
Hai haii..
kembali lagii..maaf mulai agak seloww update nii..diusahakan cepet update lagi next nya yaa..
•••
Kepala Athena sudah terasa sedikit ringan sekarang dan demamnya juga sudah turun. Ia memang butuh istirahat. Athena memeriksa HP nya untuk melihat apakah ada pesan masuk dari Disti, karena sekarang sudah jam pulang sekolah. Hari ini Athena benar-benar tidak mengikuti pelajaran sama sekali.
Athena memutuskan untuk menunggu teman-temannya di kosan Dimi, karena teman-temannya masih ada kelas tambahan, namun ia tidak enak dengan Dokter Ulfa jika tetap menunggu di UKS.
Saat hampir keluar gerbang sekolah Athena terkejut karena tiba-tiba ada yang menahan lengannya.
“Then. Gw mau minta maaf!” ucap Yoga saat Athena menoleh kearahnya.
Athena akhirnya mengetahui siapa yang memegang lengannya. Athena berusaha melepas lengannya dari cengkraman Yoga, ia masih terlalu marah untuk bicara dengan Yoga sekarang.
“Then please. Gw khilaf. Gw janji gak akan ulangi lagi Then. Gw akan lakuin apapun asal lo maafin gw.” Yoga memohon pada Athena.
“Lepasin dia!”
Athena kembali terkejut saat ada tangan lain yang menarik lengannya.
Kak Rengga?! Athena membelalakan matanya saat mengetahui orang kedua yang menarik tangannya.
“Gw bilang lepasin dia!” Rengga menatap Yoga nyalang sambil berusaha melepaskan tangan Athena dari cengkraman Yoga.
“Lo gak usah ikut campur urusan gw dengan Athena!” Yoga menatap Rengga tak kalah nyalang. Tanpa sadar mereka sama sama mengeratkan pegangan mereka di lengan Athena.
“Aw Sakit!” Athena berteriak karena sudah tidak bisa menahan sakit di lengan kirinya akibat cengkraman Yoga dan Rengga.
Sontak Yoga dan Rengga segera melepas pegangan mereka di lengan Athena.
“Sory Then. Gw gak maksud..” kata Yoga dengan nada menyesal. Sementara Rengga hanya menatap Athena dengan tatapan sama menyesalnya dengan Yoga.
“Kalian kalo mau berantem, berantem aja sana. Gak usah bawa-bawa saya. Saya capek.” Athena menatap Rengga dan Yoga kesal. Ingin rasanya ia mencekik kedua cowok menyebalkan di depannya ini. Berkat mereka lah masa SMA nya menjadi menyebalkan dan suram.
Athena membalikan badan nya hendak pergi meninggalkan kedua cowok itu, namun dengan cepat kedua cowok itu menghadang jalan Athena.
“Apa lagi sih. Saya gak mau bicara dengan kakak-kakak sekalian. Jadi tolong minggir!” kata Athena galak.
“Then please. Kasih kesempatan gw minta maaf. Karena besok gw udah di skors, jadi gw gak bakal ke sekolah.” Yoga memohon pada Athena.
“Hah? Di skors?” Athena sedikit terkejut. Walaupun ia marah pada Yoga, namun ia masih tetap khawatir pada Yoga, karena bagaimanapun selama ini Yoga selalu baik padanya.
“Sebagai gantinya, orang tua lo gak jadi dipanggil. Setidaknya itu yang bisa gw lakuin buat lo.” sambung Yoga lagi. Athena semakin terkejut mendengar ucapan Yoga, apa Yoga mengaku jika dialah yang memaksa Athena menciumnya? Apa dia bodoh? Jika sekali lagi dia di skors dia pasti akan dikeluarkan dari sekolah.
Rengga memandang Yoga tidak suka, kenapa Yoga yang harus memberitahu Athena lebih dulu? dan ia lebih tidak suka lagi saat melihat Athena sepertinya terharu dengan pengakuan Yoga. Sialan!
“Gak cuma dia yang di skors, tapi orang yang nyebarin foto lo juga. Bahkan kalo lo mau lo bisa laporin ke polisi si penyebar foto itu.” ucap Rengga. Ia ingin Athena juga tahu bahwa ia juga ikut andil membantu Athena. Terserah jika ia dibilang pamrih, ia hanya tidak suka jika Athena berterimakasih pada si Bule sialan itu.
“Hah? kalian udah tau siapa yang moto itu?” Athena memastikan. Rengga dan Yoga sama-sama mengangguk.
Hati Athena sedikit lega mendengar cerita Yoga dan Rengga, setidaknya orang tuanya tidak akan dipanggil ke sekolah. Biarlah ia di bully di sekolah, yang penting orang tuanya tidak sampai tahu masalah ciuman itu.
***
Saat ini Athena sudah berada di kosan Dimi bersama ketiga temannya. Athena kemudian menceritakan kejadian saat ia bertemu Yoga dan Rengga di gerbang sekolah tadi.
