
Pria yang memiliki kaki begitu panjang itu tidur dalam posisi membelakangi Freya.
Freya mendekati pria tersebut dengan melangkah begitu pelan dan ia memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu hal penting kepadanya.
Wanita cantik memakai dress sexy ini pun berucap, “Tuan maaf, aku tidak akan melakukan hal ini denganmu. Semuanya adalah kesalahpahaman, jadi aku di sini bukan untuk hal itu, yaa bisa dikatakan aku tidak akan mau melayanimu.”
Namun, perkataan dari Freya sama sekali tidak di jawab oleh pria itu.
Freya berpikir, bahwasanya pria tersebut sedang terpengaruh alkohol karena ia menciup bau-bau senyawa tersebut.
Wanita ini menutupi hidungnya sembari bergumam, “Sepertinya pria ini mengkonsumsi alkohol begitu banyak.”
Tapi bagaimana pun juga Freya harus segera memperjelas semuanya, mengenai ia sampai berada di kamar ini.
“Tuan, aku tidak tahu kau tersadar atau hanya pura-pura tidak sadar, yang penting aku ingin memperjelas semuanya. Aku berada di kamar ini karena di jebak, dan aku menegaskan kepadamu sekali lagi bahwa aku tidak ingin tid ...”
“Siapa juga yang mau tidur denganmu!”
Tiba-tiba pria itu berteriak kencang sebelum Freya menyelesaikan tutur katanya.
Sontak hal ini membuat Freya sangat terkejut dan ia juga sedikit bingung.
Ia memegangi kepala mengira-ngira. ‘Suaranya? Sepertinya aku mengenali suara itu.” Freya bermonolog.
“Kau wanita gila! Aku tidak akan mungkin meletakkan hati ini kepada wanita sepertimu, dasar gila!”
Pria itu kembali berteriak, tapi masih dalam posisi yang sama membelakangi Freya Burton.
Freya mengkerutkan dahinya, ia mencoba mencondongkan tubuh untuk melirik siapakah pria ini.
“Jangan mendekat!”
Hah!
Jantung Freya hampir copot mendengar bentakan pria itu. Kemudian ia segera menjauh.
“Kenapa pria ini sungguh aneh?” gerutunya begitu bingung.
“Bukan! Bukan kau yang gila, aku yang gila karena terus memikirkan wanita sepertimu!” Pria tersebut kemudian menggerakkan tubuhnya ke kanan.
Hal hasil manik mata Freya membesar ia sungguh terkejut, sambil menutup mulut dengan kedua tangannya.
Freya tidak habis pikir, siapa pria yang ia lihat sekarang.
Daryan Jefferson!
Benar-benar kejadian mustahil, ia harus bertemu pria menyebalkan itu di tempat ini.
Freya menggelengkan kepala, raut wajahnya sangat cemas bukan karena Daryan ada di sini, melainkan nantinya pria kasar itu akan melaporkan ke pihak sekolah, bahwa ada seorang guru playgrub ternyata pekerja sebagai wanita bayaran.
__ADS_1
“Tidak!” Freya berteriak.
“Bagaimana ini? Aku harus menghindarinya sekarang juga!”
Karena menurut Freya, Daryan tidak akan serta merta melahap penjelasannya. Pasti Daryan akan menuduh Freya dan akan menghakiminya.
Freya ingin menghubungi Bella, tapi semua barang bawaannya ada di sofa termasuk ponselnya.
Namun hal itu tidak ada gunanya, meskipun Freya menceritakan semua mengenai pria tersebut adalah wali murid dari anak didiknya, pasti tetap saja Bella tidak akan menghiraukan gadis malang ini.
Wanita cantik ini melihat di sekitar, ia berharap ada jalan keluar selain pintu utama.
Ia menuju ke arah balkon.
Wuussh!
“Aku tidak mau mati konyol di sini!” tegasnya ketika melihat ke arah bawah, ternyata kamar 303 ada berada di lantai paling atas.
Kemudian ia melihat mengarah Daryan.
“Aarrggh! Kenapa kepalaku begitu sakit,” gumam Daryan yang sedikit sadar.
Sontak hal ini membuat Freya seperti cacing kepanasan, sejak tadi keringatnya bercucuran karena sangat takut jika pria ini sampai melihatnya.
