
Hai hai..update lagi yaa..
Selalu diusahakan untuk gak lama-lama update nya..
selamat menikmati..
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Rengga melemparkan tasnya ke sofa yang ada di tengah kamarnya dan langsung berbaring ditempat tidur tanpa membuka seragamnya. Pikirannya masih terus mengingat adegan Athena yang hanya menyalaminya sekilas saat penutupan acara MOS tadi. Entah kenapa Rengga merasa kesal karena dia dicuekin oleh Athena.
“Kayaknya dia marah banget ama gw.” gumam Rengga. “Tapi kenapa juga gw peduli dia mau marah apa gak.” Rengga menutup matanya dengan lengannya. “Selama ini belum pernah ada cewek yang betah marah lama-lama ama gw.” jiwa narsisnya muncul. “Paling juga berapa hari lagi udah luluh.” lanjutnya sambil tersenyum narsis. Tiba-tiba hp nya berbunyi, ia mengeluarkan hp nya dari saku celananya dan melihat siapa yang menelpon.
“Pak Wahyu.” Ia segera menyentuh layar hp nya untuk menerima panggilan dan Pak Wahyu.
“Ya pak. Oiya sudah saya terima. Iya nanti saya baca.” Ia baru teringat kalau pak wahyu sudah mengirim nama-nama calon penyiar yang sudah mendaftar untuk membawakan acara yang ia produseri. Rengga memang masih muda tapi ia sudah mulai usahanya sendiri. Kebetulan stasiun radio itu adalah milik orang tuanya, dan ia juga sangat suka mendengar musik dari radio dibanding melalui mp3, Karena ia cepat bosan, kalau mendengar dari radio pasti akan ada hal baru yang ia dengar dari penyiar, tentu itu tidak akan membuatnya bosan, sehingga dia memutuskan untuk ikut memberikan kontribusi kepada bisnis radio milik orangtuanya dibanding bisnis yang lain.
Rengga membuka emailnya dan mulai membaca beberapa biodata calon penyiar yang telah dikirim Pak Wahyu. Seketika senyumnya melebar saat dilihatnya salah satu CV orang yang beberapa hari ini mengganggu pikirannya.
“Emang jodoh gak kemana.” gumamnya sambil tersenyum. Dengan cepat jarinya menyentuh layar hp nya untuk membuat panggilan.
“Halo. Pak. Saya dateng deh besok. Iya. Oke sampe ketemu besok.” dia mengakhiri panggilan sambil tersenyum.
Keesokan harinya Rengga sudah bersiap-siap untuk berangkat ke stasiun radio. Ia mengenakan kaos putih polos dan celana jeans biru serta sneakers putih. Tak lupa ia mengambil jaket denim bomber miliknya dilemari sebelum berjalan keluar kamarnya.
“Ma. Rengga pergi dulu ya!” teriaknya saat turun dari lantai dua rumahnya. Namun tidak ada sahutan. Dilihatnya adik perempuannya tengah asik nonton tv diruang keluarga.
“Va. Kakak keluar ya. Nti kalo mama nanyain.” katanya seraya berjalan ke pintu keluar.
“Kemana? Nanti kalo mama nanya aku bilang kakak kemana?” sahut Reva.
“ Radio.” jawab Rengga singkat.
“ Tumben. Biasanya males kesana.” balas Reva.
“Kepo deh.” kata Rengga sambil ngeloyor keluar rumah. Hari ini dia memutuskan untuk naik mobil, karena dilihatnya cuaca agak mendung, ia tidak mau motor kesayangan nya harus kotor karena hujan. Ia berjalan ke parkiran, disana sudah ada pak Umar, supir keluarga nya yang sedang membersihkan mobil.
__ADS_1
“Eh, Den Rengga mau pake mobil?” tanya Pak Umar. “Mau pake yang mana den?” tanyanya lagi.
“Iya pak. Yang kecil aja pak. Takut macet. Kunci nya dimana pak?” balas Rengga.
“Masih nyantol tu Den. Udah saya panasin juga mobilnya.” Jawab Pak Umar.
“Oke pak.” Rengga segera berjalan menuju mobil jazz bewarna hitam yang interiornya sudah di modif penuh dengan hiasan Juventus, klub bola favoritnya.
Sampai di stasiun radio Rengga tertegun melihat penampilan Athena yang berbeda dari biasanya. Athena yang biasa dia lihat biasanya memakai seragam sekolah longgar, dan sama sekali tidak memakai make up. Tapi sekarang Athena memakai jeans ketat dan kaos yang memperlihatkan bentuk badannya yang indah, walaupun ditutupi kemeja flanel tapi Rengga tetap bisa melihat lekukan tubuh Athena, belum lagi sepertinya Athena memakai sesuatu dibibirnya yang membuat bibirnya terlihat lebih merah dan mengkilat, terlihat seperti buah cery membuat Rengga penasaran apakah rasanya juga sama seperti cery.