Sebenarnya Yoga dan Rengga sama-sama menawarkan ingin mengantarkan Athena pulang namun ditolak mentah-mentah oleh Athena, karena ia masih kesal dengan kedua cowok itu.
Lagipula Athena juga sudah berjanji akan pulang bareng Disti.
__ADS_1
“Dara?! Yang waktu itu ngunciin lo di kamar mandi kan? Gila jahat banget ya tu cewek! Sialan!” Cindy mengumpat saat selesai mendengar cerita Athena.
Athena, Dimi dan Disti terkejut saat mendengar Cindy mengumpat. Baru kali ini mereka mendengar Cindy mengumpat seperti itu, ternyata anak wakil kepala sekolah satu ini bisa mengumpat juga.
“Yang penting orang tua lo gak jadi di panggil Then. Setidaknya lo gak perlu takut lagi.” sambung Disti.
“Iya. Lega banget gw dengernya tadi.” balas Athena.
“Baik juga ya kak Yoga dan kak Rengga, mereka belain lo di depan guru BK.” celetuk Dimi kemudian.
“Kalo kak Yoga kan emang salah.” protes Disti yang juga mewakili isi hati Athena.
“Iya tapi kan bisa aja dia gak ngaku, lagian mukanya gak keliatan. Kalo gw jadi dia sih gw bakal nunggu Athena minta tolong ke gw dulu baru gw mau ngaku. Apalagi dia udah pernah di skors sebelumnya, sekali lagi di skors bisa dikeluarin dari sekolah kan dia.” balas Dimi.
“Kak Rengga juga baik, dia gak ada hubungannya tapi mau repot-repot nyariin bukti kalo Athena gak salah.” timpal Cindy
“Iya betul.” balas Dimi.
Athena menghela nafas,ia malas jika harus membahas kedua cowok yang menurutnya brengsek itu. Tapi apa yang dikatakan Dimi dan Cindy ada benarnya. Setidaknya ia harus berterimakasih kepada Yoga dan Rengga karena orang tuanya tidak jadi dipanggil.
“Iya nanti deh, kalo gw udah mood gw bakal makasih ama mereka.” balas Athena malas.
Sebenarnya ketiga teman Athena sudah sedikit lelah dengan permusuhan Athena dan kedua seniornya itu. Karena jika Athena tidak akur dengan para senior mereka juga tidak bebas jika ingin bertegur sapa dengan kedua senior itu. Mereka ingin setidaknya Athena bisa bersikap biasa saja, atau malah lebih baik jika bisa berteman, tidak ada salahnya kan kalau mereka berteman dan melupakan semua masalah perasaan yang tidak kesampaian itu.
“Iya, mungkin juga lo harus bisa memperjelas hubungan kalian ke mereka Then.” kata Cindy kemudian.
“Hah?” Athena tidak mengerti maksud Cindy.
Ketiga teman Athena hanya bisa geleng-geleng melihat Athena kebingungan, mereka heran jika urusan pelajaran Athena cepat sekali mengerti, tapi kenapa urusan seperti ini ia jadi tulalit.
“Ya lo harus pertegas Then, lo mau mereka jadi temen lo atau gimana.” Cindy mencoba menjelaskan dengan bahasa yang mungkin mudah dimengerti Athena.
“Lah, selama ini kan emang gw temenan ama mereka.” Athena masih bingung.
“Berharap lebih? Sama gw? Hahaha, ngaco kalian.” balas Athena sambil tertawa.
“Serah lo dah ah.” Dimi kesal sendiri.
“Susah emang ngomongin perasaan sama orang yang taunya pelajaran science doank.” timpal Disti karena ia mengerti perasaan kesal Dimi.
“Sialan lo.” Athena tahu jika Disti menyindir dirinya.
***
Sudah satu minggu semenjak kejadian tarik menarik antara Athena, Yoga dan Rengga. Yoga di skors, dan Rengga sudah mulai sibuk dengan persiapan ujian nasional. Walaupun beberapa siswi masih ada yang nyinyir dengan Athena, namun Athena sudah bisa merasa sedikit damai di sekolah.
“Then!” Panggil seseorang saat Athena sedang menunggu angkot di halte bersama Disti. Athena dan Disti reflek menoleh ke arah sumber suara. Athena dan Disti sama-sama terkejut saat melihat siapa yang memanggil Athena.
“Kak Yoga?” kata Disti setengah berteriak.
“Hai Dis. Apa kabar? Baru seminggu gak ketemu tapi rasanya kayak lama banget.” kata Yoga sambil tersenyum canggung ke arah Athena dan Disti.
Disti langsung menoleh ke arah Athena karena penasaran dengan reaksi Athena. Ia tahu, Athena bukan tipe pendendam, tapi Disti tidak yakin jika Athena sudah bisa memaafkan Yoga.
“Then, gw mau ngomong sama lo boleh?” kata Yoga dengan nada sedikit memohon.
