My Beloved CEO

My Beloved CEO
Menikmati


__ADS_3

Freya membuka perlahan pakaiannya. Mau tidak mau ia harus melakukan apa yang diperintahkan oleh Daryan, lagipula ini semua kesalahan mutlak yang dilakukannya.


Netra mata Daryan berkabut, terlihat hasrat mengalir dari tatapannya.


Daryan hanya lah seorang pria biasa, yang akan bergairah ketika dihadapakan dengan hal ini.


Namun, hebatnya ia bisa menahan hasrat yang sejak tadi membeludak itu.


Kini Freya sama sekali tidak memakai busana, hanya **** ***** bagian bawahnya di tutupi oleh kain tipis yang masih bisa di ekspos oleh penglihatan Daryan Jefferson.


Dengan begitu malu, Freya menutupi area gunung kenyalnya menggunakan salah satu tangannya. Dan tangan satunya menutupi **** ***** tersebut.


Tubuh Daryan seperti tersengat listrik, ternyata bentuk tubuh Freya benar-benar indah. Sangat berbeda jauh dengan perkiraannya ketika wanita muda itu mengenakan busana.


Hah!


Ia beberapa kali menghela napas, agar tidak melakukan hal diluar kendalinya.


Berbeda dengan Freya, sejak tadi ia ingin menangis, tapi ia menahan sekuat-kuatnya agar air mata itu tidak keluar. Ia tidak ingin Daryan mengganggap dirinya wanita lemah.


Freya seperti direndahkan. Tatapan Daryan sungguh membuatnya begitu jijik.


‘Sampai kapanpun aku sangat kesal dengan pria ini, yang tidak bisa memperlakukan manusia seperti manusia!’ guman Freya membatin.


Daryan mengangkat dagunya, ia kembali memperlihatkan keangkuhannya.


Heh!


Bibir Daryan menyudut. ‘Aku tahu kau tidak nyaman seperti itu, tapi entah kenapa aku sangat menyukai ekspresimu yang seperti ini!’ Daryan bermonolog.


“Apa kau hanya terus melihatku seperti itu, Tuan? Kapan kau melukisku?”


Daryan mendekati Freya, ia melangkahkan kakinya pelan dan begitu pula dengan wanita cantik ini. Ia memutuskan melangkahkan kaki ke belakang, karena ia tidak ingin Daryan sampai menyentuh tubuhnya.


“Kenapa kau menghindari saya, Freya? Apakah kau takut, hah?” suara serak Daryan membuat candu.


“Kata Anda hanya ingin melukisku, Tuan. Namun, kenapa kau mende ...”


Belum saja selesai berbicara, Daryan dengan kasar melepas ikat rambut Freya.


Srreekk!

__ADS_1


Sontak hal itu membuat mata Freya membesar, kini tubuh Daryan begitu dekat. Ia bahkan bisa melihat dengan jelas otot liat Daryan yang sangat menggoda.


Rambut panjang gadis ini tergerai, membuat aura kecantikan Freya keluar.


Daryan kembali melihat wajah Freya dengan pandangan berkabut.


Namun, dengan cepat Freya memalingkan tatapannya itu. Semakin lama melihat manik indah Daryan membuatnya merasa aneh.


‘Kenapa matanya begitu indah?’ Freya sangat kebingungan dalam hatinya.


‘Baru kali ini aku menemukan wanita yang bisa memalingkan pandangannya kepadaku! Sungguh dia benar-benar menarik untuk aku permainkan!’ kalimat ini Daryan utarakan dalam batinnya.


“Oke baiklah, kita mulai. Kau duduk di sofa dulu, saya akan mengambil peralatan lukis.” Daryan menuju ke ruang khususnya yang masih berada di dalam kamar luas ini.


Namun, sebelum Daryan pergi ada satu hal yang ingin Freya tanyakan terkait karya seni tersebut.


“Tuan, aku ingin bertanya. Jika karya ini sudah selesai dan kau melukis bentuk tubuhku tanpa menggunakan busana, apakah karya ini akan kau simpan secara pribadi atau ...”


“Akan saya perlihatkan kepada publik dan saya buatkan pasar seni nantinya!”


Perkataannya sungguh sadis, Freya baru memahami apa yang dipikirkan CEO muda ini. Ia bahkan lebih jahat dengan seorang yang ingin meniduri wanita itu.


Daryan ingin mempermalukan Freya dengan mengekspos bentuk tubuh wanita cantik ini.


