
Yuhuuu..
Kembali lagii..mudah-mudahan gak pada lupa ceritanya ya..maafkan lama updatenya..
•••
Sebentar lagi Athena selesai siaran, seperti biasa ia akan memesan ojek online 5 menit sebelum siaran berakhir, agar saat ia selesai siaran ojek yang ia pesan sudah datang.
Namun sejak tadi tidak ada satupun driver yang menerima ordernya.
“Oke, Athena pamit. Have a nice weekend everyone. Please enjoy lagu penutup dari Athena, Budi Doremi, Tolong.” Athena menutup siarannya dan bergegas menyentuh layar HP nya kembali untuk memesan ojek online.
“Ish, pada kenapa ya kok gak ada yang ngambil? Emang ujan diluar?” Athena bergumam sendiri. Studio tempat dia siaran memang kedap suara sehingga ia tidak bisa mendengar apabila diluar sedang hujan.
Athena akhirnya memutuskan untuk segera pulang naik angkot, karena tidak kunjung ada juga driver yang menerima orderannya.
Secepat kilat Athena menuruni tangga untuk keluar dari gedung radio karena jujur ia masih belum mau bertemu dengan Rengga. Bayangan saat ia bertemu dengan Rengga dan Dea di toko buku waktu itu masih terlihat jelas di ingatan Athena. Hal itu lah yang membuat Athena semakin ingin menghindari Rengga. Ia tidak mau perasaannya kepada Rengga semakin tumbuh. Cukup ia mengingat Rengga sebagai idolanya masa SMP dulu.
“Aish, beneran ujan ternyata.” gerutu Athena saat tiba di depan pintu keluar stasiun radio. “Lari aja deh.” Athena memutuskan untuk berlari ke halte terdekat untuk menunggu angkot.
Namun Saat ia ingin melangkahkan kaki keluar stasiun tiba-tiba saja ada yang menarik tangannya hingga tubuh Athena berbalik.
“Ah!” pekik Athena saat tubuhnya menabrak dada orang yang menariknya.
“Lo mau ujan-ujanan?” tanya orang itu, seperti tidak terpengaruh walaupun tubuhnya ditabrak Athena dengan keras.
Deg!
Jantung Athena seketika berdegub cepat saat mendengar suara itu, Athena sangat kenal suara itu, aroma tubuh orang ini juga tidak mungkin Athena lupa. Orang yang mati-matian dia hindari, siapa lagi kalau bukan Arengga Hastomo. Athena masih menunduk tanpa ada niat melihat wajah Rengga.
“Masih betah meluk gw?” bisik Rengga tepat disamping telinga Athena sambil tersenyum.
Sontak Athena reflek menjauhkan tubuhnya dari Rengga. Untung saja di lobi sedang tidak ada orang, jadi Athena tidak perlu takut akan ada yang salah paham.
Athena terkejut saat menyadari tas nya sudah berpindah tangan.
“Kak, tas saya!” Athena berusaha mengambil tasnya sambil tetap tidak mau melihat wajah Rengga. Rengga sedikit kesal melihat itu.
Athena memohon pada Rengga untuk mengembalikan tasnya karena ia ingin segera pulang, Namun Rengga malah berjalan menaiki tangga tanpa mengindahkan protes Athena.
“Gw mau solat dulu nanti lo gw anter.”
‘Brengsek!’ Athena mengumpat kesal.
“Dasar tukang maksa!” desis Athena.
__ADS_1
***
Athena akhirnya terpaksa pulang bareng Rengga, karena Rengga tidak mau mengembalikan tasnya. Athena merutuki nasibnya sendiri yang bisa seapes ini.
Sepanjang perjalanan Athena dan Rengga hanya terdiam tidak ada yang membuka omongan, Athena sibuk memandang keluar jendela melihat rintik-rintik hujan yang masih turun dari langit.
