My Annoying Senior

My Annoying Senior
11


__ADS_3

Haloo..update lagi yaa...


selamat menikmatii...


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Para siswa berbaris rapi sesuai dengan kelasnya masing-masing. Upacara bendera hari Senin sedang berlangsung. Athena sudah menggerak-gerakan kakinya seperti cacing kepanasan. Dari dulu dia memang tidak suka upacara bendera, biasanya ia akan pura-pura sakit atau ngumpet di Musola ketika upacara jaman SMP dulu. Tapi sekarang Athena masih belum bisa menemukan tempat sembunyi yang aman, karena ternyata disini guru BK suka melakukan razia di UKS dan musola untuk mencari siswa yang kabur saat Upacara bendera.


“Aduh, lama banget ni Bapak ngomongnya.” gumam Romi yang baris di sebelah Athena.


“Iya ni. Gw udah pegel” sahut Athena pelan.


“Sama. Udah mau pingsan gw” kata Romi sambil berpura-pura pusing.


Athena terkekeh “badan doank gede lo, dijemur bentar puyeng” ledek Athena.


“Bukan masalah dijemurnya. Ceramah nya ini loh.” balas Romi cengengesan. Untung saja mereka baris di bagian tengah, sehingga masih bisa ngobrol.


Akhirnya upacara selesai, siswa-siswa berhamburan ke kelas masing-masing, ada juga yang mampir ke kantin dulu untuk membeli minum karena lama dijemur pasti cairan tubuhnya pada menguap. Untung saja tadi Romi mengajak Athena ngobrol jadi Athena bisa melupakan kaki pegelnya. Athena, Cindy, Dimi dan Disty sedang berjalan ke arah toilet karena Disti dan Dimi sudah kebelet pipis dari tadi.


“Kalian ke toilet aja, gw beli minum di kantin. Kalian mau minum apa?”kata Cindy kepada teman-temanya.


Athena yang merasa tidak enak kalau cindy harus ke kantin sendirian membelikan mereka minum akhirnya memutuskan untuk ikut ke kantin bersama Cindy, sementara Dimi dan Disti langsung menuju ke toilet.


“Lo udah berani ke kantin?” tanya Cindy yang khawatir pada Athena.


“Iya. Bentar doank harusnya gak masalah.” balas Athena. Ia sadar gak mungkin donk dia harus terus sembunyi di kelasnya. Athena memberanikan diri untuk ikut ke kantin bersama Cindy. Untung saat itu kantin sedang sepi. Cindy menyapa Pak Imung, si penjaga sekolah yang tinggal disebelah kantin sekolah. Pak imung juga yang menjaga kantin sekolah. Istrinya yang berjualan makanan di kantin sekolah. Cindy mengenalkan Pak Imung pada Athena. Sedang asik ngobrol tiba-tiba Athena dan Cindy mendengar gerombolan anak kelas tiga memasuki kantin. Athena panik ia belum siap jika harus bertemu Rengga dan teman-temannya sekarang, walaupun tadi dia sudah memberanikan diri tapi tetap saja tidak langsung ketemu dengan Rengga CS juga. Cindy yang melihat Athena panik segera minta izin Pak Imung untuk bersembunyi di dalam rumah Pak Imung. Cindy menarik lengan Athena setelah mendapat izin dari si pemilik rumah.


“Fuh. Untung aja ada Pak Imung.” bisik Cindy. Mereka celingak-celinguk mencari tempat duduk tapi tidak ada, begitu masuk mereka langsung melihat tempat tidur, televisi dan beberapa perabot seadanya. “Ternyata ini kamar bukan rumah” bisik Cindy.


“Gw kira lo udh pernah kesini.” balas Athena.


“Gak, ngapain juga gw masuk-masuk rumah Pak Imung.” balas Cindy. Sebenarnya ini memang bukan rumah asli Pak Imung, ia dan istrinya berasal dari Jawa dan merantau kesini. Anak-anak pak imung semuanya di Jawa bersama neneknya.


“Athena memutuskan untuk mengintip ke kantin melalui jendela yang tertutup gorden.


“Mereka masih disana?” tanya Cindy.


“Iya. Haduhh. Ngapain sih anak kelas tiga tu, bukannya buru masuk kelas, belajar.” gerutu Athena.


“Lo udah kayak guru BK aja.” Cindy terkekeh.


“Iya kan mereka mau UN malah pada nongkrong-nongkrong gak jelas.” Athena kesal sendiri.


