
Mimik wajah pria ini berubah, ia menampilkan rautan mesum dengan melihat tubuh Freya dari atas hingga bawah.
“Tidak! Aku tidak menginginkan hal itu!” Freya kembali berteriak.
Daryan begitu kebingungan, “Ada apa sih? Sejak tadi kau berteriak tidak jelas seperti itu?”
Ternyata rautan mesum yang dilihat oleh Freya hanyalah ilustrasi dari wanita yang sama sekali tidak pernah memiliki seorang kekasih ini.
Namun, secara tiba-tiba ia harus melakukan pernikahan kontrak dengan pria yang tidak ia kenal sekaligus ia benci.
Daryan mendekati mulutnya ke daun telinga Freya, ia pun berbisik, “Apakah kau sedang memikirkan bercinta denganku?”
Ucapan itu membuat bulu kuduk wanita ini merinding, wajahnya tiba-tiba menjadi biru karena darah merahnya sudah terkuras habis akan bisikan Daryan.
Dengan cepat Freya memukul dada lelaki yang jaraknya begitu dekat.
Buuukkk!
“Aargh, sakit!” teriak Daryan sambil memegangi dadanya yang sangat sakit akibat pukulan super dari Freya Burton.
“Kau sudah gila yaa! Benar-benar wanita aneh yang gila!” gerutu Daryan kepada wanita yang mengeluarkan keringat dingin sejak tadi.
“Hey dengar ya, aku tidak sudi bercinta dengan wanita menjengkelkan sepertimu! Lagipula kau jauh dari tipe wanita idamanku!” jelas Daryan kepada Freya dengan menatap remeh wanita dari bukan kalangannya.
Hah!
Freya menghembuskan napas lega, “Syukurlah kalau begitu.” Wanita ini mengelus-elus dadanya.
Daryan mengeluarkan kartu nama, “Tolong kirimkan nomer rekeningmu ke sini. Aku akan segera mengirimkan sejumlah uang yang kau pinta.”
Tanpa berkata lagi Daryan berbalik arah dan meninggalkan Freya.
Di tengah perjalanan menuju parkir mobil, Daryan menghentikan langkah kakinya. Ia berkata tanpa melihat ke arah Freya, “Mulai besok setelah pulang dari playgrub, kau resmi menjadi Ibu Kelvin dan istri kontrakku. Kau akan tinggal di kediaman Keluarga Jefferson!” Ia pun melanjutkan langkah kakinya itu.
“Apa, besok? Ia belum menerima persetujuanku. Dasar lelaki kalajengking yang hanya bisa membuat mangsanya menderita!”
“Aku sangat benci dia! Benci!” lanjut Freya dengan berceletuk sambil mengayunkan kakinya seperti menendang-nendang, ia layaknya kesurupan kali ini.
Daryan kini masuk ke dalam mobil. Ia disambut senyum sumringah dan penuh harapan kebahagiaan dari putra lucunya itu.
“Pa, bagaimana? Apakah Ibu Eya akan menelima Evin menjadi putlanya?” suara gemas yang badil itu membuat Daryan mengusap-usap rambut Kelvin.
__ADS_1
Untuk pertama kali setelah Kelvin terlahir di dunia, Daryan baru melihat senyum bahagia yang begitu tulus terpancar dari raut wajah putra sulung dan semata wayangnya ini.
‘Maafkan Papa ya Vin, Papah belum bisa menjadi Papah terbaik untukmu,’ gumam dalam hati Daryan sambil memberikan senyum hangat kepada Kelvin.
Daryan memangku Kelvin, “Ayook sini Sayang.”
“Pa, apakah Ibu Eya? Ibu Eya?” Kelvin memegangi kedua pipi ayahnya itu dengan menunjukkan gigi tanggal yang begitu lucu.
Kelvin tidak sabar mendengar apa yang akan dikatakan sang ayah.
“Seperti yang Kelvin minta, Ibu Eya akan menjadi Mama Kelvin dan mulai besok Ibu Eya akan tinggal bersama kita.”
“Horeeeeeeeee!” teriak Kelvin sambil menaikkan kedua tangannya. Ia sangat gembira mendengar jawaban dari sang ayah.
“Apakah Kelvin bahagia, Nak?” suara lembut Daryan menyeruat untuk Kelvin.