Karena sibuk dengan pikirannya sendiri Athena tidak menyadari bahwa sekarang mereka sudah berada di puncak bukit, ditempat itu terdapat banyak warung tenda, karena suasana sedang hujan maka tempat itu sedikit sepi. Rengga memarkirkan mobilnya tepat dipinggir pagar pembatas jalan tidak jauh dari salah satu warung tenda, dari dalam mobil mereka bisa melhat pemadangan lampu kota yang sangat indah.
“Loh, kok kita kesini?” Tanya Athena setelah menyadari kalau Rengga menghentikan mobilnya ditempat yang tidak ia ketahui.
“Temenin gw makan dulu ya, gw belum makan ni dari siang, laper banget.” Tanpa menunggu persetujuan Athena, Rengga membuka kaca mobilnya dan memanggil pemilik warung tenda yang tidak jauh dari mobilnya. Pemilik warung tenda itu seperti sudah kenal dengan Rengga, karena ia terlihat akrab saat berbicara dengan Rengga. Entah kenapa Athena jadi mengira bahwa Rengga mungkin sering mengajak Dea kemari, sehingga pemilik warung itu menjadi kenal dengan Rengga.
Astaga, memikirkan itu benar-benar membuat mood Athena memburuk. Athena berusaha menyembunyikan mood jelek nya dengan menikmati pemandangan lampu kota di depannya.
Ya, daripada mikirin yang gak jelas, lebih baik dia melihat hal yang indah-indah saja kan?
“Nih.” Athena terkejut saat Rengga menyodorkan sepiring jagung bakar yang sudah dipipil dan bertabur keju parut diatasnya.
“Hah? Saya gak pesen kok kak.” tolak Athena.
“Gw yang pesenin, udah makan aja, dingin-dingin gini perut lo harus diisi.” Rengga meletakkan piring berisi jagung bakar tersebut di pangkuan Athena. Athena hanya menerimanya dengan pasrah, Athena cukup tahu berdebat dengan Rengga hanya akan membuang energinya saja. ‘Percuma mendebat orang tukang maksa.’ batin Athena.
Athena melirik Rengga yang sedang asik menikmati mi instannya.
‘Makan mi lagi, jangan-jangan ni orang tiap makan di luar pesen nya mi mulu ya.’ Athena bergumam dalam hati.
“Tadi aja bilang gak mau, sekarang abis ampe gak ada sisa.” sindir Rengga saat melihat piring jagung Athena sudah bersih.
Athena hanya diam menahan malu, ‘ini mulut emang gak bisa diajak kompromi’ rutuk Athena dalam hati.
“Then, ada yang mau gw omongin sama lo.” ucap Rengga setelah ia memberikan piring dan mangkok bekas makanannya dan Athena kepada pemilik warung tenda.
Entah kenapa jantung Athena jadi berdebar tidak karuan saat mendengar ucapan Rengga.
Athena bahkan tidak tahu apa yang akan Rengga bicarakan namun jantungnya menggila saat Rengga seperti ingin membicarakan hal yang serius dengannya.
Tidak. Tidak boleh begini, Athena tidak mau berlama-lama dengan Rengga seperti ini, jika tidak Athena akan benar-benar mati muda karena serangan jantung.
“Gak bisa sambil jalan aja kak ngomongnya?” Athena berusaha meminta Rengga kembali menjalankan mobilnya, setidaknya jika sambil jalan Athena bisa cepat sampai rumah dan tidak harus berlama-lama berduaan dengan Rengga seperti ini.
“Gw udah putus dari Dea.” kata Rengga seolah tidak mendengar permintaan Athena.
Athena membelalakan matanya dan memandang ke arah Rengga. ‘Ni orang gak becanda kan?’ Athena berusaha mencari kebohongan di wajah Rengga.
“Sebenernya udah lama gw minta putus dari dia, tapi dia maksa gw untuk tetep jadi pacarnya. Gw gak bisa nolak karena ada hal yang harus gw selesaikan dengan dia.” sambung Rengga.