“Sabar aja tungguin. Lagian lo juga masih takut tapi nekat ke kantin.” Kata Cindy sambil duduk di pinggir ranjang yang ada dikamar itu, karena ia tidak menemukan tempat lain untuk duduk.

__ADS_1


“Hehe. Gw belum siap kalo ketemu Rengga nya langsung.” balas Athena sambil ikut duduk disebelah Cindy. Kakinya masih pegal karena upacara tadi.


“Udah hening tu kayaknya.” kata Cindy, ia segera bangkit dari duduknya dan mengintip dari Jendela.


“Iya udah pergi mereka Then.” seru Cindy. Athena dan Cindy pun keluar dan berterimakasih kepada Pak Imung. Mereka segera kembali ke kelas sebelum Rengga dan kawan-kawannya kembali lagi. Saat berjalan menuju kelas mereka melihat beberapa anak yang sedang dihukum berjemur di bawah tiang bendera. Itulah yang akan terjadi jika berani kabur dari upacara bendera ataupun datang terlambat. Sudah kepanasan, harus malu juga karna dipajang ditengah lapangan.


“Tuh, mateng-mateng deh panas-panas gini berdiri disitu.” gumam Cindy. Athena bergidik ngeri, untung aja tadi dia gak kabur dari upacara, kalo ketangkep kan bisa berabe. Cindy memang sudah memperingatkan Athena, karena memang sebagian besar anak baru belum tau kalo disini guru BK suka razia.


Banyak anak-anak lain yang menonton di pinggir lapangan dan sebagian besar adalah anak cewek.


“Tapi kok yang nonton banyak amat ya. Emang dikira fashion show apa.” Kata Athena heran.


“Iya juga ya.” Cindy kemudian mengajak Athena melewati kerumunan cewek-cewek itu, dan ternyata ada Disti disana.


“Lo ngapain Dis?” tanya Athena dan Cindy berbarengan. Disti langsung menoleh kearah teman-temannya itu.


“Akhirnya dateng juga kalian. Mana minumnya, aus ni.” Sahut Dimi yang ternyata ada disebelah Disti. Disti dan Dimi langsung mengambil air minum yang dibawa Athena.


“Lah, emang belum ada guru dateng?” tanya Athena penasaran.


“Belum, katanya ada rapat guru mendadak, jadi belum pada masuk gurunya.” jawab Disti setelah selesai meminum airnya.


“Ouwh pantesan pada keluar semua. Tapi pada nontonin apaan sih?” Tanya Cindy heran.


“Ya elah, kirain ada apaan.” balas Cindy malas.


“Yang mana sih orang nya?”Tanya Athena. Ia penasaran karena memang dia belum pernah melihat senior yang menurut Disti super ganteng itu. Yoga adalah anak kelas 11, dia tidak ikut dikegiatan MOS jadi Athena tidak pernah melihat Yoga.


“Itu. Yang di tengah, yang putih, yang gak pake dasi.” kata Disti semangat. Athena melihat kearah yang dideskripsikan Disti. Terlihat Cowok bertubuh tinggi, putih, wajahnya agak blasteran, dengan seragam yang berantakan.


“Iya ganteng sih. Tapi kok berantakan gitu ya.” komen Athena.


“Itu style badboy.” protes Disti yang tidak terima junjungannya di bilang berantakan.


“Iya badboy itu bahasa inggris nya. Bahasa Indonesianya ya berantakan.” sahut Cindy membela Athena, yang disambut tawa oleh Athena dan Dimi.


“Ih. Biarin, yang penting keren.” dengus Disti kesal.


“Iya keren kok Dis.” Dimi membela Disti, karena ya memang Yoga keren. Buktinya itu cewek-cewek pada histeris semua saat Yoga tersenyum kearah mereka. Ntah kenapa Yoga malah cengengesan aja dari tadi, bukannya malu karena dihukum tapi malah cengengesan dan tebar pesona kearah cewek-cewek itu.


“Permisi, numpang lewat.” tiba-tiba Ada yang menegur mereka berempat karena memang dari tadi mereka tidak sadar mereka ngobrol dijalan, dan membuat orang lain tidak bisa lewat.


“Ouwh iya.” kata mereka berempat bersamaan. Mereka terkejut saat dilihat siapa yang bicara tadi. Orang itupun tersenyum dan langsung lewat saat mereka memberikan jalan.


