
Haloo, sesuai janji ya ada ekstra part, hehe
Langsung aja ya cekidot..
•••
“Yang, besok kita nonton yuk? Ada film yang pengen aku tonton.” kata Rengga pada Athena.
Saat ini Rengga sedang mengantar Athena pulang sehabis Athena siaran, walaupun sudah kuliah Athena tetap melanjutkan kegiatannya sebagai penyiar.
Semenjak mereka resmi bertunangan Rengga memang tidak pernah melewatkan untuk menjemput Athena setiap siaran. Rengga rela menyetir selama 3 jam setiap weekend hanya untuk menemui Athena. Sebenarnya Athena khawatir Rengga akan kelelahan jika setiap weekend Rengga harus pulang hanya demi dirinya, tapi cowok itu akan selalu mengatakan bahwa ia tidak merasa lelah, justru jika tidak bertemu Athena maka ia akan stress. Akhirnya Athena pasrah, percuma kalau harus berdebat dengan tukang maksa keras kepala seperti Rengga.
“Hah? ke bioskop?” tanya Athena bodoh. Maklum, seumur hidup baru kali ini ada cowok yang mengajak Athena nonton. Nasib jomblo dari lahir.
“Ya iya lah. Emang nonton dimana lagi? Mau ke rumahku?” tanya Rengga dengan wajah konyol.
“Emang kamu gak capek tiap weekend ngajakin aku keluar terus? bukannya istirahat dirumah.”
“Ya udah minggu depan aku istirahat dirumah tapi kamu temenin aku dirumah.” balas Rengga santai.
Athena mendengus sebal, Rengga tahu Athena masih merasa canggung setiap kerumahnya semenjak Orang tua Rengga mengetahui hubungan mereka. Walaupun orang tua Rengga selalu menerimanya dengan ramah tetap saja Athena merasa kikuk. Siapa juga yang tidak grogi di depan calon mertua.
Calon mertua?
Athena tidak bisa menahan senyum setiap ingat bahwa dirinya dengan Rengga sudah bertunangan. Semua masih terasa seperti mimpi baginya. Senior yang sejak SMP menjadi idolanya sekarang akan selalu ada disampingnya.
***
Athena bergegas keluar rumah saat mendengar suara mobil Rengga sudah sampai di depan rumahnya. Rengga tidak mampir dulu karena sudah siang dan Athena takut tidak kebagian tiket untuk tempat duduk yang strategis.
Tampak mobil Range Rover warna putih sudah terparkir di depan rumah. Athena mendekati mobil itu dengan ragu, karena itu bukan mobil yang biasa Rengga gunakan.
Saat Athena sudah dekat, kaca mobil tersebut terbuka dan Athena melihat Rengga menyapanya.
“Ayok sayang.” ajak Rengga. Athena menurut dan segera masuk ke dalam mobil Rengga. Tadinya Athena terkesima dengan mobil yang Rengga bawa, namun begitu masuk pandangannya justru tidak bisa lepas dari Rengga yang masih mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
Sial!
Kenapa dia harus seganteng ini sih? Bikin Athena sesak nafas.
Athena menelan salivanya susah payah karena terlalu terpesona dengan pemandangan di depannya. Rengga dengan rambut basahnya yang berantakan benar-benar menambah kadar ketampanannya.
“Sorry ya. Tadi aku bangun kesiangan, jadi baru mandi deh.” Rengga cengengesan sambil mengelap rambutnya yang sudah mulai mengering.
“Pantesan dari tadi dihubungin gak bisa.” balas Athena sambil menahan air liurnya agar tidak menetes karena terpesona dengan visual Rengga saat ini.
“Iya, untung tadi mama aku bangunin karena sadar udah siang anaknya gak nongol-nongol.” Rengga tersenyum mengingat ocehan mamanya karena ia bangun kesiangan tadi.
Semalam Rengga memang tidak bisa tidur karena terlalu antusias mengingat ia akan pergi nonton dengan Athena untuk pertama kali, entah kenapa Rengga sangat tidak sabar menunggu esok hari, saking tidak sabar ia sampai tidak bisa tidur dan baru tidur setelah sholat subuh.
Rengga menggeleng mengingat kebodohannya sendiri.
