My Beloved CEO

My Beloved CEO
Otak Mesum


__ADS_3

Sontak teriakan itu membuat Freya kembali meneteskan sebagian keringatnya. Ia bingung harus menjawab apa?


Terlihat tatapan wajah Daryan yang begitu menakutkan, ia berusaha memalingkan pandangan.


Berat sekali kepala Freya. ‘Astaga, apa yang harus aku lakukan sekarang? Tuhan, bantulah aku,’ mohonnya dalam hati.


“Kenapa kau masih terdiam? Jawab pertanyaan saya tadi, jika tidak kau akan ...” Daryan berdiri dari tempat duduknya dan ia ingin mendekati wanita polos itu.


“Baik lah Tuan, Baik lah! Tolong jangan mendekat, aku akan menjawab pertanyaanmu tadi. Jadi begini.” Freya segera menyeka ucapan Daryan, karena ia takut pria arogan itu akan kembali menyuruhnya untuk melepas semua pakaian.


Ia terdiam sebentar, “Bisakah kita tunda melakukan hal itu, Tuan?”


Freya tersenyum paksa melihatkan giginya, meski ia tahu negosiasinya itu tidak akan diterima dengan Daryan Jefferson.


Benar saja, wajah Daryan begitu masam. Ia menaikkan alisnya dan menatap Freya dengan sangat sinis.


“Apa maksudmu dengan hal itu? Deal is a deal, persetujuan tidak bisa diganggu gugat lagi. Kau mengatakan iya untuk memberikan kesucianmu, jadi kau harus melakukan itu juga!”


Glek!


Freya menelan salivanya, ia tidak bisa habis pikir Daryan sungguh pria yang begitu kejam.


‘Dasar pria bersifat iblis!’ gerutunya dalam hati.


‘Ingin rasanya aku menendang perut pria itu dan ku bacok menggunakan pisau tajam!’


Freya sungguh kesal dengan pria tersebut yang selalu seenaknya memerintah.


Daryan mendekati Freya, pria ini sengaja mengelilingi istri kontraknya. Sembari fokus melihat bentuk tubuh Freya Burton.


“Tubuhmu sama sekali tidak menarik!”


Manik mata Freya membesar, ia sedikit risih karena sejak tadi Daryan seperti psikopat yang memperhatikan tubuhnya sebelum ia lahap mentah-mentah.


Lalu Daryan kini berada di depan Freya. Ia menyilangkan kedua tangannya serta menaikkan dagu.


“Rata!” celetuk Daryan.


Hal ini membuat Freya bergerak replek menutup kedua gunung yang terbalut kain tersebut.


Wanita muda ini mengkerutkan dahinya dan berteriak, “Apa maksudmu, Tuan!”


“Pa****** mu datar tidak ada lekukan sama sekali!” Daryan tidak tahu malu mengucapkan area sensitif Freya.


Ia malah blak-blakan mengatakan hal itu.

__ADS_1


Wajah Freya kini memerah seperti kepiting rebus, ‘Dasar pria otak mesum! Selain arogan dan kasar ternyata pikirannya begitu kotor!’


“Kenapa kau Freya? Wajahmu sangat merah, apa kau?” Daryan mendekati Freya sembari ingin meletakkan tangan kanannya di sisi dahi istri kontraknya itu.


“Jangan mendekat!” Freya menggerakkan tubuhnya, ia tidak lagi berhadapan dengan Daryan.


‘Astaga, pria itu sengaja membuatku malu!’ geram Freya membatin.


Ketika Freya memalingkan pandangan, Daryan sejak tadi sebenarnya tidak bisa menahan ketawanya.


Ia tersenyum geli dan berusaha menahan tawanya agar tidak di dengar wanita muda ini.


Daryan menutup mulut menggunakan tangan, sembari masih melihat punggung Freya yang seperti gemetaran.


‘Rasakan! Akan ku buat kau ketakutan!’ Daryan bermonolog.


Hah!


Daryan membuang napas, ia kembali bersikap tegas dan menyeramkan.


“Freya!” panggil Daryan begitu keras.


Sontak hal ini membuat Freya terkejut, sampai kedua bahunya terangkat. Jantung wanita muda itu rasanya ingin jatuh.


Freya begitu kesal dengan Daryan, ia kembali memberanikan diri untuk melihat tuannya itu.


