
Situasi seperti ini membuat Freya benar-benar frustasi. Ia harus menampilkan bentuk tubuhnya tanpa busana dan dilihat oleh tatapan berkabut dari Daryan.
‘Sungguh gila pria ini!’ gerutunya dalam hati yang sejak tadi menangis melihat kegilaan Daryan.
Tanpa mendengar perintah Daryan lagi, ia mengambil pakaiannya untuk dikenakan kembali. Entah apa yang akan Daryan lakukan setelahnya, Freya tidak peduli.
‘Apa pun konsekuensi yang akan ia lakukan aku akan menerima, tapi bukan dengan cara ini. Ia sama saja ingin merendahkanku!’
“Tunggu!” teriak Daryan sembari memegangi tangan Freya.
Kali ini pemikirannya berubah, untuk melukis bentuk tubuh dari seorang gadis yang sama sekali belum pernah berhubungan dengan pria manapun.
Freya menoleh menatap Daryan dengan sinis dan kesal.
“Apa lagi Tuan, aku menolakmu! Kau boleh melakukan apa saja tapi tidak untuk memperlihatkan bentuk tubuhku kepada semua orang!” bentak Freya tak terkendali.
Mendengar hal itu Daryan tersenyum. “Apa katamu? Aku boleh melakukan apa saja terhadapmu?”
“Iya, apa saja!”
Karena begitu kesal, Freya tidak tahu perkataannya tadi malah menjerumuskannya ke lubang hitam yang Daryan pikir sejak tadi.
“Okee baiklah, aku tidak jadi melukis tubuhmu. Tapi sekarang aku ingin kau melayaniku!”
‘Melayani?’
Sontak netra mata Freya membesar.
“Maksud Anda? Aku harus tidur denganmu?” tanya wanita cantik itu.
“Yaap! Benar sekali!” jawab Daryan percaya diri.
Freya memijat kepalanya yang berat, ia sama sekali tidak paham apa yang sedang dipikirkan oleh pria ini.
“Namun, tidak hanya sekadar tidur denganku. Kau harus membuatku merasa nikmat dalam permainan yang kau buat!” perintah CEO muda ini.
Apa maksudnya!
Freya hanya bisa menghela napas.
‘Bagaimana ini? Bu, tolong Freya,’ lirihnya dalam hati memanggil sang ibu.
Daryan sengaja mengatakan hal itu, karena ia tahu Freya tidak akan bisa membuatnya puas. Perkara wanita ini tidak memiliki keahlian di ranjang.
“Kenapa kau terdiam?” tanya Daryan melihat Freya yang tidak bisa mengatakan apa-apa.
Freya hanya menatap Daryan, matanya berkaca-kaca. Ia begitu benci dengan pria ini.
Sayangnya Freya tidak memiliki kuasa dan ia harus menuruti perintah Daryan.
__ADS_1
“Aku akan membayar semua hutangmu, Tuan!”
Daryan mengkerutkan dahinya.
“Kau tidak bisa membayar hutangmu! Sudah saya katakan jika patung itu tidak ada nilainya!”
“Sudah begini saja, kau tidak bisa lagi mengajak saja bernegosiasi. Sekarang juga lakukan apa yang saya perintahkan!” lanjut Daryan membentak Freya.
Daryan melangkah menuju ranjangnya yang begitu luas dan empuk. Ia memanggil Freya menggunakan jari.
“Kemari lah!”
Demi apa, Freya tidak tahu bagaimana cara memulainya. Apa yang harus ia lakukan pertama-tama?
Tetap seperti patung yang tidak bergerak, Freya hanya terdiam menatap Daryan yang sudah duduk di atas ranjang.
“Mau sampai kapan kau berdiri mematung seperti itu, hah? Sekarang tugasmu buat saya merasa puas akan permainan yang akan kau lakukan!”
Perlahan-lahan, Freya menaiki ranjang. Ia mendekati Daryan dengan ekspresi datarnya.
Lalu Daryan kembali berucap, “Jika kau masih menampilkan ekspresi seperti itu, bagaimana saya ingin menyentuhmu! Melihat saja enggan, apalagi sampai membuat saya tertarik!”
Freya memejamkan kedua matanya. ‘Sabar Freya, sabar yaa dengan iblis seperti Daryan Jefferson. Kau hanya melakukan sekali saja dengan dia, setelah itu kau akan bebas!’ gerutunya membatin.
Freya memegangi otot liat Daryan, dan ia berusaha untuk membuka kancing kemeja pria tampan itu.