Seperti Athena duga, sesampainya di mall tempat mereka akan nonton, Rengga berhasil menjadi pusat perhatian setiap cewek yang berpapasan dengan mereka. Rengga memang terlihat sangat tampan hari ini, walaupun ia hanya memakai kaos oblong berwarna putih dan celana jeans berwarna biru serta sneakers berwarna senada dengan bajunya, Rengga tetap terlihat paling bersinar diantara pengunjung Mall yang lain. Hal itu benar-benar membuat Athena minder. Ia tidak biasa berjalan di Mall sambil ditatap orang banyak seperti itu, alhasil Athena selalu menjaga jarak dari Rengga.
Rengga menyadari itu, ia lalu menarik tangan Athena dan menautkan jari mereka agar Athena berjalan disebelahnya.
“Athena?” sapa seseorang tiba-tiba saat Athena menunggu Rengga yang sedang membeli tiket. Athena memang sengaja menyuruh Rengga untuk membeli tiket sementara ia membeli popcorn dan minuman untuk cemilan mereka saat menonton nanti.
“Eh, Riza?! Ya ampun. Bisa ketemu disini.” Balas Athena antusias, karena ia bertemu dengan Riza teman sekelasnya saat SMP.
“Lo beda banget sekarang Then? Sampe pangling gw.” ucap Riza sambil tersenyum kearah Athena. “Lo sama pacar? Ciyee, akhirnya punya pacar juga lo.” goda Riza karena ia melihat Athena membawa dua kotak popcorn dan dua gelas minuman.
“Sialan lo!” Athena tidak terima sindiran Riza.
“Tapi serius, bagus begini lo, dulu ngapain sih lo pake kacamata, dibuka gini kan cantik.” puji Riza. Athena sedikit tersipu mendengar pujian Riza. Riza memang teman akrabnya dulu saat SMP. Athena memang tidak punya banyak teman cowok, hanya Riza yang dekat dengannya karena mereka sama-sama ikut olimpiade.
__ADS_1
“Ehem!”
Athena dan Riza sedikit terkejut mendengar suara deheman yang datang dari arah belakang Athena. Athena menoleh dan mendapati Rengga tengah menatap dirinya dan Riza dengan tatapan tidak suka.
“Sorry lama, tadi lumayan antrinya.” Rengga mendekati Athena tanpa memperdulikan Riza yang sedang memperhatikannya.
“Oh, iya gak papa. Oiya kenalin dia temen aku SMP.” Athena berusaha memperkenalkan Rengga kepada Riza. Rengga akhirnya mengalihkan pandangannya kepada Riza.
“Riza.” Riza mengulurkan tangannya kepada Rengga.
“Arengga.” Rengga membalas Riza dengan enggan. Rengga tidak suka pada Riza karena tadi ia mendengar Riza memuji Athena cantik.
“Oh, Kak Arengga Hastomo ya? Pantesan kayak familiar. Ternyata senior. Saya temen deketnya Athena dulu waktu SMP kak.” sambung Riza sambil tersenyum, yang hanya dibalas anggukan oleh Rengga.
Riza tersenyum jahil ke arah Athena, karena ia sangat tahu kalau Athena naksir berat dengan Rengga saat SMP dulu. Athena memberi kode pada Riza agar tidak membongkar aibnya dulu.
Rengga tidak suka melihat interaksi Athena dan Riza, ia ingin segera mengusir Riza dari sana.
“Kayaknya udah mau buka tu teater nya. Kita kesana yuk.” Rengga menarik lengan Athena menuju pintu teater tempat film akan diputar. Athena mengikuti Rengga setelah pamit dengan Riza.
“Salam buat sehun ya!” seru Riza sambil tertawa jahil ke arah Athena, sontak Athena melotot dan mengumpat pelan kearah Riza. Riza menjulurkan lidahnya dan segera kabur karena Athena sudah terlihat ingin melemparnya dengan sepatu.
‘Sialan tu orang! Semoga Rengga gak denger!’ batin Athena.
***
Athena dan Rengga sedang menikmati pemandangan di kafe tempat pertama kali Rengga membawa Athena. Setelah menonton film mereka merasa lapar karena memang sudah lewat jam makan siang, namun Rengga sengaja mengajak Athena makan diluar Mall karena Rengga merasa Athena tidak nyaman berada di tempat yang terlalu ramai seperti Mall. Selain itu Rengga juga tidak suka karena Athena beberapa kali bertemu dengan cowok kenalannya, pertama si Riza dan kedua entah siapa namanya, Rengga hanya ingat Athena memperkenalkannya sebagai senior di kampusnya.
