My Beloved CEO

My Beloved CEO
Tinggal Bersama


__ADS_3

“Anak?”


‘Anya mengandung anakku?’ Daryan membatin.


Ia melihat jauh mata mantan kekasihnya, menerka apakah yang dikatakan Anya sebuah kebenaran atau hanya muslihat saja untuk membuat Daryan tidak bisa menjauh.


Daryan masih menatap tajam.


“Apa yang kau katakan tadi? Anak?” tanya kembali Daryan untuk memastikan.


Anya seolah memasang ekspresi wajah yang sendu, ia mengangguk dan mengucapkan, “Iya, aku sedang mengandung anakmu, Sayang.”


Wanita itu memeluk tubuh tegap Daryan.


Tidak habis pikir, mengapa Anya bisa mengandung padahal ia sudah lama tidak berhubungan dengan pemilik Royal Grub ini.


Dari balik wajah kesedihan yang ditampakkan Anya, tersirat kebohongan dan senyum licik.


‘Kau tidak akan pernah kulepaskan, Daryan. Aku sangat terobsesi dengan harta yang kau miliki. Aku akan merebutnya dari wanita ****** itu!’ Anya bermonolog.


Daryan memegangi kedua bahu Anya dengan pelan. Ia tampak memijat dahinya, terlihat pria ini berpikir keras.


Memang Daryan dan Anya sewaktu mereka pacaran telah melakukan hubungan beberapa kali. Tapi, pria itu selalu menggunakan pengaman dan memastikan perbuatannya tidak sampai membuat Anya hamil.


“Apa benar yang kau katakan itu, Anya? Kau yakin mengandung anakku atau anak dari selingkuhanmu?” tanya Daryan tegas.

__ADS_1


Bukan Anya namanya yang tidak mampu berakting dengan meneteskan air mata.


‘Aku harus membuat Daryan percaya denganku!’ deruan Anya dalam hati.


“Tega sekali kau mengatakan hal itu kepadaku, Daryan. Lalu siapa lagi yang telah meniduriku beberapa kali? Bukannya kau yang selalu menikmati tubuhku?”


Pertanyaan itu menembus ke hati Daryan, ia sebagai tertampar batu yang begitu besar. Tidak habis pikir, setelah ia ingin memutuskan untuk menikahi seseorang yang dicintainya kasus baru menghampiri.


Dalam posisi ini, Daryan tidak bisa melakukan apa pun.


“Jadi sekarang kau mau apa dariku?” Daryan menatap Anya begitu dingin.


“Aku ingin kita menikah, dan menjalin bahtera rumah tangga yang bahagia,” jawab Anya yang begitu percaya diri. Ia meyakini bahwa Daryan akan segampang itu di rujuk dan di tipu.


“Oke baiklah, jika anak itu terbukti adalah anakku, aku akan bertanggung jawab. Tapi aku tidak akan menikahimu, kita sudah putus lama Anya. Aku tidak pernah lagi menyentuhmu.”


“Meski sudah tidak berhubungan lama, tidak menuntut kemungkinan aku tidak akan hamil kan, Daryan! Toh aku juga tidak tahu bahwa aku hamil, siapa lagi coba yang memiliki anak itu kalau bukan anakmu!” Anya meninggikan nada suaranya.


Namun hal itu tidak membuat Daryan gusar. Ia bahkan terlihat tenang dalam menghadapi situasi seperti ini, meski tadi sempat bingung dan pusing. Soalnya ini menyangkut nyawa seseorang dalam kandungan Anya.


Apalagi kalau memang anak itu terbukti, anak biologisnya.


“Keputusanku sudah bulat untuk menikahi Freya, siapapun tidak akan bisa mencegahku. Meski kau mengancamku dengan mengatakan bahwa kau sedang mengandung anakku. Seperti yang kukatakan tadi, kau tenang saja aku akan bertanggung jawab membesarkan anak itu.”


Merasa dibuang begitu saja dengan Daryan. Anya melotot dan menunjuk kasar kepada pria yang dulu pernah menjadi kekasihnya.

__ADS_1


“Apa yang kau katakan, hah?! Apa kau tidak mempedulikan sama sekali perasaanku, Daryan! Aku sangat mencintaimu dan kau dengan mudahnya mengatakan kau akan menikahi wanita ****** itu!”


Hah!


Daryan menghembuskan napas dalam. Ia sangat berusaha menahan emosinya, agar Anya tidak tambah murka. Karena ia takut bayi yang dikandung Anya sampai keguguran.


Pria ini meyakini Anya mengandung karena ia melihat sedikit perbedaan pada bagian perut wanita itu terlihat mengembang dan melendung.


Mungkin kehamilannya baru berusia 2 bulanan.


“Tolong jaga emosimu, Anya. Aku tidak mau anak yang kau katakan itu anakku kenapa-napa!”


Sebenarnya, Daryan berkata hal itu untuk menyudutkan Anya. Dalam lubuk hati ia tidak yakin bahwa bayi yang dikandung Anya adalah darah dagingnya.


Namun, Daryan memilih untuk menahan hal itu. Ia akan membuktikan setelah anak tersebut lahir ke dunia dengan tes DNA.


Terlebih melihat kondisi Anya yang sangat memprihatinkan, membuat pria ini tidak tega. Meskipun Anya sangat kejam padanya.


“Begini saja, lahirkan anak itu untukku.”


“Aku tidak mau! Jika hanya itu yang kau mau dariku, lebih baik aku mati saja!”


“Lalu apa yang kau mau, Anya?” Daryan menekan nada bicaranya.


“Jika kau tidak ingin menikahiku, aku ingin tinggal bersamamu!”

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2