My Annoying Senior

My Annoying Senior
47


__ADS_3

Hai hai..Athena balik lagii..


semoga masih setia nunggu yaa, walaupun suka telat updatenya, maafkaann..


Dari sini alurnya agak cepet yaa..


•••


Suasana sekolah mulai terasa menyenangkan untuk Athena dan teman-temannya. Siswa kelas 12 sudah sibuk dengan persiapan ujian nasional, jadi Athena bisa sedikit menjaga jarak aman dari Rengga. Karena jujur Athena masih belum bisa mengontrol jantungnya saat dekat dengan Rengga.


Sementara Yoga sudah kembali akrab dengan Athena dan ketiga temannya.


Sebenarnya Rengga tidak suka jika melihat Yoga yang beberapa kali makan siang bareng dengan Athena dan ketiga temannya saat Yoga sedang tidak ada kegiatan dengan teman-temannya, namun Rengga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena memang ia tidak memiliki hak untuk melarang Athena berteman dengan siapa pun. Selama Bule sialan itu tidak menyentuh Athena, maka Rengga akan membiarkannya. Ia tidak mau jika Athena kembali menjauhinya hanya karena ia terlalu posesif.


Posesif??


Heloo...emang dia siapanya Athena?


Athena memang sudah benar-benar memaafkan Yoga dan Rengga. Karena ia sadar setiap manusia pasti melakukan kesalahan, begitu pula dirinya. Tuhan saja maha pemaaf, kenapa dirinya yang hanya manusia biasa tidak bisa memaafkan. Selain itu Athena juga cewek normal, mana bisa ia marah berlama-lama kepada dua cowok kece itu kan? Hehe.


***


Tidak terasa masa ujian nasional sudah dimulai, murid-murid kelas 10 dan kelas 11 diliburkan karena seluruh ruang kelas dipakai untuk ujian siswa kelas 12.


Athena merindukan Rengga karena sudah lama Athena tidak bertemu dengan Rengga, sejak Rengga menyatakan perasaannya pada Athena, cowok itu langsung disibukan dengan segala macam persiapan ujian nasional dan ujian masuk universitas, sehingga mereka tidak pernah bertemu lagi, di sekolah pun mereka hanya beberapa kali berpapasan. Ingin sekali Athena menghubungi Rengga namun ia tidak punya alasan untuk menghubungi Rengga lebih dulu. Alhasil ia hanya bisa uring-uringan menunggu kabar dari Rengga yang tidak juga kunjung datang.


‘Sadar Then, dia bukan siapa-siapa lo, ngapain lo kayak orang gila nungguin kabar dia?!’ Athena berusaha mengingatkan dirinya sendiri.


Liburan telah berakhir, anak kelas 10 dan kelas 11 sudah masuk sekolah kembali, namun kelas 12 sudah tidak masuk sekolah lagi karena mereka hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan.


“Sepi ya gak ada anak kelas 12. Berkurang ni vitamin C gw.” celetuk Disti saat Athena dan ketiga temannya sedang makan dikantin sekolah.


“Apa hubungannya anak kelas 12 ama vitamin C?” tanya Athena tidak mengerti.


“Iya. Itu Pak Imung jual minuman Vitamin C kok.” timpal Cindy.


“Hahaha.” sontak Disti dan Dimi tertawa mendengar ucapan Cindy. Athena dan Cindy yang tidak mengerti tambah mengernyit bingung.


“Apaan sih, orang ngasih tau kok malah diketawain.” protes Cindy.


“Vitamin C nya Disti tu maksudnya Vitamin Cogan Cin.” balas Dimi dengan wajah geli.


“Astaga, kalian tu makanya kalo pake istilah jangan ambigu donk.” protes Cindy sambil geleng-geleng kepala.


“Dasar koplak.” komentar Athena tidak habis pikir dengan otak temannya yang bisa-bisanya bikin istilah aneh-aneh.


“Emang bener kan. Makin berkurang ni Cowok Ganteng di sekolah, jadi gak semangat gw.” keluh Disti.


“Iya bener, tinggal 1 doank donk most wanted-nya di sekolah, bakal rebutan banget ni.” sambung Dimi dengan wajah dibuat-buat sedih.


“Hadeh, ni lah. Sekolah tu buat belajar, bukan buat liat Cogan.” Athena menasehati.


“Dih, sejak kapan lo jadi ketularan Cindy Then?” tanya Dimi heran.


“Maksud lo? Emang gw kenapa?” protes Cindy.

__ADS_1


“Itu loh, yang otaknya cuma bisa mikirin belajar doank.” balas Dimi dengan wajah konyol.


“Enak aja, gw juga bisa mikirin yang lain kok.” Cindy tidak terima.


“Hahaha, udah-udah. Jangan pada ribut, nanti malah nambah bikin suram aja.” Timpal Disti.