Pria ini menoleh ke arah tangan Freya yang masih memeganginya dengan erat, lalu melihat Freya begitu tajam.


Ia terlihat dingin dan tidak mengekspresikan wajahnya. Begitu datar seperti kulkas 1000 pintu.


Bibirnya tetap bungkam tanpa menanyakan apa pun kepada Freya.


“Apakah aku bisa meminta mengenai peringanan untuk hukumanku ini, Tuan? Aku memperbolehkanmu untuk melukis tubuhku, tapi karya itu hanya bisa dilihat dengan dirimu saja. Tanpa diperlihatkan oleh publik,” pinta Freya.


Baru kali ini wanita cantik tersebut tampak memohon.


Di dalam wajah datar itu tersirat kebahagiaan yang tiada tara.


“Saya sangat senang melihat ekspresimu seperti ini, Freya.” Daryan tersenyum licik.


‘Jika saja aku tidak menjatuhkan patung itu, maka semua ini tidak akan terjadi. Dia adalah manusia kejam yang aku kenal selain ayah! Kenapa semua pria yang ada dikehidupanku memiliki sikap seperti iblis tanpa perasaan!’ teriak Freya tanpa bisa melakukan apa pun.


Entah mengapa tetesan air mata yang sejak tadi di tahan, saat ini tidak bisa Freya bendung lagi.

__ADS_1


Ia menangis dengan deruan kencang.


Daryan yang melihat hal itu tampak kebingungan, “Kenapa kau menangis, Freya?”


“Siapa yang membuatmu menangis?” lanjut tanya Daryan kepada istri kontraknya itu.


“Kau Tuan! Kau manusia yang tidak mempunyai hati dan perasaan, kau yang membuatku menangis dan membuatku kesal! Aku sungguh membenci pria sepertimu, Tuan Daryan!” teriak Freya tanpa sadar.


“Bukannya kau yang menyetujui hal ini? Kenapa malah menyalahkan saya?!” Daryan membalik membentak kepada Freya.


Tidak takut lagi, wanita muda itu segera menyelesaikan tangisannya dan mengusap air matanya.


Ia menatap sinis dan begitu tajam kepada Daryan, ingin sekali ia membacok dan memutilasi tubuh pria yang ada di depannya ini menjadi beberapa bagian.


Jika saja ia tidak melihat Kelvin, anak murid yang sangat ia sayangi pastinya Freya akan melakukan hal itu tanpa segan-segan.


“Apakah kau tidak memikirkan sedikit saja perasaanku, Tuan? Coba bayangkan kau memiliki istri dan tubuhnya bisa dilihat dengan banyak pria lain, tidak kah merasa sakit, hah?”


Daryan hanya menatap Freya lalu ia menjawab dengan ketus, “Saya tidak akan melakukan hal itu kepada istri saya! Saya melakukan ini kepadamu, karena kau bukan istri saya, kau hanya wanita pengganti untuk putra yang sangat saya sayangi. Apakah kau paham dengan ucapan saya ini?”


Hah!


Freya tidak bisa melakukan apa-apa, jika ia kabur dari sini tidak akan bisa juga. Penjagaan istana Daryan sungguh luar biasa, setiap sudut ruangan pasti ada pelayannya.


‘Tuhan, apakah aku harus menerima penderitaan ini?’


“Aku menolak kau untuk melukis tubuhku, Tuan! Dengan tegas aku mengatakan tubuhku tidak boleh dilihat oleh banyak orang, aku tidak menginginkan hal itu!”


Sorot mata Daryan berubah, ia mengkerutkan dahinya begitu kesal.


“Tidak, saya akan melakukan apa yang sudah disetujui! Kau tidak bisa menolaknya sepihak, ingat patung itu tidak bisa kau bayar bahkan dengan ...”


“Kesucianku? Jika kau menginginkan tubuhku untuk kau lukis aku mengizinkannya, tapi aku benar-benar tidak tahu caramu begitu licik! Hanya untuk menyenangkan hati kau bisa mempermalukan harga diri seseorang!”


Daryan terdiam sebentar sebelum mengatakan sesuatu.


“Jadi apa yang kau mau sekarang?”


“Terserah Anda, aku hanya ingin tubuhku di lihat denganmu saja karena kau adalah pria pertama yang melihatku tanpa mengenakan busana sedikitpun!”


Daryan terkejut, pernyataan Freya kembali membuatnya menarik.

__ADS_1


‘Apa aku harus menikmati lubang sempit, Freya?’


Bersambung.


__ADS_2