My Beloved CEO

My Beloved CEO
Kedua Kalinya


__ADS_3

Daryan begitu bahagia bisa menemukan cinta pertama yang selama ini ia nantikan. Tidak akan ia lepaskan Freya untuk kedua kalinya, wanita yang ada di dekatnya akan menjadi istri sekaligus ibunda dari Kelvin.


“Ya udah Sayang, kita berangkat let’s go ...,” teriak Daryan kepada putranya itu.


Meskipun Daryan adalah ayah sambung Kelvin, tapi ia akan menjaga rahasia ini sampai putra dari kakaknya bertumbuh dan tahu hal sebenarnya.


Freya tersenyum melihat keceriaan yang tergores di wajah anak lelaki yang sebentar lagi akan putranya.


Sampailah di taman rekreasi. Kelvin yang asyik bermain komedi putar bersama Daryan pun semangat memanggil Freya. “Mamah ... Mamah.” Freya melambaikan tangannya bahagia.


Setelahnya Daryan dan Kelvin turun dari wahana permainanan itu. Daryan mendekati bibir tipisnya ke telinga calon istrinya, “Mau main tidak?”


Karena geli, Freya menjauhi telinga dan menatap Daryan. “Main apa?”


“Main kuda-kudaan nanti malam?” gurau Daryan membuat Freya mencubit pinggang pria yang sudah melihatkan cintanya kepada wanita cantik ini.


Awwh!


Desis Daryan yang pinggangnya tidak sakit, tapi ia ingin saja mengeluarkan suara itu. Namun, mereka tak sadar ada Kelvin yang sejak tadi memperhatikannya.


“Papah sama Mamah bicala apa? Evin boleh ikut?” tanya anak kecil yang belum genap 5 tahun ini begitu polos dengan bola mata berbinar.


Sontak hal ini membuat keduanya tersenyum dan Daryan segera memberikan pengertian kembali kepada putranya. “Jangan ikut ya Sayang, Kelvin bermain di sini saja. Papah dan Mamah akan bermain nanti ma ...”


Perkataan Daryan ditimpal oleh Freya, ia dengan cepat mendekati Kelvin. “Nggak ada permainan apa kok, Evin Sayang. Papah dan Ibu Eya akan bermain denga Evin di sini. Ayo kita bermain mobil-mobilan saja.”


Freya menggendong Kelvin, dan itu disambut baik dengan anak kecil itu tanpa menanyakan permainan apa yang akan dimainkan ayah dan ibunya nanti malam.


Uhum!

__ADS_1


Daryan menatap ke arah Freya yang sangat terlihat malu. ‘Tidak akan kulepaskan kamu Freya nanti malam, aku akan menikmati hal itu untuk kedua kalinya,’ bisik Daryan dengan pikirannya yang semakin liar.


Sekarang giliran Freya yang mengajak Kelvin bermaian mobil-mobilan. Mereka berdua pun menikmatinya sangat bahagia dan penuh akan canda tawa. Sehingga hal itu membuat Daryan bahagia.


Ia menghembuskan napas lega. ‘Terima kasih sudah bertahan sampai saat ini, Yaya. Kau akhirnya kutemui dan kau menemuiku. Aku sangat mencintaimu,’ batin Daryan sembari menatap hangat ke arah wanita yang sangat ia sayangi di dunia ini.


“Evin, awas kena tabrak ....”


“Waah Mamah keren ....”


Sudah merasa puas bermain wahana permainan di taman rekreasi ini, Kelvin ingin membeli ice cream. Ayah dan ibundanya pun mencari stand ice cream.


“Evin mau rasa apa?” tanya Daryan.


“Coklat Pak, coklat ....” Kelvin melompat-lompat bahagia.


Freya yang melihatnya pun sangat gemas, ia mencubit pipi murid kesayangannya itu dan mengecup pipinya. Daryan melihat hal itu, sembari menunggu icenya di buat, pria tersebut kembali menjahili wanita yang akan menjadi istrinya.


Hmm!


Lagi-lagi Freya mencubit pinggang pria yang selalu menjahilinya itu.


Setelah cukup lama di taman ini, akhirnya Kelvin mengantuk.


Huaam!


“Sayang, kamu ngantuk ya? Ya udah balik aja yuk, sini Papah gendong.”


Kelvin menaikkan tangannya seperti meraih tubuh bidang Daryan. Freya pun mengelus-elus rambut anak tersebut. Namun, Daryan menghentikan langkahnya.

__ADS_1


“Kenapa tiba-tiba diam di sini?” tanya Freya.


“Aku lelah, maukah kau menolongku?” tanya Daryan.


“Ya sudah sini aku yang akan menggendong Kelvin,” ujar Freya sembari ingin mengambil alih tubuh Kelvin. Ia pikir Daryan lelah menggendong putranya itu.


“Siapa juga bilang lelah karena aku menggendong Kelvin? Mana pernah aku lelah untuk dia,” tegas Daryan.


“Lah, lalu kau lelah karena apa? Kau bilang kan tadi lelah dengan posisimu menggendong Kelvin. Ya udah aku berpikir jika kau lelah karena itu,” papar Freya memberikan ekspresi datarnya.


“Aku lelah ingin diberikan asupan ciuman darimu,” pinta Daryan dengan tatapan dalam itu.


Glek!


Freya hanya bisa menelan salivanya, tanpa menunggu lama Daryan menggerakkan tubuhnya dan mempersatukan bibirnya dengan bibir Freya dengan posisi masih mendekap Kelvin.


Setelah kecupan itu, Daryan menyunggingkan bibirnya. “Terima kasih banyak Freya, aku sangat mencintaimu.”


Deg! Deg!


Kata – kata itu terdengar begitu berbeda, tampak begitu serius Daryan mengatakannya dari hati yang tulus. “Jangan tinggalkan aku untuk kedua kalinya, aku mohon,” pinta Daryan.


Freya mengangguk, sebenarnya ia juga tidak ingin meninggalkan Daryan. “Aku juga mohon kepadamu, jangan tinggalkan aku untuk kedua kalinya.”


Hmm!


Sinar bulan purnama menerangi kebahagiaan mereka. Sinar itu menjadi sanksi cinta dari pasangan yang lama berpisah lalu dipertemukan oleh semesta lagi.


Sedangkan di sisi lain, Anya sedang berusaha mencari cara untuk membuat Freya lenyap dari kehidupan bahagianya bersama Daryan.

__ADS_1


“Louis aku ingin bertemu denganmu besok, aku ingin memerintahkan mu untuk membunuh seseorang!” perintah Anya dalam telponnya kepada seseorang.


Bersambung.


__ADS_2