My Beloved CEO

My Beloved CEO
Semakin Cinta


__ADS_3

Daryan menatap manik mata indah Freya yang tengah ketar-ketir, akan kebohongan yang dibuatnya.


Wajah pria itu mendekat, Freya segera memalingkan wajahnya. Sejujurnya ia tidak bisa sama sekali berbohong, tapi menurut gadis cantik ini ia harus melakukannya. Agar Daryan tidak memaksanya lagi untuk menikah.


“Kenapa kau menghindari tatapanku?” tanya Daryan begitu serius.


“Tidak, aku hanya ingin melihat pemandangan di sampingku,” elak Freya yang menyembunyikan kebohongannya.


“Tolong tatap aku, jika kau tidak berani menatap mataku bahwa aku kira kau berbohong!”


Tidak ingin dibilang bohong, Freya menoleh dan ...


Hidung Freya menyentuh bibir Daryan. Hal ini membuat keduanya terkejut.


Hati kedua insan itu berdegup kencang dan tak bisa terkontrol, serta perasaan Daryan semakin menguat.


Glek!


“Jangan membuatku gila seperti ini, Freya. Kau telah berhasil membuat hatiku luluh, jadi kau harus bertanggung jawab.”


Setelah usai mengatakan hal itu, dengan lembut jari jemari panjang Daryan menyentuh leher Freya, meraba sampai ke arah rambut.


Jarak mereka sungguh dekat, alis mata Freya yang tebal serta bulu matanya yang panjang tampak begitu jelas.


“Matamu begitu indah, Freya. Kau memiliki sinar yang tidak bisa kujelaskan.” Suara Daryan yang sedikit serak membuat tubuh gadis itu bergetar.


Meski mereka pernah meradu di suatu malam dengan kenikmatan. Namun, bagi Freya setiap dirinya melakukan interaksi intens dengan tuannya ini, terasa berbeda.


Ada dentuman dalam hatinya yang tidak dapat dijelaskan.


Ia merasa nyaman dan aman setiap dekat dengan Daryan, tapi ia selalu berusaha mengelak perasaan itu. Yang ia tahu, Daryan adalah pria menyebalkan yang tak patut untuk dicintai.


‘Kenapa ini? Kenapa hatiku tidak henti-hentinya berdetak, rambut dibagian matanya sangat lentik dan tatapannya indah. Apakah benar aku telah jatuh hati kepadanya?’ Freya membatin ragu akan perasaannya.


“Tolong katakan yang kau ucapkan tadi hanyalah kebohongan,” ujar Daryan.


Glek!

__ADS_1


Freya menelan salivanya, ia tidak tahan melihat keindahan yang disuguhkan dari wajah Daryan.


Apalagi dirinya mencium aroma citrus yang menempel di tubuh pria itu, hal tersebut membuat Daryan semakin maskulin.


“Bohongkan?” desak Daryan.


Freya hanya bisa memejamkan matanya, karena Daryan seperti ingin mendaratkan bibir tipisnya itu ke bibir gadis yang ada di dekatnya.


Namun ...


‘Tidakkah ia menciumku? Kenapa bibirnya tidak mendarat?’ tanya Freya dalam hati.


“Kenapa kau memejamkan matamu, Freya?” tanya usil Daryan yang sembari menahan tawa, melihat ekspresi wajah cinta pertamanya itu.


Terkejut!


Freya segera membuka manik matanya.


“Apakah kau berharap aku akan menciummu, Freya?” goda Daryan.


Tentu saja hal itu membuat Freya repleks mendorong tubuh Daryan yang masih sangat begitu dekat.


“Tidak! Siapa bilang aku mengharapkan hal ...”


Belum selesai menuntaskan ucapannya, Daryan kembali menarik tubuh Freya lembut. Kali ini ia tidak akan melepaskan bibir indah gadis pujaan hatinya itu.


Hal ini membuat bola mata Freya mengembang, tubuhnya kaku tak bisa bergerak.


Sentuhan itu bagaikan magnet dan listrik yang membuat hatinya semakin berdegup.


Deg! Deg!


‘Kenapa? Kenapa tindakannya kali ini yang aku sukai!’ Freya bermonolog sembari mengikuti arahan lembut Daryan.


Mereka beradu dengan lembut.


Sama-sama merasakan hal berbeda. Freya sama sekali tidak melawan atau terpaksa melakukannya. Itu membuat Daryan semakin berani dan tentunya sangat senang.

__ADS_1


Dari sentuhan itu, ia tahu bahwa Freya juga memiliki perasaan kepadanya.


Setelahnya, mereka melanjutkan perjalanan. Dan sampailah di mansion megah pemiliki Royal Grub.


Ia disambut oleh Kelvin.


“Mama, Evin lindu.” Kelvin memeluk Freya dengan sepenuh hati.


“Waah, Ibu Eya juga rindu Kelvin,” jawab Freya sembari mengelus-elus kepala putra dari Daryan.


Pria itu tersenyum, ia sangat bahagia melihat kedua orang yang begitu dicintainya.


Ia tidak lagi mengira bahwa Freya memiliki motif tertentu kepada Kelvin.


Tidak ada yang bisa membohongi hati seorang anak kecil. Dengan intuisi yang polos, mereka tahu siapa yang benar-benar tulus mencintai mereka.


Freya adalah gadis yang sangat baik dan hatinya tulus dalam menyayangi Kelvin, tak heran putra sulung pemiliki perusahaan besar ini begitu dekat dengannya.


Ketika Freya ingin menggendong, Kelvin.


“Biar aku saja, kau masih butuh istirahat yang cukup.”


Daryan segera menggendong putranya.


“Evin sayang, putra Papa yang tampan. Ke kamar, yuk. Bu Eya sedang sakit, beri dia istirahat dulu ya, Sayang,” tutur Daryan begitu lembut kepada putranya sembari mengecup kening.


Mereka bertiga segera menuju ke dalam. Daryan lebih dulu berjalan seraya mengelus-elus kepala Kelvin.


“Pa, kita jadi ke aqualium?”


“Tidak bisa Sayang, Ibu Eya sedang sakit. Setelah Ibu Eya membaik, kita ke sana yaa melihat banyak ikan yang lucu-lucu,” jelas Daryan.


“Holeeee!”


Ekspresi Kelvin sangat bahagia mendengar ayahnya mengatakan hal itu.


Secara bersamaan, Daryan menoleh ke belakang.

__ADS_1


Ia berbisik kepada Freya, “Tidak perlu mengurus Kelvin saat ini, kau langsung mandi saja. Dan mandinya di kamarku serta istirahatnya di sana pula!”


Bersambung.


__ADS_2