Arengga benar-benar kesal karena dari tadi Athena benar-benar cuek dengan nya. Padahal dia juga ikut andil dalam memberikan penilaian yang bagus untuk Athena, tapi Athena malah hanya mengucapkan terimakasih kepada Pak Wahyu dan Angga. Tapi Rengga berniat untuk bersabar, sepertinya Athena memang masih marah padanya. Arengga ingin mencari kesempatan untuk menjelaskan kepada Athena perihal puisi itu, tapi sepertinya cewek itu masih ogah deket-deket dengannya. Arengga sedikit frustasi, karena biasanya jika dia berbuat salah maka dia tidak perlu meminta maaf cewek-cewek pasti akan memakluminya, tapi tidak dengan Athena. Ia juga bingung kenapa dia sampai penasaran gini dengan Athena, biasanya ia juga gak akan mohon-mohon sama cewek manapun untuk mau maafin dia.
Arengga telah selesai mengantar Athena berkeliling stasiun radio, namun dari tadi Athena hanya ber oh-oh saja saat Rengga menjelaskan tentang stasiun radionya. Athena memang lagi tidak mood sejak insiden pelukan Tami tadi, ntah kenapa dia tidak suka melihatnya. Angga sudah pamit duluan karena ia harus menjemput pacarnya, jadi Rengga yang menemani Athena untuk melihat bagian stasiun yang belum dilihat Athena.
Athena melihat jam nya tak terasa sudah jam 4 sore, sudah 1 jam Athena keliling-keliling stasiun radio. Karena sudah selesai Athena pamit ke Pak Wahyu untuk pulang.
Saat Athena sudah diluar stasiun dan hendak menyebrang jalan untuk menunggu angkot tiba-tiba seseorang menarik tangannya.
“Kak Rengga?!” seru Athena terkejut. Rengga tersenyum ngos-ngosan, dia habis berlari mengejar Athena tadi, karena memang Athena pamit ke Pak Wahyu saat Rengga sedang di toilet. Athena sengaja, agar ia tak perlu pamit ke Rengga.
“Oh. Tadi kakak lagi gak ada dan ini udah sore jadi saya pamit ama Pak Wahyu aja” Athena ngeles.
“Iya udah. Saya pulang duluan ya kak.” Athena melepas tangan nya yang masih di pegang Rengga, namun di tahan oleh cowok itu.
“Lo pulang naik angkot?” tanya Rengga.
“Ya iya lah, masa terbang” batin Athena, kesal dengan pertanyaan retoris dari Rengga.
“Gw anter aja.” Sambung Rengga lagi.
“Ah. Gak usah kak. Saya mau mampir-mampir dulu.” Athena beralasan.
“ Iya gw anterin lo mau mampir kemana pun!” jawab Rengga tidak terima penolakan. Kesabarannya seperti nya hampir habis karena baru kali ini ada cewek nolak diantar dengannya, biasanya justru cewek-cewek itu yang mohon-mohon untuk diantar olehnya.
Athena memutar otaknya memikirkan alasan lain untuk menolak tawaran Rengga. Tapi sepertinya Rengga mengerti kalau Athena hendak membuat alasan lagi, jadi tanpa persetujuan dia menarik tangan Athena menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
__ADS_1
“Eh, kak. Gak usah beneran. Saya bisa pulang sendiri kok.” Athena masih berusaha melepaskan diri, namun ia tetap menjaga nada bicaranya agar tidak berteriak, jangan sampai orang-orang datang karena berfikir Athena akan diculik.
Rengga tidak peduli dengan penolakan Athena, ia membuka pintu mobilnya dan menyuruh Athena masuk.
“Gw gak akan ngapa-ngapain. Cuma mau nganter lo pulang. Tinggal duduk aja apa susahnya sih.” Kata Rengga yang sudah kesal karena Athena terus menolak.
“I iyaa.” Athena akhirnya menurut. Ia tidak mau membuat Rengga lebih kesal, gak seru kan kalo dia tiba-tiba dipecat dan batal jadi penyiar. Rengga tersenyum saat menutup pintu untuk Athena, ia segera berjalan menuju kursi pengemudi dan masuk ke mobilnya.
“Lo mau mampir kemana dulu?” tanya Rengga sambil menyalakan mesin mobilnya.
Athena yang dari tadi sibuk memandangi interior mobil Rengga sontak kaget“Eh.,He. Gak jadi deh. udah sore pulang aja” jawabnya sambil cengar-cengir.
“Kenapa? Lo suka juventus?” tanya Rengga penasaran.
“Hmm. Iya, tapi udah gak pernah nonton lagi, soalnya tengah malem terus mainnya.” Jawab Athena. Seketika Rengga tersenyum lebar, baru kali ini ada cewek yang dia kenal tau apa itu juventus.
“Oiya? Kapan terakhir nonton?” tanya Rengga sambil sibuk dengan kemudinya.
“Dulu banget, waktu Conte pelatihnya, itupun jarang-jarang. Dulu waktu masih ada Delpiero hampir tiap pertandingan saya nonton sampe begadang-begadang.” jawab Athena sambil tersenyum karena mengingat betapa gila bolanya dia dulu.
“Sekarang masih suka?”
“Tetep lah. Walaupun gak pernah nonton lagi.”
“Kapan-kapan nobar yuk. Gw susah cari temen buat nobar. Pada belain timnya beda-beda.” Rengga mulai modusnya.
“Iya nunggu saya lulus dulu tapi.” jawab Athena asal.
“Kok gitu?”
“Gak papa. Gak bakal boleh ama papa kalo belum lulus.” Jawab Athena sekenanya.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
bersambung next chapter yaa..
__ADS_1
mohon dukungannya biar semangat jadi lebih cepet updatenyaa...terimakasih