
Haloo.. update lagii..
lagi semangat nii..mohon dukungannya yaa...
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Athena masih menunggu diruang meeting sambil harap-harap cemas. Wawancara sudah selesai lima belas menit yang lalu dan Athena masih menunggu keputusan dari tim pewawancara nya tadi. Angga sebagai penyiar senior, Rengga sebagai produser dan Pak Wahyu sebagai Kepala Stasiun Radio. Athena tidak menyangka kalau nasibnya sekarang malah harus ditentukan oleh Rengga, orang yang saat ini paling dia hindari.
“Kenapa juga dia malah jadi produser sih.” gumam Athena pelan. Athena hanya berharap semoga Rengga tidak tersinggung dengan semua sikapnya. Bagaimanapun menjadi penyiar adalah sesuatu yang sangat diinginkan Athena saat ini, susah payah ia mendapatkan izin dari kedua orangtuanya, Athena harus berjanji bahwa dia akan rajin belajar dan tidak pacaran sampai lulus SMA agar bisa mendapat izin untuk jadi penyiar dari orangtuanya. Athena tidak mau perjuangannya sia-sia.
Athena mengingat-ngingat kembali saat wawancara tadi. Ia cukup yakin bahwa tidak ada yang salah dari sikap dan jawabannya saat wawancara tadi.
“Kenapa lama banget ya.” gumam Athena.
Ceklek. Terdengar suara pintu ruang meeting dibuka, dan tiga orang yang tadi mewawancarai Athena masuk keruangan. Athena mulai gugup saat ketiga orang itu duduk didepan Athena dengan wajah datar. Hanya Angga yang tersenyum padanya.
“Jadi..” Pak Wahyu menggantung kalimatnya sambil membuka map yang daritadi dipegangnya. Athena menelan ludah gugup.
“Ini kontrak kamu. Dan ini jadwal siaran kamu..” pak Wahyu mengarahkan map tadi ke Athena. Athena masih bengong mencerna kata-kata pak Wahyu tadi.
“Lo diterima kalo lo setuju dengan kontrak itu.” kata Rengga menegaskan.
“Hah? Bener ni pak?” Athena tersenyum sambil membaca kontrak yang diberikan Pak Wahyu. Kontrak itu berisi hak dan kewajiban sebagai penyiar di My Radio dan ada jadwal siaran program putih abu-abu yang akan Athena bawakan. Athena membaca kontrak itu dengan seksama dan menandatanganinya setelah selesai membaca kontrak tersebut dan mengembalikannya ke Pak Wahyu untuk ditandatangani.
“Yeay. Welcome Athenaa!” sorak Angga senang, setelah mereka selesai menandatangani kontrak nya.
__ADS_1
“Kamu bisa mulai siaran sabtu depan ya.” sambung Pak Wahyu yang akhirnya tersenyum juga setelah dari tadi beliau hanya memasang tampang datar. Athena tersenyum girang dan tak hentinya mengucapkan terimakasih kepada Pak Wahyu. Akhirnya mimpinya untuk bisa jadi penyiar radio sedikit lagi hampir terwujud. Athena benar-benar sudah tidak sabar ingin segera siaran. Dia terlalu bersemangat sampai ia tidak peduli bahwa ada Rengga disitu.
“Nah. Mumpung lo udah disini gimana kalo liat ruang siaran dulu.” Usul Angga yang disetujui oleh Pak Wahyu.
“Iya Iya” balas Athena penuh semangat, tanpa sadar ia melompat-lompat kecil karena kegirangan. Membuat Rengga, Angga dan Pak Wahyu sontak tertawa melihat tingkah Athena yang membuatnya terlihat sangat imut.
“Oke. Yuk” Angga spontan menarik pergelangan tangan Athena semangat. Sontak Athena merasa risih, Rengga yang melihat itu segera menarik tangan Angga.
“Gak usah tarik-tarik juga kali.” seru Rengga.
“Eh, sory. Terlalu semangat gw.” Balas Angga sambil garuk-garuk kepala. Rengga menoleh kearah Athena menunggu ucapan terimakasih dari cewek itu, tapi Athena malah segera ngeloyor pergi menyusul Angga dan Pak Wahyu yang sudah keluar ruangan lebih dulu.
“Asemm ni cewek. Udah dibantuin bukannya makasih” gerutu Rengga.
