My Annoying Senior

My Annoying Senior
4


__ADS_3

Haloo..lanjut yaa..


Semoga suka..


*********************************


Seperti sudah Athena duga, akibat dari puisi dan foto nya yang terpajang di Mading akhirnya banyak anak2 yang menyindir-nyindir Athena.


“Eh, itu anak yang poto nya di Mading kan?”


“Gila. Pede banget dia ngirim surat buat kak Rengga”


“Iya sok cakep, gak ngaca”


“Sialan tu orang-orang badan nya doank sekolah mulut nya kagak!” seru Disti kesal.


Ia merasa kesal mendengar orang menjelek-jelekan Athena.


“Udah. yang dikatain gw kok lo yang darah tinggi” Athena berusaha menenangkan teman nya itu.


“Untung ada Cindy jadi bisa di cabut tu poto” sahut Disti lagi. Athena hanya mengangguk membenarkan ucapan teman nya itu.


Semenjak kejadian mading itu Athena malas untuk makan di kantin, dia dan Disti akan menunggu di kelas sementara Cindy dan Dimi akan membelikan mereka makanan di kantin. Athena malas jika harus bertemu senior2 di kantin, apalagi sampai bertemu dengan Arengga, rasanya Athena ingin langsung meninju wajah sok ganteng cowok itu.


Tak terasa hari ini adalah hari terakhir pengenalan ekskul, yang artinya besok adalah hari penutupan MOS, dan mereka akan segera menjadi siswa SMA yang sebenarnya.


Klub ekskul yang pertama masuk hari ini adalah ekskul bina vokalia. Ketua ekskul yang bernama Ranti meminta semua siswa di kelas untuk memainkan satu nada. Setelah selesai ia menarik beberapa murid kedepan termasuk Athena dan Disti.


“Kalian yang di depan ini yang saya denger tadi punya suara yang lumayan bagus dan udah tau nada. Kalian gabung ke bivok ya” kata Ranti sambil tersenyum manis. Ada 10 orang yang dipanggil ke depan kelas namun hanya 6 orang yang minat bergabung dengan grup bivok.


“Kamu kenapa gak mau gabung ke bivok?” tanya Ranti pada Athena.


“Saya tertarik dengan ekskul lain kak. maaf” jawab Athena. Begitu juga disti, dia juga tidak berminat gabung ke bivok.


“Gak nyangka ternyata suara kalian bagus ya” sindir Cindy sambil terkekeh saat Disti dan Athena melewati bangku nya.


“berisik” balas disti disambut tawa oleh Dimi dan Cindy.


Selanjut nya ada ekskul seni rupa, ini bisa dibilang isinya orang-orang otaku semua. Terlihat dari penampilan ketua klub nya yang agak nerd. setelah selesai mempresentasikan kegiatan mereka, anggota klub seni rupa membagikan kertas gambar kepada masing-masing siswa dan meminta siswa menggambar apapun yang ingin digambar dan mengumpulkan nya kembali. Setelah selesai, semua gambar siswa di kumpulkan dan ada 2 siswa yang dipanggil.


“Athena dan Olivia. yang mana ya?” panggil Surya. Surya adalah ketua klub seni rupa.


“Saya kak” Athena dan Oliv kompak mengangkat tangan.


“Kalian mau gabung senirupa? ini gambar kalian bagus. Ada bakat” sambung Surya yang di sambut seruan ciee dari satu kelas.


“Maaf kak. Saya belum bisa gabung” Jawab Athena.


“Iya kalo saya mau gabung kak” Jawab Oliv.

__ADS_1


“Lo nolak mulu then, mau ikut ekskul apa emg lo?” tanya Romi yang duduk di bangku belakang tdk jauh dari bangku Athena.


“Iya dari kemaren nolak mulu” sambung Bagus


“Cowok-cowok pada kepo aja deh” sahut Siska yang disambung tawa anak-anak lain.


“Ada dehh” jawab Athena sambil cengar-cengir.


