My Beloved CEO

My Beloved CEO
Nikah Kontrak


__ADS_3

“Ibu pengganti berarti Anda juga akan menjadi istri kontrak saya!” tegas Daryan kembali.


Sontak membuat wanita muda ini begitu terkejut.


Freya tidak ingin menjalin pernikahan kontrak dengan orang yang tidak ia sukai, tapi di satu sisi wanita ini juga sangat memerlukan uang dengan jumlah besar untuk pembiayaan sang ibu.


“Bagaimana? Apakah Anda setuju dengan tawaran saya tadi?” Daryan meyakinkan Freya.


‘Bu, apa yang harus Freya lakukan?’ guman di dalam batin Freya bertanya kepada sang ibu yang sangat ia cintai.


Desakan situasi seperti ini membuat Freya frustasi.


Daryan melihat wajah Kelvin yang begitu takut karena bisa saja ibu guru tersebut menolak penawaran ayahnya.


“Kelvin Sayang, apakah Kelvin mau menunggu di dalam mobil? Papa dan ibu gurumu ingin mengatakan hal serius. Untuk jawabannya Kelvin tenang saja ya.”


Daryan segera memanggil supirnya untuk mengantar anak semata wayangnya ke dalam mobil.


Pria ini memastikan bahwa Kelvin tidak akan mendengar perkataan yang akan terlontar dari mulut ayahnya.


Setelah Kelvin tidak terlihat lagi bayangannya, Daryan menunjuk Freya dengan mimik wajah kesal.


“Kau pasti memiliki motif dengan mendekati putraku ya? Atau mungkin kau tahu bahwa Kelvin adalah putra dari pemilik Royal Grup?”


Semua perkataan Daryan membuat Freya memasang kembali tatapan sinis. Jika saja ia tidak terdesak akan pembiayaan rumah sakit sang ibu, ia enggan sekali berurusan dengan pria ini.


“Tidak! Aku sama sekali tidak tahu bahwa kau adalah ayah dari Kelvin.”


“Jadi bagaimana, apakah kau setuju dengan penawaranku tadi? Tapi jangan besar kepala dulu! Ingat aku hanya terpaksa melakukan hal ini karena aku sangat menyayangi Kelvin!” tegas Daryan kepada Freya tentang permintaannya.


Permintaan Daryan membuat Freya pusing tujuh keliling. Jika ia menerima penawaran tersebut ia pasti selalu bertemu dengan pria yang dibenci ini, tapi jika ia menolak operasi penyakit sirosis sang ibu tidak akan berjalan.


Tanpa berpikir panjang lagi, wanita yang sangat meyayangi sang ibu menerima penawaran dari CEO muda tersebut.


“Baiklah, aku menerima penawaranmu yang akan menjadi Ibu Kelvin serta istri kontrakmu. Tapi aku memiliki permintaan lain,” pinta Freya.


“Apa?”


“Apakah aku boleh meminta pembayaran yang akan kau janjikan di awal dulu? Karena aku sungguh memerlukan uang itu.”


Heh!


Daryan memasang senyum liciknya, bibir bagian atas lelaki ini terangkat. Ia merasa dugaannya benar mengenai wanita yang ada di depannya ini hanya ingin merampas harta dengan dalih mendekati Kelvin.

__ADS_1


‘Sudah kuduga, wanita seperti dia hanya tipe wanita yang menginginkan harta saja!’ gerutu Daryan meyakinkan bahwa Freya wanita yang memiliki hati licik.


“Baiklah kau butuh berapa?” ucap sombong Daryan memandang rendah Freya.


Berapa pun wanita ini pinta tidak akan mengurangi harta melimpah yang dimiliki keluarga Jefferson.


“200 juta,” tegas Freya meminta jumlah yang menurutnya luar biasa besar.


Ia meminta sejumlah itu karena ingin membayar pembiayaan perawatan rumah sakit yang sudah menunggak 5 bulan terlebih dahulu. Jika pembiayaan tersebut tidak dibayar, operasi Alesya tidak akan berjalan.


Salah satu alis Daryan diangkat. Ia masih menatap Freya dengan rendah.


Pria ini sangat penasaran mengapa Freya meminta uang dengan nominal sebesar itu. Meski ia dengan mudah memberikannya saat ini juga.


“200 juta? Untuk apa uang dengan jumlah besar seperti itu?”