“Seberapa dekat kamu sama temen kamu tadi?” Rengga akhirnya buka suara setelah tidak tahan menyimpan rasa penasaran pada teman laki-laki Athena tadi. Bahkan ia tidak terlalu memperhatikan film yang ia tonton karena terlalu penasaran.
“Hmm. Maksudnya Riza? Dia satu-satunya temen cowok yang aku punya waktu SMP. Karena aku emang gak gampang deket sama cowok.” balas Athena sambil mengenang masa SMP nya.
“Ouwh. Hebat donk dia bisa jadi satu-satunya cowok di sekolah yang deket sama kamu.” kata Rengga dengan nada tidak suka, namun Athena tidak menyadarinya.
“Iya juga ya. Mungkin karena dia orangnya gampang deket sama orang.” balas Athena sambil menghabiskan menyeruput minumannya.
“Uhuk-uhuk!” Athena sontak tersedak minumannya karena mendengar pertanyaan Rengga.
‘Dasar Riza sialan! Awas kalo ketemu lagi!’ umpat Athena dalam hati.
“Pelan-pelan minumnya. Emang siapa dia sampe kaget gitu aku tanyain?” Rengga semakin curiga.
“I-itu. Si Riza tadi cuma iseng aja kok. Aku gak kenal Sehun.” jawab Athena gugup. Hal itu justru semakin membuat Rengga penasaran.
“Kalo gak kenal kok bisa tidur sampe manggil-manggil namanya gitu?” kata Rengga tidak suka.
“Hah? Maksudnya?” Athena tidak mengerti maksud Rengga.
“Waktu kamu tidur di UKS pas kamu kena masalah video dengan Bule playboy dulu, aku denger kamu manggil aku Sehun, terus kami tidur lagi. Kamu senyam senyum sambil ngigo.” terang Rengga sambil berusaha menahan emosinya karena kembali teringat peristiwa itu.
Blush!
Seketika wajah Athena memerah saat mendengar cerita Rengga.
Yang benar saja?! Rengga melihatnya tidur?! Ngigo pula?!
OMG Athena, mau ditaro dimana muka lo?!
Athena benar-benar malu setengah mati. Jadi waktu ia bermimpi bertemu Sehun waktu itu sebenarnya ia melihat Rengga?!
“Mantan kamu?” tanya Rengga tidak sabar, karena Athena tidak kunjung menjawab.
“Hah? Bukan lah! Gak mungkin banget!” jawab Athena cepat.
Iya kali Athena bisa jadi mantannya Sehun, yang ada bakal selamatan tujuh hari tujuh malam Athena.
__ADS_1
“Terus?” Rengga semakin tidak sabar.
Athena tahu Rengga sudah mulai kesal. Ia akhirnya mengeluarkan HP dari tasnya dan membuka aplikasi pencarian online, dengan cepat ia mengetik nama Sehun dan menunjukan hasil pencariannya pada Rengga.
Rengga terlihat bingung karena Athena malah menunjukan HP kepadanya, namun karena penasaran Rengga pun melihat layar HP Athena dan betapa terkejutnya ia setelah tahu siapa itu Sehun.
“Ini..” Rengga tidak melanjutkan ucapannya karena fokus melihat layar HP Athena.
“Iya itu Sehun. Dia idol KPOP yang aku ngefans gitu.” terang Athena sambil menahan malu.
“Hahaha.”
Athena terkejut sekaligus malu karena Rengga tiba-tiba saja tertawa terbahak-bahak.
“Udah deh ketawanya.” Athena mengerucutkan bibirnya karena tidak suka Rengga menertawakannya.
“Sorry, aku gak ngetawain kamu kok. Aku ngetawain diri aku sendiri.” kata Rengga setelah tawanya mereda.
Athena mengernyit bingung.
“Aku ngerasa konyol, karena ternyata selama ini aku jealous sama idol KPOP. Ya Ampun Athena, kamu bener-bener udah buat aku gila.”kata Rengga sambil menyeka sudut matanya yang berair karena puas tertawa.