“ Octerr” Desis Dimi dengan mata berbinar-binar. Ketiga temannya juga sama berbinarnya dengan Dimi.

__ADS_1


“Subhanallah ya ciptaan Allah yang satu itu.” kata Disti kemudian. Yang ditanggapi anggukan setuju oleh teman-temannya.


“Lo gak konsisten banget sih, katanya suka ama yang badboy, ini ngeliat kak Octer ngences juga.” Athena menggoda Disti.


“Yah. Selama ganteng gw sih oke aja.” kata Disti bangga.


“Koplak” balas Cindy.


“Kalo mau yang ganteng luar dalem tu ya pasti kak Octer lah.” kata Dimi kemudian.


“Iya banget, tapi masalahnya Octer juga pasti nyarinya yang cantik luar dalam” kata Cindy kemudian.


“Tu. Dengerin. Jadi mending yang badboy aja dulu.” sahut Disti cengengesan.


“Dasar.” Athena hanya geleng-geleng melihat temannya satu itu.


“Pada ngapain disini? Nutupin jalan!” seru seseorang tiba-tiba. Athena mengenal suara ini. Tiba-tiba saja jantungnya berdegup cepat karena panik. Dia belum siap ketemu orang ini disekolah.


“Ouwh. I-iya kak.” ketiga temannya sontak langsung memberikan jalan, begitu juga Athena, ia langsung merapatkan tubuhnya ke pagar pembatas lapangan, tanpa berani menoleh ke sumber suara.


“Eh, Athena kan?” sapa Andrian yang ternyata sedang bersama Rengga.


“Iya kak.” Athena menoleh ke Andrian tanpa melihat Rengga. Karena ia benar-benar masih gak mau ketemu cowok itu di sekolah. Rengga yang menyadari itu tampak tidak suka.


“Udah mau gabung KIR blm?” tanya Andrian, yang membuat ketiga teman Athena saling berpandangan jahil.


“Ehm. Kayaknya saya gak bisa gabung kak.” Jawab Athena sopan.


“Ouwh. Ya udah, pokoknya kalo berubah pikiran cari gw ya. Asik kok di KIR, gak melulu belajar.” Sambung Andrian lagi. “Emang lagi pada ngapain sih? Ini rame banget cewek-cewek.” Tanya Andrian lagi. Dia memang baru kali ini melihat cewek-cewek berkumpul dipinggir lapangan selain waktu ada pertandingan basket. Sementara mata Rengga masih tidak melepaskan pandangannya dari Athena.


“He. Gak papa kak iseng karna gak ada guru.” jawab Cindy sambil cengengesan. Andrian langsung melihat kearah lapangan dimana mata cewek-cewek itu tertuju.


“Ouwh. Si Bule ya. Haha. Pantesan.” Andrian sudah tau penyebab keramaian ini. Rengga langsung menoleh juga ke tengah lapangan, bermaksud mencari tahu siapa yang Andrian sebut Bule. Wajahnya langsung tidak suka begitu melihat Yoga disana. “Sial. Jadi si Athena ngefans sama cowok itu juga!” batin Rengga. Dia kesal karena dia pikir Athena masih naksir dengannya. Haloo, kepedean sekali anda.


“Ayok Ndri, udah ditunggu yang lain!” kata Rengga dengan menyembunyikan kemarahannya. Rengga segera melewati Athena dan kawan-kawannya, disusul Andrian yang pamit sambil tersenyum kepada mereka berempat.


“Rejeki nomplok guys! Pagi-pagi udah liat semua cogannya SMA Star!” Pekik Dimi girang.


“Iya, walaupun satu jarak jauh, yang tiga jarak dekat guys. Mimpi apa gw semalem.” sambung Disti gak kalah antusias.


“Liat kak Rengga sama Andrian jalan bareng gtu kayak lagi liat boyband gak sih” sambung Cindy yang sontak disambut anggukan oleh Disti dan Dimi.


“Asli, mau pingsan gw tadi pas diliatin mereka.” seru Dimi. Athena yang baru selesai mengatur irama jantungnya gara-gara Rengga tadi, kesal dengan tingkah temannya yang sudah lupa kalau ia sedang tidak mau melihat Rengga.


“Lebay deh kalian. Yuk ah balik ke kelas. Bahaya disini lama-lama.” seru Athena seraya berjalan kearah kelasnya, yang langsung diikuti ketiga temannya.

__ADS_1


__ADS_2