My Beloved CEO

My Beloved CEO
Malam Pertama


__ADS_3

Daryan tahu apa yang harus ia lakukan saat ini, untuk membuat jera wanita yang ada di balik selimut itu.


Meskipun kepalanya sangat terasa berat, ia tidak akan melepaskan wanita itu.


Ia berpura-pura merebahkan tubuhnya di atas ranjang serta memeluk selimut dengan kencang.


“Waah, kenapa selimutnya jadi empuk yaa?”


Ia sengaja melakukan hal tersebut, agar wanita dibalik selimut segera menampilkan wajahnya.


Semakin erat ... erat dan erat, pelukan Daryan tidak terkendali.


‘Astaga, apakah ia sengaja melakukan hal ini?’ gerutu Freya dalam hati.


Karena tidak kuat akan tekanan Daryan, lagian pernapasan Freya sulit di atur.


Freya pun berteriak, “Tuan tolong lepaskan pelukanmu itu!”


Heh!


Daryan menyudutkan bibirnya. ‘Akhirnya kau mengaku ka ...”


Bola mata Daryan tiba-tiba membesar, ia baru sadar teriakan wanita ini mirip dengan ibu pengganti putranya.


Daryan segera bangkit, ia menarik rambutnya pelan seperti kebingungan.


“Astaga, apa aku benar-benar sudah gila? Bahkan suara wanita lain terdengar seperti dia!”


Namun, Freya belum berani memperlihatkan wajahnya. Ia masih mengenakan selimut untuk menutupi sebagian wajahnya dengan posisi membelakangi Daryan.


Ketika mendengar Daryan bergumam sendiri wanita cantik ini berceluk dalam batinnya, ‘Apa yang dilakukan Daryan, dasar aneh!’


“Dia benar-benar membuatku pusing!”


“Hey kau!” teriak Daryan kepada wanita di balik selimut.


“Siapa namamu?”


‘Ya Tuhan, apakah Daryan selalu bersikap kasar seperti ini kepada semua wanita? Dia selalu membuat jantungku mau copot saja’ celetuk Freya kembali dalam batinnya.


“Nama ku ...” Freya terdiam sejenak, karena ia berpikir tidak akan memberitahu nama aslinya.


‘Oke, aku akan memberitahu nama kecilku saja!’


“Nama ku Yaya, Tuan!”


‘Yaya?’ ucap Daryan membatin.

__ADS_1


Sontak hal ini membuat dada Daryan sesak, ia bergegas melepaskan selimut itu dari wanita yang ada di ranjangnya.


Namun, dengan kekuatan super yang dimiliki Freya, wanita ini memegangi erat selimut tersebut, sehingga tidak mudah untuk melepaskannya.


“Kenapa kau tidak ingin melihatkan wajahmu?”


“Tidak Tuan, aku sedang mengalami alergi!” elak Freya agar Daryan mau mengerti.


Uhuk! Uhuk!


Freya berpura-pura batuk.


“Jika kau tidak jauh-jauh, kau akan sakit juga Tuan. Sebenarnya aku sedang mengidap penyakit tertular!”


Freya berharap setelah ia mengatakan hal bohong itu kepada pria kasar ini, ia bisa terlepas dari jeratan kedua Daryan.


“Cepat lepaskan!” Daryan kembali menarik selimut itu, tapi saat ini pria tersebut berhasil membuka selimut yang melindungi Freya.


Freya tidak mau pasrah begitu saja, ia harus menghindari Daryan. Wanita cantik ini pun segera berlari menjauhi Daryan.


“Tunggu, kau mau kemana!” teriak Daryan sembari mengejar wanita itu dengan cepat.


Namun, kali ini Dewi Fortuna tidak membantu Freya. Daryan dengan erat memegangi tangan wanita yang mengenakan dress berwarna merah itu.


“Mau kabur kemana kau, hah?”


Wajah Freya begitu pucat. ‘Gawat ini! Jika Daryan sampai mengetahui wanita yang ia pegang adalah ibu guru putranya, maka reputasiku akan hancur.’


Mereka berdua kini saling pandang, dengan posisi Daryan memegangi pinggang Freya.


Daryan menyempitkan matanya, sungguh ia tidak bisa habis pikir.


