
Suara itu bisa dikenali Daryan langsung, meski Anya menghubungi Daryan tanpa nama. Ia tidak tahu jalan pikir wanita itu. Padahal dengan jelas Anya telah mengkhianati cinta tulus CEO muda ini.
Hah!
Ia menenangkan diri dengan menghembuskan napas berlahan sembari memijat-mijat kepalanya. Secara bersamaan membuat perasaan Daryan kalut, antara tumbuhnya cinta kepada Freya dan menghilangkan perasaan kepada wanita pengkhianat.
Daryan meranjak dan meminta izin kepada Freya.
“Aku mau keluar dulu ya, ada urusan penting yang mendadak!”
“Mau kemana?” tanya Freya khawatir.
Tumben sekali Freya menatap Daryan dengan isyarat bahwa dirinya tidak ingin ditinggal oleh calon suaminya itu.
Daryan menyentuh lembut pipi Freya sembari menatap jauh mata cinta pertamanya.
“Aku akan kembali kepadamu, Freya. Kau tunggu di sini yaa, istirahatlah. Aku janji akan kembali.”
“Tapi ...” Freya mencegah Daryan.
Hati wanita ini benar-benar luluh, ia ingin Daryan tetap berada di sisinya. Ia tidak ingin lagi kehilangan dan menunggu Ian sampai bertahun-tahun lamanya.
Daryan tidak berkata-kata, ia hanya memberikan kecupan manja di kening Freya lalu dengan cepat ia pergi.
Entah mengapa seperti malam ini, cinta Daryan akan diambil alih oleh seseorang. Ia hanya bisa melihat punggung pria itu.
“Aku menunggumu, Kak Ian,” lirih Freya.
Pada saat mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, Daryan mencoba menghubungi mantan kekasihnya itu melalu earphone. Namun, sudah tujuh kali panggilan dari pria ini tidak di angkat.
“Kemana dia?”
__ADS_1
“Jangan lakukan hal bodoh itu, Anya!”
Sebenarnya di relung hati terdalam, Daryan sangat mencintai Anya. Namun, ia berusaha menghapus rasa itu karena wanita tersebut sudah membuatnya patah hati.
Ia sangat membenci pengkhianatan!
Sampainya di apartment mewah, ia segera menuju kamar Anya dengan tergesa-gesa. Ia tidak ingin sesuatu terjadi kepada wanita itu, meski Anya bukan tanggung jawabnya sekarang, tapi wanita tersebut pernah memberikan kisah indah untuk Daryan.
Ting! Nong!
Dengan kuat Daryan menekan bel kamar Anya.
Setelahnya, Anya membuka pintu dengan wajah yang begitu lesu dan pucat. Tubuhnya semakin kurus tak terawat.
“Kau kenapa?”
“Apakah kau sakit?” tanya Daryan sedikit khawatir.
Ia mendekati Daryan dan memeluk erat tubuh pria yang berjanji akan menikahi dirinya.
“Aku sangat mencintaimu, Daryan. Kau janji akan menikah denganku kan? Apa kau akan meninggalkanku begitu saja?” suara Anya tersengal karena tangisannya.
Situasi seperti ini, Daryan harus menjaga ucapan dan tingkahnya. Ia tidak ingin membuat Anya merasa sakit dan akhirnya mengambil tindakan di luar nalar. Apalagi wanita ini sempat mengancam akan terjun di lantai 25.
Daryan sengaja tidak membalas pelukan Anya, ia membiarkan tangannya berada di samping pinggang. Ia tidak ingin memberi harapan lagi kepada wanita yang sudah membuatnya sakit.
Dalam hatinya kini hanya ada Freya, cinta pertama yang telah membuatnya bahagia.
“Maafkan aku Anya. Hubungan kita sudah berakhir, dan aku tidak bisa membuka hatiku lagi kepadamu,” jelas Daryan.
Mendengar hal menyakitkan itu Anya melepas pelukan eratnya, ia melihat manik mata Daryan tajam.
__ADS_1
“Kenapa? Apa karena wanita ****** itu?”
Dahi Daryan mengernyit, ia tidak senang bila Freya disebut dengan wanita seperti itu.
“Tolong jaga ucapanmu ya, Anya. Dia adalah calon istriku.”
Heh!
Anya tidak habis pikir dengan tutur kekasih yang sangat mencintainya dulu.
“Aku yang calon istrimu, bukan dia!” Anya meninggikan nada suaranya.
Daryan hanya diam, ia membiarkan dan memberikan wanita itu untuk melihatkan eskpresi marahnya.
“Aku sudah lama bersamamu, Daryan. Lagian kau tahu kan, aku tidak bisa hidup tanpamu, aku sangat menyayangimu. Apa cuma aku melakukan kesalahan sekali saja, cintamu tidak lagi untukku?”
“Apa selama ini kau kau telah mengkhianatiku?” tanya Anya.
Daryan diam, ia enggan untuk memperdebatkan sesuatu yang jelas salah Anya.
“Cepat katakan kepadaku, apakah kau sudah lama memiliki hubungan dengan wanita ja ...”
“Hentikan ucapanmu itu, Anya! Jangan lagi memanggil Freya dengan sebutan seperti itu. Pikirkan apa yang kau katakan sebelum mengatai orang lain!” Daryan tidak sabar lagi, ia tidak akan membiarkan Freya di hina.
Bentakan itu membuat Anya terkejut.
Namun, ia memiliki rencana licik agar Daryan menerimanya kembali.
“Baik, jadi jika ini maumu aku akan mengakhiri hidup saja bersama anakmu dalam kandunganku!”
Bersambung.
__ADS_1