Athena sangat bersemangat saat Angga dan Rengga menunjukan ruang siaran padanya. Pak Wahyu tidak ikut karena ada yang harus dikerjakannya. Angga menjelaskan semua yang ada diruang siaran. sedikit banyak Athena sudah mengetahuinya. Karena memang Athena sudah mempelajarinya dari internet.
“Iya. Semoga gw yang disuruh nemenin.” ceplos Angga.
“Bukannya tiap malem minggu lo harus ngapel.” ketus Rengga.
“Ouwh. Jadi belum tau ya siapa yang nemenin saya?” tanya Athena. Dia benar-benar tidak peduli dengan bahasan lain selain tentang siarannya.
“Kemungkinan Franda, kemarin sih katanya dia mau confirm hari ini.” Jawab Rengga yang tahu kalau Athena tidak tertarik dengan topik lain selain siaran.
“Ouwh. Kak Franda yang biasa bawain Asian fave ya?” tanya Athena semangat.
__ADS_1
“Buset. Lo apal juga. Bener-bener rajin dengerin radio ya lo.” Angga kagum.
“Hehe. Tiap malem kerjaan saya cuma dengerin radio sebelum tidur.” Athena cengar-cengir.
“Gak belajar lo?, Biasanya orang pada males dengerin radio, mereka lebih seneng dengerin mp3.” lanjut Angga lagi.
“Belajarnya sambil dengerin radio biar gak ngantuk. Kalo mp3 gak seru. Gak ada penyiarnya.” jawab Athena masih cengar cengir.
Matanya masih terus menjelajahi setiap sudut ruang siaran. Ia beruntung karena ada yang sedang siaran sekarang, jadi dia juga bisa melihat secara langsung proses siaran. Athena memang jarang mendengar siaran radio pagi, karena pagi dan siang hari ia harus sekolah, jadi dia tidak terlalu hapal dengan acara radio dipagi dan siang hari.
Penyiar yang sedang siaran menoleh kearah Athena, Rengga dan Angga yang sedang berdiri melihat kearah ruang siaran melalui kaca tembus pandang. Seketika itu penyiar tersebut langsung tersenyum dan melambaikan tangannya kearah mereka bertiga. Angga membalas lambaian tangannya, dan Athena hanya tersenyum canggung sementara Rengga cuek aja. Penyiar tersebut segera berlari keluar setelah ia break karena harus memutar iklan.
“Renggaaa!! Gw kangenn.” ia berlari dan langsung memeluk Rengga. Athena sedikit terkejut melihat adegan itu. Cewek yang menurut Athena bertubuh seksi dan cantik itu dengan semangat bergelayut di leher Rengga.
“Apaan sih Ta!” Rengga merasa risih dan segera melepaskan tangan cewek itu dengan kasar. Angga yang tahu Rengga butuh bantuan segera melerai cewek itu ketika ia berusaha memeluk Rengga lagi.
“Masa Rengga doank yang dipeluk. Gw gak ni.”kata Angga menengahi. Rengga langsung melihat kearah Athena dan tak sengaja mata mereka bertemu. Athena segera membuang pandangannya ke arah lain saat Rengga menatap kearahnya, ia pura-pura tidak peduli tapi entah kenapa ada sedikit perasaan tidak suka saat ia melihat cewek itu memeluk Rengga.
“Najis lo Ngga. Gw maunya cuma Rengga.” rungut cewek itu sambil tetap berusaha mengejar Rengga yang sudah menjauh dari cewek itu.
“Eh. Lo nanti dituntut pencabulan baru tau rasa.” Canda Angga. Iya jika dilihat dari penampilannya terlihat sekali cewek ini usianya jauh lebih tua dari Angga maupun Rengga.
“Dih. Gak asik lo. Udah! gw mau siaran lagi.” kata cewek itu kesal sambil berjalan kembali kearah ruang siaran. Ia menoleh sebentar kearah Athena dan tersenyum ramah. Athena membalasnya dengan senyum yang masih canggung.
“Itu Cinta.” kata Angga memberitahu Athena. “ Nama aslinya Tami. Cinta tu nama buat siaran aja. Sok artis dia.” kekeh Angga.
__ADS_1
Athena hanya manggut-manggut entah kenapa mood dia jadi agak jelek karena pemandangan yang dia lihat tadi. Dan Rengga juga hanya diam saja sampai akhirnya waktu berkeliling Athena sudah selesai.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••