
Daryan memberikan sentuhan begitu lembut di bagian dahi Freya. Dengan tangan, ia merapikan rambut yang menutupi wajah cantik Freya.
Pria yang memiliki ketampanan di atas rata-rata itu melemparkan senyum penuh hasrat kepada gadis polos ini.
“Freya, apa yang kau rasakan saat ini? Apakah kau takut?” sentuhan Daryan membuat Freya mabuk kepayang.
‘Ya Tuhan, wajahnya sangat dekat denganku. Aku merasakan hal aneh, rasa apa ini?’ celetuk Freya dalam hati yang sejak tadi tidak bisa mengkedipkan mata.
Jika dipikir-pikir Daryan sangat tampan! Menurut Freya saat ini.
Baru pertama kali wanita yang memiliki hati seperti es ini memuji seorang pria.
Kemudian Daryan menyentuh mata Freya, dan ia mengecup kening gadis itu.
Daryan kembali menatap Freya dengan lembut. “Kau belum menjawab pertanyaanku tadi, Freya? Apakah kau takut jika aku memulainya?”
Tanpa sadar sebenarnya mimik wajah Freya seperti tidak baik-baik saja. Tangannya gemetaran dan keringatnya bercucuran.
“Belum saja mulai, kau sudah mengeluarkan keringat berliter-liter,” ucap Daryan mengejek Freya.
Tapi aslinya, Daryan juga sebenarnya tidak baik-baik saja. Di dalam batin ia bergerutu, ‘Ya Tuhan, kenapa wanita ini begitu cantik? Mata coklatnya seperti ada sinar, aku begitu gugup melakukan hal itu!’
Agar terlihat natural melakukan malam pertamanya, Daryan hendak memesan alkohol dengan kadar tinggi.
“Sebentar ya ...” Daryan melepas sentuhan itu dan ia menelpon pihak club untuk membawakan dirinya alkohol.
‘Aku harus minum alkohol, agar aku sanggup melakukannya dengan wanita yang belum pernah melakukan hal itu.’ Daryan membatin.
Freya hanya diam saja, ia menghela napas beberapa kali karena sejak Daryan berada di dekatnya, ia benar-benar gerogi.
Setelah itu matanya mengarah melihat punggung Daryan yang begitu menggoda.
Entah kenapa, ketika Daryan akan memulai hal itu, Freya tidak berusaha memberhentikannya. Apakah ia juga menginginkan hal tersebut?
Beberapa menit kemudian, Daryan menerima sebotol alkohol.
Ketika CEO muda ini ingin meneguknya, entah sejak kapan Freya ada di belakang Daryan.
Ia merampas botol yang dipegang Daryan. Dengan cepat ia meneguk alkohol itu begitu banyak. Sontak hal ini membuat Daryan terkejut.
“Apa yang kau lakukan Freya?”
Freya melempar botol itu ke sisi dinding, sebelum memberikan kesempatan Daryan untuk meminumnya.
__ADS_1
Wanita ini sempoyongan, lalu ia tersenyum kepada Daryan sembari berkata, “Ayo kita mulai.”
Tanpa menerima perintah Daryan lagi, Freya menarik tangan suami kontraknya dengan kasar. Ia mendorong tubuh Daryan sangat kencang ke ranjang empuk itu.
Daryan mengkerutkan dahinya, “Apakah kau dalam kondisi setengah sadar, Freya?”
Freya tidak menjawab, ia hanya tersenyum dengan bola mata yang begitu sayu dan berkabut.
Wanita ini benar-benar berbeda, ia menggigit bibir bagian bawah seperti penggoda Daryan.
Kini ia mendekati Daryan dengan perlahan-lahan. Posisi Freya ada di atas Daryan, ia membuka celana panjang yang masih dikenakan oleh suami kontraknya ini.
Setelah Daryan hanya mengenakan penutup bagian bawah, dengan berani Freya menyentuh keperkasaan pria yang sangat ia benci itu.
Sontak hal ini membuat senjata Daryan bangun dan mengembung.
Daryan tidak bisa menghentikan tindakan liar Freya, ia malah tersenyum. Pria ini begitu menikmati sentuhan dengan penuh gairah tersebut.
Freya kemudian ******* bibir Daryan dengan begitu kasar dan liar.
Daryan begitu senang, karena wanita ini memberikan warna baru untuk hatinya yang sepi. Tanpa ragu lagi, Daryan melepas kain yang membaluti tubuh bagian atas wanita cantik ini dengan lembut.