Anak kelas X 2 memang sudah mulai akrab. Athena bersyukur saat insiden mading nya kemarin anak di kelas nya tidak ada yang ikut mem-bully nya.


Setelah ekskul senirupa yang selanjutnya adalah ekskul rohani islam (rohis).


Octeriandra dan beberapa anggota rohis masuk keruang kelas. seketika cewek-cewek dikelas heboh saat Octer memasuki ruangan.


“Bener banget gosip nya itu. Emang ganteng banget ni kak Octer” gumam beberapa murid cewek. Octeriandra juga merupakan salah satu high quality jomblo yg terkenal di SMA Star. Ganteng, hafidz quran lagi, calon imam idaman lah.


“Fix ni gw mau masuk rohis.” bisik Athena.


“gw juga” sahut disti. mereka berdua cengengesan. tanpa basa basi mereka langsung mengisi form anggota yang dibagikan akhwat-akhwat anggota rohis. Ya karena di rohis gak boleh deket-deket kalo bukan muhrim, jadi cewek-cewek jangan harap bakal bisa ketemu Octer walaupun daftar rohis. karena di rohis anggota cowok dan cewek kegiatannya terpisah.


“Kalian bertiga daftar rohis semua?” tanya Cindy heran karena ketiga teman nya itu kompak daftar rohis, hanya dia yang ikut ekskul KIR.


“Iya. gw kan nyari ekskul yang nyantai” jawab Athena


“Iya. Lo gak tau emang Cin, kalo senior di rohis itu baik-baik, yang penting kita rajin solat aja udah dianggap aktif sebagai anggota” jawab Disti semangat.


“Emang kalian bener-bener gak tertarik sama sekali ikut ekskul?” tanya Cindy lagi.


“setuju” sambung dimi.


Cindy hanya geleng-geleng melihat kelakuan teman-temanya itu.


“Kalo gw ada urusan yang lebih penting yang pengen gw kerjain diluar sekolah. Jadi gw gak sempet ikut-ikut ekskul” jawab Athena.


“Emang jadi?” tanya disti pada Athena. Cindy dan dimi menatap bingung athena dan Disti.


“Athena mau daftar jadi penyiar radio” kata disti yang menghilangkan penasaran cindy dan dimi.


“Serius then?” tanya dimi antusias


“Iya gw udh kirim lamaran nya. Minggu besok gw disuruh dateng wawancara. Semoga aja masuk” kata Athena penuh harap.


“Aamiin”


“Asik, nti klo lo siaran gw kirim salam lo bacain ya” sambung dimi lagi.


“beres” jawab Athena.


Selesai jam istirahat kedua, semua siswa kembali ke kelas masing-masing, biasanya jam istirahat akan dipakai siswa baru untuk ngobrol di kantin atau main di lapangan tapi Athena dan Disti masih tetap di kelas karena insiden mading itu Athena benar-benar malas mau keluar kelas. Walaupun sudah hampir seminggu dan foto Athena sudah dilepas tetap saja masih ada beberapa senior yang suka nyinyir kalo melihat Athena.

__ADS_1


Tidak berapa lama setelah semua siswa masuk ke kelas rombongan anggota OSIS masuk ke kelas Athena. Karena sekarang giliran ekskul OSIS yang memperkenalkan kegiatan mereka.


Mata Athena seketika terbuka lebar saat dilihat nya orang yang paling malas ia temui ada diantara anggota OSIS yang masuk ke kelas nya.


Arengga Hastomo sudah berdiri di depan kelas Athena, semua murid cewek langsung histeris saat rengga tersenyum sambil memperkenalkan diri. Athena mendengus kesal melihat rengga yang sok ganteng itu. Iya malas mendengarkan presentasi dari rengga, ia memilih mencoret-coret buku yang ada dimejanya tanpa mau melihat kearah rengga.


