My Beloved CEO

My Beloved CEO
Pangeran Iblis


__ADS_3

Freya masih belum percaya dengan apa yang dikatakan Daryan tadi.


Dengan percaya diri, pria itu tersenyum tipis kepada cinta pertamanya.


Bruuggh!


Freya membuang tubuhnya kembali ke atas ranjang, hal ini membuat Daryan begitu cemas.


“Freya, apakah kau tidak apa-apa? Sakitmu kambuh lagi ya?” Daryan menggoyang-goyangkan lengan istri kontraknya itu.


Pria ini benar-benar cemas.


Pandangan Freya menghadap ke atas dinding. Seperti mimpi saja rasanya, ia bisa bertemu dengan pria yang selama ini ia cari dan tunggu-tunggu.


Daryan tumbuh begitu berbeda dari perkiraannya.


Freya menatap dengan binar sendu ke arah Daryan.


“Apakah kau Kak Ian sungguhan? Kenapa kau tumbuh layaknya seperti iblis, Kak?”


Tidak! Tidak!


Itu adalah hayalan yang ingin sekali diucapkan Freya untuk Daryan, pria yang dikenal sangat kasar dan begitu angkuh.


Namun, ia menurunkan niatnya. Bagaimanapun juga, Freya harus menjaga perkataannya kepada pria yang pernah ia sayangi dulu.


Iya dulu!


Karena Ian sungguh jauh berbeda, tidak mungkin Freya segera jatuh cinta lagi dengan seseorang yang sudah menghilang sejak lama.


“Kau berbohong, Tuan! Aku tidak percaya kau adalah Kak Ian, pria yang ku kenal sangat lembut dan penyayang, tapi kau sangat berbeda dengannya. Kau lebih seperti ...”


Freya menghentikan ucapannya sejenak. Ia tidak bisa melanjutkannya, ketika melihat wajah Daryan yang tampak begitu serius.


Netra mata Daryan yang begitu sayu, membuat Freya ingin memalingkan padangannya.


Ia tidak sanggung melihat keindahan itu.

__ADS_1


Merasa penasaran, Daryan mengernyitkan dahi sembari menaikkan salah satu alisnya.


Memang benar apa yang dikatakan Freya tadi, terkait sikap Daryan jauh berbeda.


Namun, sikap dan nama Ian sudah Daryan kubur dalam-dalam semenjak kejadian ia kehilangan kedua orang tuanya.


Sekarang dirinya bukanlah Ian yang dikenal Yaya, tapi Daryan yang membuat Freya begitu benci dengan pria ini.


“Kenapa berhenti? Aku seperti apa?”


“Ayo katakan lah?” desak Daryan sangat penasaran.


Freya segera memberitahu Daryan, “Kau seperti Astaroth, Tuan!”


Setelah berucap seperti itu, Freya memutuskan pura-pura ingin ke toilet, tujuannya untuk kabur.


“Tuan aku mau ke toilet dulu.” Ia keluar kamar.


“Hey, kenapa keluar, di dalam kan ada toilet?”


“Tidak! Aku akan menggunakan toilet umum saja yang ada di luar kamar!”


Lari Freya seperti kuda, sampai membuat desiran angin yang hampir merusak rambut Daryan yang terjaga klimis.


Tujuan Freya kabur, karena ia takut Daryan akan murka ketika mengetahui siapa itu Astaroth.


Daryan seperti kebingungan, ia mengira-ngira siapa yang dikatakan Freya.


Dalam pikirannya, “Apakah Astaroth adalah pangeran berkuda yang tampan? Seperti Yaya katakan kepadaku dulu, jika ia ingin dinikahi oleh pangeran berkuda.”


Ia senyum-senyum sendiri memikirkan hal indah itu.


Karena dilanda perasaan penasaran, ia keluar kamar memanggil Sean anak buahnya yang bersembunyi di balik pepohonan dekat dengan dirinya.


“Sean ... Sean kau di mana? Aku perlu bantuanmu.” Daryan meletakkan kedua tangannya di samping mulut membentuk corong memanggil-manggil anak buah yang sangat pandai bersembunyi itu.


Namun, tidak seperti biasanya Sean belum muncul juga.

__ADS_1


Biasanya Sean selalu datang dengan cepat kilat menghampiri Daryan, tapi sekarang pria itu sudah menunggu 25 detik.


“26, 27, 28...” Daryan menghitung detik di jam yang melingkar dipergelangan tangan sebelah kiri.


Sampai hitungan 60!


“Seaaaaaannnn!” teriak Daryan sampai membuat kucing-kucing yang ada di taman dekat kamar Freya terkejut dan melompat-lompat.


Sontak hal ini membuat pria yang masih bujangan itu terpengkal.


Ia menundukkan kepala kepada Daryan yang seperti sedang marah.


“Maafkan saya Tuan Daryan, saya tadi memberikan makanan kepada kucing-kucing jalanan yang kelaparan di sini!”


Daryan menoleh ke bawah pohon, terlihat ada makanan kucing yang berserakan.


Hmm


Daryan hanya mengendus seperti banteng.


“Baiklah, aku maafkan.”


“Sean aku ingin bertanya kepadamu, apakah kau tahu Astaroth itu apa?” lanjut Daryan kepada Sean.


Tentu saja pria ini tahu, ia adalah lulusan terbaik sepanjang masa di London. Semua hal kecil ia ketahui, apalagi dengan nama itu.


“Itu adalah iblis mengenakan mahkota, Tuan. Iblis itu sering menunggangi seekor binatang seperti kuda dan ia juga sering membawa ular beracun di tangannya. Astaroth sering dijuluki Pangeran Bermahkota dari Neraka!”


Mendengar penjelasan dari Sean, membuat hati yang penuh akan kebahagiaan kini menjadi kemurkaan begitu luar biasa.


Sean begitu polos, ia menunjukkan gambar contoh Astaroth dalam hanphonenya kepada Daryan.


Hal ini membuat Daryan hampir terkena serangan jantung, ketika melihat wajah iblis itu yang begitu menyeramkan dan menakutkan.


“Jadi dia bilang aku adalah pangeran yang menyerupai iblis!” gumam Daryan.


“Awas kau Freya, kau harus ku hukum!”

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2