Ia mencium gundukan kenyal itu lalu memberikan tanda merah sangat banyak di gunung kembar Freya.
“Aaaw, sakit Tuan!”
Mendengar Freya merintih kesakitan membuat hasrat Daryan menggebu-gebu, ia malah semakin menjadi-jadi.
“Tolong lepaskan, sungguh sakit Tuan!” pinta Freya kepada Daryan.
Daryan memberhentikan kegiatannya sejenak, ia kemudian menatap mata Freya yang memiliki pandangan penuh gairah.
“Aku tidak akan melepaskanmu, Sayang.”
Daryan melanjutkannya dengan menyentuh bibirnya ke bibir tipis Freya, sembari tangan kanannya bergerak menuju ke area sensitif Freya yang masih terselubung kain.
Pria ini menyentuh dengan lembut barang berharga yang dimiliki Freya. Setelahnya ia ingin memberikan sensasi dengan memainkan jari telunjuk dan tengahnya masuk ke lubang kenikmatan itu.
Sontak hal ini membuat Freya menggeliat seperti cacing kepanasan, entah karena geli atau sakit.
Namun secara bersamaan Freya juga tidak bisa melepaskan sentuhan yang dirinya mainkan dengan Daryan di bagian bibir.
Lalu Freya melepas ciuman dari Daryan untuk bernapas.
__ADS_1
“Aku bisa gila karenamu, Tuan! Kau sungguh luar biasa,” ucap Freya sembari tangannya mengalungi leher Daryan Jefferson.
Daryan tersenyum bahagia, ia terus memainkan jarinya sehingga Freya tidak bisa mengatur napas dan mendesah.
Melihat ekspresi wajah Freya membuat Daryan tidak tahan lagi, ia melepas kain yang masih menutupi area bagian bawah dan kemudian melepaskan kain berwarna hitam yang sudah basah di area sensitif Freya.
“Aku akan memasukkannya, kau tahan ya,” ucap Daryan.
Dengan bersamaan Freya pun meraung kesakitan, “Apa yang telah kau perbuat, Tuan? Kau membuatku melayang!”
Daryan memaju mundurkan tubuhnya, sementara Freya terlihat kesakitan.
“Apa yang ia katakan benar! Lubangnya begitu sempit!” gumam Daryan mengenai perkataan Freya yang mengungkapkan bahwa gadis cantik ini belum pernah tidur dengan pria manapun.
Menikmati malam yang indah membuat kedua insan ini kelelahan dan akhirnya merebahkan diri di ranjang.
Mereka saling bertatapan satu sama lain, Daryan tersenyum kepada Freya.
Wanita cantik ini pun tersenyum sembari menyentuh lembut wajah pria yang sangat ia benci.
“Tuan, apa yang kau lakukan tadi sungguh membuatku bahagia. Aku menyukai cara bermainmu begitu lembut, tapi memberikan sensai yang sangat luar biasa. Terima kasih banyak atas malam ini,” ucap Freya lalu memejamkan matanya.
Daryan sedikit merasa bersalah setelah melakukan hal tersebut dengan wanita yang menjadi ibu pengganti Kelvin.
Pria tampan ini berpikir, bahwasanya semua yang diberikan dan dilakukan Freya tadi dalam keadaan tidak sadar. Secara otomatis Daryan hanya mendapatkan bayangan hasrat yang dibuat-buat oleh Freya, bukan dari kemauan wanita itu sendiri.
“Maafkan aku Freya. Maaf karena tidak bisa menahan hasratku ini, aku juga tidak tahu apa yang kurasakan kepadamu sekarang. Aku yakin setelah kau sadar pasti kau melupakan malam pertama kita.”
Daryan masih menatap jauh melihat Freya yang sudah tertidur lelap, seraya memberikan kecupan di kening wanita cantik itu.
Setelahnya, mata Daryan terasa berat dan ia juga mengantuk.
Mereka pun saling dekap.
Keesokan harinya ...
Freya merasa ada yang berbeda, tubuhnya seperti tidak mengenakan busana sama sekali.
Kepalanya begitu berat dan pusing. Namun, ia dengan perlahan-lahan membuka manik matanya.
Ia melihat saru seperti ada bayangan pria yang tidur di sampingnya. Setelah membuka mata, ia berteriak kencang.
“AAAAAAAAAAA”
__ADS_1
Bersambung.