Anak laki-laki ini menganggukkan kepala dan ia dengan semangat menjawab, “Tentu saja Papa, Evin sangat bahagia kalena Ibu Eya bisa menjadi Mama Evin. Evin sangat menyukai Ibu Eya.”
“Kenapa Kelvin sangat suka Ibu Eya?” tanya Daryan.
“Karena Ibu Eya baik Pa, cantik juga hehe.”
Daryan terus mencari jawaban mengapa putranya sampai menyukai wanita itu. Ia pikir ada pemaksaan dari Freya kepada Kelvin.
“Apa itu ancaman Pa? Evin tidak tahu,” ucapan Kelvin begitu polos kepada ayahnya.
Pertanyaan Daryan mungkin terlalu mengarah ke bahasa dewasa, sehingga anak kecil berusia 4 tahun ini tidak mengerti dengan apa yang dimaksudnya.
“Aah, lupakan saja, Sayang.” Daryan kembali memeluk Kelvin.
Di sisi lain, Freya sedang berjalan menuju ke arah Playgrub Winston untuk mengambil tas dan segera pulang.
Tatapan Freya buyar, ia masih memikirkan tentang pernikahan kontrak yang akan dijalaninya dengan pria seperti Daryan Jefferson.
“Apakah hidupku akan baik-baik saja setelah bersama pria itu?” cemas Freya sambil menatap ke langit.
Namun, ia akan melakukan apa pun demi mendapatkan uang untuk pembiayaan rumah sakit sang ibu.
Ia segera mengirim nomer rekening diperintahkan Daryan tadi ke nomer tujuan yang ada di kartu nama tersebut.
Tidak ada hitungan menit, uang berjumlah 200.000.000 terisi di atm Freya.
__ADS_1
Ia pun mendapatkan pesan dari Daryan.
‘Aku sudah mengirimkan uangnya, jadi kau juga harus bersedia dengan perintah yang kuberikan! Ingat, semua syarat yang telah kau baca itu tidak bisa kau langgar!’
Freya memutuskan untuk tidak membalas pesan dari CEO arogan itu.
Ia bergegas lari dan izin kepada guru senior di sana, karena ingin segera ke rumah sakit untuk mengurus segala pembiayaan rumah sakit dan operasi sang ibu.
“Ibu Salsa dan Ibu Bella, aku izin pulang lebih dulu yaa ... sampai jumpa besok.”
Rasa yang tidak bisa diutarakan oleh Freya saat ini membuat ia ingin menangis.
Ia begitu bahagia sekaligus terharu karena semua yang ia anggap mustahil kini terjadi.
“Ibu, Freya akan segera membayar pembiayaan rumah sakit yang sudah lama kita tunggak. Ibu tenang saja yaa, Freya harap ibu akan segera sembuh dan kita bisa menjalankan kehidupan normal kembali.”
Sampailah di Royal Hospital.
Namun, pada saat ia menuju ke kamar sang ibu di sisi lorong rumah sakit, ia mendengar pembicaraan serius antara seorang dokter muda dan senior.
“Pemilik rumah sakit ini akan mengadakan pertemuan penting sekarang, mengenai pasien yang tidak mendapatkan penanganan untuk segera di operasi karena walinya tidak bisa membayar tagihan rumah sakit,” ucap dokter senior.
“Maaf Dok, apakah pertemuan ini begitu serius?” tanya dokter muda.
“Iya tentu saja, sepertinya Tuan Daryan Jefferson sangat kecewa mengenai oknum dokter yang mengatas namakan rumah sakit,” sahut dokter senior kepada rekannya.
“Permisi ...” Freya berjalan di depan mereka sambil menundukkan kepala.
Setelah sedikit menjauh, wanita itu begitu terkejut. Ia mendengar bahwa nama pria yang ia benci disebut-sebut dengan kedua dokter tadi.
“Apa? Daryan Jefferson pemilik rumah sakit ini? Aah tidak mungkin, tidak hanya dia saja yang memiliki nama itu,” guman Freya meyakini bahwa bukan pria menyebalkan tersebut pemilik dari rumah sakit ternama ini.
Greeekk!
“Ibu ... Freya sudah datang, maaf telah membuat Ibu menung- ...” ucapan Freya terpotong.
Uhuk! Uhuk!
Dia melihat dari dalam mulut sang ibu mengeluarkan darah yang cukup banyak.
“Tolong ... dokter!”
__ADS_1
Bersambung.