My Annoying Senior

My Annoying Senior
46


__ADS_3

Halooo..apakabar?,


masih belum lupa sama cerita Athena kan?,


hehe..maaf kan kelamaan cari ide nya..


semoga belum pada lupa ceritanya ya..kalo lupa baca lagi ya😁


•••


“Karena Aku suka sama Kamu Athena Putri Andita.”


Kata Rengga saat tatapan kembali bertemu dengan Athena.


Bagai disambar petir Athena terkejut bukan main saat mendengar ucapan Rengga.


Tunggu! Ini bukan mimpi kan?! Dan Apa itu tadi Rengga ber aku-kamu?


“Aw!” Athena berteriak karena Rengga tiba-tiba mencubit pipinya gemas.


“Sakit kak!” protes Athena, namun Rengga malah tertawa terbahak melihat Athena yang sudah memanyunkan bibirnya.


“Kamu gak mimpi Then. Aku barusan beneran bilang kalo aku suka sama kamu.” kata Rengga yang seolah bisa membaca isi hati Athena.


Sontak Athena kembali tersadar, tubuh dan wajahnya seketika terasa panas. Athena mengipas-ngipaskan tangannya di depan wajahnya untuk menghilangkan gerah dan sebagai pengalihan dari rasa gugup yang sekarang sedang menyerang dirinya.


Rengga tersenyum melihat tingkah Athena.


‘Ni cewek bener-bener bisa bikin gw gila.’ batin Rengga.


Walaupun suasana gelap Rengga masih bisa melihat wajah putih Athena berubah menjadi merah karena malu.


“Kamu tau gak, kamu tambah cantik kalo malu-malu gitu.” goda Rengga.


“Apa sih. Saya gak..”


“Aku! Mulai sekarang aku pengen kita pake aku-kamu!” potong Rengga tanpa ingin di protes oleh Athena.


‘Aih! Apa sih ni cowok! Kenapa dia jadi ngatur-ngatur gw? Emangnya gw udah nerima dia?!’ gerutu Athena dalam hati.


“Kenapa kok manyun gitu?” tanya Rengga yang menyadari perubahan ekspresi Athena.

__ADS_1


“Kakak tu kebiasaan tukang maksa! Kalo saya gak mau pake aku-kamu gimana? Lagian saya juga belum nerima kakak jadi pacar saya!” protes Athena. Entah darimana datangnya keberanian untuk mengucapkan itu semua.


Rengga tertawa mendengar ucapan Athena, dan membuat Athena mengernyitkan dahinya bingung.


“Aku emang gak minta kamu untuk jadi pacarku kok.” kata Rengga sambil berusaha menahan tawanya.


What?!


Maksudnya?!


Athena benar-benar malu! Benar memang dari tadi Rengga tidak mengajaknya untuk berpacaran.


‘Ya Ampuun, jadi dari tadi gw cuma ke ge eran! Athena ****!’ Athena mengumpat dirinya sendiri dalam hati.


Athena kehilangan kata-katanya, ingin rasanya ia terjun ke jurang di depannya saking malunya. Ia tidak berani menatap Rengga, dan tanpa sadar ia sudah menggigit bibir bawahnya karena menahan malu.


“Then!” panggil Rengga.


Athena reflek menoleh ke arah Rengga, dan..


Cup!


“Kan aku udah bilang jangan pernah gigit bibir kamu!” kata Rengga setelah menjauhkan bibirnya dari bibir Athena.


Namun wajahnya masih cukup dekat dengan Athena, sampai ia sadar kalau Athena sedang menahan nafasnya.


“Nafas Then! Ya Ampun!” Rengga memegang pipi Athena gemas.


Athena sadar dan kembali bernafas.


“Kakak ngapain cium saya?!” Athena mendorong tubuh Rengga agar menjauh darinya sekuat tenaga hingga Rengga kembali duduk di kursi pengemudi. Athena emosi, karena tadi Rengga bilang tidak mau menjadi pacarnya tapi malah menciumnya. Apa-apaan itu? Memang dia pikir Athena cewek apaan?! Dasar brengsek!


“Kamu kasar banget sih.” ucap rengga sambil mengelus sikunya yang sedikit terbentur stir mobil akibat dorongan dari Athena tadi.


“Bodo. Ayo pulang! Kalo gak saya turun aja nyari taksi!” kata Athena galak. Athena sudah bersiap untuk membuka pintu di sebelahnya namun dengan segera Rengga mencegahnya.