“Lho, kenapa kau malah yang marah dan berani membentak saya? Sekarang juga lepaskan pakaianmu!”


Freya kali ini tidak takut akan ancaman dari Daryan, menurutnya ia juga hanya melakukan sekali dengan pria arogan tersebut.


“Baiklah, aku akan melepaskan pakaianku dan tidur denganmu!” volume suara Freya menggelengar.


Hah!


Daryan dibuat begitu terkejut atas ungkapan Freya yang sungguh pemberani, sampai ia mengulang ucapan Freya tadi dalam hatinya, ‘Tidur denganku?’


‘Aku hanya tidur sekali dengannya, dan sayangnya aku melakukan hal ini dengan pria yang tidak aku sukai! Padahal aku ingin memberikan kesucianku ini kepada suamiku,’ gumam Freya dalam hati sembari melepas baju yang ia kenakan.


Melihat hal itu Daryan berucap, “Tunggu dulu.”


Pakaian yang dikenakan Freya hampir terbuka sepenuhnya, tapi Daryan tiba-tiba menghentikan wanita cantik itu.


Otomatis Freya terdiam, mengikuti arahan Daryan.


Freya melihat mata Daryan dan ia seperti kebingungan.

__ADS_1


‘Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikir manusia ini!’ kesal Freya dalam hati.


“Siapa bilang saya mau tidur denganmu?!” tanya Daryan menaikkan dagunya.


Freya kembali menurunkan bajunya yang sudah terangkat, kemudian ia mengkerutkan dahi dan menatap heran Daryan.


“Maksud Anda bagaimana, Tuan? Bukannya Anda ingin kesucianku, berarti aku harus tidur dengamu?” pertanyaan Freya sungguh polos.


Daryan mendekat dan meletakkan telunjuknya di dahi wanita cantik itu, sembari berkata, “Dasar otak mesum!”


Toel!


Ia menoel dahi Freya sangat keras.


Freya sungguh tidak mengerti, bukannya dia yang memiliki otak kotor. Kenapa malah menuduh wanita itu!


“Kau terlalu percaya diri, Freya. Lagipula siapa yang menginginkan tubuh kurus seperti itu, tidak ada bentuk dan lekukannya sama sekali. Saya bisa saja menyewa wanita bayaran dengan bentuk tubuh yang super. Jika saya tidur denganmu, sama saja hasrat saya tidak tersalur!”


Freya hanya bisa menahan emosi yang sudah membeludak sejak tadi.


“Lalu kenapa Anda menginginkanku untuk melepas pakaian? Apakah Anda sengaja mempermainkanku?” tanya Freya melirik Daryan.


Daryan melihat Freya, kali ini tatapan wanita itu tampak serius.


‘Kenapa ia marah? Apakah ia bersungguh-sungguh ingin menyerahkan kesuciannya kepadaku?’ Daryan membatin.


“Sepertinya kau sangat kesal, aku menolakmu. Apakah benar kau ingin memberikan kesucianmu itu?”


“Aku sama sekali tidak mengerti denganmu, Tuan! Kau memintanya kan? Lalu ketika aku ingin keluar dan menunda hal itu, kenapa kau tidak memperbolehkanku? Tapi setelah aku ingin melakukannya, kau malah menghina bentuk tubuhku!”


Unek-unek yang sejak tadi ia tahan akhirnya membeludak.


Untuk kedua kalinya Daryan dibentak dengan Freya, wanita yang sungguh pemberani!


“Asal kau tahu ya, Freya. Saya menyuruhmu untuk melepaskan pakaian bukan ingin tidur denganmu, tapi saya ingin membuat karya lukis untuk melukismu tanpa busana!”


“Menurut saya, kesucian seorang wanita adalah ketika ia mau menyerahkan bentuk tubuhnya untuk saya lukis dan menjadikannya sebuah karya abadi!” lanjut Daryan menegaskan kepada Freya.


Segala pemikiran mengenai Daryan ingin merampas kesuciannya itu buyar.


Ternyata Daryan tidak sepenuhnya pria kejam!


Freya terdiam, ia menatap mata Daryan jauh.


“Jadi kapan aku harus membuka pakaian untuk kau lukis?”

__ADS_1


“Sekarang juga!”


Bersambung.


__ADS_2