“Siapa yang ribut, orang kita cuma debat kok.” balas Dimi masih dengan wajah konyolnya. Athena hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah teman-temannya yang kadang-kadang ajaib.


“Btw Then, apa kabar si kakak ganteng? udah ngehubungin lo lagi belum?” tanya Disti mengalihkan pembicaraan. Sontak Athena langsung badmood saat mendengar pertanyaan Disti, karena memang sampai sekarang ia tidak pernah menerima kabar apapun dari Rengga. Cowok itu seperti menghilang ditelan bumi bagi Athena.


“Gak tau, udah lulus kali.” jawab Athena asal.


Ketiga teman Athena langsung mengerti saat melihat perubahan ekspresi Athena, sehingga mereka tidak ada yang mau membahas lebih lanjut.


***


Saat ini Athena dan ketiga temannya sedang menghadiri acara perpisahan kelas 12 di aula sekolah mereka, Aula sekolah memang cukup besar untuk menampung seluruh siswa SMA Star. Sudah menjadi tradisi kalau pada acara perpisahan setiap siswa kelas 12 harus menggunakan pakaian yang sesuai dengan tema yang telah disepakati oleh pihak sekolah dan perwakilan dari kelas 12.


Tema acara perpisahan untuk tahun ini adalah Halloween sehingga seluruh anak kelas 12 harus berpakaian sesuai tema Halloween. Acara perpisahaan berisi kegiatan pentas seni dengan mengundang band ibu kota sebagai bintang tamu, kemudian ada acara pemberian SMA Star Award, dan terakhir adalah acara bebas yang biasa diisi dengan unjuk kebolehan dari anak-anak kelas 12 dan perwakilan dari keas 10 atau kelas 11 diatas panggung.


“Anjriit, kak Octer jadi Drakula gaes!” pekik salah seorang cewek kelas 10 yang duduk tidak jauh dari tempat duduk Athena dan ketiga temannya. Sontak seluruh mata cewek-cewek dia aula tersebut langsung tertuju ke Octer yang baru saja naik ke atas panggung untuk mengambil piagam penghargaan karena ia mendapat penghargaan sebagai kakak ter-alim SMA Star. Beberapa cewek langsung berteriak histeris saat Octer sudah naik keatas panggung.


“Sumpah, drakula seganteng itu gw mau deh digigit.” gumam Dimi.


“Otak lo tu ya!” Athena menoyor kepala Dimi yang duduk di sebelah kiri nya.


“Ish, gak bisa liat teman seneng banget sih lo.” protes Dimi tidak terima.


“Gw penasaran sama Kak Andrian dan Kak Rengga ni, mereka pake baju apa.” ucap Disti.


“Sama! Gw juga!” Timpal Rinda yang duduk di barisan depan Athena dan teman-temannya.


“Kalo urusan Cogan, antena gw kuat Then.” balas Rinda sambil nyengir.


“Kak ANDRIAAN!!” tiba-tiba cewek-cewek satu ruangan berteriak saat seseorang berpakaian joker naik ke atas panggung.


“Anjrit! Dia jadi joker! Astagaaa!” Disti dan Dimi menjerit bersamaan dengan cewek-cewek lain di ruangan itu.


Andrian tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah cewek-cewek kelas 10 setelah berada diatas panggung, ia menerima penghargaan sebagai Kakak terfavorit SMA Star.


“Astaga, gak nyesel gw dateng lebih cepet buat dapetin tempat duduk disini, bisa jelas banget gw liat mereka.” Kata Disti antusias sambil sibuk mengambil foto Andrian yang sedang berada diatas panggung.


“Oke! Sekarang Kita masuk ke Penghargaan Kategori cowok yang paling ditunggu yaa, apalagi kalo bukan Kakak Ter MostWanted SMA Star. Siapa yang udah penasaran?!” Suara MC yang memancing keriuhan seluruh siswa di ruangan itu yang memang mayoritas adalah siswa perempuan.


“Buruan! Buruan!” Pekik cewek-cewek disana , bagaimanapun Award kategori cowok ini memang lebih menarik daripada Award kategori cewek, karena memang jumlah siswa perempuan lebih banyak daripada siswa laki-laki disana.


“Buset, gak pada takut sakit tenggorokan apa ya.” gumam Athena sambil memegangi telinganya yang pengang karena mendengar teriakan cewek-cewek disekitarnya.


“Oke-oke. Tenang. Kita bacain ya, Pemenang untuk kategori Kakak Ter-MostWanted tahun ini adalah ARENGGA HASTOMO dari kelas 12 IPA 1!”


Sontak suara teriakan makin bergemuruh saat MC menyebutkan nama Rengga.


Jantung Athena berdegup kencang saat melihat orang yang akhir-akhir ini membuat dia uring-uringan sedang naik keatas panggung dengan menggunakan kostum zombie.