“Then, aku belum selesai ngomong. Sorry, tadi aku kelepasan, abis kamu udah dibilangin jangan gigit bibir malah dilakuin.” Ucap Rengga seolah tanpa dosa.


Kenapa jadi Athena yang salah?! Dasar cowok sialan! Ingin rasanya Athena mencakar habis wajah tampannya itu agar tidak terlalu menyebalkan.


“Kalo masih panjang mending ditulis aja deh nanti saya baca kalo lagi gak males.” balas Athena tanpa mau menoleh ke arah Rengga lagi. Perasaannya sedang tidak karuan, kesal bercampur malu dan juga sesak karena jantungnya dari tadi seperti ingin lepas dari sarangnya.

__ADS_1


“Aku gak minta kamu jadi pacar aku, karena aku tau kamu belum boleh pacaran sampe kamu lulus kan? Aku gak mau maksa kamu untuk ngebohongin orang tua kamu. Tapi aku pengen kamu tahu perasaan aku gimana, biar kamu tau alasan aku kenapa selama ini aku gak suka ngeliat kamu deket dan akrab sama cowok lain.” ucap Rengga panjang lebar.


“Dan, aku minta kamu bisa pake aku-kamu kalo lagi sama aku karena Aku gak nyaman denger kamu bicara formal sama aku.” sambungnya lagi.


Athena mau tidak mau kembali menatap Rengga.


“Dan tadi kamu nanya kenapa aku cium kamu? Karena aku suka sama kamu, dan aku gak tahan kalo ngeliat kamu gigit bibir gitu rasanya aku pengen gantiin gigi kamu buat gigit bibir kamu.”


Blush!


Seketika wajah Athena memanas dan pastinya berubah jadi tomat kematengan akibat ucapan vulgar dari Rengga. Astaga bisa-bisanya ini cowok ngomong sevulgar ini di depan jomblo dari lahir macam Athena.


“Muka kamu merah banget, jangan bilang kamu mau gigit bibir kamu lagi.” kata Rengga sambil tersenyum jahil.


“A-apaan, gak kok. Ini tu karena panas. Ya Ampun, kok panas banget ya.” Athena mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya seolah-olah sedang kepanasan. Ia tidak mau Rengga sampai tahu kalau ia sudah hampir pingsan akibat pengakuan-pengakuan Rengga.


“Masa sih, orang dingin gini, AC nya aja udah paling dingin ni.” Rengga masih berusaha menggoda Athena. Entah kenapa melihat Athena yang sedang malu-malu seperti ini sangat menyenangkan untuk nya.


“Gak tau, pokoknya aku kepanasan.” Athena akhirnya menggunakan aku-kamu. Rengga tersenyum senang mendengarnya.


“Ya udah. Yuk AKU anter kamu pulang.” ucap Rengga menekankan kata Aku untuk menyindir Athena.


“Ish. Kalo gitu terus batal aku-kamu nya.” kata Athena saat merasa Rengga menyindirnya.


“Jangan donk. Baru juga aku seneng ni. Iya udah kita pulang ya. Tapi janji kamu gak akan ngehindarin aku lagi mulai dari sekarang?” tanya Rengga sambil menatap lekat Athena.


Ya Tuhan, ingin rasanya Athena mencongkel mata cowok ini untuk di bawa pulang karena terlalu tampan. Oke, itu menyeramkan. Athena tidak akan melakukan itu pastinya.


“Iya. Ya udah ayuk pulang.” Jawab Athena cepat. Ia benar-benar tidak tahan jika ditatap Rengga seperti itu.


“Oke Bos.” sahut Rengga sambil tersenyum senang. Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum sepanjang jalan.


Perasaannya benar-benar lega bercampur bahagia. Walaupun ia dan Athena tidak berpacaran setidaknya hubungan mereka sudah sedikit lebih dekat. Sebenarnya jika Athena tidak dilarang pacaran oleh orang tuanya Rengga pasti dengan senang hati untuk mengajak Athena berpacaran. Dan lagi, baru kali ini dia benar-benar merasa senang hanya dengan mendengar seorang cewek ber aku-kamu dengannya, bagaimana kalau Athena mau jadi pacarnya?! Senyum Rengga semakin melebar saat membayangkan itu.


Sepertinya Rengga sudah mulai terserang virus bucin akut.


•••


bersambung next chapter yaa..jangan lupa tinggalin jejaknya yaa..


see youu

__ADS_1


__ADS_2