“Ngomong aja disini.” balas Athena sambil menatap Yoga datar. Sebenarnya Athena sudah tidak terlalu marah dengan Yoga, apalagi cowok itu sudah rela mengakui kesalahannya dan membuat orang tua Athena tidak jadi di panggil guru BK.
Yoga menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Gw mau ngomong bedua aja sama lo.” kata Yoga lagi.
Disti mengerti maksud Yoga, namun ia juga tidak mungkin meninggalkan Athena. Tapi jujur Disti memang ingin Athena berbaikan dengan Yoga, setidaknya kalau mereka berbaikan suasana sekolah mereka bisa lebih nyaman kan?
__ADS_1
“Gw nunggu disana aja kalo gitu ya?” tawar Disti sambil menunjuk pohon besar yang jaraknya tidak jauh dari halte tersebut.
“Gak usah Dis, gw aja yang kesana, gak enak disinikan tempat orang nunggu angkot.” balas Athena.
Yoga tersenyum mendengar ucapan Athena, syukurlah Athena mau bicara dengannya.
“Gw minta maaf Then. Gw bener-bener khilaf waktu itu. Gw gak bisa kontrol diri gw karena..” Ucap yoga saat mereka sudah berdua saja.
“Karena apa?” tanya Athena tidak sabar karena Yoga menggantung kalimatnya.
Yoga tampak berpikir sebelum melanjutkan kalimatnya.
“Jadi mau ngomong gak?” tanya Athena makin tidak sabar.
“Karena lo imut banget waktu itu.” ucap Yoga akhirnya.
Athena terkejut mendengar pengakuan Yoga. Entah kenapa wajahnya jadi terasa panas sekarang.
‘Sial! Ini cowok minta maaf tapi masih bisa-bisanya ngegombal!’ batin Athena
“Gak usah gombal deh.” kata Athena kesal.
“Gw gak gombal Then. Semua yang gw omongin ke lo itu bukan gombal! Gw..gw suka sama lo. Baru kali ini gw bener-bener gak bisa kontrol diri gw. Gw ngerasa ancur banget waktu lo marah ama gw Then. Makanya gw akan lakuin apapun asal lo maafin gw. Gw gak akan maksa lo buat jadi pacar gw, gw cuma pengen kita bisa kayak dulu lagi. Itu aja udah cukup buat gw Then. Gw gak ngarep muluk-muluk!” Ucap Yoga berapi-api sambil menatap lekat Athena.
Sementara Athena, otaknya masih sibuk mencerna ucapan Yoga yang kelewat panjang.
“Then?” kata Yoga kemudian.
“Hah?” Athena kembali dari pikirannya, sekarang wajahnya terasa tambah panas.
‘Ya Tuhan! Apa ini?! Apa ini rasanya ditembak cowok?!’ batin Athena
“Lo mau maafin gw kan?” kata Yoga lagi dengan nada memohon dan putus asa.
Athena masih berusaha mencari sesuatu di mata Yoga, entah itu kebohongan atau apapun, Athena ingin memastikan bahwa yang ia dengar tidak salah. Seorang playboy seperti Yoga baru saja bilang menyukai dia?! Waw, ini jackpot! Benar kan?
“Then?” tanya Yoga lagi karena dari tadi Athena tidak menanggapinya.
“Hmm, i-iya kak.” sial kenapa ia jadi tergagap seperti ini! Dasar jomblo akut!
“Sory, gw gak mau bikin lo gak nyaman. Gw cuma pengen lo tau perasaan gw. Asal lo mau nerima gw sebagai temen lo lagi itu udah lebih dari cukup buat gw Then. Gw cukup tau diri Then.” kata Yoga tulus, namun ada sedikit nada sedih yang terdengar oleh Athena.
“Saya maafin kakak kok. Te-terima kasih udah suka sama saya. Kak Yoga, ganteng, kaya, baik, pasti banyak juga yang suka.” kata Athena akhirnya.
Ia sebenarnya bingung harus bilang apa, akhirnya ia memutuskan untuk mengatakan apa yang memang ada di otaknya.
“Iya tapi sayangnya lo gak suka sama gw.” balas Yoga sambil tersenyum miris.
“Saya suka kakak sebagai senior, saya belum ada pikiran buat pacaran kak, bisa digantung papa saya kalo sampe saya ketahuan punya pacar.” kata Athena menghibur Yoga.
Oke, Athena tidak tahu yang ia ucapkan benar atau salah, karena ini pengalaman pertamanya di tembak cowok, jadi semoga saja Yoga bisa mengerti maksudnya dan menerima keputusannya.
“Iya. Gw tau kok. Makanya gw cuma pengen jadi temen lo lagi.” Yoga berusaha tersenyum agar Athena tidak merasa bersalah. Yoga sadar jika Athena memang tidak punya perasaan yang sama padanya.
Setidaknya ia lega Athena sudah bisa memaafkan dirinya. Bisa kembali menjadi teman Athena sudah sangat cukup untuknya.
•••
bersambung yaa..
jangan lupa tinggalin jejak nya yaa..
__ADS_1
terimakasih