“Apasih, gak jelas.” kata Athena masih tidak mengerti.
“Kamu tau gak? sebelum aku tahu siapa itu Sehun, aku selalu emosi setiap inget kamu ngigo itu. Aku pikir siapa dia sampe bisa masuk ke mimpi kamu. Tapi ternyata...Astaga Then, bisa-bisanya kamu buat aku jadi cowok cemburuan gini.” Rengga meraih tangan Athena dan meremasnya lembut sambil menatap lekat Athena.
“Tapi kamu suka sama aku bukan karena aku sedikit mirip dengan Sehun-sehun itu kan?” Tanya Rengga kemudian.
“Bukan kok!” jawab Athena cepat. Justru sebaliknya, Athena ngefans dengan Sehun karena saat pertama kali melihat MV Exo ia merasa Sehun mirip dengan Rengga. Tapi tentu saja Athena tidak akan mengatakan itu. Bisa besar kepala Rengga nanti, bagaimanapun Athena tetap harus bisa menjaga gengsinya, ya kan?
“Kalo gini aku jadi makin semangat buat cepet lulus. Aku gak sabar buat bisa liat wajah kamu tiap hari.” Rengga mengecup singkat punggung tangan Athena. Tubuh Athena meremang, walaupun Rengga sudah sering melakukan itu tapi tetap saja jantung Athena selalu lompat-lompat tiap kali Rengga melakukan itu.
“Makasih ya sayang udah nulis puisi waktu itu buat aku.” Rengga menatap lekat Athena.
“U-udah deh, gak usah bahas puisi itu lagi.” Athena memalingkan wajahnya karena malu.
Rengga terkekeh geli melihat reaksi Athena, melihat Athena yang salah tingkah selalu menyenangkan untuk Rengga.
“Tapi karena puisi itu aku bisa deket sama kamu.”
“Aku tidak pernah tahu cinta...Aku tidak berfikir mimpi dapat datang di siang har_hhmmpp”
Athena segera menutup mulut Rengga dengan tangannya saat Rengga membacakan puisi buatannya dulu. Wajah Athena sudah memerah sempurna karena menahan malu. Ia tidak menyangka Rengga hafal puisi buatannya.
“Hahaha, muka kamu udah merah banget loh sayang..” kata Rengga setelah berhasil melepas bekapan tangan Athena dari mulutnya.
“Berisik kamu! Aku mau pulang aja!” kata Athena galak.
“Jangan donk, aku belum puas godain kamunya.”
“Ish, kalo kamu iseng terus aku pulang naik taksi aja!” ancam Athena.
“Oke-oke. Aku gak bahas itu lagi, jangan ngambek yaa..” Rengga menarik tubuh Athena yang duduk disebelahnya kedalam pelukannya.
“Kak! Disini banyak orang!” Athena mendorong tubuh Rengga karena tidak mau jadi bahan tontonan orang di kafe. Walaupun kafe tidak terlalu ramai tapi Athena tetap malu dengan tamu lain.
“Oke, jadi kalo gak ada orang boleh ya?”goda Rengga lagi.
Athena membelalakan mata tidak percaya dengan cowok di depannya ini. Ia tidak menyangka Rengga bisa berubah jadi setan jahil seperti ini.
“Hahaha, oke jangan marah sayang. Aku bercanda. Tapi aku selalu bersyukur karena berkat puisi itu kita bisa sampe di titik ini. Makasih sayang.” kali ini Rengga menatap Athena dengan tatapan serius. “Aku janji akan selalu berusaha buat bahagiain kamu.” Kata Rengga sambil meremas lembut. Athena tercenung, Rengga selalu bisa membuatnya melayang hanya dengan kata-kata dan tatapannya. Athena membalas tatapan Rengga sambil tersenyum. Jauh dilubuk hatinya ia berdoa, semoga dirinya dan Rengga bisa terus seperti ini, walaupun mungkin masih akan banyak masalah yang akan mereka hadapi kedepannya, namun Athena berharap mereka tetap bisa saling menjaga perasaan mereka masing-masing.
•••
segini duluu..
__ADS_1
nanti kalo ada ide lagi aku buatin ekstra part lagi yaa..
jangan lupa tinggalin jejak dan jaga kesehatan yaa..