
Sepanjang perjalanan Freya tidak mengeluarkan sepatah kata apa pun, terlihat jelas wajahnya sangat cemberut. Daryan sedikit menyunggingkan bibirnya.
“Kenapa? Kenapa kau diam saja, Freya? Apa kau cemburu ada Anya di rumah?” tanya Daryan niat hati memulai perbincangan.
Freya tidak menjawab, ia hanya fokus melihat ke arah jendela. Ia enggan melirik wajah pria yang akan menjadi suaminya sebentar lagi.
Hah!
Daryan menghembuskan napas panjang, sebenarnya ia sulit untuk mengatakan hal ini kepada Freya.
“Maafkan aku, Freya,” ucap pelan Daryan sembari sesekali melirik wajah kesal wanita yang duduk di sampingnya.
“Untuk apa kau minta maaf? Kau tidak ada salah sama sekali!” celetuk Freya dengan nada yang ditinggikan.
Freya masih belum tahu mengenai Anya sedang mengandung. Ia hanya sedikit kesal dengan Daryan yang memberikan kesempatan bagi Anya berada di sana. Tapi ia menekan emosi kembali, toh Anya adalah wanita yang pernah menjadi kekasih Daryan dulu.
Ia hanya takut, Daryan masih menaruh perasaan kepada Anya!
Semua yang Daryan lakukan adalah kehendaknya, lagian Freya belum jadi istri sah CEO muda itu. Namun nyatanya, ia tidak dapat menyembunyikan wajah dan sikap cemburunya terhadap mantan kekasih calon suaminya.
__ADS_1
“Tapi kenapa kau diam saja? Apakah ada hal yang menganjal di batinmu?” Daryan kembali bertanya. Meski ia sudah tahu sikap Freya seperti itu karena calon istrinya tidak suka dengan kehadiran Anya. Namun, Daryan ingin mengetahui dari mulut wanita itu secara langsung.
“Sudah kubilang, aku tidak apa-apa!” Freya semakin menekan nada bicaranya.
Hmm!
“Katanya kau akan menceritakannya setelah di dalam mobil? Apa yang akan kau katakan?” lanjut Freya, sembari melirik sebentar ke arah Daryan yang fokus mengendarai mobil.
Daryan masih terdiam, ia bingung alasan tepat seperti apa yang harus ia jelaskan kepada Freya. Ia sangat takut ketika memberitahu hal sebenarnya akan membuat hati calon istrinya hancur.
“Aku akan memberitahu kau yang sebenarnya, tapi aku mohon kepadamu Freya, percayalah kepadaku ya,” lirih Daryan memohon kepada pujaan hatinya itu.
‘Apa yang akan dikatakan Daryan? Sepertinya begitu serius? Atau mungkin Daryan akan menikahi Anya juga?’ Freya membatin yang tidak-tidak.
Ia menatap wajah pria yang beberapa hari lagi akan menjadi suaminya.
“Ya, Anya hamil tapi ia mengakui bahwa anak yang ia kandung adalah anakku. Di sini aku mohon padamu percayalah, kita tidak pernah berhubungan lagi sudah sangat lama. Aku yakin anak yang ia kandung bukanlah anakku. Tapi semisal ucapannya benar, aku akan bertanggung jawab dan membesarkan anak itu dengan baik, namun aku tidak akan menikah dengan Anya.”
“Aku tahu semua yang kukatakan ini mungkin membuat hatimu hancur, tidak perlu direspon juga tidak masalah. Aku hanya meminta dan sangat memohon kepadamu, percayalah kepadaku, Ya. Aku tidak akan memaksamu untuk menikah denganku setelah kejadian seperti ini. Aku juga tidak bisa egois memintamu untuk menjadi is ...”
__ADS_1
“Aku tetap ingin menjadi istrimu, Kak Ian!” jawab Freya cepat memotong penjelasan dari Daryan tadi.
Sontak hal ini membuat Daryan yang sudah pasrah itu membesarkan kedua manik matanya. Ia tidak percaya bahwa Freya memberikan ia kesempatan.
Daryan melirik Freya dengan raut wajah terkejut.
“Apakah kau yakin dengan ucapanmu tadi, Freya? Jika benar anak yang dikandung Anya adalah anakku, kau tidak masalah membesarkannya dengan sepenuh hati?”
“Sama seperti Kelvin, aku akan merawat mereka berdua dengan hatiku dan memberikan kasih sayang penuh,” ucap Freya tersenyum.
Tidak bisa dipungkiri, awal Daryan memberitahu kenyataan itu hati Freya seketika retak. Mana ada seorang wanita yang akan menjadi istri sah dari seorang pria, mendapati jika calon suaminya memiliki benih di rahim yang berbeda.
Namun, ini adalah pilihan hidup yang sudah ditetapkan Freya, menjadi istri dari cinta pertamanya. Dari lubuk hatinya, Freya percaya bahwa anak yang dikandung Anya bukanlah anak dari Daryan melainkan pria lain.
Ada hal yang belum Freya ketahui tentang hubungan Kelvin dengan Daryan.
“Freya, sebenarnya Kelvin itu bukan putraku, melainkan putra dari kakakku.”
Bersambung.
__ADS_1