‘Aduh, bagaimana cara melepaskan kancing ini? Astaga susah sekali!’ panik Freya.
Daryan tersenyum geli, ia sangat senang melihat Freya yang sedang kesusahan itu.
Sangat jelas terlihat bila wanita muda ini benar-benar belum ada pengalaman sama sekali.
“Apakah kau pernah tidur dengan seorang pria?” tanya iseng Daryan.
Hal ini membuat Freya menoleh Daryan dengan manik mata mengembul besar.
‘Kenapa manusia iblis ini menanyakan hal itu!’
Karena begitu kesal, Freya lupa akan ucapannya tadi yang mengatakan bahwa Daryan lah pria yang pertama melihatnya tanpa busana.
“Apa urusanmu mengetahui hal itu?” tanya balik Freya sembari kembali berusaha membuka kancing kemeja tuannya.
Sudut bibir Daryan terangkat. ‘Wanita ini tidak pernah berubah, tetap saja angkuh! Aku akan membuatnya menyesal dengan apa yang ia perbuat!’
“Kau tidak becus!” teriak Daryan yang melepaskan kemejanya dengan dirobek.
Freya pun terkejut, ia bisa melihat kekuatan Daryan yang sungguh luar biasa. Apalagi kini ia dapat mengekspos otot padat pria itu yang membuatnya tergoda.
“Kemarilah, duduk dipangkuan saya,” suruh Daryan.
__ADS_1
Jarak mereka berdua kini sangat dekat, Daryan kembali memerintahkan Freya untuk melakukan tahap selanjutnya.
“Peganglah otot saya dari atas sampai bawah, sembari kau menggigit bibirmu di bagian bawah seperti menggoda!”
Astaga permintaan pria ini sungguh tidak masuk akal menurut Freya!
Glek!
Freya menelan salivanya. Wanita ini bukannya membuat hasrat Daryan bangun, tapi ia malah membuat tuannya merasa kesal.
Dengan gemetaran Freya memaksa tangannya menyentuh otot liat Daryan dan ia berusaha menggigit bibir bagian bawah.
Plak!
Daryan memukul keningnya sendiri, melihat ekspresi wanita yang ada di dekatnya.
“Kenapa malah ekspresimu seperti badut, Freya?” Daryan menggelengkan kepala pelan.
Tanpa rasa bersalah, Freya malah tersenyum.
“Lagian perintahmu benar-benar aneh, Tuan! Apa maksudnya dengan menggigit bibir, aku tidak bisa melakukan hal itu!” elak Freya kepada Daryan.
Hah!
“Kalau begitu, cium bibir saya!”
Lagi-lagi Freya harus menelan salivanya, ketika mendengar ucapan Daryan yang begitu sensitif. ‘Jika aku menciumnya, maka ia akan menjadi my first kiss. Ohh my God, help me please!’
Dengan cepat Freya memejamkan mata seraya memajukan mulutnya.
Hal ini membuat Daryan kembali tertawa geli, namun sekeras hati ia menahan agar tidak tertawa mengenai kekonyolan yang dilakukan Freya.
“Kau ini mau mencium saya atau mau mematok saya seperti seekor angsa, hah?” teriak Daryan.
Baru saja Freya ingin menyentuhkan bibirnya, ia terkejut akan teriakan Daryan. Kemudian Freya membuka matanya.
Sorot mata Daryan berbeda, ia menatap jauh netra mata wanita cantik itu.
‘Gawat! Kenapa bibirnya sungguh menggoda? Tidak! Tidak mungkin aku bersungguh-sungguh kepadanya, karena ia adalah wanita yang sangat aku benci. Saat ini tugasku hanya membuat dia takut dan memberikan pelajaran saja!’
Daryan merasa aneh, pada saat Freya dengan posisi seperti ini. Hal tersebut membuat hasrat pria itu mulai terbangun.
Tidak kuat menahan gairah yang telah membeludak. Daryan mengangkat dagu Freya dan segera melahap bibir tipis berwarna pink milik wanita ini.
Hal itu sungguh membuat Freya membeku dan ia hanya mampu pasrah serta mengikuti arahan permainan Daryan Jefferson.
Daryan memandu begitu lembut, tapi Freya tidak bisa mengikuti permainan yang dibuat oleh pria ini.
Pernapasan Freya tidak bisa diatur, lalu ia mendorong tubuh tuannya.
__ADS_1
“Biarkan aku bernapas sebentar dulu, Tuan!”
Bersambung.