__ADS_1
Athena masih memandang Rengga dengan tatapan bingung, ia heran kenapa Rengga menceritakan hal ini kepadanya? Oke, jujur Athena merasa sedikit senang saat mendengar Rengga putus, tapi bukan berarti Athena berharap mereka benar-benar putus. Setidaknya jika memang Rengga bahagia dengan Dea, Athena tidak masalah.
“Jadi lo gak perlu takut orang akan ngecap lo pelakor lagi, karena gw gak punya pacar sekarang.” Rengga menjeda omongannya untuk melihat reaksi Athena.
“Dan gw minta maaf, waktu itu gw gak bermaksud ngatain lo murahan. Gw begitu karena gw gak suka ngeliat lo deket sama Playboy sialan itu. Gw emosi waktu itu. Gw bener-bener minta maaf.” Sambung Rengga dengan wajah memohon. Ia benar-benar sudah tidak peduli dengan gengsinya, ia hanya ingin Athena memaafkannya.
Athena menatap Rengga sambil berfikir. Sebenarnya Athena tidak marah dengan Rengga, Athena hanya takut jika terlalu dekat dengan Rengga ia akan semakin terjerat dengan pesona seorang Arengga Hastomo. Athena tidak yakin dengan dirinya sendiri, ia tidak yakin bisa mengendalikan perasaannya jika terus-terusan bertemu dengan Rengga.
“Then?” suara Rengga membuyarkan lamunan Athena.
“Kakak gak salah kok. Jadi gak perlu minta maaf.” balas Athena akhirnya.
“Lo gak marah lagi sama gw kan?” tanya Rengga meyakinkan.
“Saya udah gak marah sama kakak kok.”
Rengga tersenyum lega mendengar jawaban Athena, serasa beban dipundaknya sudah terangkat. Benar-benar melegakan.
“Jadi bisa kita pulang sekarang?” tanya Athena, karena ia benar-benar sudah tidak tahan, jantung nya sudah kebit-kebit, terlebih melihat senyum Rengga barusan. Ini benar-benar tidak bagus untuk kesehatan jantungnya.
“Kenapa lo kayak takut banget sama gw sih?” tanya Rengga dengan nada tidak suka, karena sepertinya Athena tidak betah berlama-lama dengannya.
“Gak kok. Saya gak takut. Cuma, inikan udah malem. Saya takut dicariin Mama.” Athena beralasan.
“Tapi gw belum selesai ngomongnya.” Kata Rengga kemudian.
Athena menatap Rengga bingung. Emang apalagi yang mau Rengga bicarakan? Athena bertanya dalam hati.
“Lo gak penasaran kenapa gw gak suka ngeliat lo deket-deket sama si playboy sialan itu?” tanya Rengga kemudian.
Athena makin mengernyit bingung, tidak mengerti arah pembicaraan Rengga.
“Lo gak pengen tau?” sambung Rengga lagi.
“Emang kenapa?” Athena akhirnya menanyakan apa yang ingin didengar Rengga, karena Athena sudah sangat ingin segera pulang, ia tidak mau mengulur-ngulur waktu lagi karena entah kenapa sekarang udara di sekelilingnya menjadi panas, padahal di luar masih gerimis.
Athena tidak betah ditatap Rengga lama-lama seperti ini, membuatnya gerah.
Rengga tersenyum kepada Athena sebelum menjawabnya. Athena tidak tahan lagi, ia memalingkan wajahnya ke depan untuk menghindari tatapan Rengga. Tapi Rengga tidak mau Athena memalingkan wajahnya, Rengga mengulurkan tangannya ke dagu Athena dan menariknya agar Athena kembali menatapnya.
“Karena Aku suka sama kamu Athena Putri Andita” Kata Rengga saat tatapannya kembali bertemu dengan Athena.
•••
eaaa..segini dulu yaa..lanjut cari ide lagi dulu untuk next chapter..hehe
__ADS_1
jangan lupa tinggalin jejak ya..terimakasih banyaak..