Astaga, zombie macam apa setampan itu? Walaupun wajahnya dirias dengan spesial effect zombie, namun tetap tidak menghilangkan ketampanannya sama sekali.

__ADS_1


‘Sialan, makan apa sih tu orang, bahkan udah dicoret-coret gitu mukanya tetep aja ganteng!’ umpat Athena dalam hati.


“Gila Then, si kakak Ganteng masih cakep aja walaupun jadi Zombie, si Gong Yoo kalah ini mah.” Bisik Disti sambil cengengesan.


“Iya, sialan tu orang. Kok bisa gantengnya gak luntur gitu ya.” balas Athena lirih.


Pandangannya tidak bisa lepas dari Rengga yang sudah berdiri di atas panggung. Entah hanya perasaan Athena saja atau bukan, tapi ia merasa Rengga beberapa kali melirik ke arahnya. Tapi Athena membuang pikiran itu jauh-jauh. ‘Pasti Rengga bukan sengaja, ia hanya kebetulan saja melihat ke arahnya.’ Athena membatin.


Seperti sudah diduga Rengga langsung dikerubuti oleh fans-fansnya saat turun dari panggung, mereka langsung meminta foto bersama dengan Rengga, begitu juga dengan Andrian dan Octer yang tidak bisa menghindar dari perburuan fans-fans mereka.


“Lo gak mau foto juga Then?” tanya Cindy.


“Gak ah. Liat aja itu ramenya kayak mau foto ama artis. Lagian buat apa juga.” balas Athena malas.


Athena lebih memilih memainkan game di HP nya, karena sudah mulai bosan dengan rangkaian acara perpisahan yang isinya lebih seperti jumpa fans cowok-cowok ganteng kelas 12 itu.


Athena tidak mau berharap terlalu banyak, baginya melihat Rengga dari jauh sudah cukup untuk sedikit menghilangkan rindunya, ya Athena mengakui ia merindukan Rengga, namun ia sudah terbiasa untuk menyembunyikannya, karena memang ia sudah terlatih menjadi pemuja rahasia seorang Arengga Hastomo sejak SMP.


“Then! Kok disini?” tanya seseorang yang membuat Athena yang sedang asik melamun di taman sekolah terkejut. Athena tadi pamit ke toilet pada ketiga temannya, namun ia malas untuk kembali lagi ke dalam aula karena terlalu berisik ia tidak tahan, akhirnya ia memutuskan untuk duduk sebentar ditaman untuk mengistirahatkan telinganya yang sejak pagi selalu mendengar teriakan barr-bar cewek-cewek di sekolahnya.


“Eh, Kak Yoga? Kirain siapa? Bikin kaget aja.” balas Athena sambil mengelus dadanya karena terkejut.


“Lo ngelamun ya. Awas kesambet loh.” Kata Yoga seraya duduk di bangku sebelah Athena.


“Gak kok. Cuma lagi mengistirahatkan kuping aja tadi.” terang Athena.


“Ouwh. Kenapa kupingnya sakit?” tanya Yoga khawatir.


“Gak papa kok. Cuma tadi lelah karena denger suara bising dari pagi.” kata Athena sambil tersenyum.


“Haha. Iya di dalem berisik banget, gw juga sampe pusing tu cewek-cewek gak takut suaranya ilang apa ya?” balas Yoga dengan senyum andalannya, jujur Athena masih suka salah tingkah jika melihat senyum Yoga saat ini. Karena sekali lagi Athena itu cewek normal.


“Iya saya juga heran.”


“Ya udah gw temenin lo disini aja biar lo gak kesambet.” sambung Yoga lagi.


“Loh, Kak Yoga bukannya mau perform? Nanti dicariin loh.” Athena mengingatkan. Karena ia tahu Yoga dan teman-temannya akan perform sebagai perwakilan dari kelas 11.


“Iya sih, tapi gw gak semangat perform kalo lo gak nonton.” kata Yoga pura-pura merajuk.


“Haha, kan masih banyak penonton yang lain kak.” balas Athena.


“Tapi tetep aja kalo gak ada lo gw gak semangat. Tiba-tiba aja gw mules nih.” sambung Yoga sambil akting pura-pura mules.


Athena tersenyum geli melihat akting Yoga. “Iya deh, nanti pas kakak perform saya masuk, tapi saya mau disini bentar lagi, kasian ni gendang telinga saya.” balas Athena.


“Oke deh gw masuk siap-siap dulu, nanti pas gw perform lo harus masuk ya.” Kata Yoga sambil tersenyum senang.


“Iya Kaak.” kata Athena sambil mengusir Yoga agar segera masuk kembali ke Aula.


•••


tbc yaa


alur cepet, next updatenya juga diusahakan cepet yaa..

__ADS_1


jangan lupa tinggalin jejaknyaa..


terimakasih


__ADS_2