“Ada yang mau ditanyakan?” tanya rengga setelah mengakhiri presentasinya. beberapa murid cewek terlihat mengangkat tangan ingin bertanya. seperti yang telah di duga, semua pertanyaan mereka tidak ada yang berhubungan dengan OSIS. mereka malah menanyakan apakah rengga sudah memiliki pacar, rumah nya dimana, hobi nya apa, dan pertanyaan tidak penting lainnya.


“Tolong pertanyaan nya fokus ya!” tegur septa yang dari tadi hanya duduk di meja guru saat Arengga mempresentasikan kegiatan OSIS.


“Gak papa Sep. Saya gak akan jawab ya, kalo sekarang saya hanya jawab pertanyaan tentang OSIS. Kalo yang kalian tanyakan tadi nanti saya jawab nya diluar” Jawab rengga sambil tersenyum dan sontak membuat cewek-cewek di kelas histeris.


“najis” gerutu Athena dalam hati. Disti hanya melihat ke arah Athena tanpa komentar, ia tahu apa yang ada dipikiran Athena saat ini.


Pandangan arengga tertuju pada cewek yang sedari tadi sibuk dengan buku di meja nya. Arengga tau cewek itu sama sekali tidak memperhatikannya dari tadi. Arengga penasaran dengan nama cewek yang ia tahu pernah mengirimkan puisi untuk nya itu, karena memang Athena tidak menuliskan namanya disurat itu.


“Ada lagi yang mau tanya tentang OSIS?” tanya rengga dan kelas pun hening. “Oke kalo gak ada yang tanya, saya yang tanya ya”lanjut nya lagi sambil tersenyum. Sontak seluruh kelas langsung riuh.


“Ada hadiah nya gak kak?” celetuk romi


“ada donk” jawab rengga. membuat anak-anak bersemangat, kecuali athena tentu nya. Athena hanya ingin rengga cepat-cepat minggat dari kelas nya, sebelum mulut Athena tidak tahan untuk menyebutkan sumpah serapahnya.


“Coba adek yang duduk di bangku nomor tiga ujung sana” rengga menunjuk ke arah Athena sontak pandangan seisi kelas tertuju kearah nya. tapi Athena yang tidak menyadari bahwa dirinya yang dimaksud masih sibuk mencoret-coret buku dimeja nya.


“Then!” disti memberi tanda pada Athena.


“itu lo ditanya” bisik disti. Athena terkejut.


“I iya kak” jawab athena menahan kaget nya. rengga tersenyum saat Athena melihat kearahnya.


“Nama kamu siapa?” tanya rengga. dia memang mencari kesempatan untuk bisa tahu nama cewek itu dari tadi. sampe dia harus membuat alasan buat pertanyaan segala.


“Athena” jawab athena malas. Ouwh jadi namanya Athena. Kok familier ya. batin rengga.


“bisa sebutkan dua aja program OSIS yang tadi sudah saya presentasikan?” disti, dimi dan cindy kompak memandang cemas ke arah Athena.


“Nguji gw dia? sialan.” batin athena. Untung saja Athena masih mendengar apa yang dipresentasikan Rengga tadi, walaupun pikirannya kemana-mana tapi telinga Athena tetap bisa mendengar apa yang Rengga presentasikan. Bahkan Athena menyebutkan semua program osis yang dipresentasikan oleh rengga.


“Wew, keren. Bisa apal” gumam cindy tak percaya saat Athena bisa menyebutkan semua program osis dengan benar. Rengga tersenyum saat Athena bisa menjawab pertanyaannya.


“Oke nanti pulang sekolah temuin saya ya. Saya kasih hadiah nya” kata Rengga pada Athena yang sontak membuat cewek-cewek lain envy.


“Kak lagi donk” celetuk Rinda. Cewek yang biasa berpakaian ketat itu sepertinya ingin mendapat hadiah juga dari rengga.


“iyaa” sahut cewek-cewek lain dikelas.


“Oke-oke. satu lagi ya” jawab rengga yang langsung bikin kehebohan di kelas.


***********************************

__ADS_1


Bersambung di chapter selanjutnya yaa..semoga gak bosan..


__ADS_2