kepala adiknya.


“Tadi aja kakak tu matanya kayak mau makan orang.” Rungut Reva sambil berpura-pura kesakitan. Rengga terkejut karena ternyata Reva memperhatikannya.


“Sialan lo.” Rengga tertawa dan hendak menjitak kepala Reva lagi tapi kali ini Reva menghindar.


“Emang kan? hayo ngakuuu?” Goda Reva cengengesan.


“Gw kan normal.” Rengga membela diri.


“Iya lah. Athena kan cantik, pasti banyak juga tu senior yang mau ngegebet dia.” Reva tersenyum dan menunggu reaksi kakaknya.

__ADS_1


“Iya kali.” balas Rengga sekenanya. Reva sebal karena reaksi Rengga tidak sesuai dengan yang dia harapkan.


Entah kenapa dari dulu Reva ingin sekali memperkenalkan Kakaknya denan sohibnya itu, karena Reva merasa mungkin Kakaknya akan cocok dengan Athena. Tapi sepertinya sulit, mengingat tadi sikap Athena yang cuek dan begitu juga Kakaknya yang gengsi walaupun sudah ketangkap basah curi-curi pandang ke Athena.


__ADS_2