“Kau?”


Freya segera mengambil posisi berdiri tegap. Ia mencoba menjelaskan kepada pria angkuh itu.


“Begini, aku akan jelaskan semuanya denganmu Tuan. Yang kau lihat ini semua hanya lah kesalahpahaman, aku di jebak oleh temanku.”


Daryan hanya melihat Freya dengan ekspresi datar, tanpa bertanya ataupun berkata apa.


“Percayalah kepadaku Tuan. Aku mohon, dan tolong jangan kau katakan apa yang kau lihat sekarang kepada pihak sekolah di mana tempatku bekerja. Jika sampai pihak sekolah tahu, maka aku akan di pecat secara tidak hormat,” lirih Freya.


Baru pertama kali Daryan melihat mata Freya penuh kekhawatiran.


“Aku harus tetap bekerja di sana, karena aku sangat menyukai pekerjaan itu. Berkumpul dengan anak-anak dan selalu memberikan kasih sayang kepada mereka, membuatku terasa hidup. Di lain sisi aku juga harus tetap mencari uang tambahan untuk membayar hutang yang membeludak di rentenir dan hutangku padamu,” ucap Freya kembali.


Tapi tetap saja, hal ini tidak mengubah ekspresi wajah Daryan yang begitu dingin.

__ADS_1


Melihat hal tersebut, Freya meletakkan tangan di dada sembari matanya berkaca-kaca.


“Kali ini bantulah aku, Tuan. Aku tahu mungkin permintaanku sangat banyak, atau bahkan membuatmu tidak suka. Aku tahu aku salah, aku tahu ...”


Daryan melangkahkan kakinya mendekati Freya.


Tanpa aba-aba ia ******* bibir tipis wanita cantik itu. Sontak hal ini membuat Freya terkejut dan ia menghentikan perkatannya.


Untuk kedua kalinya Daryan memberikan sentuhan lembut, sehingga membuat Freya memejamkan mata dan meneteskan air mata.


Kali ini Daryan tidak akan melepaskan Freya.


“Aku juga memiliki permintaan kepadamu, aku ingin melakukan hal itu sekarang juga!” ucap Daryan dengan mata yang berkabut melepas ******* lembut itu.


Mereka saling tatap satu sama lain memberikan hasrat yang tidak dapat tertunda lagi.


Daryan membuka resleting dress yang ada di punggung Freya, sembari menyiumi leher wanita muda itu beberapa kali.


Kemudian ia melepas begitu pelan dress merah yang masih melengket di tubuh wanita cantik ini.


Lalu ia membuka stoking yang dikenakan Freya.


Tubuh Freya terekspos jelas dari pandangan Daryan. Pria ini sengaja hanya menyisakan pakaian dalam Freya saja.


Ia ingin memberikan sentuhan-sentuhan nakal yang tidak pernah wanita ini rasakan.


Tidak hanya menakut-nakuti Freya lagi, Daryan saat ini bersungguh-sungguh melakukannya.


Daryan meletakkan tangan kirinya di punggu Freya serta tangan kanannya berada di paha. Ia menggendong Freya sembari menatap tajam wanita cantik ini.


Freya pun mengalungi Daryan, ia melihat bola mata pria itu jauh.


‘Mengapa matanya begitu indah?’


Mereka tidak bisa melepas pandangan penuh hasrat itu.


Lalu Daryan mendaratkan punggung Freya perlahan ke ranjang yang begitu empuk tersebut.


Ia masih menatap wanita muda itu. beberapa detik ia melepas kemeja yang dikenakan.


Glek!


Freya menelan salivanya. Dia merasa berbeda dengan sebelumnya.


Daryan perlahan mendekati Freya dengan posisi dirinya ada di atas wanita cantik ini.


“Kau pernah mengatakan bahwa aku pria pertama yang melihatmu tanpa busana sedikitpun. Sekarang aku ingin membuatmu merasakan surga dunia untuk pertama kali!” ucapan serak Daryan membuat Freya merinding.

__ADS_1


“Ayo kita menikmati malam pertama, setelah kau resmi menjadi istri kontrakku,” lanjut Daryan.


Bersambung.


__ADS_2