Ia bersembunyi di balik gorden. ‘Ya Tuhan, selamatkan lah aku dari pria angkuh itu,’ mohonnya dalam hati.
Uweek!
Kesempatan ini membuat Freya ingin mencari tempat persembunyian.
Ia mengarah ke lemari, tapi tubuhnya tidak muat untuk bersembunyi di sana. Tidak ada barang yang dapat menutupinya.
“Aduh bagaimana ini? Aku harus bersembunyi di mana?”
Glek!
Daryan segera kembali dari toilet, Freya benar-benar bingung dan ia memutuskan untuk bersembunyi di balik selimut, karena tidak ada pilihan lain lagi sebelum Daryan melihatnya.
‘Aku harap ia tidak sadar, aku ada di sini!’
Hah!
“Sepertinya aku sudah banyak minum alkohol, asam lambungku naik. Huh! Benar-benar perih,” gerutu Daryan sembari memegangi perutnya.
Setelah itu ia memijat kepalanya yang sangat berat.
Seluruh tubuh Daryan pegal, ia mencoba melakukan peregangan dengan cara menggerakkan lehernya ke kiri dan ke kanan, lalu di putar pelan.
“Apa yang dibicarakan Daniel tadi yaa? Tiba-tiba ia meninggalkanku begitu saja di sini,” ucap Daryan seraya menggambil ponsel yang ada di saku celananya.
__ADS_1
Ia mendapatkan pesan dari temannya itu.
Daniel : “Bagaimana, apakah kau sudah menikmati keseruan bersama wanita pilihanku? Aku tinggalkan pesan ini untuk kau balas nanti.”
Daryan : “Maksudmu apa Daniel, aku tidak paham?”
Daniel : “Waah, kenapa kau sudah bisa menjawab pesanku? Bukannya kau sedang mengeluarkan hasrat dengan wanita yang aku bayar?”
Daryan : “Apa sih yang kau bicarakan, aku benar-benar tidak mengerti.”
Daniel : “Coba lihat di sekelilingmu, bukannya ada wanita cantik?”
Daryan : “Sudah lah Daniel, aku sedang tidak mood. Aku hanya ingin beristirahat saja.”
Daryan melempar handphonenya ke arah kasur, dan secara kebetulan mengenai kepala Freya.
“Aaaaw!”
Freya segera menutup mulutnya rapat. ‘Astaga benda apa itu, kepalaku sungguh sakit sekali,’ ucap Freya menahan rasa sakit di balik selimut.
Netra mata Daryan membesar, ia seperti mendengar ada yang meraung tadi.
Ia menoleh ke sekitar mencari sumber suara, tapi ia tidak melihat ada orang satu pun.
‘Suara apa itu tadi?’ tanyanya dalam batin.
Daryan bangkit dari ranjang, lalu ia berjalan menuju balkon. Ia penasaran dengan suara teriakan yang sangat jelas di dengarnya.
Gorden yang mengembung akibat angin, membuat Daryan yakin ada orang di baliknya.
Grreek!
“Tidak ada!”
Lalu ia kembali mencari di dalam lemari, dengan wajah datarnya.
“Tidak ada juga!”
Hmm!
Ia menghela napas sembari meletakkan kedua tangan di pinggang. Ia melihat dengan detail disekitarnya kembali, karena ia yakin suara itu pasti datangnya dari manusia bukan berasal dari makhluk halus.
‘Berani-berani kau membuatku bingung seperti ini ya? Jika kau tertangkap tidak akan kubiarkan kau lepas!’ tegasnya dalam hati.
Kemudian penglihatan Daryan menuju ke sisi ranjang, ia menyempitkan mata. Sepertinya ia sedang melihat ada jari kaki.
Heh!
Akhirnya Daryan dapat menemukan sumber bunyi itu. Pria ini menggelengkan kepalanya, karena ia merasa malu telah dibuat bingung oleh si pemilik jari kaki indah tersebut.
__ADS_1
‘Apakah wanita ini yang dikatakan Daniel sebagai wanita bayarannya? Oke baiklah, aku akan dengan senang hati bermalam bersama wanita bayaran ini, untuk melepaskan hasratku yang tadi tertunda. Bersiaplah ladies, kau akan kubuat melayang!’
Bersambung.