Freya tidak bisa memberitahu Daryan saat ini.


“Aku tidak bisa memberitahumu, maaf.”


“Dasar wanita licik! Kau pikir aku bodoh, hah? Cepat katakan kepadaku untuk apa uang itu! Jika tidak, aku tidak akan memberikannya kepadamu!”


Geram Daryan membuat Freya harus menahan emosinya, wanita ini pun menceritakan mengapa ia sampai memerlukan uang dengan jumlah sebesar itu.


Pantas saja sewaktu itu Daryan bertemu dengan wanita menyebalkan ini di rumah sakit tersebut. Pemikiran lelaki itu.


Namun, kisah yang diceritakan Freya tidak membuat Daryan, yang memiliki sifat dingin ini merasa iba.


Daryan menyetujui apa yang diingikan Freya, tapi dengan syarat.


“Aku akan memberikanmu uang itu sekarang juga, tapi kau harus menuruti syarat-syarat yang aku buat. Entah sebagai Ibu Kelvin atau istri kontrakku.”


Lelaki yang memiliki tinggi 182 cm ini mengeluarkan smartphonenya. Ia seperti sedang mengetik sesuatu.


“Tunggu sebentar,” perintah Daryan kepada Freya.


10 menit kemudian ....


Daryan menyodorkan layar kaca smartphone yang berisikan tulisan panjang berisi syarat-syarat yang harus dijalankan Freya Burton.


“Baca dengan baik dan setelah kau membaca ini, kau harus menjalankan semua syarat itu!”


SYARAT MENJADI IBU KELVIN :

__ADS_1


Kau harus selalu tampak tersenyum kepadanya, tidak boleh memasang wajah cemberut. Selalu berkata lembut dan sopan, tidak boleh membentaknya.


Kau harus melayani Kelvin dengan sebaik mungkin seperti kualitas makanan, keseharian, sampai pakaian dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Selalu ada waktu untuknya, jangan sampai membuat Kelvin menangis. Jika aku tahu Kelvin menangis karena kau, akan kulaporkan kau kepada pihak berwajib!


Di sekolah kau harus lebih memperhatikan Kelvin dari anak-anak yang lain! Karena aku telah membayarmu dengan jumlah yang besar!


Kau harus mematuhi perintah atau kemauan Kelvin sebagai putramu!


SYARAT MENJADI ISTRI KONTRAK DARYAN JEFFERSON :


Kau harus menjalankan apa yang kuperintahkan.


Kau harus melayaniku dengan baik.


Jika kau tidak mau melakukan perintahku, kembali lagi ke nomer 1.


Semua persyaratan itu telah Freya baca, tapi ada point ke dua dari syarat menjadi istri Daryan Jefferson yang belum ia pahami.


“Apakah ada yang ingin kau tanyakan terkait semua persyaratan ini?”


Hu’um!


Freya menganggukkan kepala, “Point nomer dua terkait aku yang menjadi istri kontrakmu.”


Daryan segera melirik layar kaca smartphonenya, ia membaca ulang apa yang ia ketik tadi.


Dengan santai ia menjelaskan kepada Freya, “Yaaah, sudah jelas, kau harus melayaniku dengan baik. Kau bukan anak playgrub yang tidak mengerti akan kalimat ‘kan? Masa kalimat yang jelas seperti itu saja tidak kau pahami!”


Freya terpaku diam, otaknya sudah melayang memikirkan hal yang tidak-tidak.


‘Apa yang ia maksud? Perkataannya begitu ambigu? Apakah aku harus melayani dia seperti layaknya seorang istri kepada suami?’ tanyanya dalam hati.


Wanita ini memegangi kepala setelah memikirkan hal tersebut dan berteriak, “AAH TIDAK! Semua itu tidak akan terjadi!”


Daryan memundurkan wajahnya dan mengkerutkan dahi, “Kenapa wanita ini? Dasar aneh!”


“Tuan Daryan terhormat, aku ingin menanyakan lagi dengan perkataanmu yang masih begitu ambigu. Kita tidak akan melakukan sesuatu hal seperti yang dilakukan oleh pasangan suami istri kan? Atau dengan kata kasarnya kita tidak akan melakukan malam pertama?”


Daryan sedikit tersenyum karena melihat wajah Freya yang begitu pucat.


“Jika aku mau, ya kau harus melakukannya.”

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2